Menjadi seorang pemberani bukanlah menjadi ia yang tak pernah merasa takut. Namun menjadi seorang pribadi yang tidak gentar melawan rasa takutnya sendiri. Karena ia sadar, musuh terbesar adalah diri sendiri.
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)

titsay
Not today Justin
occasionally subtle
KIROKAZE
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
cherry valley forever

Product Placement

JBB: An Artblog!
macklin celebrini has autism
dirt enthusiast
noise dept.

Andulka
Monterey Bay Aquarium
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Game of Thrones Daily
h
Peter Solarz
DEAR READER
art blog(derogatory)
RMH
seen from Senegal

seen from United States

seen from Canada
seen from Poland

seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
@ashamuba
Menjadi seorang pemberani bukanlah menjadi ia yang tak pernah merasa takut. Namun menjadi seorang pribadi yang tidak gentar melawan rasa takutnya sendiri. Karena ia sadar, musuh terbesar adalah diri sendiri.
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)
Apa aku hanya melihat
Apa aku hanya mendengar
Apa aku hanya merasa
Apa aku hanya menghamburkan rasa
Apa aku hanya memindai benang usang
Apa aku hanya merasakan bau
Aku mengalami semua ini nyata
Sayangnya hanya aku sendiri
Sehingga sulit kubawa saksi mata
Oh ya maaf aku tidak sendiri
Ada kau yang membusuk dalam hati sanubari
Membebal dalam otak menari menjadi fantasi
Memghantui setiap mimpi-mimpi
Mimpi yang semula indah berubah menjadi mengerikan
Buruk gelap kasar
Sampai ku tak sanggup menengadah tidur
Kau menjejaliku dengan kenangan tanpa asa
Hingga ku muak tak sanggup ku menelan pangan
Sayang kau tidak akui aku
Oh maaf bahkan tidak peduli
Tak nampak di layar kehidupan nyata apa yang kita lalui bersama
Hingga tak ada yg peduli apa yang kukata
Iya karena tak ada saksi mata
Waktu, cepat atau lambat dia akan berhenti. Diperhentianku, bekasku ada di satu detik saja waktumu, paling tidak karyaku. - ashamuba
Berpeluk hujan berbalut rindu Menghantarkan perasaan sendu Rindu tak sampai, rasaku jadi pilu
Mengembang merekah bagai bongkahan bunga mati Embun masih saja menetesi Seperti berselimut dengan elegi pagi Tak perduliku ingin raga ini di anestesi
Agar tertidur ku, dalam kurun waktu Membisuku karena alam nyata pun adalah semu
Jengah ku berharap pada manusia Kuberi cinta ujungnya pun pupus jua Singgah laiknya tuan tanah yang dahaga Lalu pergi terbirit ia ke dermaga Tak pernah lagi ku melihat sosoknya Entah apa maksudnya Sendiriku berputus asa
Lalu kapan kudapati cinta? Entahlah cinta Sulit ku meraba temboknya Ujungnya ku terpenjara didalamnya
Semarang, 28 Agustus 2016 pkl 06.13 WIB oleh ashamuba
Bukan maksudku berbagi nasib, nasib adalah kesunyian masing-masing.
Chairil Anwar
Just Yoga
Kemudian setelah sekian lama tak bersentuhan dengan matras yoga, melakukan beberapa asana, kemarin saya putuskan untuk melakukan kesukaan itu lagi di sebuah sanggar senam di daerah Graha Estetika.
Sebelumnya saya lebih suka ber-yoga di Green Casa Studio, tapi sekarang sudah berubah menjadi biro umroh. Apa daya saya putuskan berpindah halauan ke Twelve Studio. Tidak sepenuh saat di Green Casa memang, hanya diikuti 6 orang. Tapi saya rasa di tempat yang baru ini, sudah hampir semua pesertanya ada di level advance.
Ya, saya masih anak bawang lumayan ngos-ngosan mengikuti beberapa asana. Ditambah dengan sakit di bagian lower back saya yang memang sedang parah, melakukan downdog pose, plank pose, caturrangga, ah semuanya itu terasa sakit. Tidak seperti dulu lagi, mungkin karena pertama kali (setelah 6 bulan vaccum) badan menjadi kaku. Niat saya memang memperbaiki beberapa struktur tubuh yang saya rasa sedang bermasalah, lower back pain yang sedang saya rasakan beberapa bulan belakangan ini cukup mengganggu.
Setiap kali yoga yang saya suka adalah makna dari setiap pose yang dilakukan yaitu mengikuti suara alam, asana dalam yoga diambil/diadaptasi dari bentuk-bentuk yang ada di alam. Kemudian keseimbangan antara pikiran dan hati kita, masuk dan memahami suara hati, fokus pada diri sendiri, dan meyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja asalkan kita percaya.
Setiap asana yang dilakukan pun berisikan challenge, setiap pose tidak mudah. Namun dalam yoga, kami diajarkan untuk percaya pada kemampuan tubuh untuk berbuat lebih.
Bagi bebebrapa orang, yoga digunakan sebagai terapi stress. Menurut saya, bisa saja tetapi tergantung masing-masing persona. Kalau saya pribadi, menggunakan yoga sebagai terapi untuk bisa fokus, percaya diri, dan menerima keberadaan jiwa raga ini sebagai pemberian Tuhan. Memang bisa diibaratkan jika kepala saya adalah kantor yang tidak pernah ada liburnya, maka dari itu terkadang saya butuh suatu treatment untuk melupakan sejenak apa yang ada di kepala, istirahat.
Kehidupan di perkotaan yang menuntut semuanya serba cepat, keramaiannya, tuntutan pekerjaan/tugas, jalanan macet, semuanya itu bisa membuat stress berkepanjangan jika kita belum bisa manajemen diri, manajemen strees, manajemen waktu. Apalagi bagi sebagian orang yang terbiasa hidup di kedamaian seperti di desa (saya misal) akan lebih mudah merasa lelah dengan pola hidup dan lingkungan sedemikian.
Di akhir latihan, kami biasa melakukan colling down. Kali ini lebih difokuskan kepada bagian tubuh yang tidak nyaman, tentu saja saya fokus pada lower back dan sugesti saya kepada bagian tubuh ini adalah, “Semuanya akan baik-baik saja, aku akan berusaha membuat sakit di bagian ini hilang, aku janji.”
Sakit yang sedang membuat saya hampir putus asa mengawali semester ini adalah berpusat di daerah ini dan bagian inti dari seorang wanita. Pada mulanya saya tidak ikhlas menerima sakit ini, kenapa harus saya? Kenapa saya lagi? Jujur di awal sakit saya menjadi sangat down dan tidak percaya diri, semua serba negatif di sekitar saya, hari-hari saya isi dengan murung berkepanjangan sampai berat badan saya nyaris turun 6 kg dari normal.
Perlahan, seiring berjalannya waktu saya mencoba pasrah dan ikhlas. Agar agenda yang sudah saya susun untuk semseter ini tidak lepas target. Tidak, semuanya belum berakhir. Benjolan yang membuat lower back saya sangat tersiksa masih bisa di therapy, dan hidup saya masih harus berjalan. Ada hutang yang harus dibayar, ada janji yang harus ditepati, ada mimpi yang harus diraih.
Dan semoga yoga membantu saya keluar dari semua nuansa negatif di sekitar saya. Namaste.
"And I know I have a fickle heart and bitterness and wondering eyes and heavyness in my head..." (Adele - Don't You Remember)
Happy Birthday, Ray Bradbury, born on this day, Aug 22, in 1920.
Bukan tentang siapa yang dicintai dan mencintai, melainkan saling mencintai disitu titik keseimbangannya.
ashamuba
Model, pop star, celebrity wife, mother, designer … Victoria Beckham excels at them all. Her latest move? A capsule makeup collection honed by her years in the spotlight. (Spoiler alert: It’s also great.)
Read the story.
Photographed by Norman Jean Roy, Vogue, September 2016
Belajar dari Burung
Setiap makhluk di dunia ini diciptakan karena hal tertentu untuk mencapai hal tertentu. Tidak ada satupun makhluk yang diciptakan tanpa alasa dan tujuan. Pasti memiliki kebermanfaatan bagi satu sama lain. Seperti halnya udara ini, Tuhan tidak akan adil menciptakan banyak makhuk hidup di dunia ini tanpa dia menciptakan udara. Bisa dibayangkan di dunia ini tanpa udara dan banyak berbagi macam makhluk mulai dari manusia sampai binatang tak terlihat. Penuh sesak, pengap, dan panas. Yang ada ekosistem akan rusak. Saling ketergantungan antar makhluk hidup itulah yang dinamakan KESIMBANGAN, sebuah sistem yang dirancang untuk saling melengkapi.
Burung, mari kita belajar dari burung untuk mendefinisikan arti dan praktik keseimbangan hidup.
Burung mampu berkelana di seuruh daerah di muka bumi ini dengan ketinggian tertentu dan dengan dua sayap yang kuat. Burung mampu menahan tubuhnya pada ketinggian tertentu dengan melawan arah gravitasi dan menahan angin di depannya. Mengapa demikian?
Menggunakan prinsip aksi-reaksi dari hukum Newton III. Sayap burung menerjang angin kemudia angin aka terbelah keatas dan kebawah sayap. Aliran udara dibawah sayap burung akan memberikan gaya angkat pada sayap, sedangkan aliran yang berada diatas sayap akan mengalir ke belakang kemudian menghasilkan air friction atau gesekan dengan udara inilah yang menyupport gerakan maju pada sayap. Prinsip ini juga mengilhami teori retakan sayap pesawat terbang yang dicetuskan oleh Mr. B.J. Habiebie.
Dari sisi melankolik mari kita kaitkan bagaimana burung terbang dengan perjuangan untuk tetap bisa stable di ketinggiannya justru semakin tinggi semakin cepat dia terbang. Bayagkan jika yang terjadi adalah sayap burung yang digunakan hanya satu untuk mencapai ketinggian itu? It’s impossible for him to catch the higher point.
Bukankah akan terasa sangat berat menahan beban badannya sendiri kemudian menahan arah aju angin, dan melawan gravitasi. Seperti itulah jika dua manusia diibaratkan sebagai sepasang sayp burung. Jika hanya salah satu yang terlihat amat berjuang dan terlalu berjuang itu tentu tidak baik. Dimana suatu perjuangan sebaiknya seimbang. Memang karakter orang berbeda, itulah kenapa dua orang harus saling melengkapi. Tetapi pun, ada kalanya salah satu yang sangat dominan harus mampu mengendurkan ego dirinya dan “mendengar” yang lain. Karena itu prinsip keseimbangan (saling melengkapi) menurut saya. Ketika salah satu merasa “terkekang” apakah itu bentuk suatu hubungan yang baik? Saya rasa bukan seperti itu. Sederhana saja, saling paham, dan mau “mendengar” satu sama lain, komunikasi yang berkualitas bukan berkuantitas, saling visioner dengan tujuan hidup masing-masing dan menyemangati.
Komitmen seperti itulah yang harus mulai dibangun dalam mengambil keputusan untuk hidup berdampingan seromantis sepasang sayap burung menahan semua beban. Bukankah burung akan semakin cepat terbangnya jika agin didepannya? Semakin besar angin di depannya, akan semakin memberikan air friction di belakang sayap sehingga support lebih kuat.
“Temukan sayap yang mampu terbang bersamamu, tidak melihat angin sebagai halangan atau hambatan, tapi lihatlah ketika kalian terbang bersama betapa indah dunia di bawah kalian.”
Salam,
ashamuba
Tentang Hujan di Sore Hari dan Secawan Kopi
Ketika orang bertanya kepadaku bagaimana aku mencintaimu, aku hanya tidak pandai mengungkapkannya. Aku lebih banyak diam soal cinta. Lalu bagaimana aku harus bisa menggambarkan kepadamu dan meneritakannya kepadamu tentang cinta?
Aku tak pandai merangkai kata. Aku akan lebih banyak bungkam ketimbang banyak omong kosong tentang cinta.
Kugambarkan cinta kita adalah seperti hujan yang turun di sore hari. Dia hanya diam menjatuhkan tubuhnya tanpa banyak bicara. Memerikkan riak-riaknya di tanah, tanpa banyak kesombongan. Inta kita seperti hujan di sore hari. Dia diam tak banyak bicara, membuat orang enggan pergi untuk mencari. Hanya dengan berdiam diri di samping jendela bergurat air hujan yang berjatuhan. Dengan secawan kopi berkafein rendah. Itulah cinta kita.
Setiap kali hujan di sore hari, aku lebih banyak berdiam diri menunggu datangnya malam. Bercanda gurau diatas ranjang kesayangan, bersamamu. Atau sekadar membaca buku di tepi jendela yang berembun. Bersenda gurau bersama si Meow kesayangan bersama anak-anak kita. Begitulah cinta kita.
Jika kau berharap lebih dari makna cinta kita, maaf aku hanya manusia kaku yang tak banyak bicara. Aku hanya pengagum cinta dalam diam. Menikmati cinta dengan bersila nyaman di teras rumah kita. Itulah yang aku tawarkan untuk cinta kita.
Bagikku sulit bersaing dengan mereka yang memberikan makna cinta lebih dari yang kupunya. Jika aku terlalu memaksamu untuk memahami cintaku, carilah saja yang mampu membuatmu merasakan cinta versimu. Aku hanyalah orang yang terlalu bersantai dengan cinta.
Itulah makna cinta kita. Seperti hujan di sore hari dibalut hangatnya kopi beraroma kafein yang menenagkan. Jika kubisa, akan kuciptakan melodi hujan di sore hari yang menari diatas aroma kopi.
(via https://www.youtube.com/watch?v=CjW9O4puFh8)
This, how I made my story. Just begin from this story, rain is always being my true meditation. I can see that feel, imagine how these feel again.
off to a good start.
Looks good, hmmm.
Peace with the past, yesterday is the prolog for tomorrow ✌
Feel like this is HEAVEN!
Petunjuk waktuku tak perlu mahal-mahal. Memandangmu memberiku sensasi keabadian sekaligus mortalitas.
Dee, Filosofi Kopi