One Hot Minute (1995)- RHCP review
DISCLAIMER: review sebuah album lawas, yang direview dengan sangat subjective
One Hot Minute adalah album klasik RHCP yang dirilis sekitar tahun 95 silam, setelah perombakan anggota yang kesekian kalinya dimana John Frusciante yang terpaksa harus ditendang keluar karena tidak bisa mengatasi adiksi narkobanya dan harus masuk panti rehabilitasi. Penggantinya tidak kalah mentereng, seorang gitaris hard rock/alternative dari Jane’s Addiction, Dave Navarro.
Pada jamannya, mengganti seorang Frusciante yang kadung melekat dengan karakter RHCP saat itu, apalagi mereka sedang dalam masa jaya karena Blood Sex Sugar Magic yang dianggap mahakarya mereka saat itu, dengan seorang Navarro yang notabene lebih dikenal sebagai gitaris grunge/alternative, sudah barang tentu mengernyitkan dahi beberapa pihak,
“Bisakah dia menerjemahkan sound bone-crunching-psychadelic-funk rhcp?”.
Dan memang pada kenyataannya, album ini tidak diterima dengan baik oleh banyak pihak, banyak die-hard fans RHCP yang prefer untuk skip album ini dan langsung menuju ke Californication. Pilihan logis, sudah tentu, mengingat dalam album ini terjadi sebuah pergeseran sound besar besaran, bahkan lebih parah dari pergantian era Slovak ke Frusciante, dimana era Slovak adalah era funk metal kulit putih, sound mr Bungle / Fishbone menuju Frusciante yang lebih “slick” dan lebih “poppy” (mari bandingkan album Freaky Styley dengan BSSM, anda pasti paham maksud saya). Di era ini mungkin diibaratkan bahwa RHCP sedang mengalami masa masa paling gelap mereka dalam konteks sound-lirik-performance.
Saya sendiri pada awalnya juga lebih banyak skip album ini pada awal awal mendengarkan mereka, tapi perlu sekitar 5 tahun bagi saya untuk memahami bahwa mungkin album ini adalah album (jika tidak salah satu yang terbaik) , sebuah mahakarya. Bagi saya, album ini luar biasa, pendekatan sound Navarro yang sangat tekstural berlapis lapis justru memberikan sedikit tamparan pada Frusciante bahwa “Inilah cara menggantikan seorang Hillel Slovak yang benar”. Ya, Frusciante sangat luar biasa, groove, soul dan backing tingginya yang bee-gees esque akan selamanya dirindukan, tapi Navarro pada saat itu sukses menggantikan dia dengan attitude, sound berlapis dan kontribusi songwriting yang luar biasa. Menurut saya pribadi, hanya seorang Navarro yang pantas untuk menggantikan seorang Frusciante…
Josh Klinghoffer? Itu lain perkara.
Album ini dibuka dengan Warped yang sangat sarat nuansa psikedelik baik dari segi lirikal maupun tekstur lagu, tapi disinilah Chad Smith menunjukkan cara bermain funk rock yang baik dan benar, disambung dengan Aeroplane, sebuah cara Navarro untuk menjembatani songwriting era lama RHCP.
Deep Kick yang dibuka dengan sedikit narasi dari Kiedis yang sedikit curhat soal masa lalunya, dan sangat menendang dalam arti sebenarnya. Sangat keras dan bahkan sound ini tidak saya temukan di album mereka selepas kematian Slovak.
My Friends adalah sebuah momen kontemplasi, sebuah momen indah yang sejenak diciptakan RHCP, sebuah momen sentimental yang sampai saat ini menurut saya layak disejajarkan dengan puisi overdosis di Under the Bridge. Coffe Shop yang kembali mengawinkan hard rock/ funk dan disambut Pea yang sangat…. Flea.
One Big Mob adalah versi keras dari Throw Away Your Television, sound funk rock ancient yang hilang semenjak fight like a brave. Walkabout yang lagi lagi sangat lousy secara lirik dimana Kiedis ingin menjadi penyanyi blues kerah putih tanpa dibantu seorang frusciante untuk backing vocal, dan slippery untuk urusan gitar, sound jamming blues/ funk / rock yang mungkin sulit ditemukan bahkan di rilisan baru mereka, saya sangat berharap lagu semacam ini bisa kembali lagi nanti di album baru mereka. Lewat Tearjerker, kiedis kembali menahbiskan posisi Cobain sebagai salah satu teman dan inspiratornya, gitar yang sangat “Behind The Sun”, lagu ini dimulai dengan sangat gentle dan melankolis.
One Hot Minute yang dibuka dengan intro atonal tapi mendadak menjadi Alice in Chains-esque dalam terms struktur lagu. Ini adalah sebuah usaha RHCP untuk menerjemahkan dan menginkorporasikan seattle sound ke dalam sound asli mereka. Kembali menghajar secara seksi di Falling Into Grace, tracklist album ini sedikit memberikan rollercoaster emosi, dari psikadelik-funk rock-melankolis-grunge-lalu funk kembali.
Lewat Shallow Be Thy Game, ini merupakan salah satu momen terbaik mereka di album ini. Lirik menggugat “tuhan” dan anti fundamentalis dan sangat pro native american yang memang Kiedis sekali digabung dengan bass Flea yang melompat seperti okapi mengamuk dan solo gitar dari Navarro, lengkap!
Provokatif lewat sebuah line singkat “I will be your heretic!”.
Semua keliaran itu ditutup dengan Transcending, momen psikedelik melankolis yang mungkin secara sound gitar pada akhirnya menginspirasi anak anak shoegaze era sekarang, pendekatan tekstural navarro seakan mencapai puncak di lagu ini. Tidak meledak ledak, tidak pula menempel dengan drum, tapi lebih seperti apa yang terjadi saat kamu menghisap terlalu banyak ganja dan harus take gitar saat itu juga. Dan by the way, Transcending dibagi dua movement yang agak janggal tapi….. ya keren.
One Hot Minute secara garis besar adalah momen yang mungkin sudah mustahil untuk diemulasi kembali oleh RHCP sekarang. Pendekatan mereka justru lebih mendekati funk rock dan psikedelia gelap dibanding album sesudahnya, meninggalkan jejak funk rock campur punk, ironis karena Dave pada akhirnya dipecat karena dianggap kurang “Funk” (dan karena snotty attitudenya juga).
Dan kembali lagi, opini saya bukanlah opini populer, tapi Dave fucking Navarro adalah seorang jenius yang cocok untuk berada di Red Hot Chili Peppers, tapi dia berada di waktu yang salah