Trip Jogja 14-15 Feb 2015
Begitu kataku dalam hati ketika kereta api Bogowonto tiba di stasiun Tugu Jogja. Perjalanan yang semestinya cuma 8 jam, ternyata molor sejam dari yang semestinya. Tapi tak masalah karena akhirnya aku dan bestie sampai juga di tujuan.
Kami bergegas keluar stasiun karena bestie sudah menyewa mobil untuk dipakai selama di Jogja. Di luar stasiun nampak penyewa mobil yang sudah dari jam 6 menunggu di sana, karena kereta kami telat sejam sampai akhirnya diapun harus menunggu sejam di situ.
Sebagai informasi, kami menyewa mobil di CAHAYA TRANSPORT (0274-7485807) selama 24 jam seharga Rp.250.000,- lepas kunci dengan jaminan ID card bestie, Jamsostek dan NPWP.
Mobil diperiksa terlebih dulu, mobilnya merk Avanza nampak luar sepertinya sudah tidak pernah perawatan. Kunci masih manual tidak ada alarm, kaca jendela tidak bisa turun, AC kurang dingin, dan paling parah adalah wipernya juga tidak jalan. Untuk hal yang terakhir ini akan saya ceritakan di belakang nanti.
Baiklah setelah sesi periksa-periksa mobil ini selesai dan kunci telah diberikan ke kami, mulailah petualangan kami di Jogja. Dengan bantuan aplikasi waze, kami mulai menyusuri jalan-jalan di Jogja. Yang pertama kali di cari adalah SPBU untuk isi bensin mobil sekalian cuci muka dan buang air. Kemudian dari situ kami menuju hotel.
Hotel yang kami tempati adalah salah satu hotel bintang empat di Jogja. Hotel itu saya pesan online 3 minggu sebelum berangkat. Namanya hotel Jambuluwuk Malioboro Boutique. Terletak di daerah Pakualaman, sekitar 10 menit ke Malioboro. Hotel yang jadi recommmend dari beberapa situs pencari hotel terbaik di Indonesia, yang terletak di tengah kota dan sangat dekat dengan objek wisata di kota Jogja.
Awalnya niat kami datang ke hotel untuk early check in, ternyata pada saat itu masih terlalu pagi. Early check in baru bisa sekitar jam 11 atau jam 12. Akhirnya kami memutuskan untuk ke malioboro saja untuk cari sarapan. Ternyata Malioboro ada perubahan, dulu sangat jarang ada warung tenda, sekarang warung tenda ada hampir di sepanjang jalan Malioboro. Selain itu dalam segi harga juga sudah ada kenaikan. Tapi suasananya masih sama, suasana jawa yang sangat kental.
Setelah makan, kami mulai melanjutkan trip kami. Kami memutuskan untuk trip ke Jogja bagian Timur. Artinya kami akan melakukan wisata pantai. Karena di sebelah Timur adalah kumpulan pantai-pantai cantik di daerah gunung kidul. Diantaranya ada pantai Indrayanti, pantai Sundak, pantai Krakal, pantai Drini, pantai Sepanjang, pantai Pok Tunggal, pantai Baron dan masih banyak lagi karena tidak hafal semua namanya. Tapi dari semua pantai yang disebutkan itu yang kami datangi cuma 3 pantai, yakni pantai Indrayanti, pantai Krakal dan pantai Baron. Untuk foto-fotonya nanti akan menyusul di postingan berikutnya. :)
Setelah menyusuri pantai, kami memutuskan balik ke Jogja, karena pengen segera ke hotel untuk mandi karena belum mandi dari kemarin. ^_^ Oh ya, perjalanan dari Jogja ke pantai-pantai tadi bisa dicapai dalam waktu 2-3 jam dengan menggunakan mobil. Dalam perjalanan balik ke kota Jogja, hujan turun. Sialnya wiper mobil kami tidak berfungsi. Ini menyulitkan kami untuk melanjutkan perjalanan sementara hujan pada saat itu semakin deras, jalanan sudah tidak jelas lagi dan bila kami tetap melanjutkan perjalanan pastinya itu sangat membahayakan kami.
Dengan sedikit kesal, saya menghubungi pemilik mobil, komplain masalah wipe tersebut. Tadinya mereka menyarankan ganti mobil bila sudah sampai di Jogja karena kami ada di luar Jogja jadi mereka tidak bisa membantu, tapi pada akhirnya mereka mengirim montir ke tempat kami berhenti tepatnya di SPBU jalan Poros Jogja - Wonosari. Sebenarnya ini di luar perkiraan kami. Seandainya mobil yang kami sewa dari awal dalam kondisi bagus, mungkin pada saat itu kami sudah sampai di hotel.
Jam hampir menunjukkan pukul 6 sore. Mobil kami akhirnya bisa juga diperbaiki, pada saat itu hujan masih turun walau tidak sederas sejam yang lalu dan kamipun bisa pulang menuju ke hotel.
Malam hari kami makan malam di RM. Bale Raos di KH. Ahmad Dahlan. Sebelumnya sempat melewati jalan Malioboro lagi melihat situasi pada malam hari di sana. Kebetulan pada saat itu tanggal 14 Februari hari Valentine dan malam minggu, sehingga nampaknya suasana sangat ramai, Hingga susah untuk mencari parkiran. Karena sudah capek bawa mobil sendiri dari pagi, kami memutuskan untuk langsung balik ke hotel untuk istirahat dan tidak berlama-lama lagi di jalan.
Esok hari kami berencana akan cari oleh-oleh di sekitar jalan Malioboro sekalian sarapan di sana. Karena waktu sewa mobil sudah habis, kami ke Malio naik becak yang nongkrong di depan hotel. Bapak pembawa becak menunjuk tempat beli oleh-oleh yang rame, waktu itu saya cuma membeli bakpia, penganan khas Jogja. Setelah belanja oleh-oleh kami di bawa ke pasar Beringhardjo untuk sarapan. Setelah sarapan balik lagi ke hotel untuk berkemas-kemas. Untuk pulang pergi tarif becak adalah Rp. 40.000,-. Saya tidak tahu apakah itu kekurangan atau kelebihan, tapi saya merasa itu kurang, tapi gak tau juga yaa..Mudah-mudahan si bapak dapat rejeki yang banyak lagi nanti.
Kami harus balik Jakarta dengan naik pesawat Air Asia ETA 12.55 karena bestie ada pekerjaan yang menunggu di Jakarta. Padahal sih sebenarnya masih pengen di Jogja sampai sore. Mau ga mau kami harus check out jam 11 dan langsung ke bandara Adi Sutjipto. Pada saat c/o, saya meminta reception untuk pesankan taxi. Waktu taxi datang saya tidak ngeh kalo ternyata taxinya tidak berargo. Kami harus membayar Rp.70.000,- untuk sampai di bandara, Harga itu sudah maximal atas konfirmasi dari temen yang tinggal di Jogja.
So, saat waktu boarding sudah dekat, yang tertinggal adalah kenangan dan harapan akan kembali lagi ke Jogja bulan depan pada saat mengambil cuti panjang nanti. Walaupun sangat singkat, tapi perjalanan kali ini sangat menyenangkan. Mudah-mudahan rencananya terwujud. Doakan saja yaa, biar bisa berbagi lagi di sini.
Well, see u next month, Jogja ..