💚💚 (at Changi Airport Terminal 1 Arrivals Belt 16-19)
Stranger Things
todays bird
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Today's Document
almost home
trying on a metaphor
NASA
No title available
The Bowery Presents

★
Misplaced Lens Cap

Product Placement
official daine visual archive
No title available
Jules of Nature

Love Begins

@theartofmadeline
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Monterey Bay Aquarium

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from Greece
seen from United States

seen from Philippines
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Israel

seen from Greece
seen from France

seen from Greece
seen from Germany

seen from Singapore

seen from United States

seen from Vietnam

seen from Türkiye

seen from Singapore

seen from United States
seen from China
@arrafiani
💚💚 (at Changi Airport Terminal 1 Arrivals Belt 16-19)
@ashnisastro kanjeeennn siiss. Haha.
#vscocam thank you #GKAI . I'm gonna miss you all, BIG TIME :')
'THANK YOU DHEA' . Sungguh dibukanya tgl 12 kok sesuai kesepakatan. Makasih ya, bnran dibikin merinding :*
KECAP
Sabtu malam yang hangat dan lelah di Tabanan aku sampai di kosan. Setelah seharian memakai waktu di akhir minggu, memanfaatkan waktu sisa untuk mengecap pengalaman, menghilangkan sedikit ketegangan. Aku mengajaknya pergi ke coffeeshop sebelumnya, berencana memulai mencari sesuatu, aku dan musik dan ia mencoba menulis. Berkali-kali matanya sembab, ia berkata ia ingin tenang, ia tidak sedang berada di mana-mana, ia lelah. Dan aku terus menjaga spiritnya, secara teknis mendorongnya supaya ia tak patah semangat. Dan ia semakin menangis "pelan-pelan" katanya, semakin terisak. Di tengah tangis, kami masih sempat melontar canda, ia mudah sekali tertawa, meski sedang menangis. "Emosiku cuman dua, tertawa dan menangis" Katanya. Aku melihat jam, sudah pukul satu malam dini hari. Meski kami tadi ke coffeeshop, kami tidak makan, hanya minum kopi yang biasa saja. Perutku lapar, aku mulai mencari mie instan dan menanak air. Kubuka plastik pembungkus itu, "sial, bumbu kecapnya gak ada lagi" sungutku dalam hati. Ini sudah ketiga kalinya aku kelaparan, mencoba memasak mie instan dan menemukannya tak berkecap. "Sebel banget, mienya gak ada kecapnya lagii :(" Kutulis teks untuknya yang mungkin sudah terlelap, namun ternyata ia masih bangun. "Hahaha, percuma ya ngandelin 'orang lain'. Kamu buang lagi pop mienya?" Balasnya. "Mau diapain lagi? Masa aku asin-asinan?"Balasku, sembari menggiring tubuhku naik ke tempat tidur. Ia tak membalas lagi. Sebentar lagi Senin, dan aku benci waktu sebelum Senin pagi. Selalu bingung menyusun mood supaya Seninku lebih baik. Aku tak ingin mikir lagi, ingin segera menyusul tidur daripada kelaparan campur bingung. Tok tok.. Pintu kamarku diketuk orang. Aku lihat jam di ponselku. Sudah jam 7 pagi. Pasti dia yang datang sepagi ini. Setengah bangun, kubuka pintu dan kudapati ia tersenyum. "Hey, kamu ngapain pagi-pagi ke sini?" Kataku sembari menguap. Meski masih mengantuk aku sangat hapal ekspresinya. Matanya yang bulat berbinar, dan ia tersenyum segar. "Mau beli kecap, anterin yuk!" Serunya. Aku tertawa.
Castaway
Hey castaway.. You feel your weekdays boring, and weekend is your sadness. Your dream is big, yet romance is your bitter sweet distraction. She took the romance from you, remains nothing, nothing, nothing but sorrow in your heart and soul. Why do you keep standing above your weakness foundation. Please go, go, or you'll do nothing, nothing, nothing but destroy all of his life.
Happy britnose abang! :)
CELAKA YANG BODOH
"Aku benci harus berkendara dengan sepeda motor tanpa menggunakan helm. Mereka yang celaka adalah celaka yang bodoh. Aku lebih baik celaka diterkam hyena, atau jatuh dari salah satu gunung di barisan Himalaya. Aku benci harus mati dalam kebodohan." Kupencet simbol send, dan bermuaralah sepenggal kalimat tersebut di dunia maya. Kuintip konstan setiap menit. Tiga puluh lima likes dan lima puluh satu komentar yang kebanyakan bernada getir. "Indonesia dan kebodohan yang merata" komentarku. send. Ckiiitttt!!! Tiga detik waktu yang kupunya untuk menginjak rem. Di celah sadar kuingat gerobak bakso dan dagangannya yang terlanjur berhamburan ke jalan, orang-orang yang tadinya berkelompok kini berlarian tak berarah. Tujuh meter helmku terlempar...
Tired
I do really tired of climbing.. I think now I deserve walking leisurely instead of rushing desperately to the top Can I?
Path
"Enjoy the path" Mama said
"Because you'll know you can't go back there, the footprints has gone"
:)
Listening to There Is a Light That Never Goes Out by The Smiths
😥 – Preview it on Path.
Sepi ga ada tmn sebAngku N.. at Grounds – View on Path.
pucuk penantian
Sudah 2 minggu ini perasaanku kacau balau, seperti orang yang terus terduduk di atas bianglala yang tengah berhenti. Tak bisa turun, hanya menanti. Akhirnya kuputuskan untuk melompat, karena sebegitu yakinnya aku takkan mati. Biarlah, biarlah, hidup itu juga seperti bianglala toh? orang yang mendzalimiku juga akan punya bianglalanya sendiri-aku lebih senang menggambarkan bianglala ketimbang roda yang berputar di siklus kehidupan manusia. Bagiku, tak ada yang lebih menyakitkan daripada menanti tanpa kepastian. Dan berhenti di pucuk teratas bianglala yang sedang berhenti, menggambarkan titik terlemah manusia -menanti, tak pasti- Sudahlah, aku mau memulai lagi perjalananku yang sempat tertunda. Harus aku akui ini tahun terberat sepanjang hidupku. Bukan, bukan karena semata orang yang menjenggal dan mendzalimiku. Dia hanya seperintil saja, setidaknya aku mampu keluar dari situasi tesebut. Merdeka dari penjajahan mental. Itu yang lebih penting. Tetapi aku punya dua mimpi besar sepanjang hidupku, setidaknya hingga saat ini. Satu mimpi yang luar biasa, satu mimpi biasa. Mimpi luar biasa sedang kukejar, dan dari judulnya saja, wajarlah dalam pengejarannya aku akan menghadapi banyak rintangan. Mimpi biasa, Kenapa disebut mimpi jika biasa2 saja? Sepanjang hampir tiga per empat hidupku ini dalam pengejarannya, hampir tak ada rintangan berarti. Biasa saja. Aku mengagumi sesuatu sejak lama, dan aku merawat mimpi itu dengan seksama, membiarkan dia tumbuh perlahan-lahan. Sempat kutinggalkan ia sejenak, mempercayai kehidupan akan membawaku kembali padanya. Sesekali kulirik, ia masih sama, mekar dengan sempurna dan berdiam di tempat yang sama. Aku tenang, dia masih mimpiku yang biasa. Terkadang dia datang di antara himpitnya sore dan malam yang dipisahkan oleh senja. Hanya sekali kali kuintip dengan tak sengaja. Tak perlu usaha, ia akan kembali di waktu yang sempurna, begitu imanku. Tak ke sembarang orang aku bercerita tentang mimpiku yang biasa. Kebanyakan akan tertawa, sebagian mungkin tak peduli. Seperti judulnya, ia terlalu biasa, mungkin akan kau temui pada setiap cerita orang, terlalu mainstream hingga terkesan dangkal. Akupun seringkali berpikir demikian, jadi aku memilih diam, aku memang tak punya alasan kuat untuk memimpikannya, mungkin mereka benar, mimpiku terlalu dangkal. Tapi sekarang aku memiliki jawabannya. Mimpiku yang biasa sudah pergi dari tempat diamnya, tanpa sempat aku menahannya, tanpa sempat kuperlihatkan pada dunia bahwa aku sempat merawatnya. Aku mungkin jatuh hati bukan pada sosok mimpi itu, tapi aku jatuh cinta pada harapanku sendiri. Harapan yang kutitipkan pada kehidupan, agar dikembalikan padaku di waktu yang sempurna. Kehidupan yang kemudian mengkhianatiku. Kehidupan yang kemudian memiliki alibi kenapa tak mau mengembalikan mimpiku, mimpiku yang biasa. 'kenapa kamu hanya menitipkan mimpimu yang biasa kepadaku? Kau menganggapnya mudah, maka kau tak perlu mengusahakannya.kau bilang kau merawatnya, tapi kamu hanya mengintipnya. Aku tak kuasa menjaganya sendirian, akhirnya dia memutuskan untuk lepas, hidup, dan menemukan kebahagiaannya sendiri. Kamu tak mau bekerja sama denganku, sudah sekian lama kubiarkan ia tumbuh di dekatmu, dan yang kau lakukan hanya mengintipnya?' Tak ada yang lebih perih untuk manusia selain menanti tanpa kepastian. Tak ada yang lebih perih untuk kehidupan, selain menanti manusia untuk dapat bekerja sama mengusahakan mimpi. -13 tahun menanti, angka sial yang tepat untuk berhenti-
Bunga bangkai di belakang kantor! Suupper perfect day! at Grounds Kent Architects – View on Path.
Listening to Junk of the Heart (Happy) by The Kooks
I wanna make you happpyyyy.. at Grounds Kent Architects – Preview it on Path.
Listening to We Were Never Here by Epic45
at Grounds Kent Architects – Preview it on Path.