👩🦰 : “Datang dan pergi suka tiba-tiba ya?”
👱 : “Hah, siapa? Aku?”
👩🦰 : “Engga, bukan kamu kok.”
👱 :” Lantas siapa?”
👩🦰 : “Itu, hujan barusan hehe. Tapi kamu juga si!!”
Game of Thrones Daily

Origami Around

⁂
Acquired Stardust
trying on a metaphor
Today's Document
hello vonnie

Product Placement

Kiana Khansmith
art blog(derogatory)

Discoholic 🪩
No title available

Andulka

Janaina Medeiros
cherry valley forever
Three Goblin Art
taylor price
Peter Solarz
Cosimo Galluzzi

roma★

seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from T1
seen from United States

seen from Australia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Australia
seen from France

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
@arvsee
👩🦰 : “Datang dan pergi suka tiba-tiba ya?”
👱 : “Hah, siapa? Aku?”
👩🦰 : “Engga, bukan kamu kok.”
👱 :” Lantas siapa?”
👩🦰 : “Itu, hujan barusan hehe. Tapi kamu juga si!!”
Cuma bisa hah doang wkwk
Sumilir angin ngusap rikma ing tengah wengi,
lir rembulan tansah madhangi ati.
Ngupadi sliramu amargi kelingan netramu,
kembang raos kadya ayem ing jejermu.
Luruhing pandang kasimpen ing jero kalbu.
20.38 —Telapak itu masih berjejak, tampak begitu akrab. Guratanmu membiru, menelusuri garis peristiwa pilu. Ratap yang beradu tatap, memohon untuk menetap.
Jangan lupa kalau kalian para bajingan terlahir dari rahim seorang perempuan, belajar menghargai bukan menelanjangi. Jangan sampai gelar laki-laki membuatmu tak punya empati.
I didn't start a problem, but I know how it ends.
Sial, lucu banget lagi.
11.46 —Kita hanya sekadar dekat bukan terikat, lantas mengapa kamu begitu cemburu kala aku menemukan tempat baru. Lucunya lagi, kamu di sana bebas bermain dengan banyak perempuan sedang aku di sini harus duduk terpaku sendirian. Lalu kamu memaki ku dengan segala umpatan sampahmu itu. Ah, rumit sekali berurusan dengan manusia dungu.
21.03 —Tuan, gejolak ini begitu nyala. Tak ayal membuat pening kepala. Bagaimana bisa puan meredamnya, jika kau begitu sukar menerimanya.
Eh aku kemaren pas scroll tiktok dan baca komen ada komenan kaya gini, “Kalau kamu udah tau bakalan tenggelam waktu berenang di lautan, jadi kalo tenggelam jangan salahin lautnya.”
Pokok intinya kurang lebih kaya gitu, dan itu buat aku jadi mikir, iya juga ya. Maksudnya kalo kita udah tau resikonya dari awal ya mau gamau harus terima, jangan nyalahin takdir ataupun orang lain.
Kaya semisal kita mencintai seseorang, tapi kita tau orang itu ga bisa ngasih feedback yang baik ke kita. Itu bukan salah dia, tapi kita yang milih buat ngejar dia sampe jatuh bangun eh ternyata hasilnya tetep ga dapet.
Jadiii, yaudah. Jangan pernah ngerasa tersakiti sama pilihan sendiri. Baiklah sekian dari yappingan gak jelas ku pagi hari ini, have e nice day guyssss.
Laahhh baru ngeh kalo tumblr sekarang udah ada reels
Ini hidupku keknya stuck di tahun 2019-2021😭
15.29 —Aku kemarin punya dua rumah, tapi sekarang rumah dua-duanya lagi rusak. Kalo nanti ada hujan badai, aku neduhnya gimana ya? Nggak mungkin kalo aku harus mohon-mohon numpang di rumah orang.
21.16 —Aku berjalan menapaki titian, membersamai rintik yang terjatuh hampa. Hanyut terbawa arus menuju muara, tersesat pada pusaran sendu sandyakala.
18.39 —Aku kira udah nggak ada lagi, ternyata dia cuma bersembunyi. Dan sekarang tanpa ragu ia kembali, mengaburkan kepingan puzzle yang sudah kususun rapi.
12.47 —Sekadar jeda kala lelah melanda, menghibur tangis namun berujung tragis. Puan, pilumu begitu sayu. Senjamu terbenam dalam sendu. Ah, lagi dan lagi goresan itu menyemai derita pada samudra rasa.
04.16 —Denyut sunyi memecah pagi. Riuh kepala meredam tawa. Perlahan bulir itu meluruh menapaki bumi. Menyerah pada waktu yang perlahan merenggut dekap mu.