Im just like tired of everything

Kaledo Art
Alisa U Zemlji Chuda
dirt enthusiast
Game of Thrones Daily
Claire Keane

⁂

JBB: An Artblog!

shark vs the universe
$LAYYYTER
Monterey Bay Aquarium
hello vonnie
noise dept.
I'd rather be in outer space 🛸
styofa doing anything
taylor price
KIROKAZE

JVL

if i look back, i am lost
Cosimo Galluzzi

oozey mess

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from T1
seen from Bangladesh
seen from Brazil

seen from Germany
seen from Chile
seen from United States
@amfog-seans
Im just like tired of everything
“Stop doubting yourself. Work hard and make it happen.”
— Unknown
Ah, andai semudah itu,
Andai aku bisa semudah itu untuk lebih menghargai dan mengerti diriku sendiri
Andai aku bisa lebih berkeinginan, lebih memiliki kekuatan untuk memulai
Andai semudah itu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang selalu disimpan...
Suatu hari nanti,
Aku akan berdiri dengan kakiku sendiri
Dengan pakaian yang paling kusukai saat itu
Dengan sepatu dan tas yang sudah kupakai puluhan—ratusan kali
Suatu hari nanti,
Aku akan tersenyum mengingat hal-hal tentang saat ini
Kemudian memegang pundaku sendiri,
“Berhasil, kita berhasil, kita sudah sampai.”
Tebakanku malam ini mungkin aku melakukannya sambil kesusahan menahan tangis yang tiba-tiba saja datangnya
Suatu hari nanti,
Bapak dan Mamah, entah sedang apa, mereka pasti ikut tersenyum,
Memelukku yang sudah kehilangan keseimbangan,
“Berhasil kan, apa Bapak bilang..”
Suatu hari nanti,
Tak apa belum terjadi,
Tidak harus hari ini atau besok
Lusa atau tahun-tahun yang akan datang
Pasti akan sampai,
Suatu hari nanti
Mau cerita mimpi semalem.
We both in my room talking about books he gave me. I think there are two or three books..? Ah, I’m so happy at that time because I’m with him and we’re talking about books!!!
And we share our story about the books. Like we started to discuss about why he gave me that book. And the story. And so on.
We talked and laughed, sure it was a beautiful moment for me.
And I captured the moment, with my phone. I captured him.
I know we’re not that close now but I always pray for your happiness. You deserve all the good things in life. Thank you for bringing so much joy into my life. You’re such a very very good friend.
I miss you, so much.
Aaaaah, udah lama banget gak buka tumblr. Rasanya kenapa ya selalu beda? Kaya sekarang, tiba-tiba melow, padahal gue lagi seneng bgt abis baca wattpad super gemes. Tapi pas buka tumblr langsung keingetnya yang sedih-sedih, hahaha.
Emang cuma di sini tempat paling aman, ya.
Rasanya gue gak perlu khawatir akan ditemukan siapapun. Rasanya siapapun yang baca tulisan gue akan ikut mengerti dan paham apa yang gue jalani. Padahal kenyataannya kan belum tentu.
Liat lagi postingan-postingan lama buat gue mikir, gue kuat juga ya.. ya gak kuat-kuat banget sih kan buktinya dulu nangis mulu. But past is past, ya. Cuma perlu dilihat lagi dan jadiin pembelajaran. Gue masi belajar untuk gak menyalahkan apapun; pure karena jalannya hidup emang harus kaya gini. Gak mau juga terpuruk lagi. Gak mau juga putus asa lagi. Maka gue belajar untuk lebih pasrah, lebih ikhlas, intinya lebih nerima apapun yang emang udah harusnya terjadi, sih.
Makin gede emang hidup makin seru, mungkin emang udah hukumnya gitu kali ya. Makin banyak aja masalah. Makin beragam juga orang yang masuk dan keluar dari hidup kita.
Gue selalu berdoa semoga apapun keputusan dan keyakinan yang gue yakini sekarang itu sudah benar.
Semoga, ya.
Mungkin menulis adalah satu-satunya alasan gue masih waras sampai saat ini. Mungkin tanpa menulis otak gue udah pecah. Mungkin gue udah gila. Mungkin gue udah menyerah. Mungkin gue udah nggak tau mana benar mana salah. Sebesar itu porsi menulis di hidup gue.
#midnightthoughts; hidup berat juga, ya.
Janji untuk membuat mereka tidak lagi kecewa. Untuk membuat hari-hari mereka bahagia. Untuk membuat mereka berhenti khawatir. Semoga Allah selalu mendengar doa-doa kita. Untuk selalu menjaga orang tersayang dan membuat mereka selalu bahagia. Aamiin. 🖤
Aku mulai menikmati menangis seperti lagu kesukaan
Mulai menunggu ia datang seperti waktu makan malam
Entah sudah berapa lama,
Bahkan aku sudah kehilangan hak untuk berbicara angka
Mereka datang bersamaan tanpa membawa apapun selain kekecewaan
Lagi lagi dan lagi sampai aku tenggelam
Ini rencana Tuhan, katanya
Maka tak ada apapun yang bisa kulawan
Harus bertahan, bukan pilihan
Tapi kewajiban
Selagi aku punya pijakan
Seratus tahun tidak berarti
Esok hari akan tetap kuhadapi
Hari ini aku turuti
Sampai nanti, sampai nanti
Rasanya malam ini begitu sepi, sampai binatang-binatang kecil seperti berteriak meminta perhatian sebentar. Lalu jadi sedih, lagi. Teringat malam-malam lalu yang kelam. Tak bisa mundur, susah untuk maju, maka sampai saat ini masih diam. Apa kiranya yang menjadikan pelangi lama datang?
Mungkin misteri adalah kesukaan sebagian orang, tapi tidak untukku sekarang. Butuh kepastian, itu adalah hal terdepan yang kupegang. Ingin semua sejelas embun setelah subuh lewati. Ingin secepat cahaya yang tidak sampai kasat di mata. Ingin terjadi, harus.
Lalu ketakutan-ketakukan yang lain seolah ingin ikut pamer kebolehan. Mana yang paling membuat aku terseok-seok kenyataan. Apa mereka bangga membuat manusia terluka. Aku harap tidak.
Tapi apapun itu langit masih berteman dengan bulan, lalu nanti beberapa jam lagi matahari datang. Hari baru dimulai. Begitupun dengan perasaan ini seorang. Tidak akan selamanya. Tidak akan. Tidak.
Selamat malam.
Adalah makhluk bernama sempurna
Berparas langit paling biru semesta
Giginya seperti toko-toko buku yang dibiarkan tua
Senyumnya seperti hujan sebagai anugrah di kemarau panjang
Langkah kakinya selaku tergesa digerus angin yang ingin berteman
katanya adalah do’a untik hidup esok hari
Aku merasa terinjak;
Oleh tanah lembab yang basah dan bau
Menguliti setiap jengkal tubuh kebasku
Matamu, matamu, matamu;
Membuat waktu tak berharga
Diisi hanya romantisme kemarin buta;
Tidak hari ini dan seratus tahun lagi
Segala menjadi berarti sejak tadi
Aku bangkit kemudian lari;
Terjerembap harapan sendiri lagi.
Menjadimu adalah mimpi siang bolong
Lewat sarat makna tak berarti
Seperti jam kuno di tempat tak bernama
Kata yang tidak habis dilahap usia
Topimu usang menunggu kematian
Dan matamu semakin hidup menantang harapan
Lainnya;
Baju usang yang luntur karena rakusnya usia;
Sepatu yang sudah tak mengenali dirinya sendiri;
Dan senyumanmu yang selalu dirindukan musim dingin.
Aku berada dalam ruang yang tak gemilang,
Tidak ramai sorak penonton pertunjukkan
Lampu jalan tidak berwarna-warni
Jembatan yang sepi pejalan kaki
Menunggu pesta hari baru lagi
Pita-pita ditangan menguning
Sampah harapan menggunung di dinding
Menutup jendela untuk masuk cahaya
Suara jam sebagai alarm untuk berjuang
Menghitung berapa lama lagi untuk diam
Pesta masih sepi pengunjung
Makanan mulai basi dimakan doa semalam
Aku merindukan orang-orang berteriak
Selalu maju untuk kebenaran
Seolah satu-satunya cara mereka hidup
Nyata dan fana urusan nomor sekian
Dari tadi nyari cara biar pikiran nggak penuh. Nonton series udah. Nonton variety show udah. Buka twitter udah. Instagram udah. Nggak ngaruh. Masih capek, masih penuh, masih nggak tau harus gimana biar nggak terus-terusan panik. Terus inget lagu ini. Dan sangat membantu. 🖤
Nggak menyalahkan apapun. Termasuk nyamuk dimalam hari. Cuma lagi pengen menjadi transparan semalam. Mengajak kesedihan berpuisi. Bermusuhan dengan rasa senang. Nggak apa-apa. Nggak akan berakhir selamanya.
Capek banget. Tapi nggak ada waktu. Semua pada lari. Semua pada nangis. Semua pada ketawa. Semua pada sedih. Semua sibuk dengan emosi.