Ramadhan, Syawal dan Lockdown
Assalamualaikum, hari ini hari ke-7 syawal dan masih lockdown. Karena corona outbreak, sudah ~3 bulan kami dirumahaja, sejak Maret 2020, work from home, school from home.
Soal pekerjaan, UAS di UP sudah selesai, Ayah sedang libur perkuliahan setelah lebaran, jadi suasananya masih suasana liburan di Cikunir, udah nggak banyak pekerjaan. Jadi sekarang santuuuy, sampai kadang merasa bersalah, "apa boleh sesantai ini?"
Alhamdulilah tinggal di Cikunir yang serba nyaman, internet listrik air fasilitas dll yang serba ada dan haratiis. Rumah yang ramai karena semua kumpul. Mama setiap hari masak 3x sehari, Ibun gak perlu banyak bantu, katanya, agar gak kecapekan di usia kehamilan yang sudah 38w ini. Bahan masakan hampir 80% disediakan mama, Ibun nyumbang sedikit aja. Urusan beberes rumah hampir semua dihandle Ayah Emir-Yahya-Adel-Zacky, Ibun cuci piring aja, itupun gak setiap hari. Sehari-hari, rutinitas Ibun, masak dan suapin sarapan Saga, sarapan, masak makan siang Saga, cuci piring, ke atas, beberes kamar, santai sampai dzuhur atau bobo lagi, suapin makan siang Saga, main sama Saga, bobo siang sama Saga, olahraga ringan, baca-baca buku atau main HP atau kerja atau bersosialisasi di bawah sampai Magrib, suapin Saga lagi, cuci botol dan piring, makan malam, main sama Saga di kamar, siap-siap bobo malam. Alhamdulillaaah, dan astagfirullah jikalau nikmat waktu ini belum termanfaatkan dengan baik. Ya Allah.
Soal kehamilan, saat ini sudah 38w. Sebentar lagi dede bayi launching! Ayo nak, kamu sudah ditunggu-tunggu, sayangku. Kemarin-kemarin memang seperti belum siap Ibunnya. Koreksi berkas tugas dan ujian masih numpuk, belum exercise, peralatan bayi belum lengkap, klinik libur selama lebaran, corona jadi nggak bisa jalan pagi, dll. Ibun sekarang lagi batuk ya nak, sudah seminggu, kadang asma jadi kambuh juga. Tapi gapapa, sedang ikhtiar sembuh, minum madu lemon dan istirahat. Walaupun kontrol ke bidan jadi tertunda lg karena harus sehat dulu, harus tetap semangat ya! Insya Allah, kita sehat ya, nak, kita bisa! Insya Allah, Ibun siap kok, kalau dede bayi lahir dalam waktu dekat :) Bismillah..
Soal Saga, sekarang lagi kambuh gatel-gatalnya, sudah hampir 2 bulan ini kakinya sampai "borokan" huhu. Tidur jadi gelisah. Main juga garuk-garuk, sering sampai berdarah. Lukanya baru mengering 2 hari yang lalu alhamdulillah. Ibun sama Ayah upayakan banyak hal, VCO, kutus-kutus, manjakani, minyak tawon, mustela hydrabebe, minyak herbal sinergi, sampai krim steroid. Sekarang mau beli atopiclair. Ya Allah, rasanya ngaco ya segala diolesin. Lindungi dan sehat kan Saga yaa Rabb. Angkatlah penyakitnya. Aamin..
Oya selama 3 bulan dirumahaja ini, jadi banyak menyaksikan pengasuhan Ayah-Mama ke anak-anaknya. Masya Allah keren dan menarik sekali. Memang di awal, Ibun banyak mengkritisi dalam hati. Tapi sekarang sadar, ini hanya masalah gaya pengasuhan yang berbeda. Toh sejatinya, landasan pengasuhan tetap sama, tauhid, tujuan pengasuhan tetap sama, agar mendidik generasi muslim unggul dari masing-masing rumah (tangga), dan panduannya sama, Al Quran. Tapi memang menurut Ibun, gaya pengasuhan orangtua sangat membentuk dan sangat berpengaruh sama perkembangan karakter dan jati diri anak-anaknya. Walaupun anak juga dibentuk oleh lingkungannya, dan sebetulnya Allah yang selalu menjaga, pola pengasuhan orangtua tidak selalu linear positif atau negatif terhadap karakter anak, tapi berkorelasi. Istighfar, jadi orang tua harus banyak istighfar. Jadi, memang besar sekali tanggung jawab Ayah dan Ibun, nak. Bisa dibilang ada misi Illahi dalam sehari-hari Ayah dan Ibun " mengasuh" dan mengasihi kalian hingga kelak.
Oya, terkait pengasuhan ala Ayah-Mama, qda banyak hal yang bisa dicatat dan dicontoh. Jadi pengen di list:
Setiap anak karakternya berbeda, jadi perlakuannya berbeda. Harus banyak maklum dan jangan suka membandingkan.
Percaya penuh bahwa anak-anak kita adalah anak-anak baik-baik, unggul, dan shalih-shalihah. Sehingga anak-anak pun percaya hal tersebut sbg bagian dari jati dirinya. Menjaga izzah dirinya sendiri. Dari kepercayaan, timbul penjagaan.
Piket rumah, tidak perlu dipaksa. Memang butuh waktu untuk timbul kesadarannya, tapi contohkan dan ingatkan terus tanpa judging.
Jangan berdebat di depan anak.
Ekspresikan dan nyatakan rasa sayang di depan dan terhadap anak-anak. Peluk, usap, masakan menu spesial. Anak remaja juga perlu sesekali dipeluk erat.
Untuk menimbulkan kesadaran, butuh waktu dan kesabaran. Pelan-pelan, jangan menghakimi, jangan marah-marah.
Gunakan kalimat positif sebisa mungkin.
Ibu, harus tetap punya me time.
Ibu, mencontohkan dengan perilaku yang lembut. Berbicara dari hati ke hati. Urusan ketegasan, serahkan ke Ayah.
Apa yang Ayah putuskan, adalah final. Baik untuk si Ibu atau anak-anak.
Waaah banyak!! Masya Allah. Semangaaaaat Ibuuun!! Ayah juga, dan anak-anak ibunbun juga :)