Anus gatal memiliki nama medis pruritus ani. Kondisi ini adalah rasa panas atau gatal pada anus dan kulit di sekitarnya. Seringkali, penyebabnya tidak diketahui. Banyak penyebabnya seperti: Infeksi jamur, virus herpes, human papilomavirus (HPV, yang menyebabkan kutil pada kelamin), cacing kremi, tungau (yang menyebabkan kudis), dan kutu. Kondisi kulit seperti kontak dermatitis, psoriasis, dan dermatitis seboroik, dapat memulai anus gatal Sabun, jeli dan busa kontrasepsi, kertas toilet wangi, semprotan deodoran, dan semprotan air bisa menyebabkan kontak dermatitis. Orang dengan diare kronis bisa gatal-gatal Penyakit dubur, seperti wasir, fisura, fistula, dan prolaps dubur, dapat menyebabkan gatal-gatal Wanita sebelum atau setelah menopause mungkin mengalami gatal-gatal karena keputihan atau tingkat estrogen rendah Jika Anda tidak membersihkan anus setelah membuang air, kotoran yang tertinggal bisa menyebabkan gatal dan terbakar. Bersihkan area anus dengan lembut dengan air lalu keringkan dengan kain bersih atau satu sampai dua lembar kertas toilet bebas pewarna. Menyeka atau mengusap bagian anus terlalu keras dan kasar bisa menyebabkan terasa gatal. Jangan gunakan sabun, air panas, bubuk obat, semprotan atau deodoran di bagian anus. Barang-barang tersebut bisa menghancurkan pelindung pada kulit bagian anus yang melindungi area sensitif ini. #qncjellygamat #viral #obatherbal #jakarta #tangerang #bandung #medan #papua #makassar #palu #bali #jogjakarta #garut #tasikmalaya #bekasi #cirebon #pekalongan #batam #instagram #viral #socialmedia #twitter https://www.instagram.com/p/B3e9nSRhQd9/?igshid=5fcgtc0kowy7