Pemilih
Susah.
Iya, sesusah itu kalau pilihan lo ga ada yang bagus. Ga ada yang sesuai standard. Gila ya. Makin ke sini makin jadi pemilih, padahal semakin tua semakin realistis semakin sedikit pilihan.
Entahlah. Apa kabar 2019?
🪼

Janaina Medeiros
hello vonnie
Misplaced Lens Cap
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Game of Thrones Daily

Kaledo Art

roma★
YOU ARE THE REASON

#extradirty
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Not today Justin
Show & Tell
Three Goblin Art

Discoholic 🪩
Monterey Bay Aquarium
One Nice Bug Per Day
I'd rather be in outer space 🛸

blake kathryn

@theartofmadeline

seen from United Kingdom
seen from Serbia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Philippines
seen from Russia

seen from France

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from T1
seen from South Korea

seen from T1

seen from United Kingdom

seen from T1

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from France
seen from United States

seen from Mexico

seen from Malaysia
@avinanadhila
Pemilih
Susah.
Iya, sesusah itu kalau pilihan lo ga ada yang bagus. Ga ada yang sesuai standard. Gila ya. Makin ke sini makin jadi pemilih, padahal semakin tua semakin realistis semakin sedikit pilihan.
Entahlah. Apa kabar 2019?
Mengubah Paradigma Makan
Kemarin gw sempet nge-tweet.
“Mencoba untuk mengubah paradigma makan:
1. Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.
2. Makan tidak harus dengan nasi (putih).
3. Makan tepat waktu dan seimbang.”
Mengapa?
Karena sehari sebelumnya saya ikut #melingkar, pembahasannya tentang bagaimana keseimbangan adalah fitrah hidup manusia. Manusia terdiri dari tiga aspek: jasad, ruh dan akal. Ketiganya perlu diberi makan, yang tepat dan dengan bijak.
Selama ini fokus kita mungkin makan untuk memberi makan jasad. Pun makan jasad, banyak yang berlebihan (termasuk saya sih di kebanyakan waktu). Akhirnya, yang ada makanan bukan membawa sehat, malah membawa sakit. Seperti yang saya alami, hampir 100% waktu makan, saya memesan makanan berlebihan. Laper mata istilahnya, ga cuma dipesan, karena sayang mubazir akhirnya “terpaksa” harus dihabiskan. Haha. Akibatnya apa? Obesitas, kolesterol di atas normal, gagal tes kesehatan.
Sekaran berbicara soal makanan untuk ruh. Hal yang seringkali kita luput dan abai. Apa sih emangnya makanan ruh? Kalau orang beragama ya ibadah. Dzikrullah, mengingat Allah kalau dalam Islam. Caranya bisa lewat sholat, doa, puasa (ini juga secara ga langsung kasih makan ke “jasad”), dan mengaji. Pokoknya apapun yang membuat jiwa lo tenang. Sholat 5 waktu buat gw memang kewajiban, padahal kalo mau dilogika-kan itu adalah kebutuhan ruh untuk berkomunikasi dengan sang pencipta. Duh, selama gw sholat, kayaknya cuma bisa dihitung dengan jari berapa kali gw sholat yang benar-benar khusyu’, sisanya yaa sekedar “menuntaskan kewajiban”. Malu saya.
Lalu untuk akal, makanannya adalah ilmu. Banyak membaca, update ilmu pengetahuan, kuliah, seminar dan diskusi adalah beberapa caranya. Nonton dan mendengarkan informasi bermanfaat adalah cara lain. Biasanya nih “makanan” akal ini yang paling sering dilupakan karena ga ada jadwal wajibnya. Kalau makanan jasad, jadwalnya 3x sehari, makanan ruh sesuai dengan perintah agama masing-masing, nah makanan jasad ini yang seringnya kita lupa karena ga punya jadwal rutin.
Semoga kita bisa menjadi orang yang seimbang untuk memberikan makanan ke jasad, ruh dan akal kita ya :)
Favorite Sentences
A: Thanks for your talks as well, I would love to have another for sure!
B: See you in person!
telan saja
saya pernah punya cita-cita bekerja di perusahaan besar. ingin sekali mencicipi bagaimana rasanya menjadi “budak korporat” yang sesekali dapat tugas sulit nan banyak sampai lembur, lalu bisa misuh-misuh di media sosial tentang betapa rumitnya pekerjaan saya, betapa susahnya–sambil mengisyaratkan betapa hebatnya diri saya bisa mempunyai pekerjaan semacam itu.
selang dua tahun saya lulus kuliah dan bekerja, saya semakin sadar bahwa ternyata mengeluh tentang pekerjaan tidak elit sama sekali. norak dan malu-maluin malah.
“telen aja,” begitu pesan mas uta kepada kami adik-adiknya. di dalam dunia yang mengembangkan diri kita, baik sekolah, kuliah, maupun bekerja bahkan berkeluarga, selalu ada hal yang tidak enak, tidak sesuai keinginan dan harapan, tidak pas menurut kita. terhadap hal-hal seperti itu, kata mas uta, telan saja.
pertama, apapun pekerjaan yang kita miliki, sadar nggak sadar, pekerjaan kita juga adalah jawaban dari doa diri kita sendiri, diri yang sebelumnya. pekerjaan kita juga adalah buah dari upaya-upaya kita yang sebelumnya. misalnya, seseorang yang berprofesi sebagai dokter tentunya telah melalui pendidikan menjadi dokter. menjadi dokter itu doanya sendiri, hasil usahanya sendiri.
kedua, percayalah di luar sana ada banyak sekali manusia yang menginginkan, berusaha dan berdoa, untuk bisa memiliki pekerjaan yang kita miliki.
ketiga, daya juang dalam bekerja–dalam hidup–itu pentingnya luar biasa. setiap kali kita menelan ketidaknyamanan, kita sedang menjadikan diri kita lebih kuat, lebih hebat. tapi yang terutama, seharusnya ketidaknyamanan bisa menjadikan kita lebih bijak, lebih baik dan dewasa. masa iya daya juang kita segitu-segitu saja. di dunia ini ada banyak sekali orang yang tidak kunjung berkembang karena terhadap masalah yang segitu-segitu saja, cara dirinya merespon juga begitu-begitu saja. jangan jadi yang demikian.
keempat, menjadi bermanfaat itu artinya menyelesaikan masalah, bukan menjadi bagian dari masalah atau nambah-nambahin masalah. semakin banyak dan besar masalah yang bisa kita selesaikan, semakin bermanfaat diri kita artinya. kita bekerja, dibayar orang, intinya adalah untuk menyelesaikan masalah. itulah mengapa kita tidak boleh mengecilkan diri di depan masalah. yap, jadilah lebih besar daripada masalah yang ada!
kelima, diri kita di hari ini memang merupakan akumulasi dari diri kita yang sebelumnya. tapi, diri kita di masa yang akan datang ditentukan oleh diri kita di hari ini pula. semua prestasi kita di masa lampau, termasuk gelar atau di mana kita sekolah, hanyalah nilai yang berharga sesaat saja. saat kita ikut kontes mahasiswa berprestasi, misalnya. saat kita baru pertama kali mendaftar kerja, misalnya. kalau sudah bekerja, semua itu berkurang nilainya. yang terus bernilai adalah kecakapan nyata diri kita. plus, attitude bekerja kita, sikap dan perilaku kita.
keenam, prinsip ke-aku-an hanya boleh berlaku kalau kita sudah menjadi orang besar. definisi orang besar? silakan diartikan sendiri. yang jelas, masih muda begini, nggak perlulah kita gengsi apalagi malas untuk melakukan hal-hal yang menurut kita kurang berkelas. jadi, tinggalkanlah semua cara berpikir “ya kali gue bla bla bla”. anggaplah selalu bahwa diri kita ini masih belajar, masih remah-remah, masih belum ada apa-apanya.
disuruh nunggu dosen sampai bosen? telen aja. bikin laporan capek-capek eh cuma dibaca gitu doang? telen aja. udah gaya-gaya magang di perusahaan keren nggak taunya cuma disuruh motokopi? telen aja. harus kerja di pabrik, kotor-kotoran, becek-becekan? telen aja. intinya, terhadap apapun yang menurut kita nggak enak (apalagi yang enak), telen aja!
ketujuh nih, nggak ada pekerjaan yang remeh atau kecil. yang ada, orang yang melakukannya, yang meremehkan atau mengecilkan. segala sesuatu yang dikerjakan sungguh-sungguh selalu akan bermakna besar, dan sungguh-sungguh dapat membuat seseorang menjadi besar.
terharu nggak sih sama Allah. ada dosa-dosa yang hanya bisa terhapus atau terampuni dengan lelahnya mencari nafkah. jadi, kalau lelah bekerja atau berupaya apapun dalam hidup, ingat saja itu sambil tagih janjinya Allah. berdoa, minta diampuni dan dihapus dosa-dosa kita. bukannya misuh-misuh di media sosial. yang begitu, ternyata norak kan.
dan jangan lupa, telen aja. sambil ngetawain semuanya juga boleh. mendingan kita yang ngetawain hidup daripada hidup yang ngetawain kita. bersyukur dan berbahagialah!
Masih Tentang Tubuh
"Diet dikit dong, biar ada yang mau..." Ga se-ekstrim itu sih kalimatnya, tapi kurang lebih pesannya kayak gitu lah. Hmm, ga sedikit yang "mengingatkan" gw soal itu. Secara hingga detik ini, gw ga punya pacar atau calon suami, kebanyakan mereka (terutama keluarga gw) menyalahkan keadaan tubuh gw yang jauh dari ideal. Mungkin, bisa jadi... Secara laki-laki makhluk visual, keindahan tubuh pasti jadi salah satu pertimbangan. Sementara kondisi tubuh gw, jauh dari ideal, dalam arti berat badan yang BMI nya masih 31. Ideal BMI adalah 25, gw kelebihan 6 angka. Haha. Sejujurnya, gw selalu ngerasa minder kalo ada yang "mengingatkan" gw soal itu. Kayaknya gw ga berhak dapat pasangan yang oke kalau berat badan gw ga ideal. Yha, gitu deh.
"Dulu waktu kecil kamu yang dipakaikan sepatu sama Bapak, sekarang kamu yang memakaikan sepatu untuk Bapak"
Yang Kung (Bapaknya Bapak)
Pengingat
Entah kali ke berapa dalam hidup gw, tumbang karena kecapekan. Kombinasi perubahan cuaca dan perasaan yang naik turun juga jadi faktor kayaknya. Hari ini "divonis" dokter katanya ada radang. Pake fasilitas bpjs di puskesmas terdekat, akhirnya memutuskan balik lagi ke rumah. Istirahat. Lihat-lihat blog, Tumblr, baca sesuatu hal yang bermanfaat. Karena sakit itu sebagai peningat. Semua terjadi atas kuasa Allah swt. Umur manusia dalam genggamanNya. Jadikan setiap kesempatan untuk berbuat yang terbaik dan bermanfaat, sebagai tanda ke syukuran dan keberkahan. Semoga hidup kita senantiasa diliputi keberkahan selalu :)
Kalau beda pulau membuat kita rindu, belum tentu satu kota membuat kita jumpa. Kadang kita lupa, berjumpa itu tentang usaha, bukan tentang jauh dekatnya kita.
Ya kan? (via sundarirespati)
Selamat Kak Ilma!
Good news sometimes come with no prior notice…
Mengaku tipikal cewek teknik. Punya lingkar pertemanan mulai dari yang akrab, akrab banget, sampai lingkar pertemanan yang diklaim dalam diam bisa saling mengerti. Sempat sedikit goyah dengan pilihan karir setelah lulus Teknik Sipil (Manajemen Transportasi), akhirnya memilih bergabung dalam sebuah start up keren yang bekerja di bidang pengembangan individu dan organisasi. Kutu buku(nya Tere Liye). Membaca Fahd Pahdepie dan Tasaro GK. Mengapresiasi kemenangan-kemenangan kecil. Dia sudah menunggu hari ini tiba sejak… lama.
Tidak banyak yang tahu dia telah mengambil banyak pilihan yang berani, keluar dari kelaziman. Lulusan SMK. Masuk UI. Jurusan Hukum Internasional. Kalau ga salah inget, pernah mengajukan proposal skripsi tentang implementasi hukum ‘shipping’ internasional. Amanah. Matanya berbinar kalau ngomongin ide bisnis, apalagi wirausaha sosial. Postur striker, tapi kayaknya lebih sering jadi kiper. Menyicil Honda dengan uang pekerjaan sampingan dan lunas sebelum mulai skripsi. Terakhir ngobrol sebelum Ramadan, ndak ada nyinggung rencana menikah.
Keduanya tergabung dalam sebuah geng KFC Lenteng Agung yang telah mengaitkan satu pasangan lain beberapa tahun yang lalu. So, pasangan ini jebolan kedua. *apakah pasangan ketiga akan menyusul?
Selamat buat dua teman saya, Ilma dan Wahyu. Setelah ini Ilma ga dipanggil kak lagi sama Wahyu. Seingat saya kedua punya mimpi lanjut kuliah di luar negeri. Moga bisa berangkat berdua yah!
Kejadian hari ini… sebenarnya bisa diprediksi. Tapi emang mendadak, haha.
Well done!
Semoga selalu dikaitkan dan dijaga dalam curahan kedamaian, cinta, dan kasih sayang… di dunia hingga surga kelak!
Selamat @ilmaalya :)
Tentang Sekufu Sebuah nasehat yang "nyess" karena baru mengalami peristiwa yang berhubungan dengan ini. Hehehe. Semoga kita bisa ambil hikmahnya ya, aamin. Notes from Kak Alidina di Grup Komunitas Parenting IAIC
Tentang Politik
Mei 1998. Kerusuhan di Jakarta, tragedi Trisakti, Soeharto lengser. Gw masih ingat jelas kejadian gw dipulangkan dari sekolah tiba-tiba dan Bapak jemput gw. Di jalan tiba-tiba ribut, karena kerusuhan udah di mana-mana. Jakarta chaos. Sekolah diliburkan berhari-hari. Mulai saat itu, gw belajar tentang Politik. Gw belajar di Indonesia sedang terjadi perang rezim, dari otoriter ke (yang katanya) reformasi. Sejak saat itu gw mulai menghafal nama-nama menteri, nama tokoh politik, partai politik dan sebagainya. Gw mulai suka dan tertarik mendalami dunia politik. Kelas 3 SMP tahun 2004. Gw mulai kenal dengan profesi Diplomat. Dengan mantap dan yakin gw akan mengambil jurusan Ilmu Hubungan Internasional sebagai jurusan di kuliah kelak. Alhamdulillah tahun 2008 gw resmi terdaftar sebagai Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Sebagai anak Fisip, tentunya harus ambil kelas Pengantar Ilmu Politik dan Sistem Politik Indonesia. Gw jatuh cinta pada ilmu ini. Ilmu Hubungan Internasional pun sebenarnya berasal dari Ilmu Politik. Cita-cita menjadi Diplomat bergeser kemudian menjadi ilmuwan HI dan kemudian lebih spesifik menjadi ahli Ekonomi Politik Internasional. Namun, menjelang lulus, gw dihadapi dengan kenyataan realistis untuk mencari kerja. Sempat berpikir untuk menjadi salah satu Staf Ahli di DPR, tp pada saat itu memang tidak punya koneksi ke orang partai. Jadi cita-cita tersebut pupus. 2015, siapa sangka saya bekerja di institusi yang sempat saya pikirkan tahun 2012. Pada akhirnya bekerja di lembaga negara yang sangat politis membuat saya banyak belajar. Walaupun sesungguhnya pekerjaan saya tidak beririsan dengan para politikus secara langsung, paling tidak banyak pemahaman dan pembelajaran baru yang saya dapat tentang dunia politik. Bahwa dunia politik itu fluid, cair. Bahwa partai politik punya kekuasaan penuh dalam sistem demokrasi Republik ini. Bahwa representasi tidak serta merta dihasilkan dari proses yang benar dan baik, tidak semua hasil yang diinginkan rakyat akhirnya muncul di dewan. Bahwa uang adalah hal mutlak yang harus dimiliki jika ingin memasuki dunia politik. #catatanvotingpemilu 20 Juli 2017
Tanya Jadi Rasa - Vadi Akbar Suka banget sama liriknya dan video clipnya, ttg Jakarta. So humble :) Gw inget banget Vadi ini masih SD atau tk ya? Pas gw di SD Al-Azhar, kakaknya si Vidi kan emg udh sering tampil, cuma blm pernah denger suara Vadi. Keren euy, tante Beba, mamanya mereka berdua bisa mewariskan talenta musik luar biasa ke anak2nya. Oh ya, di antara Vidi dan Vadi kalo ga salah ada yang namanya Diva, dia juga udh main musik dari kecil. Keren!
Set Menu dr mba Nuri!
My Fitness Pal
Baru aja Update goals di salah satu aplikasi yang gw download karena rekomendasi dari mba Nisa. Ceritanya mau buat goal supaya BMI gw bisa jadi 25 (dari yg skg 33, duh). Disarankan asupan kalori gw 1.200 per hari. waduh, makan apaan itu 1.200 doang wkwk. Untungnya di aplikasi itu dikasih tips-tips yang mendukung program diet kita. Gw baru baca beberapa Tips yang bisa membakar 300 kalori dalam waktu 30 menit. Salah tiganya: Cycling, power swim dan main alat yang ditarik2 itu (gw lupa namanya wkwk). Anyway, doakan ya semoga aku berhasil menurunkan berat badan hingga BMI normal :)
Bagian terbaik dari mencintaimu adalah; aku tahu, aku mencintai orang baik, dan tidak pernah salah mencintai orang baik. itu tandanya aku masih bisa membedakan kebaikan dan keburukan. aku masih bisa memilih dan memilah. dan aku tahu mata hatiku masih bisa mengenali orang baik.
Sekalipun belum tentu cinta itu berbalas, setidaknya aku tidak pernah menyesal karena mencintai orang baik.
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
Oldest Child
Stay single until you find someone who takes responsibility for their actions. Someone who will admit when they screw up instead of trying to place the blame elsewhere or call you crazy for getting upset. Someone who owns their mistakes, apologize for them, and makes up for them.
Stay single until you find someone who puts in as much effort as you do. Someone who doesn’t expect you to do all of the work around the house and plan out all of the dates, even though you’re used to taking things into your own hands. Someone who gives you a chance to relax, because they see you as an equal not their personal maid/cook/pile of money.
-ThoughCatalog.com-
19. kebaikan laki-laki
kalau kita lihat, di dunia ini ada banyak sekali laki-laki yang baik. laki-laki yang rajin sekali ke masjid dan tekun sekali beribadah. laki-laki yang gigih sekali belajar dan giat sekali bersekolah. laki-laki yang begitu sungguh-sungguh bekerja dan menjemput nafkah. laki-laki yang sangat setia dan taat kepada kedua orang tuanya. laki-laki yang nyaris tidak punya catatan keburukan. kalau beruntung, kebaikan-kebaikan itu berkumpul di satu orang.
kalau kita pikir-pikir dan rasakan, mungkin ada laki-laki baik yang berbuat baik kepada kita (perempuan). menjadi sahabat dan mendengarkan seluruh keluh kesah kita. memberikan semangat setiap hari. mengantarkan kita pulang atau pergi. membelikan makanan saat kita sakit. mengirimi kita berbagai kado. menjadi orang pertama yang panik saat sesuatu tak baik terjadi kepada kita. menjadi yang paling penasaran atas tulisan kita atau karya kita. mungkin ada, laki-laki yang menyayangi kita.
tapi taukah kamu? sesungguhnya kebaikan laki-laki yang bisa terhitung oleh (ayah ibu) seorang perempuan hanyalah satu: melamarnya. kalau ada laki-laki yang mengaku memperjuangkanmu tapi tidak melamarmu, tidak menikahimu, percayalah bahwa perjuangannya belum penuh. sebaliknya, pun begitu. dia yang tidak (belum) berbuat apa-apa tetapi melamarmu, sesungguhnya dia telah melakukan segalanya.
sebab bukanlah perkara kecil bagi seorang laki-laki untuk meminta perempuan dari orang tuanya. tidak dua atau tiga kali dia bergelut dengan dirinya sendiri (terlebih dahulu). ada banyak risiko yang dia putuskan untuk ambil. ada sebongkah tanggung jawab besar yang tiba-tiba diangkatnya sendiri, hendak diletakkannya di pundaknya sendiri.
maka janganlah kita perempuan, yang belum menikah, terhanyut dalam kebaikan-kebaikan yang (masih) semu. maka tak perlu jugalah kalian laki-laki berbuat baik yang semu-semu itu. salah-salah malah ada harapan tidak perlu yang ikut tumbuh. pada suatu titik semua itu tidak penting. semua itu akan kalah dengan dia yang melangkahkan kaki kepada ayah.
maka janganlah kita perempuan, yang sudah menikah, iri dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukan para laki-laki lain kepada pasangannya. apalagi tergoyahkan kesetiannya karena ada laki-laki yang baik kepada kita. semua itu kalah dengan dia yang telah melangkahkan kaki kepada ayah.
karena ada banyak laki-laki baik, tetapi kebaikan laki-laki hanyalah satu. maka, hitunglah kebaikan yang satu itu–hitung baik-baik. :)