anak merupakan "investasi” terbaik untuk dunia dan akhirat
saya pernah mendengar istilah ini dan saya pikir istilah “anak adalah investasi terbaik” adalah istilah yang benar. anak merupakan sebaik-baik investasi untuk dunia maupun akhirat. terdengar mudah, akan tetapi sulit untuk membangun “investasi” yg baik itu. kenapa? pada dasarnya suatu hal yang terbaik& berkualitas sulit dicapai, bukan?
walaupun saya belum pernah menjadi orang tua, tapi saya merasakan menjadi seorang anak yang didik orang orang tua yang strich dalam mendidik. yang saya amati, sebagai seorang Muslim disamping orangtua harus mendidik anak sesuai ajaran Agama Al-Qur’an dan Hadits, orang tua juga harus membangun bonding hubungan yang baik dengan anak-anaknya. membayangkannya saja mudah, namun sangat banyak ujian yg dilewati ketika menjalaninya.
seperti misal contoh kecilnya seorang orang tua yang mengarahkan anaknya untuk belajar mengaji Al-Qur’an karena orang tua ini tahu bahwa mengaji Al-Qur’an merupakan ilmu dasar yg harus diajari kepada anak sejak dini, akan tetapi seorang anak malah pergi bermain, membantah tidak ingin pergi belajar, di kasus ini orang tua punya pilihan:
1. apakah karena dia lebih besar, kuat, lebih berkuasa dan karena dia adalah “orang tua” dia memilih untuk memarahi, mencaci, memukul anak tsb, dia marah agar supaya anaknya takut dan tidak punya pilihan selain menuruti perintahnya
2. atau karena dia lebih besar, kuat, dia lebih berkuasa dan karena dia adalah seorang “orang tua” dia memilih untuk menasihati anaknya dengan tegas& baik, memberi penjelasan bahwa dengan belajar sejak dini in syaa Allah akan mendapatkan hasilnya di hari kemudian nanti, dia tahu anak adalah merupkan investasi yang terbaik untuk dunia dan akhiratnya, dia tahu bahwa anaknya merupakan titipan dari Allah untuk dia didik dengan baik, dia tahu bahwa marah itu bukan solusi, justru marah itu hanyalah dari setan yg membisiki dia; agar menghancurkan hubungannya dengan anaknya sebagaimana sifat asal setan yg terkutuk adalah menghancurkan hubungan keluarga maupun pertemanan, dan lainnya.
ليس الشديد بالصرعة إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب
bukanlah orang yang kuat itu yang kuat dalam perkelahian, namun orang yang kuat adalah yang dapat mengendalikan jiwanya di saat marah
3. atau diam tidak mau ambil pusing akan tetapi tidak membuahkan hasil
sejujurnya saya sangat iri sama orang tua saya yg dimana mereka selalu memenuhi kebutuhan saya untuk menuntut ilmu yang dimana itu semua merupakan pahala jariyah untuk mereka. ya, keuntungan menjadi seorang orang tua adalah selalu meberikan sedekah terhadap keluarganya yang in syaa Allah bernilai pahala. jika Allah memberikan saya kesempatan untuk menjadi orang tua dan mendidik anak-anak saya nanti, saya akan sangat senang jika saya melakukan hal demikian juga. in syaa Allah.
terima kasih kepada seluruh orang tua yang berhasil mendidik dengan sabar tanpa melontarkan perkataan kasar sehingga meninggalkan luka batin dan trauma pada anak-anak mereka, dan juga sekaligus berhasil menyeimbangkan pendidikan agamanya dengan memberikan cinta, kasih sayang dalam mendidiknya hingga dewasa. kalian berhasil! sangat sangat berhasil “menginvestasikan” anak yang akan menjadi teman, sahabat, mencurahkan kasih sayang bersama kalian di dunia, dan akan mendo’akan kalian di saat di alam kubur nanti dan insyaa Allah juga akan memberikan kalian syafaat di akhirat nanti.
ربّ اغفرلي ولوالديّ وارحمهما كما ربّياني صغيرا