Mau dibaca berulang kali pun, tetep aja ngerasa kesindir. Yuk lah ketemu!
Cosimo Galluzzi

★
No title available
Mike Driver
Claire Keane
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
YOU ARE THE REASON
macklin celebrini has autism

blake kathryn
d e v o n

Kiana Khansmith
Monterey Bay Aquarium

ellievsbear
The Stonewall Inn

No title available
Jules of Nature
Game of Thrones Daily

No title available

PR's Tumblrdome
𓃗
seen from Uruguay
seen from Morocco
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from T1

seen from Malaysia

seen from Bangladesh
seen from Argentina
@andaraputrie
Mau dibaca berulang kali pun, tetep aja ngerasa kesindir. Yuk lah ketemu!
Santai saja. Bertemu nanti aku gak akan bilang "Aku Kangen" kok :)
Brokenheart Poem is harmful to your health. Quit reading Brokenheart Poem reduces health risk
Adaptation from M.Cigarette
Sajak Patahati diperuntukkan bagi manusia yang sedang berduka karena kematian hatinya. Untuk yang hatinya baik-baik saja disarankan tidak membaca Sajak Patahati. Sangat disarankan. Beware!
mimpi. lagi. tentang kamu, tentang kita
aku yg secara sadar denial baik-baik saja
gue keinget semasa koas di bagian Kedokteran Jiwa, disana banyak sekali orang-orang dengan latar belakang luar biasa yang akhirnya terpaksa tinggal untuk sementara di Bangsal Jiwa. Ada insinyur, ustadz, penyanyi gereja, sarjana tehnik, sarjana hukum, ada juga ibu rumah tangga biasa dan para pekerja buruh. Secara fisik mereka sehat, tapi secara mental mereka tidak.
Rata-rata dari mereka memiliki garis keturunan gangguan kepribadian dari keluarganya, ada juga putus pengobatan yang kebanyakan terjadi pada pasien Skizofrenia atau orang awam bilang “orang gila”. Ya, mereka adalah orang-orang yang sering kita lihat di pinggir jalan, tanpa pakaian, ngomong sama daun, nyanyi-nyanyi, marah sama hujan, marah sama angin, atau ciri apapun yang pernah kita lihat.
sama halnya seperti penyakit bawaan, mereka tidak memilih untuk memiliki penyakit tersebut. disini gue ga akan bahas tentang persentase, penyakit atau apapun itu. gue akan cerita pengalaman gue semasa Stase Kedokteran Jiwa.
gue saat pertama masuk stase, gugupnya minta ampun. kenapa? karena gue dan teman-teman ditugaskan untuk masuk ke bangsal dan ngobrol dengan mereka. disini gue dilatih bagaimana caranya menggali informasi dari pasien, bagaimana cara membangun hubungan yang baik sehingga pasien mempercayai saya dan bercerita kepada saya, dan melatih gue agar tidak “masuk” ke dunia mereka karena kita semua tahu, mereka kesulitan membedakan mana “realita” dan mana “mimpi”.
tiga minggu di sana, bolak-balik bangsal poli, membahas kasus dan mengobrol dengan mereka. gue mendapatkan kesimpulan, sama seperti quote diatas “mental health is just important as physical health” , karena jalan yg lo tempuh ga akan mulus kalau hati dan perasaan lo ga baik. ketika gue flashback, mungkin dulu gue sempat mengalami yg namanya depresi, ketika apa yg gue harapkan tidak menjadi kenyataan, saat ekspektasi gue terlalu tinggi terhadap suatu hal dan dengan hasil yang jauh dari perkiraan gue, gue akan mengalami kesedihan yang amat dalam. waktu itu gue pernah berada pada tahap stress yang membuat gue ga bisa ngapa-ngapain. kerjaan gue semua kacau, studi gue kacau, hubungan gue sama orang terdekat gue pun hancur, dan tekanan dimana-mana. gue cuma bisa diam, nangis, tidur, kalau laper ya gue makan sih hahaha. saat itu, mungkin beberapa teman gue sadar, tapi ga banyak yg berbaik hati untuk mengulurkan tangannya membantu gue, malah membicarakan gue di belakang. pada akhirnya ada beberapa orang yang dengan sangat rendah hati nya menarik gue dari keadaan itu, memberikan support via line, ngajak gue untuk nginep, ngurus gue, memberikan siraman rohani kepada gue, dan mengembalikan kepercayaan diri gue. sampai akhirnya gue berhasil kembali.
dari situ gue teramat menyadari bahwa uluran tangan kita penting banget buat temen-temen yg mungkin sedang berada di posisi tersebut. mereka itu bukan untuk di jauhi, tapi untuk kita bantu. karena penyakit fisik bisa kita lihat langsung, tapi mental tidak. makanya gue suka sedih ngeliat orang-orang di bully karena hal ini, contoh yang sering kita lihat dan dengar adalah berita artis yg punya riwayat Bipolar Disorder, bukan keinginan dia untuk merasakan perasaan sedih yang berlebihan ditambah perasaan senang yang berlebihan. sama hal nya seperti gue membantu pasien gue saat di Bangsal Psikiatri sampai dia sehat dan pulang. secara ga sengaja gue bertemu dia lagi di jalan deket rumah sakit saat kontrol ke Poli Psikiatri lalu dia manggil-manggil nama gue sambil teriak “MAKASIH YAAA” sama seperti betapa terbantunya gue ketika gue berada di posisi terbawah gue.
Kita
Banyak yg bilang perbedaan itu tabu. Tapi perbedaan pula yg mampu melengkapi satu sama lain, seperti kita. Kita dua kepribadian berbeda memutuskan untuk bermain peran dalam sebuah skenario. Kita memiliki tujuan dan mimpi yg sama, saling memberikan kebahagian tanpa ada rasa sakit hati.
Sayangnya, kita terlalu bersemangat menjiwai peran yg ada sampai lupa diri. Kebaikan berubah menjadi keburukan. Kita saling menyakiti satu sama lain, saling ingin menjatuhkan dan saling ingin menang. Alhasil, semua yg telah kita bangun bersama, rusak begitu saja.
Lihatlah, jejak kerusakan ini. Begitu menyakitkan bukan? Apakah kamu merasakan hal yang sama denganku? Rasa kehilangan? Apakah kamu ingin memperbaiki semua yg telah rusak? Kamu menyesal? Merasa bersalah? Merasa hina? Ya, aku juga.
Segala penyesalan selalu datang paling akhir. Sudah tak ada yg bisa diperbaiki. Apakah kamu lupa sayang, kerusakan ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Kita merasa berhasil memperbaiki lubang yg ada. Namun pada kenyataannya kita hanya menghibur diri, menutupi kesalahan yg ada dengan kesalahan lainnya, saling menyalahkan perihal siapa yg salah dan siapa yg benar.
Setelah semua yg telah terjadi, apakah kamu masih mengetahui apa itu sayang? Apa itu cinta? Lihatlah mereka masih saja menunjukkan pada semesta indahnya rasa itu. Pabila kamu menanyakan hal yg sama, jawabanku adalah tidak. Inilah efek dari kerusakan yg kita timbulkan. Rasa yg perlahan mati, kebal, dan mulai membangun dinding tebal tanpa celah.
Berhentilah saling menyalahkan. Tidak ada gunanya untuk saling mengingatkan kesalahan atau keburukan satu sama lain. Karena masing- masing dari kita telah melakukan kesalahan yg mungkin diri sendiri pun sulit untuk memaafkan. Dan berhentilah saling mengingatkan bahwa dulu kita pernah memiliki rasa dan tujuan yg sama. Aku sudah tidak perduli dengan apa yg keluar dari mulutmu. Yg aku perdulikan sekarang adalah bagaimana caranya menutupi celah dan memperbaiki reruntuhan sehingga aku bisa kembali menemukan jejak kebahagian yg dulu sempat aku tinggalkan, sebelum ada kita.
Finally, i got it! -Flashback, Galing-
Dari Whiteboard tiba-tiba aku inget orang-orang yg berperan dalam pencapaian ini.
Ayo flashback~
Galing, si empunya whiteboard ini yg rela papan tulis kesayangannya aku coret semena-mena. Pertemuan kami diawali dengan kegalauanku semasa jaman kuliah dulu, secara ga sengaja aku memutuskan dia untuk jadi “kotak” aku. Kenapa kotak ya? Biasanya kalau barang di lemari kepenuhan, pasti kita butuh Kotak untuk menyimpan barang2 yg mungkin saat itu tidak terpakai secara intens, tapi suatu saat barang tersebut akan kembali berguna. Sama seperti kondisiku saat itu yg sudah tidak sanggup menampung, akhirnya aku butuh “kotak” yg siap untuk menyimpan segala hal dan bisa di buka lagi ketika dibutuhkan. Mengingat orang ini juga punya long term memory yg jauh lebih baik ketimbang aku.
Dulu waktu awal-awal skripsian, sama seperti kebanyakan orang, aku sempet hectic sendiri dan kebingungan. Mau minta tolong sama temen malah ga enak, karena sama-sama bingung. Dengan susah payah aku berhasil mencicil Bab 1 yeeey. Tapi karena aku orang nya berantakan nyimpen data baik itu sumber, contoh skripsi orang, sepretelan Bab 1 ku yg blm layak disebut Bab 1, semua data tersebut tercecer ditambah hardisk ku yg sempat rusak, alhasil lagi-lagi aku dibuat frustasi. Untung Galing, the Brother of Data yg siap membantu. Di sela-sela kesibukannya menulis, dengan senang hati dia menyusun folder2 untuk memudahkan penulisan skripsiku, karena dia tau aku akan susah untuk merapihkan data-data itu meskipun aku tau itu penting hehe manja ya.
Selain Galing the Whiteboard, Galing the Box dan Galing the Brother of Data, ada lagi nih Galing the Driver. Pasti ketebak sih Driver disini. Iya bener banget, Galing ini yg awal-awal skripsian nemenin ke Kantor Kecamatan, Puskesmas untuk perizinan ambil data, selain itu nemenin bimbingan juga. Karena aku agak susah untuk basa basi busuk, aku serahkan pekerjaan carmuk dan basa basi ini ke Galing. Ga sia-sia loh ibu-ibu kecamatan nya jadi baaaik, saat itu gue sempet kepikiran apa Galing aja ya yg ngerjain skripsi gue, biar sekalian gitu -mulai semena-mena- .
Di sela-sela kesibukan skripsi, kehidupan ku diperberat oleh ujian yg datang, baik itu ujian kehidupan atau ujian kampus (oral analysis terhadap satu kasus penyakit secara random). Ditambah dengan ke-insecuran yg begitu menyebalkan, kedekatanku dengan orang yg salah, keributanku dengan sahabat, setiap masalah muncul satu-satu tanpa penyelesaian dan mampu menjatuhkanku pada titik terendah. Lalu lahirlah Galing, the Savior. Tiap hari dia datang, nemenin hedon, nemenin makan, nemenin karaoke, nemenin belanja, jadi pengatur pengeluaranku, bahkan nemenin ke salon, nemenin minum susu, rajin nge-pukpukin, setia jadi tempat nangis, dan membantu mencari jalan keluar dari tiap masalah yg sedang aku hadapi saat itu. Sampai akhirnya, aku mampu berdiri sendiri dan tidak lg dipapah.
Karena dia jadi tempat curhatku, bukan berarti dia bisa balik curhat juga. Galing, the Introvert. Mungkin karena aku yg kurang peka dan ga sadar kalau ternyata secara ga langsung dia curcol. Tapi emang seingatku dulu, dia ga pernah curhat. Pernah dia cerita, tentang dia, tapi pakai perumpamaan, aku yg ga mahir dalam hal umpama dan ungkapan-ungkapan kurang paham dengan maksud cerita dia. Belakangan aku tau maksud dari cerita-cerita itu, bukan dari dia melaikan dari temanku yg juga dekat dengannya. Sedih. Dari situ gue menyadari satu hal, Ego gue besar.
Keegoisan ku yg lain datang ketika aku sedang sibuk bermain dengan teman-temanku yg baru dan ga sadar kalau Galing lg butuh aku. Sampai suatu hari tiba-tiba dia telfon dan marah. Bego nya aku tetep ga sadar dan ga paham kenapa dia tiba-tiba begitu. Lagi-lagi yg bikin aku ngerti bukan dari dia langsung, tapi dari temanku yg dekat dengannya. Sedih. Banget. Saat itu gue berpikir apa iya gue sebego itu ga ngerti maksud dia. Apa iya selama ini gue hanya sebagai parasit yg sama sekali ga bantu dia. Sebenernya sempet nyalahin dia juga sih kenapa ga lgsg to the point.
Sampai akhirnya, Galing memutuskan untuk pergi. Info tentang Galing hanya bisa di dapat dari beberapa postingan IG. Belakangan aku melihat dia tersenyum bersama seorang perempuan. Alhamdulillah.
Hampir dua tahun kemudian, aku berhasil menyelesaikan studiku dan ternyata Galing jg berhasil mencapai ceklisan mimpinya, dan lahirlah ceklisan mimpi2 lain. Terbesit keinginan untuk kembali berbagi cerita with no hurt feeling anymore. Momen itu akhirnya aku manfaatkan untuk kembali berkomunikasi.
Finally! Saat itu aku pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk berterimakasih, karena pencapaianku saat ini, tidak lepas dari jasanya. Tidak lupa memberikan selamat atas keberhasilannya menceklis mimpi.
Terakhir, Galing, the Twin. Bahkan sampai tukang jamu, mba mba kasir toko baju, mba mba salon, bilang kami kembar. Dia versi aku kesiram tinta item nya.
Finally, i got it! -Whiteboard-
Ada satu papan tulis putih kecil yg secara ga sengaja aku tulis pakai spidol permanen “Wisuda Februari” -kalau gue ga salah inget tulisannya itu juga- dan membuat pemilik papan tulis itu sering banget ngeluh papannya ga bisa dihapus. Secara ga langsung dan tanpa aku sadari ternyata beneran memotivasi untuk “Wisuda Februari”.
Satu tahun setengah kemudian dengan cara yg sama meskipun papan itu sama sekali ga pernah aku liat lagi, aku coba membayangkan whiteboard itu dan disitu tertulis “Lulus UKMPPD one shoot”. Selain itu tentunya di bantu dengan tulisan tulisan semangat yg tertempel di dinding kamar. Dan secara ajaib dengan doa, tangisan, usaha, dan motivasi “Lulus UKMPPD one shoot” tercapai.
Finally, i got it! My doctor degree~
Thanks to God, my Parents, my friends, and my little whiteboard
One Day #3
H-2
A: mampus gue belom belajar apa apa nih. Masuk satu keluar seribu. Otak gue serasa melepuh cui
B: sama gue juga kerjaan tidur mulu paraah belom baca apa apa
A: ah lo mah sepik pasti udah bisa semua
B: kaga bro asli ini
.
Ujian
.
Lihat hasil
.
Watdafak B dapet sempurna!!!!!
.
Udah sering sih kejadian begini tapi tetep aja ngeselin hahaha
One Day #2
B: ngapa lo diem aja? Sakit? Bete?
A: hah engga kok, gue lagi nunggu temen nih lama
B: mending jangan diem deh lo, ngobrol kek, apa kek
A: lah emang ngapa?
B: lo diem kaya mau nerkam orang bro, serem.
A: ha ha ha oke gue senyum.......
One Day
A: gue lagi sedih nih tapi gak tau gimana ungkapin nya
B: sedih kenapa lo tumben amat melow
A: biasalah masalah klise. Eh gue pengen di buatin tulisan dong yg sesuai dengan perasaan gue sekarang bisa ga? Gue bingung nulisnya mau gimana
B: lah lo kan jago nulis. Jago nulis yg nyepet gitu....
A: ha ha ha thanks
bodoh
Tuhan pernah menawarkan sebuah pilihan.
menjadi malaikat atau manusia?
para malaikat memiliki jaminan tiket menjadi penghuni surga. mereka tidak memiliki akal dan logika, tidak memiliki keinginan, tidak melakukan dosa, hanya mengabdi pada sang Pencipta.
aku sama seperti yang lainnya, memilih untuk menjadi manusia. mengikuti berbagai ujian yang di berikan. apabila aku berhasil melalui nya dan menjadi manusia yang taat, derajatku jauh lebih tinggi dari malaikat. namun apabila hanya larangan yang aku taati, aku lebih hina dari setan dan iblis. bodoh bukan?
sejatinya kita sendiri yang memilih untuk menjalani kehidupan di dunia sebagai manusia, padahal Tuhan telah berbaik hati memberikan kita pilihan menjadi malaikat penghuni surga.
tentu saja kita tidak ingat telah memilih menjadi manusia. ingatan kita segera di hapus olehNya. lalu lahirlah aku dari rahim ibuku dan telah melakukan berbagai macam dosa hingga aku masih bernafas detik ini.
bodoh bukan? aku sendiri yang memutuskan untuk menjadi manusia dan menjalani setiap ujian yang diberikan.
sampai detik ini pun aku sedang menzolimi seseorang; diri sendiri.
Tuhan maafkan aku.
everything has changed
siapa bilang memiliki paras cantik adalah kebanggaan.
siapa bilang inner beauty lebih indah ketimbang outer beauty.
katanya be your self lebih baik.
katanya jujur itu penting.
katanya pribadi yg baik mencerminkan calon pemimpin handal.
beberapa orang mempercayai ramalan horoscope yg ramai di share di media sosial
beberapa orang seolah memposisikan dirinya sebagai tokoh cerita favoritnya sehingga terkesan lebay
beberapa orang pintar merangkai kata bijak, kata cinta, dan kata-kata yang lain terlihat seperti orang yang banyak pengalaman
banyak orang yang memposting kejadian yang bahkan menurutku sangat tidak penting.
dan banyak orang yang tidak bisa mengekspresikan perasaan nya bahkan melalui tulisan, akhirnya ia hanya mampu untuk menyakiti dan menyalahkan dirinya.
sama hal nya seperti aku yang ingin memuntahkan segala sumbatan di ujung tenggorokan ini. sayang sekali keinginan selalu tertutupi oleh kebingungan bagaimana mengungkapkan. hasilnya semua tertelan kembali, berkumpul di pusat kehidupan. rasanya ingin sekali memiliki sebuah alat yang tinggal ditempelkan ke dada (hati) dan terungkaplah segala kata-kata.
bolehkah aku berkata “everything has changed”?
aku pernah menyesali bertemu seseorang, walaupun sejatinya dia memberikanku pelajaran berharga dengan caranya yang unik.
bolehkah aku menyalahkan keadaan, karena bertemu dengan nya lahirlah aku yang sekarang?
apakah benar ketika berpapasan dengan mereka, bibir yang dulu selalu tersenyum dan menyapa ini menjadi bungkam, itu karna bertemu dengannya dulu?
apakah benar aku semakin menutup diri dan tidak menceritakan sedikitpun bahkan kebahagiaan yang sekarang aku rasakan, itu karna bertemu dengannya dulu?
apakah benar aku terlalu malu, ragu, dan kecewa pada diri, itu karna bertemu dengannya dulu?
apakah benar aku terlalu takut?
jangan bertanya aku kenapa, karna aku pun tak tahu. terlalu tak wajar.
be your self? ah dunia pun menuntut untuk using a mask.
jujur? lebih baik diam apabila tidak ingin berbohong.
everything has changed, right?
The Truth About Life …
1. Things never, ever go according to your plan
2. You’ll always meet with unexpected snags and obstacles
3. Not everyone will like you, or want to be your friend
4. We all lose motivation and want to ditch our dreams
5. Success is transitory – the happiness will pass
6. We all get disappointed and let down by our friends
7. But attitude is everything – we choose how to react
8. There’s always something good, if we will only look for it
9. There are those who “play it forward”, and who’re helpful, warm and kind
10. And life is full of chances, new beginnings and fresh starts.
Cross off all the ones you’ve experienced and come to accept as truth.
When I’m with you, hours feel like seconds. When we’re apart, days feel like years.
(via ohlovequotes)
I don’t know what I’d do without my best friend.
(via ohlovequotes)