Eling!
Terkadang entah karena terlalu sibuk atau terlalu fokus dengan satu hal saja, saya tidak terlalu sadar dengan pertanda yang disampaikan oleh hal-hal di sekitar. Biasanya ketika kesusahan datang berurutan, barulah saya mulai terpikir, apa yang sebenarnya sedang terjadi? Dan mulailah tahap menevaluasi, hal apa yang sudah saya lewatkan, hal apa yang sudah saya lupakan atau kesalahan apa yang sudah saya lakukan? Apa ada ibadah yang saya tinggalkan, apa ibadah saya sangat kurang sehingga perlu diperbanyak. Umumnya jawaban tidak datang seketika, petunjuk datang dengan cara yang tidak pernah diduga. Cara yang paling efektif adalah dengan membuka mata dan matahati, perbanyak mengamati sekitar dan sensitif melihat pertanda alam. Iya Alam! Sebagai manusia yang percaya dengan Tuhan, saya yakin Allah sangat kreatif dalam mengirimkan 'pesan'NYA. Bisa secara langsung maupun melalui seisi alam yang telah diciptakanNYA, yang perlu kita lakukan sebagai mahluk ciptaanNYA adalah belajar untuk sensitif menangkap pesan dari alam. Namun dalam pengalaman saya, ketika kita tidak membuka hati dengan lebar maka ada kalanya sulit untuk menangkap signal2 yang dikirimkan alam. sehingga kemudian yang terjadi adalah kembali berbagai teguran datang menghampiri, dan saya yang bebal ini baru akhirnya tersadar. Sama halnya dengan yang terjadi hari ini, serangan perkataan datang bertubi tubi, menghantam seperti peluru. Saya merasa diperlakukan tidak adil oleh orang yang seharusnya adalah teman saya, mau protes sama Tuhan, kok malu, saya jadi ragu, jangan2 saya memang seperti yang ia tuduhkan, makanya saya layak diperlakukan seperti ini. Tapi, kok dalam hati saya sedih, sambil bertanya apa iya saya seburuk itu ya? saat ini saya masih terlalu shock campur emosional tuk mendiagnosa penyakit hati, mungkin lain waktu ketika sudah diendapkan saya bisa paham kenapa saya ini. Untuk saat ini lebih baik diam dan mawas diri. Tolong doakan semoga lancar ya #random #renung



















