Ada baiknya kita tidak berlebihan dalam berbahagia karena bisa jadi sebab yang menjadikan kita berbahagia bagi orang lain justru sebaliknya
Semangkuk Asle

seen from Singapore
seen from China

seen from Canada

seen from Philippines
seen from Indonesia
seen from Australia
seen from China

seen from Canada

seen from Argentina
seen from United States

seen from United States
seen from Oman
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China
Ada baiknya kita tidak berlebihan dalam berbahagia karena bisa jadi sebab yang menjadikan kita berbahagia bagi orang lain justru sebaliknya
Semangkuk Asle
barangkali kita terlalu rumit untuk bisa bersama, jadi kubiarkan kisah ini selesai meskipun ceritanya belum dimulai.
Perihal rasa, aku suka manis, suka pedas, suka kamu
Ngomong sama nastar
Aku Ada
Maret 2016, aku menemukanmu di kolong kereta. Di antara hiruk pikuk manusia, di jeda heningnya bising suara kereta. Memang bukan pertemuan yang pertama tapi saat itulah kesan pertama. Awal dari segala cerita suka, terkadang duka, tak jarang kisah percuma, lebih sering tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kereta berjalan, sedang kita terdiam, terbawa oleh alir waktu menuju Juli 2016. Tergugu kaku meratapi alir waktu yang berjalan. Terisak pelan oleh kenangan yang menggenang. Kemarilah kawan. Kudekap erat dalam diam. Kupeluk mesra penuh penghayatan. Aku ada.
Dan untuk kesekian kalinya dikatain GA PEKA
Emang salah jadi lelaki. Salah mulu di mata wanita
Atimu kudu luwih gedhe tinimbang awakmu. Napsumu kudu luwih cilik tinimbang drijimu
Jarene mbah mbah sih ngono
Martabak Manis
Alkisah, ada seorang pemuda yang kesehariannya di bulan ramadhan selalu rajin ke masjid untuk mencari takjil. Ya, pemuda tersebut tergabung dalam jamaah takjiliyah. Syahdan, menu takjil hari ini agak berbeda dari hari biasanya. Hari ini dia menemukan martabak manis di antara deretan gorengan, kurma, es buah, kolak, dan kue-kue kering. Menyadari adanya makanan kesukaannya ia pun bertekad untuk mengambilnya pertama kali sebelum menyantap menu takjil yang lain. Pemuda tersebut tak lagi ingat kapan terakhir kali ia makan martabak manis kesukaannya. Jadilah ia terus memandangi martabak manis di depannya sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba. Ia takut ada tangan-tangan lain yang akan mengambil martabak manis di depannya. Akhirnya setelah penantian yg terasa begitu panjang terdengarlah suara azan. Ia pun menyegerakan berbuka. Ia minum teh hangat di depannya terlebih dulu untuk kemudian mengambil martabak manis di depannya. Akan tetapi betapa kagetnya pemuda tersebut ketika mendapati martabak manis di depannya telah raib. "Arrggghhh...", serunya dalam hati. Ternyata martabak manis kesukaannya tersebut telah diambil terlebih dulu oleh 2 orang bocah di depannya selagi ia menikmati teh hangat miliknya. Ah, lagi-lagi manusia cuma bisa berencana. Rencana Tuhan jelas lebih baik. Pastilah 2 bocah tersebut lebih menyukai dan lebih membutuhkan martabak manis di depannya ketimbang dirinya. Gumamnya dalam hati sembari menghibur diri.
Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal karena dulu pun aku tak pernah mengucapkan selamat datang
Begitulah janjiku padamu -A.Sa 260616-