Menyampaikan dengan Cara yang Baik
Saya adalah orang yang mutungan, alias gampang ngambek. Entah ngambek beneran, entah ngambek bercanda. Tapi kalau ngambek cuma sebentar, nanti juga balik baik sendiri. Hehehe. Dan saya orang yang cenderung ekspresif, ketika saya sedang senang, saya memasang muka yang sangat cerah, ketika saya sedang sedih, orang pasti bisa lihat, ketika saya sedang bad mood, muka saya seperti dilipat sepuluh.
Yang dalam kepala saya, ketika saya sedang sedih atau marah, saya berpikir bahwa orang harus tahu saya sedang marah, agar apa? Agar orang yang membuat saya marah, bisa sadar bahwa yang dilakukannya tidak membuat saya senang.
Tapi sejak mengenal mas H (sebut saja mas H ya, biar pada penasaran), banyak hal yang selama ini menjadi pola pikir saya dan saya anggap benar, saya kaji ulang.
Mas H menyampaikan sesuatu yang menurut dia kurang baik dari saya dengan cara yang baik, dengan paras wajah yang ditata dengan baik, dan dengan kata-kata yang halus.
Dia juga mengatakan, ketika kita cemburu atau sedang marah dengan seseorang, itu urusan kita dengan diri kita sendiri, urusan kita dengan hati kita sendiri. Kita tidak perlu menyalahkan orang lain, juga tidak pantas menyudutkan dan membuat orang lain tidak nyaman karena kita sedang marah ke orang itu.
Marah boleh, ngambek boleh, capek boleh, tapi sampaikanlah dengan cara yang baik. :)