Ya... baru kali ini aku menangisi idolaku.
Untuk yang kenal aku, apa kalian kaget? Heran? SAMA! Akupun heran kenapa aku bisa nangis. Kalo nggak heran juga nggak apa-apa sih.
Memang sih dulu pun aku pernah nangis saat liat idolaku di tv.. Tapi itu nangis karena senang dan excited ngeliat mereka tampil di tv. Maklum kalo jaman dulu akses media sosial belum terlalu masif dan kita cuma bisa lihat atau dengar musik idola kita dari tv atau radio. Itupun nggak pasti jam tayang atau diputarnya.
Apakah penyebabnya adalah rasa yang mereka sebut “bucin” ?
Sepertinya enggak. Aku pernah mengalami “ngefans sampe bucin” yang lebih dari ini. Bahkan aku sampai nekat meninggalkan suatu hal yang lebih penting di hidupku, cuma demi ketemu (jangankan ketemu, hanya bisa melihat dari kejauhan!) sang idolaku itu. Lalu puaskah aku? Tentu saja TIDAK! Hal itu benar-benar sebuah tamparan bagi fans bucin seperti aku yang dulu. Sejak itu aku menyadari aku telah membuat keputusan bodoh karena menuruti hasrat halusinasiku, mana mungkin dia melihat apalagi menyadari kehadiranku diantara ribuan orang yang datang. Sedangkan beberapa yang lain bisa dengan mudahnya berswafoto ria di balik panggung bersama sang bintang. Waktu itu aku masih tidak tahu tentang fanbase.
Jadi setelah pengalaman-pengalaman “ngefans” yang telah ku lalui seperti diatas, harusnya aku aku bisa cukup dewasa dan bijak dalam mengidolakan sesuatu.
Maka ketika aku mulai menyukai idolaku ini... Yang tidak lain tidak bukan adalah BIGBANG, akupun sudah berusaha untuk mencintai dengan sewajarnya, tapi aku juga tidak menyangkal bahwa jiwa-jiwa “halu” masih melekat sebagian di diriku. Mungkin, sebenarnya yang ini lebih parah dari sebelumnya, karena mereka sungguh sangat-sangat adiktif. Sekali kamu menyukai mereka, kamu akan jatuh sedalam-dalamnya. Kamu akan merasa selalu ingin mengetahui segala sesuatu tentangnya. Kamu akan selalu ingin melihat mereka berkarya dan menghibur semua orang, baik fansnya atau penonton lainnya.
Akupun begitu. Aku selalu menyanyikan lagu-lagunya, mencoba untuk hafal setengah mati separuh dari liriknya yang berbahasa sangat tak lazim di negara ini (bahasa korea) hanya untuk bisa menyanyi, menonton video variety shownya, reality shownya, film yang dibintanginya, dan banyak lagi. Bahkan mereka membuat aku harus rela menyumbang sekitar Rp 600.000 - Rp 800.000 untuk sebuah merchandise dan album (jumlah ini masih belum seberapa). Belum kalau mereka datang dan konser di negara berflower dan berfauna ini, kamu mungkin sudah tahu lah berapa harga tiketnya. benar-benar strategi marketing yang ciamik.
Tapi satu yang aku sadari ketika aku mengidolakan mereka.... Betapa mereka benar-benar melibatkan penggemar dalam segala hal. Kegiatannya, karyanya, penampilannya, termasuk dalam komunikasi. Tentunya hal ini membuat bonding yang kuat diantara mereka dengan fandomnya, bahkan di dalam fandom itu sendiri. Mereka sangat percaya dan menghargai fans-fansnya, begitupun sebaliknya. Walaupun hal ini juga berlaku untuk fandom dari artis-artis lainnya. Bahkan hubungan ini tidak main-main. Sebagai fans, sudah tentu akan selalu menghibur dan mendukung idolanya, bahkan dengan sukarela menjadi barrier dari idolanya jika ada yang menjelek-jelekkan dan membenci idolanya. Termasuk ketika sang idola terkena ‘skandal’. Sebuah kata yang sangat dihindari oleh para artis dan sangat ditakuti oleh para fans. Pokoknya ini adalah sebuah kata yang haram dan sensitif bagi kami.
NAHH! Saat ini, inilah yang terjadi.....
Inilah yang sedang terjadi pada BigBang. Sejak aku bergabung di fandom VIP (sebutan untuk para fans BigBang), sudah dua kasus skandal yang menimpa mereka. Bahkan skandal yang pertama kali aku hadapi, menimpa biasku T.O.P (member favoritku di grup). Jujur aku shock, sedih, dan juga kecewa dengar kabar itu apalagi T.O.P akhirnya mengakui kesalahannya. Ya, tidak munafik kalau aku sedikit kecewa... tapi aku juga khawatir bagaimana masa depannya nanti. Disini juga aku belajar, bagaimana kita bisa berjiwa besar menghadapi permasalahan yang menimpa idola kita, serta bagaimana kita tetap loyal mendukung idola kita, jika kita memang real fans. Waktu itu yang aku bisa cuma mendukung dan menghibur T.O.P dari sosial media dan saat itu aku perasaanku cukup tabah dan tenang.
Padahal baru gabung beberapa tahun, tapi rasanya cukup panjang serta fluktuatif (hahaaapasi). Pokoknya sangat banyak masa-masa suka dan duka yang kita lewati bersama. Gimana yang udah ngefans bertahun-tahun dari awal coba? :(
Dan sekarang... BigBang dan VIP sedang diuji lagi solidaritasnya. Saat ini skandal menimpa Seungri, maknae (anggota paling muda) BigBang. Sejujurnya, Seungri bukan termasuk biasku (note: meski biasku TOP bukan berarti aku nggak suka 4 member lainnya ya!). Semenjak ke-4 membernya Wamil (wajib militer), tersisalah Seungri yang masih sibuk sama aktivitas entertainment dan bisnisnya. Bahkan dia sempat comeback solo. Dan di tahun 2019 ini, menjelang detik-detik wamilnya, ia harus menghadapi segala tuduhan dari kasus-kasus yang berkaitan sama bisnisnya. Meskipun dia sudah diperiksa dan hasilnya menyatakan ia tidak bersalah, tapi entah kenapa tidak henti-hentinya masyarakat disana tetap menuduhnya. Bahkan sebelumnya, beberapa waktu lalu dia harus membatalkan dua konser terakhirnya sebelum wamil, konser di Osaka dan di Jakarta demi menjalankan pemeriksaan kasus ini. Sedih? JANGAN DITANYA! Walaupun aku nggak berencana nonton karena kondisi finansial pribadi yang lagi lemah (hilih), reflek..... Aku menangis sesenggukan saat aku tau berita itu.
Rasanya sakit bukan main.
BARU KALI INI.... AKU BENER BENER BENERAN MENANGIS GARA-GARA INI. Bahkan berita terbaru ada sekelompok oknum fans meminta dia untuk keluar dari BigBang karena dianggap merusak reputasi perusahaan dan Grup. DAN LAGI LAGI DAN LAGI, AKU MENANGIS LAGI, seperti halnya aku menangisi pacarku, dulu. Padahal waktu TOP lagi kena skandal, bahkan dia sampai mencoba untuk suicide, aku masih bisa tegar denger berita-berita tentang dia. walaupun nggak sering menangis, tapi lebih seringnya kebawa dalam mimpi. Tapi untuk kasus Seungri kali ini, entah kenapa aku selalu menangis kalau mendengar berita-berita buruk itu. Karena aku yakin Seungri bukanlah orang seperti yang mereka tuduhkan. aku yakin Ia cuma korban dan tameng dari orang-orang yang punya kepentingan disana. Aku harap kita bisa tetap kuat sampai BigBang comeback full team. Aku belum pernah liat mereka langsung, aku juga mau liat mereka langsung dan bisa nonton konser sekali aja.
Yah... Aku nggak peduli kalau orang lain menilai “lebay”, “berlebihan”, karena aku cukup realistis, tahu kalau mereka tidak mengetahui aku sebagai seseorang. Aku cuma yakin mereka tahu aku sebagai partikel, molekul, mikroba atau apapun itu yang ikut menyusun support system mereka yang disebut “FANS”. Ada jutaan orang di dunia ini yang memilih berdiri di sisi mereka, dan mereka hanya 5 orang berbakat dengan warna yang berbeda dalam satu harmoni, dan tidak mungkin menyenangkan satu per satu dari jutaan orang ini. Tugas mereka hanya berkarya dan menghibur, apakah kita mendukung dan berjalan bersama mereka, itu kembali ke pilihan kita masing-masing.
Mungkin besok, nggak tahu kapan, Aku akan cerita kenapa aku pilih bersama mereka.....