Mencintaimu; barangkali seperti laut mencintai pantai, tahu kapan harus pasang dan bila harus surut dan tenang.

⁂

@theartofmadeline

Product Placement
$LAYYYTER
Monterey Bay Aquarium
Claire Keane

Kiana Khansmith
🪼
Three Goblin Art
No title available
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

#extradirty

ellievsbear

No title available
h
we're not kids anymore.
taylor price
almost home
d e v o n
seen from Türkiye

seen from France

seen from United States
seen from United States
seen from South Africa
seen from Italy
seen from South Africa

seen from United Kingdom
seen from Australia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from South Africa

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from Timor-Leste
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Germany
@kanal-imaji
Mencintaimu; barangkali seperti laut mencintai pantai, tahu kapan harus pasang dan bila harus surut dan tenang.
Sungai
Ada alir sungai dalam tubuhmu membawa jiwamu mengembara ke negeri jauh dipandu polaris bintang utara.
Masa silam adalah butir-butir kerikil yang mengendap di dasar ingatan, sedang masa depan penuh ketidakpastian seperti akhir dari riak-riak kesepian yang sesekali terpantul di wajahmu.
Dan kepergian ini memulangkanmu ke tempat kita bermula, bermuara. Menjawab tanda tanya yang dulu kerap kita selami dalam maknanya.
—10022023 Mukomuko
Tulisan ini terinspirasi dari Yiruma-River Flows in You
yang ku tahu, sebening-beningnya rindu adalah mendoakan kebaikanmu selalu.
Terima kasih kepada orang-orang yang datang dan memilih untuk tetap tinggal.
Aku tahu hari-harimu tentu tidak mudah. Tapi kau selalu menawarkan pundak sebagai tempat bersandar lelah. Adakalanya kita berselisih arah, tapi hati selalu tahu jalan pulang ke rumah.
Hari-hari esok, kita sambut mimpi-mimpi merekah, ya?
—aku, yang menyayangimu
yang dibiarkan hilang, akan hilang. karena beberapa tidak tahu cara pulang.
Katakan padaku, halaman mana yang harus kubaca agar aku dapat utuh memahamimu?
Setiap kisah punya ujiannya masing-masing, belum tentu sama endingnya karena individu yang menjalaninya berbeda.
Barangkali yang bisa dilakukan adalah belajar dari yang lain, tetapi bukan sebagai bahan buat overthinking.
Bukankah ini tenang yang kau cari? Terlepas dari kekang tali ketidakpastian, keluar dari pusaran tanya yang pernah menjebakmu terlalu lama.
Kumohon, jangan hilang lagi, jangan lagi kehilangan diri sendiri.
Sampaikah aku ke tujuan Kenapa terasa memutar jauh sekali Persimpangan mana yang telah kulewatkan Kenapa langkah ini terasa kian berat, kian sesak Jalanan di depan semakin gelap saja
Apakah seseorang sudah mematikan lampu jalannya?
Harapan
Harapanmu, ialah rumah yang dibangun dari pualam ketabahan; menopang mimpi-mimpi untuk bertahan ketika rapuh keraguan merayap dari segala penjuru pintu, menyerbu ambang kewarasan.
Di dalamnya ada bilik berisi keyakinan; mengimani bahwa segala resistensi ketegaran yang mengaliri setiap sudut ruang, tak lain berasal dari anugerah Sang Maha Penyayang.
Adalah doa-doamu yang menyala terang menerangi gulita malam, menghadirkan hujan pembasuh kecemasan seiring waktu menumbuhkan benih-benih penerimaan yang terkubur di relung kesedihan.
—07022023 Mukomuko
Tentang Kamu
Kau adalah; rumah yang kuidamkan pulang yang diharapkan debar yang ingin berkabar degup yang ingin kupeluk paling yang hendak saling pinta yang ingin kabul.
—24022023 Mukomuko
... dan aku masih ingin pulang ke rumah hatimu, Tuan.
Teduh Ketabahan
Teruntuk engkau; yang berulang kali menambal luka di sekujur tubuhmu, menyelimuti gigil kesepian dengan lengan yang hampir hilang daya, berkali-kali mengguyur sedih dengan air yang ditimba dari matamu; tetes yang juga ikut mengaliri teduh doa-doamu,
tetaplah tabah, seteguh pepohonan yang meranggas dilanda kemarau, sesetia retak tanah menanti hujan bahagia.
—02022023 Mukomuko
Jika hari-hari Juni diguyur rindu, semoga Juli menuai temu.
Ada marah yang tak ingin tumpah, Ada sedih yang tak mau pecah, Ada sesak yang berharap sirna.
Ada rindu yang ingin temu. Ada tanya yang mengharap jawabannya kamu.
sepasang kehilangan
📖 kanal-imaji
🎙️ Pluviophile
Welcome back to Instagram. Sign in to check out what your friends, family & interests have been capturing & sharing around the world.
@kanal-imaji izin bacain k' semoga berkenan
Waaah, terima kasih banyak Kak sudah membaca tulisan ini💙
Kalau keberadaanmu memang tidak dicari, tidak dibutuhkan, mengapa mati-matian bertahan? Mau menunggu apa lagi selain luka yang kian menyayat hati. Lari!
Menelusuri Diri Sendiri
Baru saja selesai diwawancara sama @kanal-imaji. Ternyata saya baru merasakan, bahwa menjawab pertanyaan tentang diri sendiri, artinya menelusuri beberapa hal yang barangkali kita lupakan sebagai identitas dan sebagai seseorang yang dikenali orang lain.
Secara pribadi saya merasa ada sesuatu yang menyenangkan dalam diri saya saat Alisa bilang ingin mewawancarai saya. Seolah ada sesuatu yang hanya bisa keluar dari diri saya dan tak bisa keluar dari diri orang lain.
Hingga di titik saya menulis ini, saya sadar betul. Hidup kita, kisahnya, pilinanannya, masalahnya, pemikiran, perspektif dan hal lain yang membentuk diri kita secara keseluruhan, adalah hal yang tak akan pernah bisa keluar dari orang lain. Sekompleks itu kita sebagai manusia.
Jika belakangan saya beberapa kali menelusuri masa lalu, mengulang kenangan untuk menghibur diri sendiri. Kali ini saya menelusuri diri saya saat ini. Mimpi-mimpi saya, alasan saya berdiri di sini, hal-hal yang sedang saya miliki dan kesempatan yang sedang berdiri di pintu hati saya.
Saya menjadi ingat tadi malam seseorang meminta izin kepada saya untuk mencetak salah satu tulisan saya di buletin pesantrennya yang notabenenya memiliki lebih dari 3.000 santri dan akan dicetak setidaknya ratusan lembar. Saya sempat menciut, takut dan tidak percaya diri tapi sekaligus menegangkan dan senang. Rasanya lebih mudah puisi saya dibaca ribuan orang di lini masa daripada perspektif saya tentang suatu hal dibaca ratusan santri.
Maka hari ini, tanpa meniadakan masalah hidup saya yang masih begitu terasa pelik, pengkhianatan dan ketidakpercayaan yang saya rasakan, pengucilan dan ditinggalkan, saya tahu saya masih punya hal baik dan luar biasa yang tak pernah pergi dari diri saya.
Saya masih Yuli yang sama, yang pernah jatuh lalu bangkit lagi, yang pernah ditinggalkan lalu menemukan lagi, yang pernah berhenti lalu berlari lagi, yang bahkan semalam tadi menangis sesenggukan karena merasa payah dalam menjalani hidup —pembenci, pendendam, pemarah hanya karena semua orang bertindak tidak sesuai harapan saya yang ingin hidup damai dan nyaman— tapi pagi ini kembali bangun dan mulai menyusun rencana sembari menikmati bubur panas.
Sekarang saya melihat kecolongan saya dalam menjalani hidup, fokus saya yang tak lagi berimbang untuk tetap melangkah. Langkah mundur yang saya ambil, seolah bersiap bersembunyi dan melarikan diri. Kaki saya yang menapaki bumi tapi pikiran saya sedang berkelana ke neptunus hingga pluto.
Baiklah diri, sudahi kebimbangan ini. Saya tak perlu ambil ancang-ancang besar untuk bangkit, karena sejak awal saya selalu menjadi diri saya yang memiliki akar untuk kembali mekar.
Hari ini, saya harus hidup di hari ini. Di hidup saya sendiri, di bumi yang saya pijaki.
Medan, 03 Juni 2023
Pagi tadi, tepat saat tugas wawancara diberikan, saya langsung menyortir nama-nama di kepala saya, kira-kira siapa yang bisa saya wawancarai saat itu juga. Karena tenggat waktu yang diberikan sangat mepet. Terlebih masih ada kelas lain yang harus diikuti lagi setelahnya.
Sempat terpikirkan beberapa nama, akhirnya pilihanku jatuh ke Kak Yuli sebagai narasumber. Benar saja, tak berselang 1 menit, bahkan hanya selisih beberapa detik, chatku langsung dibalas. Tidak biasanya Kak Yul balas chat cepat, lho, atau mungkin karena ini hari libur? Alhamdulillah, Allah mudahkan prosesnya.
Tak ada drama penolakan bertele-tele, Kak Yul langsung menyanggupinya. Bahkan sebelum aku sempat memikirkan pertanyaan pertama. Wkwk.
Proses wawancara berlangsung dengan lancar. Kak Yul begitu to the point menjawab setiap pertanyaan dan saya mangut-mangut mendengar jawabannya. Seiring berjalan waktu pertanyaan-pertanyaan lain hadir begitu saja.
Terima kasih, Kak, sudah mau diriwehkan pagi Sabtumu yang harusnya bisa menikmati bubur dengan tenang. Wkwkwkwk
Sehat selalu, Kak. Moga makin progresif, euy!🌻