Satu Premis Sederhana
Selalu ada penjelasan untuk setiap perasaan cinta yang datang. Hanya saja fasihnya perkataan tak semuanya mampu mewakilkan.
Kadang mencintai dan dicintai tak selalu harus saling bersahutan. Seperti halnya ombak yang datang ke pinggir pantai tak selalu pulang membawa pasir ke lautan.
Sungguh tak ada orang yang mampu menyangkal bagaimana cinta itu bisa tumbuh dan mekar dalam hatimu. Tak ada pula orang yang bisa menerka sedalam apa perasaanmu.
Tak ada kehilangan yang tak menyisakan pilu. Entah dari mana muasalnya, kehilangan selalu menyakitkan. Bahkan jika itu hanya kehilangan kesempatan. Kesempatan untuk menyatakan dan kesempatan untuk memiliki.
Tapi kamu masih bisa mencintai dengan merelakan. Karena yang patah akan tumbuh, yang hilang akan berganti.
Pada akhirnya, kamu akan sampai pada sebuah premis sederhana: mungkin bukan dia orangnya.
— Taufik Aulia













