barangkali kita terlalu rumit untuk bisa bersama, jadi kubiarkan kisah ini selesai meskipun ceritanya belum dimulai.
No title available

⁂
DEAR READER

blake kathryn
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
cherry valley forever
Sweet Seals For You, Always
Cosmic Funnies

pixel skylines
noise dept.
he wasn't even looking at me and he found me

izzy's playlists!
official daine visual archive
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

#extradirty
sheepfilms

PR's Tumblrdome
occasionally subtle
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
seen from United States
seen from United States
seen from Sweden
seen from Albania

seen from Bangladesh
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Argentina

seen from United Kingdom
@anakarbitan
barangkali kita terlalu rumit untuk bisa bersama, jadi kubiarkan kisah ini selesai meskipun ceritanya belum dimulai.
untuk aku...
untuk aku, maaf karena belum memberi kamu kehidupan yang baik. tidak memberi kamu kebahagiaan yang layak. sejak kamu dewasa, satu persatu hal datang untuk memaksa kamu kuat. walaupun tidak terlahir untuk selalu kuat. maaf belum memiliki hari-hari bahagia yang panjang, yang ada malah dikejar rasa takut setiap harinya.
aku banyak belajar tahun ini. banyak hal yang membuat aku dewasa, beberapa hal yang nggak perlu aku jelaskan pada mereka yang nggak tau sebenarnya keadaanku. pun percuma aku menjelaskan, nggak akan paham diposisi aku. mereka tidak akan mengerti bagaimana aku, apa yang aku alami, apa yang aku rasakan.
tahun ini tahun yang cukup melelahkan. lelah fisik dan psikis. tahun yang cukup singkat untuk menjadi pembelajaran hebat bagiku. bukan berarti tahun yang lalu-lalu aku baik-baik saja. tahun ini benar-benar hancur.
aku percaya roda pasti berputar, akan ada saatnya nanti apa yang aku inginkan, cita-citakan terwujud. akan ada waktunya kebahagiaan berpihak padaku.
untuk aku, aku tau kamu takut. takut segala hal, takut untuk memulai, takut untuk mengakhiri, takut bertambah dewasa, takut pada dirimu sendiri bahkan hal yang belum tentu terjadi padamu. hidup keras, kawan!
untuk diriku, terimakasih sudah mau diajak jatuh, terluka, patah dan tumbuh. maaf terkadang sok kuat pura-pura baik-baik saja.
untuk aku, berhentilah berfikir berlebihan. karena besi rusak karena karatnya. jangan biarkan dirimu rusak karena pikiranmu sendiri.
untuk aku, biarkan saja orang berpikir keliru tentangmu. biarkan mereka mengkritikmu. tidak banyak yang tau bahwa lebih sulit tidak membalas, ketimbang membalas. jangan terpancing amarah. ilmu tenang itu mahal. nggak semua orang mampu.
untuk aku, terimakasih sudah bertahan sejauh ini. bertahan untuk tetap 'bertahan'. apapun yang terjadi nanti, tetap jaga dan lindungi dirimu sendiri. karena siapa lagi kalau bukan dirimu sendiri.
pada titik ini, mungkin cuma diri sendiri yang paling berperan. entah untuk menguatkan, meyakinkan, bahkan menenangkan. *quote dari buku patah, tumbuh, sembuh yang cukup relate
untuk aku, teruslah makan makanan enak atau enakin makannya! tetap hadiahkan dirimu hal-hal menyenangkan. tetap rayakan dirimu sendiri tanpa menunggu dirayakan orang lain.
31 Desember 2023
aku pernah menerima langit dengan segala kondisinya, namun langit tidak pernah menganggap bahwa aku semestanya.
some wounds need to be covered with more pain to be healed.
_2022, eve, lee ra-el_
(((k a n g e n)))
mesin ketik itu berjalan sendiri.
dan akhirnya, selalu ada batas untuk setiap perjalanan. selalu ada kata selesai, untuk setiap yang dimulai.
“Kekhawatiran kita kadang melebihi takdir, kita sudah ketakutan pada hal-hal yang belum terjadi. Padahal, harusnya kita lebih takut pada hal-hal yang sudah terjadi karena kita akan diganjar atas apa-apa yang sudah kita perbuat, bukan apa yang belum kita lakukan.”
— ©kurniawangunadi
APAKAH KAMU CUKUP HEBAT SEBAGAI LAKI-LAKI?
Hey para lelaki, aku mengerti. Kita tumbuh dengan cara saling menantang satu sama lain. Kita harus menjadi laki-laki yang paling tangguh, paling kuat, dan paling berani sejauh yang kita bisa.
Dan bagi kebanyakan laki-laki, barangkali termasuk diriku, pada akhirnya jati diri kita dibentuk untuk merasa bahwa apakah kita adalah yang paling "laki" atau bukan?
Tapi aku punya tantangan untuk kalian semua. Karena laki-laki suka tantangan, kan?
Aku menantangmu untuk melihat kedalam dirimu sendiri, jauh kedalam dirimu, untuk melihat seberapa laki-lakinya kamu? Kekuatanmu, keberanianmu, ketangguhanmu. Bisakah kita mendefinisikan ulang apa makna dari semua itu dan menggunakannya untuk menjelajahi hati kita?
Apakah kamu cukup berani untuk menjadi rentan? Untuk bersedia mendatangi laki-laki lain ketika kamu membutuhkan pertolongan? Untuk tersungkur dan mengakui jika kamu merasa malu?
Apakah kamu cukup berani untuk menjadi sensitif? Untuk menangis baik pada saat kamu terluka atau bahagia, meskipun itu membuatmu terlihat lemah?
Apakah kamu cukup percaya diri untuk mendengarkan para perempuan dalam hidupmu? Untuk mendengarkan gagasan-gagasan dan jalan keluar yang mereka tawarkan, untuk ikut merasakan penderitaan mereka dan benar-benar memercayai mereka, meskipun semua yang mereka katakan itu bertentangan dengan diri dan egomu?
Dan akankah kamu benar-benar layak menjadi laki-laki, untuk berdiri melawan laki-laki lain ketika kamu mendengar percakapan mereka yang merendahkan perempuan? Ketika kamu mendengar cerita tentang pelecehan seksusal, ketika kamu mendengar teman-temanmu merendahkan perempuan dengan berkata hal-hal yang tidak pantas tentang mereka?
Apakah kamu akan benar-benar berdiri dan melakukan sesuatu sehingga suatu hari kita tidak perlu lagi hidup di sebuah dunia di mana perempuan harus mengorbankan segalanya dalam hidupnya untuk pada akhirnya berani berkata "aku juga korban"?
- Justin Baldoni, Ted Talk, "Why I"m Done Trying to be 'Man Enough'?", 2017.
Diterjemahkan oleh Fahd Pahdepie
What is your favorite form of potato?
Misha Collins, who just released his cookbook, The Adventurous Eaters Club, recently did Answer Time over on @gish.
The man responsible for Tumblr’s most prolific and confusing-to-outsiders holiday, Mishapocolypse, sat down and answered 40 questions about food, body hair (really, Tumblr?), and ideas for future books. Head on over here to see each and every one in all their glory.
the only way of knowing a person is to love them without hope
Walter Benjamin
Tampaknya Tuhan terlalu menyayangi kita sehingga kita dipisahkan. Cara kau pergi karena kau memilih orang lain itu, mungkin adalah cara Tuhan memberitahuku bahwa jika bersamaku, kau tidak akan bahagia.
unknown, because i dah lupa kat mana ada baca ini.
Menjelang berbuka. Saya dan Ibu ngobrol. Dan hal yang saya tangkap dari obrolan Ibu adalah.
“Kamu, jangan suka menampakkan diri di khalayak umum dengan niat ingin dilihat. Jangan sampai yah. Biarkan orang lain yang mencarimu. Jangan sampai suka memamerkan kemampuan bahwa kamu bisa. Biarkan orang lain yang menemukan sendiri kemampuanmu itu. Biarkan semua berjalan dengan kehendak-Nya tanpa perlu kamu menambah-nambah niat-niat yang bisa merusak dirimu sendiri, dan cerita hidupmu.”.
Sepertinya Masih Hujan Disini
tanda tanya (?)
tidak selamanya cerita berakhir bahagia. ada yang lebih hidup jika tanda tanya menggantung di udara. sebab, pertanyaan memang tak harus diberi jawaban.
kita bertemu untuk sebuah alasan. entah sebagai anugerah, entah sebagai pelajaran
---frank ocean
kamu sendiri yang lari dan tidak mau istirahat barang sejenak. terus sekarang bertanya kenapa kamu begitu lelah?
zulika
mari kita mulai dengan kesepakatan saling menyelami.
perkara siapa yang lebih dulu tenggelam itu urusan belakangan.
monstreza
Yang Gaji Kamu Siapa?
@edgarhamas
Kata orang, carilah dunia dan jangan lupa akhirat. Tapi Al Qur'an bicara sebaliknya; “Dan carilah negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia.” (Al Qashash 77)
Manusia dari tanah, tapi diciptakan untuk melangit.
Semakin hatinya tak tertahan oleh dunia, maka semakin ringan ruhnya mencapai indahnya panorama di alam langit sana. Makin tertambat dunia, makin kaku sayapnya untuk terbang tinggi. Akhirnya, ia tertahan hanya di awang-awang; dunia tak didapatnya, akhirat luput darinya.
Saking tertahannya kita pada warna-warni dunia, sampai-sampai kita akhirnya mengukur segala sesuatu dengan ukuran dan timbangan yang juga berstandar dunia. Akhirnya kita lupa definisi bahagia sebenarnya, menyempitkan makna rezeki, menisbatkan pemberi rezeki pada mereka yang tak berhak menyandangnya.
Ujungnya, kita merona lebih bahagia ketika diberi uang daripada ketika bisa bangun subuh. Kita lebih sigap ketika bertemu pejabat daripada memenuhi masjid, kita berpakaian rapi menemui pemegang kebijakan, tapi lusuh ketika menghadiri shaf-shaf shalat jama'ah.
Yang lebih parah lagi, adalah ketika kita tertipu bahwa manusialah pembagi rezeki dan penentu nasib. Ketika manusia yang mungil dan lemah ini mengklaim diri sebagai penentu nasib manusia, selalunya ia berakhir dengan episode akhir yang duka.
Firaun bilang, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”, lalu ia hanyut cukup dengan sentilan air. Namrud bilang, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan”, kemudian ia mati hanya dengan sentuhan nyamuk.
Sepanjang perjalanan generasi sahabat membuka gerbang Romawi dan Persia, mereka tak pernah lancang berkata bahwa itu semua usaha manusiawinya. Selalunya, narasi indah justru tertuang megah, “Allah memenangkan kita di sini, Allah memenangkan kita di sana.”
Barangkali kalimat “yang gaji kamu siapa?” yang viral belakangan ini, hanyalah lidah yang terpeleset bukan pada tempatnya. Namun begitulah justru cara Sang Maharaya membeberkan isi hati yang barangkali adalah puncak terlihat dari sebuah gunung es kekusaman cara pemimpin kita memandang diri mereka.
Atau, mudah-mudahan, hanya karena mereka belum tahu bagaimana sejatinya logika Al Qur'an memandang nasib dan rezeki. Ini tugas kita, mari peduli dengan mencari pemegang kebijakan selanjutnya yang tahu frekuensi Qur'ani dalam bernarasi dan bekerja, atau, mereka yang siap mendengarkan arahan para Ulama.
Agar bangsa kita naik kelas dari pertanyaan, “yang gaji kamu siapa?” menjadi pernyataan “Allah memenangkan bangsa kita di sini, Allah memenangkan bangsa kita si sana.”