Siarkan saja, biar ramai!

Discoholic 🪩
official daine visual archive
tumblr dot com
Stranger Things
I'd rather be in outer space 🛸
Sade Olutola
One Nice Bug Per Day
sheepfilms
KIROKAZE
he wasn't even looking at me and he found me
art blog(derogatory)

No title available
Not today Justin
No title available

No title available

if i look back, i am lost
Claire Keane

Janaina Medeiros

oozey mess
Misplaced Lens Cap
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Japan
seen from Switzerland

seen from Germany
seen from United States
seen from Libya

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Ireland
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Latvia

seen from Türkiye

seen from Saudi Arabia
seen from Bangladesh

seen from Canada

seen from United States
@appleofmypies
Siarkan saja, biar ramai!
Malam ini kamu tiada Karena aku amnesia Besok malam kamu juga masih tiada Karena aku masih amnesia Dua minggu lagi kamu juga masih tiada Karena aku masih amnesia Tiga bulan lagi kamu juga masih berada di ketiadaan Karena aku masih amnesia Lima tahun lagi kamu juga masih tiada Karena aku masih amnesia Delapan malam kemudian kamu akan kembali Karena nanti, kamu yang amnesia Tiga belas bulan setelahnya kamu masih di sana Karena kamu masih amnesia Dua puluh satu tahun yang akan datang kamu masih di sana Karena kamu masih amnesia
Di sudut aku berdiri
I’m fabolous
Besok Aku Masih Amnesia
Anggap malam ini aku amnesia
Malam ini tidak ada kau, karena aku amnesia
Dan aku amnesia, sampai kapan aku ingin amnesia
Gossip Girls
Untitled 3
Those holes you drilled deep in my sense, you keep poking them, leaving me in desperation. Those words you stabbed right into my head, you keep repeating them, leaving me in misery Those flowers, with the smell I really adore, you keep putting them on my front door, leaving me in a great madness. Those promises you offered to my desperation, you keep saying them over and over, leaving me trapped in the false hopes. Those silly jokes you told to my loneliness, keep me laughing again and again, left a big stupid grin on my face. Those gentle hugs you gave to my insecurity, you keep them tight, putting me into dependency. Those songs you sang to my feeling, you keep playing them, leaving me in idiocy. That fire you lit up under my skin, you left them behind, leaving me burned. Those pain you tossed right into every single sense I have, leaving me full of scars. Those marks you carved on my memory, you push them again and again, leaving me in difficulty. And those signals, which you never send clearly, left me in confusion, should I hang onto you? Or you're just being nice to me? Because I swear, I never see you look at me the way you look at her. All those trails and impression you put on my story, they broken me down. And let me ask you something? What did I put on the story of yours? Bekasi, 10 Mei 2016
Untitled 2
Jakarta, 10 May 2016 00.37 Lari ini bukan pelarian Lari ini bukan tanpa tujuan Lari ini bukan pengalihan Lari ini penuh intensi Lari ini tanpa pretensi Lari ini ku lakukan sepenuh hati Aku punya destinasi Yang entah kapan dapat ku singgahi Kau juga punya destinasi Yang telah kau kunjungi ribuan kali Lari ku semakin kehilangan arah Sedangkan kau semakin cepat, secepat busur panah Semakin berat kakiku melangkah Namun, tak sedikitpun kau tergugah Lari ku ke arahmu adalah tujuan Tapi, lari mu ke arahku hanya lah persinggahan Dan aku, terus berharap memiliki mu dalam buaian.
This film talks a lot about humanity
Untitled 1
Bekasi, 3 May 2016 Berada di posisi mengejar selalu tidak menguntungkan, konsentrasi dicurahkan untuk menggapai objek yang dikejar. Mengejar berarti memberi usaha lebih, karena selain mempercepat laju agar jarak semakin berkurang, pengejar harus bisa memanfaatkan situasi, menerka-nerka ke arah mana objek yang dikejar. Mengejar selalu beresiko, terus mengejar, tenaga akan habis, berhenti setengah jalan, berarti segala usaha sebelumnya sia-sia. Mengejar berarti ada di belakang, posisi yang menyimbolkan ketertinggalan. Mengejar berarti harus selalu bergerak, mengatur tenaga agar tetap stabil bahkan bisa menambah kecepatan. Mengejar berarti berada di posisi tidak mengenal medan, dan rencana langkah yang sangat terbatas, karena harus menyeimbangkan antara strategi dan objek yang kita kejar harus tetap ada dalam jangkauan pandangan. Mengejar selalu membuat si pengejar terlihat bodoh dan penuh ambisi. Dan, hal paling konyol tentang mengejar adalah karena terlalu sibuk mengejar, sampai tidak tahu akan diapakan ketika yang dikejar sudah tertangkap. Bahkan, ketika sudah memiliki objek yang dikejar, akhirnya pengejar akan sadar, menjaga objek itu tetap di tangan tidak semenantang mengejarnya, karena menjaga itu cenderung statis, dan mengejar sudah pasti dinamis. Pelan-pelan kembali dilepaskan, namun dalam jarak yang sudah diperkirakan, memberikan kembali sensasi menantang ketika mengejarnya, lalu kembali ditangkap, dan kembali dilepaskan, lalu kembali dijangkau, dan kembali dilepaskan, membentuk sebuah siklus bodoh hanya untuk memuaskan rasa penasaran dan tertantang. Hal yang paling tidak adil dari mengejar adalah ketika objek telah ditangkap tidak menjadikan objek itu milik pengejar. Mengejar tidak sebercanda itu, jadi kepada kamu yang hanya menoleh satu kali ketika saya kejar. Ketahuilah, saya mulai lelah.
I do care about you. I just don't care the fact that I care about you.
KN
Karena tidak ada yang lebih mengkhawatirkan daripada ketidakpastian
KN, May 2nd 2016.
When an artist have no personal vision, what can he communicate on the canvas?
F For Fake
Informasi Sesat dan Literasi Media Internet
Tulisan ini adalah tugas mata kuliah Literasi Media
Oleh: Kinanti Larasati
Saya mengingat kembali masa saya sekolah kelas 5 SD, saat itu internet bisa dikatakan barang mewah, orang-orang pada umumnya mengakses internet melalui komputer, dengan tarif yang cukup mahal. Ketika guru saya memberikan tugas, Ia mengatakan untuk mencari informasi lain selain dari buku, dan informasi ini dapat diakses di internet. Melihat hal itu, saya menyimpulkan pada masa itu orang memiliki kepercayaan yang cukup tinggi terhadap informasi yang tersebar di internet. Ini terjadi karena dengan asumsi hanya orang-orang yang mampu membayar lebih, dan memiliki kesadaran untuk menggunakan internet yang bisa menyebarkan informasi melalui internet, orang-orang itu adalah orang yang dianggap dari kalangan menengah atas dan orang-orang yang terdidik, sehingga informasi yang ada di internet dianggap valid. Selain itu cakupan internet yang mencakup seluruh dunia memberikan harapan bahwa informasi yang ada di internet lebih banyak dan terperinci.
Seiring berjalannya waktu, teknologi berkembang secara pesat, mulai bermunculan ponsel pintar, akses internet menjadi semakin mudah dan murah hal ini tentunya juga mengubah pola perilaku pengguna internet. Pada awalnya, komunikasi yang dilakukan melalui internet kebanyakan hanya menggunakan surel (surat elektronik). Kemudian muncul jejaring sosial seperti facebook, twitter, path, yang bisa memberikan berbagai macam informasi dalam satu situs. Melalui jejaring sosial ini, kita dapat mengetahui informasi terkini tentang orang-orang yang kita jadikan teman atau pengikut. Kita juga dapat memberikan informasi tentang apa yang sedang terjadi pada kita melalui jejaring sosial. Keberadaan jejaring sosial ini tentunya mengubah perilaku, kita menjadi meluangkan waktu untuk membaca feed agar mengetahui informasi terkini tentang orang-orang yang kita ikuti di jejaring sosial. Kemudian muncul pesan instan yang diakses melalui smart phone seperti BBM, whatsapp, line, kakao talk yang memungkinkan kita untuk mengirim pesan melalui internet, bahkan pesan instan ini sekarang memiliki fitur group, voice call, video call, sampai group call yang tentunya tidak dimiliki oleh jalur komunikasi konvensional seperti sms atau telepon. Kita dapat mengatakan internet memiliki fungsi untuk mendekatkan yang jauh. Namun, semua jejaring sosial dan pesan instan ini juga memiliki sisi negatif, notifikasi yang terus menerus muncul membuat kita menjadi adiktif dan bahkan bisa melupakan realita.
Pola penggunaan internet dalam hal mengakses informasi juga berubah, kita yang tadinya mengakses informasi hanya yang kita ingin akses menjadi “dipaksa” untuk membaca informasi yang tidak secara intensional kita ingin akses. Hal ini terjadi sebagai akibat dari mudahnya sharing informasi pada internet. Contohnya, kita sedang membaca feed facebook salah satu teman kita, lalu teman kita membagi informasi tentang kasus pembunuhan di sebuah kota, kita yang tadinya tidak memiliki keinginan untuk membaca berita tentang kasus itu menjadi membaca kasus tersebut. Belum lagi jika informasi yang dibagikan itu merupakan informasi yang sedang menjadi topik hangat, kita melihat post tentang kasus itu di halaman banyak orang, keinginan kita untuk tetap ter-update membuat kita menjadi mengakses informasi tersebut, padahal mungkin saja pada awalnya kita mengakses internet bukan untuk melihat informasi itu.
Keinginan kita untuk tetap updated dan rasa penasaran kita inilah yang akhir-akhir ini disalahgunakan oleh beberapa pihak. Sering sekali saya melihat situs informasi berita membuat headline yang menarik, namun ketika kita baca secara utuh, headline tersebut tidak ada korelasinya dengan isi artikel, bahkan isi artikel yang mengklaim dirinya sebagai sebuah berita yang seharusnya menyampaikan hal yang faktual tersebut ternyata hanyalah rumor yang beredar tanpa ada klarifikasi kebenaran.
Sebagai seorang mahasiswa film, internet tentunya sangat membantu dalam urusan perkuliahan, bukan hanya sebagai sumber bahan untuk menyelesaikan tugas, melalui internet, saya bisa mengakses film-film pendek dari berbagai negara yang diunggah ke situs tertentu untuk dijadikan referensi dan bahan pembelajaran.
Namun tidak dapat dipungkiri, dalam proses saya mengakses internet guna melengkapi bahan untuk menyelesaikan tugas, bisa saja saya menjadi salah satu korban dari “informasi sesat” yang beredar di internet. Kesadaran untuk melakukan penelaahan dan pemeriksaan kembali tentang informasi di internet terkadang kalah dengan perasaan ingin tetap updated atau bahkan pengaruh dari penggunaan bahasa yang sangat sugestif dari artikel yang saya baca. Karena itu saya menyadari bahwa literasi media internet sangat dibutuhkan, perlu dipelajari motif orang yang membagikan informasi, perlu dipahami juga bahwa sistem re-share yang ada di internet membuat kita sulit mengetahui siapa orang pertama yang membagikan informasi, sehingga kepada siapa pertanggungjawaban atas informasi yang beredar itu dilimpahkan menjadi tidak jelas.
Literasi media internet di kalangan mahasiswa sangat diperlukan, sebagai seorang akademisi, perkataan atau informasi yang tersebar dari seorang mahasiswa tentunya dipercaya oleh khalayak, jika mahasiswa tersebut menyebarkan informasi yang Ia dapat dari internet, tanpa melakukan penelaahan dan pemeriksaan kembali, tentunya bisa saja Ia menyesatkan banyak orang.
Pemahaman literasi media ini diharapkan ditindaklanjuti menjadi sikap kritis terhadap media internet. Mahasiswa yang merupakan salah satu kalangan yang paling banyak menggunakan internet dengan sikap kritisnya bisa mengkritisi media yang memberikan informasi yang sesat, atau memiliki kepentingan tertentu sehingga memberikan informasi yang sesat. Kritik yang disampaikan oleh mahasiswa ini bisa saja membuka mata masyarakat pengguna internet, dan membuat media yang dikritisi berubah, kemudian memberikan informasi dengan benar.