Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah..
Zona 6 ini saya kembali memenuhi 12 days required untuk memperoleh badge OP (Outstanding Performance) setelah 3 badge sebelumnya sempat bolong-bolong dan rapel 🤭
Tantangan zona goa ini cukup berat untuk saya, khususnya. Setelah mendapat materi tahapan fitrah seksualitas anak dari kakawi, tepatnya pada tahap usia 0-2 tahun dan 2-7 tahun, saya sadar bahwa Fara harus melewati tahap ini dengan baik.
Tahap usia 0-2 tahun, saya usahakan untuk mengASIhi Fara sampai tuntas, meski ASI yang saya miliki hanya sedikit dan harus dibantu dengan susu formula. Saya pastikan untuk selalu mendekap Fara karena saya sadar bahwa kelekatan ibu dan anak perlu dibangun pada usia ini. Awalnya saya ingin menyapih Fara sebelum usianya 24 bulan, tetapi begitu memahami pentingnya pendidikan seksualitas si kecil pada usia ini, saya mengurungkan niat untuk menyapih sebelum waktunya. Biarlah, In syaa Allah saya ikhlas ditempeli si kecil terus, suatu hari nanti pasti saya kangen dengan Fara yang nempel terus sama Umminya kaya perangko, hehehe...
Karena sebentar lagi usia Fara 2 tahun, maka ia akan menginjak tahap pendidikan seksualitas yang kedua, yaitu tahapan usia 2-7 tahun: anak harus didekatkan pada kedua orangtuanya, yakni ibu dan ayahnya. Nah, untuk ini, menjadi PR bagi saya dan suami agar selalu ada untuk Fara. Ini berat untuk kami, karena ayahnya Fara bekerja di luar kota dan pulang setiap 2 minggu. Interaksi Fara dan ayahnya hanya lewat video call saja, dan kami memanfaatkan itu sebaik mungkin meski sambil bermain, sambil makan, mengASIhi, bahkan hendak tidur hehe.. 😆 Saya usahakan kehadiran sosok ayah dalam hidup Fara selalu ada, kuota keberadaan ayahnya selalu terisi. Saya sadar ini belum cukup, terlihat dari kelekatan Fara pada lelaki dewasa (yang mungkin seusia ayahnya) dan Fara anggap sebagai pengganti sosok ayah, seperti wawanya (tetangga), aki, dan abahnya, bahkan omnya.
Untuk itu, saya dan suami sepakat ketika Fara sudah 2 tahun, In shaa Allah harus siap untuk ikut suami. Semoga Allah mengabulkan, memberikan yg terbaik, mencukupkan rezeki kami, dan Fara pun betah, aamiin 🤲🏻
Melalui tantangan zona 6 ini, saya juga membiasakan Fara untuk ganti baju dan popok di kamar/ruang tertutup. Kemudian, saya mengenalkan Fara dengan anggota tubuhnya (meski masih sebagian) seperti kepala, pundak, lutut, kaki, melalui nyanyian, gerakan, dan flash card Tubuh Kita. Nah, kalau asesoris perempuan, Fara sudah mulai terbiasa memakai kerudung, rok, dress, topi, dan jepit rambut (walau sebenarnya Fara masih sering mencabutnya, dan saya harus memakaikannya diam-diam) 😅. Semoga suatu hari nanti Fara menjadi perempuan sejati, sholehah, aamiin 🤲🏻
Zona 6 ini merupakan turning point saya untuk semakin memantapkan hati ikut suami, hidup bersama melalui suka duka bersama, memenuhi kebutuhan psikis dan fitrah seksualitas si kecil.
Bismillaahirrahmaanirrahiim...