Aku rindu pada langit malam yang terang penuh bintang, tanpa hujan dan kabut tebal. Aku rindu pada tuhan tempat berlindung, di pangkuan-Nya air mata tak terbendung — sadar dosaku menggunung, kapan saja tuhan bisa menutup buku, biar amalanku yang kurang segera di hitung. Aku rindu langit malam terang berbintang yang menemaniku bertemu tuhan, semakin dekat setelah duduk diantara dua sujud. Lantunan penyesalan dan minta ampun tidak terlisankan namun hinggap di singgasana-Nya — dibisikkan kalbu. Tuhan aku sadar aku berdosa namun selalu mengulang kesalahan. Aku gagal menjadi kekasih yang penurut. Seringkali aku buat-Mu cemburu karena aku lebih berbagi kasih pada makhluk-Mu, melupakanmu saat kumiliki segalanya, kembali pada-Mu saat susah, saat takut, saat gelisah, saat butuh perlindungan. Sungguh hanya pada-Mu sebaik-baiknya tempat berpulang dan berlindung.
S. Santika (via susanneinsane)















