I don't care about resolutions or goals. I just want to read more books, jog and exercise more, also make more money.
No title available

⁂
sheepfilms

titsay

shark vs the universe

No title available

@theartofmadeline
styofa doing anything
Xuebing Du
trying on a metaphor
dirt enthusiast
YOU ARE THE REASON

roma★

blake kathryn
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
we're not kids anymore.
Stranger Things
h
Three Goblin Art

★

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Israel
seen from United States

seen from United States
seen from Israel
seen from T1
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Germany

seen from Chile
@ardiannf
I don't care about resolutions or goals. I just want to read more books, jog and exercise more, also make more money.
Tips Umroh: Dari First Timer Untuk Kamu yang Akan Jadi First Timer
Ok guys! Ini sedikit tips buat kamu yang ingin menjalankan ibadah umroh berdasarkan dari pengalaman saya sebagai first timer. Karena menurut saya, persiapan yang saya lakukan seharusnya bisa lebih baik lagi terlepas dari
semua itu memang datangnya dari Allah.
Oiya, disini saya kurang membahas mengenai nilai-nilai ibadahnya, tetapi saya akan membahas hal-hal teknis yang menurut saya tak kalah penting.
“Karena kebaikan yang tidak dikelola dengan baik bisa jadi akan kalah dengan kejahatan yang terkelola dengan baik”.
So, kalo pengen memperdalam nilai-nilai ibadahnya silakan cek blog atau artikel lain.
Langsung saja, berikut ini tipsnya:
1. Pilih Biro Perjalanan Umroh dan Pelajari Itinerarynya
Video kurang dari 2 menit dari Kemenag ini cukup jelas dan lengkap. So, check this out bro!
Setelah 5 Pasti, pelajari itinerary dari biro perjalanan umrohnya. Biasanya, di itinerary tersebut dijelaskan hotel mana saja yang masuk dalam paket umroh tersebut. So, Cek google dan TripAdvisor untuk memperkirakan lokasi hotel terhadap masjid, baik yang di Nabawi (Madinah) ataupun AL-Haram (Mekkah). Disitu kamu juga bisa mengetahui review dari hotel tersebut.
(moment checking ini mungkin membuat kamu mulai merasa umroh backpaker bisa jadi sangat-sangat lebih murah LOL).
Tapi sepertinya bakal ribet ngurus visanya cuy! buat backpacker kesana. Karena isu ISIS dan keamanan lain sebagainya, embassy Arab Saudi agak strict ngeluarin Visanya. Biasanya perlu nyantumin izin biro perjalanan umrohnya dan surat keterangan kemenag. Eh, tapi kalo kalian ternyata tahu cara bikin Visanya untuk backpacker, kabar-kabar saya yak!
Kembali lagi,
intinya kamu cek apakah harga dari paket yang ditawarkan sebanding dengan fasilitas yang dijanjikan oleh biro perjalanan umroh, baik dari lokasi hotel, bintang berapa hotelnya, bagaimana konsumsinya, bus perjalanan di sana, asuransi, dll. Untuk jama’ah yang bersama dengan jama’ah yang sudah tua, sebaiknya memang memilih paket umroh yang hotelnya cukup dekat dengan masjid. Kalau masih muda-muda, saya rasa sah-sah saja memilih paket umroh yang hotelnya cukup jauh. Karena harganya biasanya juga lebih murah.
2. Kenali Musim dan Cuaca
Jangan dikira Arab ini serba gurun dan panas sob! mereka juga punya winter. Jadi cek weather forecast! di tanggal antum mau menjalankan ibadah umroh. Kalo forecast bilang hujan, bawa payung sob! jangan kayak saya, udah tahu forecastnya hujan, tapi masih ngira “masa sih Arab hujan”. Tapi Alhamdulillah juga bisa liat Masjid Nabawi hujan seperti video di bawah, jarang-jarang ini sob!
Intinya cek weather forecast dan prepare barang bawaan sesuai cuaca dan musimnya.
3. Basic Arabic Helps!
Meskipun orang disana banyak yang bisa basic bahasa Indonesia karena banyaknya jama’ah Indonesia, basic arabic seperti berucap terima kasih, terima kasih kembali, ataupun greetings yang umum,
akan cukup membantu mencairkan suasana ketika harus ngomong sama orang Arab! Buat nawar barang belanjaan misalnya, or tanya arah jalan ataupun lokasi, bahkan buat menghadapi scammers!
Jadi belajar arabic dikit guys, syukur bisa sampai fluent.
4. Harga Sim Card dan Paket Internet di King Abdul Aziz Airport Lebih Murah
Buat yang ga suka ribet, ngeluarin paspor, registrasi nomor baru sesuai paspor ketika di Arab Saudi, mending beli paket internet dari Indonesia. Saya rasa hampir semua provider selular Indonesia sudah memiliki layanan paket haji dan umroh. Untuk harga, saya rasa bervariasi, rata-rata sekitar IDR 300,000, silakan cek website masing-masing provider. Namun, kemarin saya
membeli sim card beserta paket internetnya di King Abdul Aziz Airport. Harganya 30 Riyal, jadi mungkin sekitar IDR 120,000. Berapa besar kuota internet dan bonus telpnya kurang saya perhatikan. Tetapi sudah sangat cukup untuk 9 hari saya di sana, untuk cek maps, telp lokal (tanpa internet), browsing-browsing, dan menerima-mengirim chats.
Lagipula, di hotel ada Wi-Fi. So, cukup banget sob!
5. Be Aware of Scammers yet Still Relatively Safe
Meskipun Madinah dan Mekah ini kota suci, kalian tetep perlu waspada guys! Beberapa orang masih saja nekat melakukan tindakan kriminal. Makanya banyak-banyak berdoa. Tetapi yang ingin saya garis bawahi di sini tentang scammers.
Contohnya ada ibu-ibu orang Indonesia sudah tua diajak naik taksi dari area masjid kemudian diajak muter-muter terus diturunin di depan hotel dan dimintain duit lebih. Padahal hotelnya super dekat, yang jalan kaki aja bisa. Hal-hal gini tentu ga mengenakkan bukan? meskipun benar semua itu datangnya dari Allah. Tetapi kita tetep bisa ikhtiar. Selain itu, jangan kaget mendapati pengemis yang sedikit memaksa, cleaning service hotel dengan tampang mau minta tip, jasa pinjaman gunting di area Sa'i yang harganya ga masuk akal, sampai suasana Jabal Rahmah yang begitu datang langsung dikalungin aksesoris kemudian difoto dan dimintain duit. Target mereka biasanya orang-orang tua. Jadi kalo di rombongan ada orang tua, dikawal terus sob!
Tetapi yang mau menyikapinya sebagai bersedekah, sah-sah saja. Semoga jadi amal baik yang diterima oleh Allah SWT. Amien.
6. Kenali Sudut Kota dan Masjid
Mengenali sudut kota dan masjid sedini mungkin menjadi penting sob! karena masjidnya super gedhe dan pintunya banyak, ditambah ornamen-ornamen yang mirip-mirip. So, jangan sampai kesasar!
Perhatikan sudut-sudutnya terutama area perjalanan dari hotel ke masjid. Browsing peta masjid Nabawi dan Al-Haram sebelum berangkat bisa jadi sangat membantu. Masjid Nabawi masih mudah sob dihafalin. Masjid Al-Haram ini yang pintunya kadang membingungkan. Di sinilah letak pentingnya punya paket internet, kan ada google maps! hehe. Oiya, kawal terus juga orang-orang tua di rombongan. Mereka ini yang rentan nyasar. Kalo kalian yang sedang baca ini, saya yakin kalian masih relatively muda masih aman lah.
7. Di Madinah Ada City Bus Tour
Hal yang saya cukup sesali adalah tidak mecoba city bus tour di Madinah.
Saya kemarin sempat bertanya, tarifnya 70 Riyal dan kita akan dibawa keliling kota Madinah selama 2 jam. Menurut saya itu perlu, biar kita tambah bisa merasakan indahnya kota Nabi Muhammad tersebut. Lokasi haltenya ada di depan persis Masjid Nabawi, dekat dengan tugu jam yang biasanya banyak burung daranya. (Itu lhoh foto di atas, ada gambar tugu kecil kan? itu yang saya maksud). So, cobain guys!
8. Kawal yang Sudah Tua
Seperti yang sudah disinggung.
Orang tua ini perlu dikawal karena rentan kena scammers dan cenderung bingung arah
karena banyaknya jama’ah dan besarnya masjid. So, yang muda-muda, ini tugas anda!
9. Tidak Semua Wakaf Al-Quran Diterima Masjid Nabawi ataupun Masjid Al- Haram
Siapa sih yang ga pengen berwakaf Al-Quran di Masjid Nabawi ataupun Masjid Al-Haram? Cek keutamaanya di blog lain. Tapi yang saya ingin share adalah
Masjid Nabawi ataupun Masjid Al-Haram ini punya team untuk merapikan Al-Quran pada rak-rak dan menyortir apakah Al-Quran itu sesuai standard mereka atau tidak.
Sepengetahuan saya, mereka hanya menggunakan cetakan milik percetakan resmi Madinah.
Intinya sob! konsultasikan dulu sama pembimbing umroh mengenai Wakaf Al-Quran kalo ingin wakafnya bisa terus berada di Masjid Nabawi atau Al-Haram (In Shaa Allah).
Meskipun wakaf Al-Quran kemana saja dengan cetakan apa saja tetap ada nilai ibadahnya. Tapi Wakaf Al-Quran di dua masjid besar umat islam ini keutamaannya luar biasa tingginya.
10. Jangan Beli Oleh-Oleh di Kebun Kurma!
Beli oleh-oleh secukupnya karena di Indonesia sendiri juga sudah banyak yang jualan LOL. Tips ampuhnya adalah,
kalo diajak jalan-jalan ke kebun kurma sama biro perjalanan umrohnya, jangan beli! karena di sana harganya In Shaa Allah 2-3 kali lipat lebih mahal. Tapi enaknya boleh icip-icip di sana. Jadi ikut icip-icipnya saja. Nah, kalo pengen beli kurma, coklat, atau kacang arab, mending cari di ruko-ruko area hotel madinah saja. Biasanya, In Shaa Allah lebih murah (tanpa ditawar pun). Tapi kalo antum pengen nawar lagi, silakan tapi yang wajar-wajar saja.
Di beberapa ruko di Madinah, sajadah juga bagus (karena saya beli LOL). Maksudnya dari segi harga ga nyampe IDR 100,000 (setelah dirupiahkan), tetapi saya sangat jarang melihat sajadah dengan kualitas seperti itu di Indonesia. So, silakan beli sajadah di sana. Sedangkan untuk gantungan kunci, atau pernak-pernik, hiasan meja mending beli di Mekkah sepertinya (saya bandingkan relatif lebih murah di sana). Di Jeddah barang-barangnya juga kalo beruntung lumayan murah-murah juga, lebih beragam juga. So, lanjut lempar riyalnya di Jeddah juga bisa sob!
Video di bawah adalah suasana jual beli di kebun kurma
11. Bawa Pulang Air Zam-Zam di Kabin
Sepemahaman saya mengenai Zam-zam ini, sekarang masing-masing orang dijatah per orang dapat membawa pulang 5 liter. Well, mungkin tergantung dari jasa biro perjalanan umrohnya masing-masing. Tapi seharusnya minim-minim 5 liter. Tapi sob,
kalo pengen bawa lebih, bawa aja sob dan masuk kabin ketika pulang.
Biasanya nih, kalo penerbangan internasional lainnya cenderung jeli dengan bawaan air. Harus dibawah 700ml lah ataupun berapa ml sesuai dengan aturan. Tapi King Abdul Aziz airport ini beda, bawa air zam-zam seberapa aja ke kabin kayaknya ga ada masalah deh. So, taruh di kabin aja.
Day 1 in Ramadhan- a lucky person is someone drinking a glass of water unconsciously while fasting..
Zi
Everything is trying to look for stability which will never occur.. That’s how the world stabilizes lives..
Zi
Everyone is actually good, it is just life which makes them have some demon inside
Zi
Our Meeting Might Have A Reason
I once attended a seminar. I was late to come because there was something I had needed to do before. While I tried to sit, I noticed that the speaker was telling this picture.
Being a person coming late, easily my mind guessed that picture just told about Yin and Yang or just Kung Fu related as the speaker was chinese. However, the explanation was more interesting than what I guessed.
“Logic, Wisdom, and Faith are about the way people think” the speaker said.
Logic
Then the speaker continued, “Firstly, I would tell you what logic is. Based on the picture, logic has black and white inside. So, while we think logically, we would judge a thief or a murderer or a criminal is totally wrong and they deserve to be jailed. It’s as easy as saying black is black, white is white, wrong is wrong and right is right. There is no an another thing considered. That’s why logic circle has two sides which the colors are black and white”
Most of the people who were in the hall nodded as an expression of understanding and some of them seemed to still digest what the speaker had just said.
Wisdom
“What about this circle?”, the speaker asked the audience while pointing the picture of circle of wisdom.
The audience seemed confused while being asked. Perhaps, some of them wanted to answer it, but they didn’t do that because they weren’t that sure to speak it up (I was the one who was like that).
Then finally the speaker continued, “this circle (circle of wisdom) still has two sides. It’s still separated by a line even though there is no black and white. For making it clear, I’ll give you an example. Let’s say there is someone who lies to you and it’s related to money, because of that person you lose your money, let’s say a million or more. Do you think that person is wrong?”
Without waiting for audience’s response, the speaker continued ,”If you directly say yes, it means you still think by only using logic not wisdom”.
“Have you ever thought if you ask the liar, maybe he/she will not admit that he/she has lied to you? even he/she will say that you are the liar, not him or her. Have you ever guessed that situation?” the speaker asked again.
Then he continued his explanation, “If you start to ask what the exact situation is, why the person who you think a liar has to lie to you, what happened before then that person lies to you or maybe you think probably that person has some reasons to lie to you. Actually, you begin to use your wisdom. You begin to realize that sometimes right or wrong could be relative. It’s like watching movies, sometimes a criminal could be the main actor. It depends on the case and situation, it also depends on a person making the judge”.
Faith
“I’m sure now all of you already start to understand what I drew in advance. I’m sure the circle of logic and wisdom are too easy to understand”, the speaker said.
Then he asked, “what about the last circle, the circle of faith?”.
The audience seemed curious about the circle of faith.
Then finally the speaker started to say something, “Honestly, this circle is quite difficult to understand. Even, I already understand this meaning after I lost one of my family members. And before I’ll tell you what the circle of faith means, I will say that actually this concept of thinking is from Mr.Bob Sadino. He taught me this concept and I didn’t get it firstly. But now, I already understand what Mr.Bob taught. To explain what the circle of faith means, I have to thank a pychologist who made this story to analogize what faith is”.
Then the speaker began to tell the story, “Once upon a time, there was a successful businessman. He had a company producing sandals. And one day, at twilight, the businessman walked to the parking area of his office to reach his car. He was going home. Then when he was getting closer to his car, there was a young man suddenly came closer to the business man. Then directly, the young man put a knife and stabbed the businessman. After that, the businessman died at that moment. After knowing the businessman died, the young man paniced and was really frantic, and then he just kept staying in that location until the policeman came and arrested him”.
“Who has that fault in that case?” the speaker continued it with a question.
Well, if I answered “the young man” directly, I was not wise enough.
So I encouraged myself to ask, “Why did the young man kill the businessman?”
The speaker answered “Good, you already use your wisdom. Actually the story is still to be continued. The young man was the officer of the businessman’s company. He killed his boss because couple days before the murder, he tried to loan his boss some money for his wife who already got serious disease. He needed the money to take care of her in hospital with serious surgery. The boss refused his begging and he didn’t lend him some money. It made the wife died because the surgery couldn’t be done. The young man was so angry and suddenly wanted to kill his boss. Yes, He did it. His boss had been already killed”.
“So, who has that fault?” the speaker asked again.
The audience just kept silent
and then the speaker continued his story again, “Actually the young man was a worse officer in the businessman’s company. He was often late to work and his work was often bad. Let’s assume, he was a bad employee. That’s why the boss didn’t want to lend him some money”.
“So, who has the fault?” the speaker asked.
I was really confused at that time. I thought that both of them had their own mistakes.
But then, the speaker continued his story, “On the other side, the businessman’s wife who had been a bad wife, who always cheated on her husband, became a good wife even though her husband already died. The businessman’s son who had been a bad son, who was a drinker and often fought in his school, now became a good son and he inherited the company. The company was going better because of the son”.
“So, to whom should we say thank you for the better company and better situation of businessman’s family? To the youngman killing the father of the son? The speaker asked again.
Everybody was silent and seemed to have a hard thought.
Then the speaker told “What if I change the story. After the funeral of the businessman, the wife, who had been a good wife became a bad woman and was stressed, then she commited suicide. The son who had been a good son also changed to be a bad son, a drinker, or even a drug addict because of his grief. Then the company went bankrupt. On the other hand, you.. Let’s say you were also a businessman, and your business also produced sandals, and because your competitor went bankrupt, your business was growing up. Then you became a successful businessman. Would you thank the youngman killing the businessman who even you didn’t know?”
Suddenly, the hall became so silent. The audience seemed to digest the speaker’s speech.
Then the speaker concluded that, “maybe we just need to thank God. That’s why it’s called as a faith. There is no coincidence in this world. Everything has a reason. The death of the businessman has a reason. The youngman’s wife died for a reason.The rain falls for a reason, your success comes for a reason, and even your failure also has a reason”
In a nutshell, I just would like to express, people might come and go in our lives, but a meeting has a reason. Our meeting at TPS might also have a reason. I look forward to staying in touch with you. Just leave some comments here or find me at other social media.
warm regards,
Zi
Catatan di Hari Raya : 1435H
Pagi ini sudah tidak sahur lagi. Saatnya bertakbir dan menunaikan sholat kemenangan setelah berpuasa selama satu bulan lamanya. Sholat dua rakaat, mendengar khotbah, syawalan sejenak, kemudian sajadah dilipat. Pulang! Pulang ke rumah yang kini telah siap untuk menanti saudara dan kerabat yang ingin datang bersilaturahim. Suguhan yang ditata ciamik oleh Ibu memikat mata ketika pintu rumah dibuka. Kali ini juaranya adalah egg roll , entah Ibu beli dimana tapi rasanya PAS!
Teringat belum menunaikan sarapan utama, saatnya menuju meja makan. Opor yang hari ini tidak bersahabat dengan kupat telah menanti. Wahai, kupat, kamu harus ‘legowo’, karena voting mengatakan lontonglah yang menang. Opor lontong spesial Bu Aini! (Ibu saya). Terima kasih Ibu yang sudah bangun lebih awal demi opor ini. Tak ada yang lebih spesial dari opor ini. Sebelum opor disantap, kami sempatkan untuk saling meminta maaf kepada sesama anggota keluarga, hangatnya nuansa saling meminta maaf diyakini meningkatkan kenikmatan opor 3kali lipat. Mohon maaf opor telah membuatmu menunggu. Kini kami tak akan basa basi. Selamat Makan!.
Begitu nikmat sarapan hari ini. Alhamdulillah, sendok dan garpu telah diistirahatkan. Ibadah sarapan Idul Fitri terlaksana sudah. Namun jam tamu masih tiga puluh menit lagi. Saatnya ke kolam untuk berbagi ‘opor’ dengan ikan. Namanya juga keluarga petani ikan. Area kolam sudah barang tentu wajib hukumnya. Usai menyapa ikan dan pulang, ternyata para kerabat sudah berdatangan. Bebersih sesegera dan saatnya bersilaturahim. Sarung dan kopiah memang pilihan yang tepat karena cepat. Cepat untuk dikenakan maksudnya. Kopiah Soekarno untuk bapak, kopiah rajutan untuk anaknya. Kopiah Soekarno memang selalu menjadi pilihan bapak. Kata bapak, kopiah tersebut begitu dikagumi orang-orang turki ketika beliau menunaikan ibadah haji. Saya pun mengangguk dan bersiap diri. Sarung siap, peci mantab! Mari ke depan Rumah! Mari Bersilaturahim!
Saya Ucapkan :
Catatan Kecil Dari Berang-Berang
Seusai sholat tarawih, kami menuju area kolam ikan yang akhir-akhir ini diserang oleh segerombolan berang-berang. Padahal kolam tersebut sudah digadang-gadang akan menghasilkan profit yang maksimal karena jumlah kematiannya dapat ditekan hingga kurang dari 8%. Tapi ini lah kenyataan. Saatnya berperang!
Kami nyalakan bara api pada titik-titik penting di sekitar kolam untuk melumpuhkan jalur serangan yang digunakan oleh berang-berang. Suasana kolam pun sejenak menjadi romantis. Air kolam-kolam terlihat memerah memantulkan cahaya api tanpa mengurangi irama gemerciknya air. Namun tujuan kami kali ini ialah memukul mundur serangan berang-berang. Kami berharap, esok paginya tak ada lagi ikan-ikan mati berceceran di area kolam.
Untuk memperkuat pertahanan kami, dipasang pula ranjau-ranjau yang kami buat dari duri pohon salak. Terbayang dalam pikiran kami ketika berang-berang menginjak ranjau tersebut, mereka jera untuk kembali.
Selesai memperkuat pertahanan kami, patroli aliran air kami lakukan. Patroli aliran air hanyalah sebuah tugas memastikan seluruh aliran air kolam berjalan dengan baik. Aliran kolam ini merupakan komponen penting bagi kami yang membudidayakan red belly atau lebih dikenal sebagai ikan bawal.
Ketika kami berpatroli, kami menemukan aliran air yang tak berjalan dengan baik pada kolam tetangga kami. Beberapa sampah yang menutupi alirannya segera kami bereskan sebelum red belly tetangga kami mati.
Coba bayangkan, mungkin jika kolam kami tidak diserang berang-berang, malam ini, kami tidak berangkat ke kolam dan tetangga kami sudah merasakan rugi jutaan rupiah keesokan paginya. Inilah cara bagaimana Allah menstabilkan rejeki-rejeki makhluknya. Mudah saja bagi Ia untuk mengirimkan berang-berang (baca: masalah) sehingga kami menjadi pintu penyelamat rejeki orang lain. Saya rasa kasus seperti ini bisa terjadi pula di kasus-kasus yang lain. Maka dari itu, janganlah terlalu susah menghadapi suatu masalah, karena hal itu adalah cara Allah menstabilkan rejeki semua makhluknya. Mungkin kali ini kami menjadi penyelamat rejeki orang lain, belum tentu esok hari. Mungkin sebaliknya, rejeki kami lah yang diselamatkan.
Bisa jadi masalah itu adalah solusi bagi masalah lain. Sehingga solusi bisa jadi adalah masalah baru di kehidupan yang lain. Nikmati prosesnya. Percayakan saja sama Allah, Ia yang lebih mengerti.
Orang miskin yang menginginkan kaya, bukan berarti dia tidak bahagia ataupun tidak mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Tuhan..
Zi
RESOLUTIONS? We Will See
I still remember my last new year’s eve when I was working on my thesis, everybody said happy new year and I just sat and faced my notebook’s screen to program this machine.. I had hoped I could graduate in 2013.. Finally it was done successfully with a good score and I made my parents smiled sincerely at me.. that was the simple thing about resolution for me.. and now.. I just hope, I can get a chance and find my courage to choose my career, career in a big company, government, my own company, or whatever it is.. I just want to contribute my life to my environment, carve smile on my parents’ lip and enjoy that life also of course.. Finding our own soulmate, having much money, becoming a good God’s creature, stopping bad habbits, having some chances of travelling some places are also resolutions.. (Everybody’s resolutions I guess, Hopefully we can get those grants)
Goodbye 2013 which had given me a lot of lessons.. and..
I really Welcome you..
TWO THOUSAND AND FOURTEEN
2014
HAPPY NEW YEAR
Bismillahirrahmanirrahim
~Zi
Life is like Basketball
Sometimes we make mistakes like missing pass, missing shoot, misunderstanding your team…
Sometimes you also run, walk, sprint, even fall down and should still focus on making a score..
Sometimes you will feel tired..
If you are against someone who is better than you, you will be afraid of losing..
Remember.. whoever they are… You still have a chance to win the match..
Keep fighting until the referee blows the whistle for ending the match…
Skill is number two.. but then.. when you already know the number two… you will understand what the number one is..
Wang Sinawang
Terkadang memang kita iri melihat orang lain memiliki sesuatu, apapun itu, (uang,mobil,rumah,pasangan,waktu luang,bisa liburan,terserah apa aja), tetapi disisi lain ada kok orang lain yang juga selalu iri melihat apa yang kita punya.. kata orang jawa sih urip iku Wang Sinawang.. Lucu kan Iri satu sama lain.. Cukuplah iri "kenapa dia bisa lebih banyak berbagi dan berbuat kebaikan?" ~bersiap angkat cangkir pagi ini
Sometimes we accidentally did something that we never planned before even we felt like to be forced firstly, but maybe that’s grant in a different way from God to give us something better
Zi - #AfterReWatchingRealSteel(Movie)