Title & year: Dipandang Sekedar, 2025
Medium & dimensions: Costume installation, dimension 130x80 cm
Material : calico, cotton, nylon, ceramic, metal, wood, plastic, air clay, sharpie.
Techniques: sewing, embroidery, hand stitch, sculpting, hand drawing.
Concept and relevance to the theme Food: Artificial Intelligence (AI) yang sedang bercerita mengenai pergeseran arti makanan, dan menunjukkan bentuk bagaimana makanan dipandang saat ini.
Karya ini berangkat dari pertanyaan tentang pergeseran arti makanan yang diajukan kepada kecerdasan buatan.
Jawaban AI tersebut kemudian disulam langsung pada gaun blacu, mengubah teks digital menjadi proses manual yang lambat dan personal.
Tulisan ini membahas bagaimana makanan kini tidak lagi sekadar sumber energi, tetapi juga simbol gengsi, konten media sosial, dan tren, sementara makna makanan tradisional perlahan memudar.
Gaun menjadi medium yang “dipakai” tubuh, menunjukkan bagaimana perubahan makna ini hadir dan dinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran objek makanan “palsu” menyoroti jarak antara tampilan dan isi , sesuatu yang terlihat familiar, tetapi kehilangan fungsi dan makna aslinya. Karya ini mengajak melihat kembali bagaimana teknologi dan gaya hidup modern membentuk cara kita memaknai makanan.