Kita telah melewati banyak hal di tahun ini, bertahan dengan banyak kegagalan dan penundaan, berusaha tabah menelan banyak kekecewaan serta mengambil keputusan penting bersama-sama dengan penuh kesadaran serta dalam doa meminta petunjuk pada-Nya.
Nyatanya, ilmu dan daya kita begitu terbatas kan? Kita begitu lemah dan payah dalam memperjuangkan banyak hal. Kita tidak kuat, jika tanpa pertolongan-Nya. Kita tersesat jika Dia tidak memberi petunjuk-Nya.
Hai diriku, setiap pilihan memiliki risiko tersendiri, memilih berani melangkah maka bersiaplah dengan apapun yang menanti di depan sana. Memilih takut dan melewatkan beberapa kesempatan, maka bersiaplah pula dengan segala kenyataan yang ada.
Jangan terlalu mengutuk keadaan, karena semakin dikutuk akan semakin melelahkan, waktu terus berputar laju dan beberapa hal tidak selalu bisa diperbaiki, belajarlah menerima bagian sulit itu.
Hidup yang rahasia ini, seperti lemparan dadu kemungkinan-juga ketidakmugkinan. Sehabis hujan, tidak selalu muncul pelangi. Langit tampak mendung menghitam, tidak pula berarti akan turun hujan. Memilih mencintai seseorang, bukan hanya perihal kebahagiaan saja. Memilih melepaskan seseorang, bukan jua berarti sebuah kekalahan. Ketika kau mencintai, maka tidak cukup hanya dengan memberikan perasaanmu saja. Kau juga harus merawat perasaan itu untuk tetap tumbuh dan tabah.
Hai diriku, hidup ini memiliki banyak ruas simpang, namun setiap simpang perjalanan bersifat rahasia. Ada badainya tersendiri dan ada musim sukarnya tersendiri. Pada simpang jalur takdir milikmu, akan ada pertemuan-perpisahan yang harus kau penuhi, kau akan belajar menyikapi kehilangan yang selalu terselip dalam keterbatasan masa. Kenangan seperti perputaran kaset aneh dalam ingatanmu, sewaktu-waktu kau merindukan suatu masa, lalu dilain waktu berikutnya kau tidak ingin kembali pada suatu masa.
Pesanku tak banyak untuk tahun berikutnya; tetaplah hidup, tetaplah bersyukur atas apa yang kau pilih untuk jalani di tahun ini dan seterusnya.
Menuju shift malam, 24 Desember 2022 19.51