Pagelaran besar di tahun yang sama, berasa meriah tapi ada yang akhirnya tidak dianggap begitu penting.
Memperhatikan situasi di beberapa TPS hari ini, berasa sedang tidak ada hajatan. Hanya ada panitia, kalaupun ada lainnya, bisa dihitung kehadiran. Apalagi kalau calonnya tunggal, lawan kotak kosong pula.
Pasca putusan MK, tidak lantas membuat partai politik berlomba mengusung calonnya sendiri. Pilkada dibarengkan Pileg & Pilpres membuat dana kampanye terbagi. Hampir semua partai politik mencurahkan perhatiannya pada gelaran Pileg. Padahal, modal buat maju Pilkada tidaklah sedikit. Sementara itu, perhatian masyarakat kebanyakan habis buat Pileg dan Pilpres. Alhasil, Pilkada jadi kayak acara kecil yang terselip di antara dua pesta besar. Pilkada lebih berasa jadi pemain figuran. Ada, tapi ngga begitu diperhatikan.
Tentu saja, ini semua mungkin bisa dihindari jika Pilkada digelar pada tahun yang berbeda. Dengan begitu, Pilkada bakal punya panggung sendiri. Partai politik bisa mempersiapkan calon calon terbaiknya untuk mengikuti kontestasi.
Padahal Pilkada adalah salah satu cara kita memilih pemimpin yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari. Jadi, perlu dilakukan kajian ulang, agar Pilkada punya waktu dan tempat yang lebih layak.
Selamat memilih, mencari jodoh untuk daerahnya & semoga terpilih pemimpin yang amanah
27 November 2024











