jilid keempat berulang tahun ke-3 hari ini!
Alisa U Zemlji Chuda
Mike Driver

izzy's playlists!
occasionally subtle

PR's Tumblrdome
i don't do bad sauce passes

Andulka
AnasAbdin
$LAYYYTER

Love Begins
Monterey Bay Aquarium
One Nice Bug Per Day
KIROKAZE

blake kathryn

#extradirty

No title available

roma★
sheepfilms
d e v o n

No title available
seen from Switzerland

seen from Netherlands
seen from Italy
seen from Spain

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Brazil
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Italy
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from United States
@ardinardy
jilid keempat berulang tahun ke-3 hari ini!
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk U: “Untuk kisah kasih yang akan selamanya hidup”
Berdirilah di depanku. Jangan menengok. Dengarkan aku..
Kini dirimu sudah bukan impianku, bukan juga sosok yang aku cari. Pun bukan Sastra yang aku puja. Dirimu sudah pulang. Menjadi satu yang utuh memikat hati sang puan. Pasanganmu adalah pilihanmu
Sepatumu sudah satu pasang. Menghilangkan sisi lain dari yang aku punya. Itukah yang nyata. Seperti itu kala dirimu melihat ke bawah. Ada nestapaku
Aku menemukan kisah kasihku sesungguhnya. Bertaruh waktu dan perasaanku kala bersamamu. Hampir, hampir saja aku jujur. “Aku menyukaimu,” ujarku. Narasi yang fiksi selama ini adalah bagaimana caraku menghidupkan dirimu. Menata kalau hatiku tidak sia-sia.
Jadi, apakah berada di sana sudah seperti yang dirimu damba? Sudahkah kamu bernapas tanpa tersiksa lagi? Kini giliranku, menemukan udara yang menghidupkan kisah dalam kaca itu.
adaceritalagi
ceritatentangdia
hidupdalamcerita
lebihbaikceritasaja
akukembali
dankamuada
masamudaku
akubercerita
tentangdirimu
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk T: “Tentunya aku yang juara”
Malam bersamamu sudah habis. Aku tidak lagi meminta dan berharap. Aku biarkan hatiku menangis, tanpa sepakat untuk menatap. Dirimu bukan lagi yang menggenapi hariku, sebab aku adalah pemeran yang licik. Dirimu yang merubah demikian
Bukankah dirimu membawa naskah itu? Lalu dengan sengaja merubah alur tanpa sepakat?
Sampai pada akhirnya, aku yang juara. Aku yang memenangi peranku selama ini. Masih, hatiku tetap menangis tersedu-sedu. Meminta irama masa lalu kembali terulang. Jahatnya.. aku tidak menuruti keinginan hatiku
Menjadi sempurnamu adalah peran terbaikku.
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk S: “Seperti melewati pasir putih”
Tatap pandangmu berkarisma. Aku sampai lupa kalau aku sedang mencinta. Mungkin itulah moment yang aku punya. Duduk berdua bagaikan sang penguasa. Pemilik jagat semesta.
Dunia tidak memilikimu. Dunia hanya melindungimu.
Suatu waktu aku berkata, “aku ingin berdiri di sampingmu”. Hanya hatiku yg mendengar. Hanya aku seorang yang merasa kewalahan. Menjadi jujur bukanlah temanmu. Aku hanyalah dilemamu.
Yang benar-benar menguasaimu adalah tatap di atas hamparan pasir putih dan angin yang melaluiku
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk R: “Romansa”
Kali pertama aku memegang tanganmu dengan ketenangan. Segenap hatiku mengaku jikalau aku sungguh kasmaran. Jatuh hati yang sebenarnya hanya kepada dirimu. Moment ketika aku tidak peduli apabilan dunia akan runtuh. Yang aku jadikan kenangan adalah kala detik berhenti hanya untuk menyaksikan aku yang terpesona
Dunia tahu. Dirimu tahu. Dan aku juga turut setuju
Seperti pada akhirnya kita berpisah karena ketidaktahuanku atas luka dan kecewa. Aku putus asa karena tidak menggenggam dirimu pada malam itu. Semakin kalut lagi bahwa tahu dunia telah meninggalkan aku.
Janggal, tapi dirimu yang memutuskan untuk memadamkan lilin. Membiarkan hujan kian menyumpahi jalanan dengan derasnya
21 Kesan dan Pesan
"if the world doesnt want me though, i'd be willing to go with you. but now i'm stuck to live my unfinished story. so, please wait for a moment.
your leaving was very peaceful, but i cant be like you.. your deep sleep, even i cant be like that.. but my tired of being tired you know, love.. i survive to prove that i fight for life because of you"
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk P: “Peasaanmu. Perasaanku”
Di dalam sebuah film, tokoh yang aku kagumi adalah seorang yang memiliki karakter terkuat saat dunia terlalu jahat kepadanya. Sekalipun tanpa bisa memilih keputusan, ia bisa menyelesaikan hidupnya sampai akhir tanpa memilih untuk mati. Aku ingin melihat dirimu sebagai tokoh yang aku suka. Melihatmu sampai pada adegan terakhir seperti di film. Akhir yang bahagia
Di akhir kisah akan ditayangkan bagaimana dirimu menyelesaikan plot paling dramatis, demikian pula keputusan yang tidak terduga untuk menutup cerita
Ketahui saja, aku menjadikan kamu segalanya. Aku yang mencari arti dari perasaanku yang tanpa balas. Menantikan akhir cerita pada bagianku. Harusnya aku masih memiliki dialog bersama dirimu. Akan tetapi itu tidak ada. Sebab pupus sudah perasaanku yang hanya memiliki alur sepihak
Untukmu, itu adalah akhir yang bahagia. Untukku, menyelesaikan akhir cerita tidak semudah memangkas semua alur yang terkoneksi seperti kematian.
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk O: “Oang Ketiga”
Pada skenario, aku selalu menjadi yang mengalah dan gagal untuk berambisi memenangkan hatimu. Euphoria yang menggelora sudah membara selama proses itu. Dirimu pun mengakuinya. Sialnya aku bukanlah sang juara. Aku bukanlah yang menjadi nomor satu dan berdiri di podium utama untuk membanggakan dirimu.
Dirasa tidak hanya medali kejuaraan yang dirimu raih, aku bersalah atas pembelaan kuasamu
Kenapa tidak pernah memberitahu dimana letak garis pembatas? Jadinya aku dengan semena-mena beradu perasaan dengan kekasih orang. Bodoh dan nelangsa. Namun dirimu biarkan hal itu terjadi dan berulang
Lalu jalan lain yang dirimu pilih, sengaja untuk menutup banyaknya dugaan yang serta merta menggagalkan upayamu. Aku yang memegang perisai itu
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk N: “Nyawa Hidup”
Sebagaimana aku yang lebih tahu perjalanan kisahku, alangkah baiknya hal terbaik alam hidup ini adalah sesuai dengan rute yang sudah aku rangkai. dirimu mengatakan aku sudah gila. dirimu meninggalkan karena aku sudah gila. kamu tak mengatakan apapun kepada aku yang semakin gila
Kepergian. seperti bingkisan yang tak pernah sampai. tertahan pada jalan yang berbeda dari tempatku berada
Sekali saja ku ingin tahu bagaimana dengan dirimu. setulus apa perasaanmu. melerai dugaanku yang selalu berpasrah. aku ini tidak segila seperti yang kamu duga. aku suka dirimu dan itu justru yang buatku gila
Bagaimana melepas topeng kegilaan yang seperti dirimu sangka, tapi itu justru menjadi gila yang sebenarnya
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk M: “Mengungkap yang tidak terungkap”
Mengetahui bahwa pagi ini ruangan itu sudah kosong bagai tanpa penghuni, aku duduk terdiam menantikan keberadaan dirimu. Aku tahu kalau dirimu tidak benar-benar pergi pagi itu. Ucapanmu masih belum usai. Penantianku yang tanpa balas, seperti menahanku untuk berpaling. Meminta untuk aku berada di tempat itu lebih lama lagi.
Tapi dirimu mungkin tidak tahu bagaimana bisa kotak rahasia itu terbuka tanpa kunci
Satu hari Dua hati Bahkan waktu enggan untuk menunggu lebih lama lagi. Aku pun serasa tidak bisa bertahan seorang diri. Kala pintu ruangan itu hendak aku tutup, pesan yang tidak ingin aku terima akhirnya sampai. Kamu benar-benar pergi. Aku tidak tahu, tapi kamu tidak pedulikan bagaimana menjadi aku
Yang mengirim pesan untukku bukan lagi pengirim yang sama seperti seseorang yang bersua pada dini hari kala tahun berlalu
adaceritalagi
ceritatentangdia
hidupdalamcerita
lebihbaikceritasaja
akukembali
dankamuada
masamudaku
akubercerita
tentangdirimu
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk L: “Lupa, tapi hatiku ingat”
Setelah waktu yang berlalu begitu cepatnya, di sekitarku nyaris tidak tersisa hal yang bisa aku banggakan kepada dirimu. Sebab tidak ada lagi yang bersorak untuk mendukungku. Pergi dan menyendiri. Aku menduga kalau selama ini hanya sedang beristirahat sementara. Nyatanya, pangeranku tidak kunjung datang.
Apakah aku benar-benar bukan seperti pijar matahari pagi? Kala hangat bukanlah lagi sapa dan kesejukan bukan lagi embun yang dirimu punya
Sempat aku menguasai perasaanku. Amarah yang tidak ada hentinya sebab hangatku yang tidak lagi nyata. Apalag selama ini aku menuntut terbuka sedangkan dirimu mengajakku berlari dan sembunyi di balik senyum palsu. Sampai aku tidak lagi marah, dan aku tahu kalau aku benar-benar tidak sedang beristirahat.
Lelapmu adalah yang paling panjang. Bahkan siang dan malam saja seperti tidak cukup dirimu sita. Dan aku harus lupa
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk K: “Kak”
Keluh yang sering aku sampaikan pada dini hari melalui pesan singkat, buat dirimu selalu terjaga dan memberikan respon seraya melantunkan asa. Aku tahu lelah itu adalah tentang dia. Aku merasa ada hal lainnya yang tidak berada di antara kita namun tengah dirimu lantunkan dalam hatimu. Karena dia, aku tahu bagaimana luka yang nyata
Kepada lampu jalan yang selalu menerangi pulangmu, itu hanya sebagian terang kala dekapmu membawa kotak rahasia.
Kekasih yang terkasih apakah mungkin benar adanya aku yang onar ini pernah menjadi bagian dalam ceritamu. Aku menduga saja, dan berbaik sangka. Aku bermain di sekitaran jalan yang masi ada sisa lampu temaram. Meskipun itu sangat redup, aku meminta terangnya lebih lama untukku.
Mengapa lampu jalan tak lekas padam padahal dirimu bukan menjadi terang yang diinginkannya? Aku menduga kotak itu masih ada dalam dekapmu
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk J: “Jangkauan hati menggapaimu”
Melalui hari yang kian bersemi. Dekap aku pada harapan waktu yang melambat. Kuasaku hanya ada pada saat itu. Kala bersama dirimu yang tanpa batas. Seperti aku yang paling juara dan bersenang-senang dengan masaku
Hilang irama langkah yang sudah aku tandai sebagai petunjuk, itu pupus pada langkah akhir dirimu
Sempat aku susun kembali sesuai dengan arah. Semua berpusat pada dirimu yang aku harapkan. Sekali lagi. Lalu mengapa ada satu hal yang tersingkirkan. Buatmu tak bisa semakin dekat. Buatku kian jauh.
Tak sempat sembunyi, jejak langkah itu hanya tertinggal di satu perahu yang tanpa nahkoda
adaceritalagi
ceritatentangdia
hidupdalamcerita
lebihbaikceritasaja
akukembali
dankamuada
masamudaku
akubercerita
tentangdirimu
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk I: “Ide yang sudah aku buat”
Ada kalanya aku menyukai cara dirimu membuat sketsa yang unik pada selembar tisu. Sebab setelahnya aku menuliskan sajak romansa seraya merekatkan esensi seni dalam peraduan. Aku ingin terlena dalam irama, dan aku sadurkan musik yang aku suka. Dirimu pun suka. Alangkah serunya kita saling suka.
Biru yang membumi, aku menyelarakan dengan putihnya auramu
Seringkali aku bertanya, benarkah caraku? Benarkah aku memilih dirimu? Aku tidak pernah menyalahkan apapun, rencanaku untuk membuat kita satu bukan tanpa alasan. Hanya tanyaku yang tanpa jawab. Hanya rencanaku yang tidak selaras.
Yang ada hanyalah bias. Lembar itu berbaur dengan abu. Nyatanya aku bukanlah biru
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk H: “Hari Bahagia”
Balutan floral biru memelukku. Mengenang masa indah yang pernah aku miliki. Malam yang berbinar sebab dirimu hadir menyepakati harapku. Alunan lagu yang romantis, perilakumu yang kian manis.
Balutan floral biru memelukku, Annual Concert. Pusat perhatian di antara lampu yang temaran di sekitar dirimu, jawaban atas segala harap yang kian nelangsa.
Tak pindah tatapku. Memintamu untuk lebih lama bertahan. Menjadi hari bahagiaku. Meski hanya satu hari saja. Meski hanya menghaturkan rindu yang terlarang
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk G: “Gagal usaha. Gimana selanjutnya”
Ke mana kaki ini melangkah, seringkali buatku sukar untuk menerka. Apakah benar jalan yang sedang ku tempuh. Tenggelam dalam lembah yang menakutkan, dirimu membantu untuk aku terlepas dari jeratnya. Aku berjalan melangkah kembali ke jalan yang salah. Lalu kembali menyakiti diri karena dengan beraninya mengejar kegagalan yang sudah nampak.
Bila saja aku tega, mungkin kesalahan terbesarku ada pada dirimu
Aku menangis seperti orang yang menegarkan diri sendiri. Padahal sebenarnya itu tidak perlu. Aku menjadi keping kemurkaan perasaanku sendiri. Menyalahkan karena tidak berkorban dan tetap berada di lingkaran. Mengaduk sakit hati dan rasa cemburu karena alasan tidak menjadi sebuah pilihan.
Membuat percikan api sebagaimana itu lebih menggagalkan upayamu. Dan gejolaknya kian menjalar tanpa arah
21 Kesan dan Pesan
21.21 Untuk F: “Fenomena Asmara”
Kupikir sulit untuk terlibat euphoria kisah kasih romansa di waktu emas kala itu. Jikalau ada pilihan yang banyak, tentu aku tetap memilih dirimu. Jikalau jalan ke rumahmu sangat terjal, aku selalu bisa melaluinya.
Suatu saat angin berembus dengan kencang dan menerpa sepatuku, tapi aku bertahan
Coba sekali lagi aku berjalan melaluimu. Mungkin dirimu melupakan, karena kisah itu seperti dibawa lari oleh terpaan angin. Buatku kesal saja. Harusnya bisa aku tahan beberapa saat agar dirimu tahu bahwa aku nyata. Rasaku ada.
Kala dini hari berlalu, itu sebab dirimu sengaja untuk mematahkan jarum jam. Meminta untuk berhenti