Sejak saat ini,
Idul fitri dan Idul adha tidak lagi sama
I'd rather be in outer space 🛸
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Cosimo Galluzzi

Andulka
tumblr dot com
Alisa U Zemlji Chuda
Stranger Things

Janaina Medeiros
No title available

Discoholic 🪩
almost home
KIROKAZE
d e v o n
Keni
RMH
styofa doing anything

PR's Tumblrdome

if i look back, i am lost

⁂
hello vonnie

seen from Japan
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Hungary

seen from Brazil
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
@ayua23
Sejak saat ini,
Idul fitri dan Idul adha tidak lagi sama
"Apakah ini yang namanya dibohongi hidup-hidup?". tanya mu dengan nada tidak percaya karena begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala mu saat ini.
Aku diam saja. Tidak merespon apapun. Yang aku tahu saat ini, aku hanya akan mendengarkanmu. Kamu tidak butuh jawaban atau bahkan pendapat apapun.
"Tapi, dia bilangnya sayang denganku, sayang anakku, berjuang demi keluarga." lanjutmu bercerita. "Nggk mungkin dia bohongi istrinya."
Aku masih diam.
Aku hanya mengingat bahwa dia dulu menikah dalam usia yang masih sangat muda. Dimana waktu seharusnya dia bisa menikmati dengan bebas dan belajar banyak hal. Tapi, hidup adalah takdir sekaligus pilihan.
"ternyata dia tidak benar-benar pergi bekerja." sambungmu lagi.
Kali ini air matamu mulai terkumpul di pelupuk mata.
"aku terlalu percaya, aku di rumah aja dengan anak. Kadang aku juga jenuh tapi gimana, aku mau cari kerjaan tapi aku belum bisa cari bekerja, anakku masih membutuhkanku." katamu lagi sambil kebingungan.
"jangan terlalu keras bicara, pelankan suaramu, kasihan nanti anakmu bangun." kataku.
"aku bodoh ya mbak? aku percaya penuh, aku pikir dia bekerja dengan baik selama ini, dia pamit pergi kerja, tapi....." katamu sambil menangis.
"waktu itu kamu masih usia muda dan masih labil. Kamu terlalu buta dengan bujuk rayu dan buaian kata-kata cinta." kataku.
lalu kamu terdiam. Berhenti menangis dan mengusap airmatamu. lalu berkata "Sebenarnya aku tau mbak, bahwa selama ini, dia (suami) tidak sepenuhnya menjalani pernikahan kami dengan rasa cinta yang penuh. Dia hanya terpaksa menikahiku karena anak kami, bahkan waktu itu dia tidak menginginkan anak ini. lalu dengan berjalannya waktu dia merasa sayang tapi, juga masih ingin bebas. Bekeluarga tapi masih ingin membujang. Aku pikir dia bisa berubah. Nyatanya tidak sama sekali."
"Apakah kamu sudah cukup tenang dengan menceritakan ini semua?" tanyaku
kamu tidak menjawab, kamu hanya mengangguk.
"Sekarang tergantung kamu. Kamu bisa memilih dan menentukan bagaimana hidupmu ke depan. Yang penting ada anakmu. Hidup bukan cuma takdir, tapi juga pilihan. Kamu yang merasakan, kamu yang menjalaninya."
"iyaa mbak, terima kasih." katamu sambil menutup kisahmu hari ini.
Kemarin,
untuk pertama kali, tamparan itu mengenaiku. kami berdebat untuk orang yang bukan saudara, bukan kerabat, hanya bertemu di perantauan.
Yang bertahan dalam pikiranku adalah orangtuanya, ayahnya, saudaranya, istrinya, anaknya. Sebagian mereka jauh, dekatpun, hanya diam dalam rumah. Apa yang terjadi dan apa yang dikatakan kadang jauh dari kata yang sebenarnya. Semua itu demi menjaga mereka yang tanpa sadar juga ternyata itu menyakiti oranglain.
Bagaimana bisa, apa yang dijaga, ditahan, dipendam, dipikirkan sebaik mungkin selama ini menjadi berbalik melukai diri sendiri.
naif, akupun tidak sempurna, banyak kekurangan dan kekhilafan. Ternyata lebih baik memang disakiti oleh orang asing daripada orang-orang yang ku kenal. Tapi, apa yang perlu dipertahankan di dunia yang temporer ini? Riuhnya tak akan pernah ada habisnya.
Malam ini aku mampir ke sebuah atm, ku lihat ada seorang bapak paruh baya sedang menunggu di samping motor. Beliau hanya berdiri dalam diam.
Aku masuk ke ruang atm, ku lihat lelaki bujang di atm sebelah, bertindik, berambut keriting, berperawakan tinggi dan kurus sedang mengotak ngatik mesin atm.
Sambil ku lirik, aku melanjutkan transaksiku sembari menutup pemencet tombol angka. Selesai urusanku, aku keluar lebih dulu.
Saat aku akan beranjak pergi dari parkiran motor, ku lihat lelaki bujang itu menghampiri Bapak paruh baya tadi sembari berbicara menggunakan bahasa daerah yang aku paham artinya.
" Atm a eror. Saldo jatun akan umay." ujarnya.
Bapak paruh baya itu merespon sambil mengangguk seakan percaya bahwa saldo tidak ada. Kemudian mereka berlalu pergi.
"Bang**t." kataku dalam hati. Aku kemudian sibuk memaki dalam hati, melihat kejadian ini. Tega seorang anak "meakal" orangtuanya sendiri. Dia bilang atm eror, padahal ku dengar jelas bahwa bunyi atm sedang mengeluarkan uang.
Sementara aku memaki dalam hati, bersamaan juga sibuk pikir otakku mengatakan bahwa itu bukan urusanku. Ya betul, tapi aku tidak tega melihat raut wajah Bapak paruh baya tadi.
*Bu***, tamb**, a*u" sudahlah keluar semua.
Dalam perjalanan pulang aku cuma terdiam. Lalu hatiku berkata segala sesuatu yang terjadi ada AmpunNya. Kita hanya lelakon saja di masing-masing cerita kehidupan diri sendiri di dunia yang fana ini. Tidak mungkin segala sesuatu luput dari PandangNya, bagaimanapun, segala sesuatu kebaikan atau keburukan yang terjadi.
Capek otakku sudah overload hari ini.
22.32 WIB
Najib dan Mussa bepergian untuk melintasi pegunungan sepi dan berangin kencang. Tiba-tiba Najib terperosok ke dalam sungai berarus liar. Tanpa ragu Mussa melompat dan menyelamatkan temannya. Keduanya saling peluk sambil meneteskan airmata syukur.
Najib menyuruh pelayannya mengukir kata-kata berikut pada sebuah batu :
"Pengelana, ketahuilah bahwa di sini Mussa dengan gagah berani menyelamatkan nyawa sahabatnya, Najib."
Tahun-tahun berlalu mereka melalui jalur yang sama. Entah berawal darimana keduanya berdebat mengenai hal sepele. Dikuasai marah Mussa memukul Najib hingga jatuh tersungkur. Najib berdiri dan menatap sahabatnya sejenak, lalu ia menulis kata-kata berikut di atas pasir:
"Pengelana, ketahuilah bahwa di sini Mussa setelah mempertengkarkan hal sepele, mematahkan hati sahabatnya, Najib."
Pelayan Najib bertanya, " Tuan, anda menorehkan catatan kepahlawanan sahabat anda di atas batu, tapi mengapa menuliskan kasarnya perbuatan di atas pasir?".
"Kenangan akan kebaikan sahabatku dan pertolongannya yang gagah berani akan selalu ku hargai dan ku simpan dalam hatiku. Tapi, cedera yang ia akibatkan padaku, ku harap akan memudar dari ingatanku bahkan sebelum kata-kata itu memudar dari permukaan pasir," jawab Najib.
Jadi, menurutmu rejeki itu apa?
Rejeki itu banyak macamnya. Salah satunya adalah bertemu dengan orang-orang baik dalam kehidupan kita juga merupakan rejeki.
Karena perbuatan baik itu membuat hati terus ingin berbuat baik juga.. mau meneruskan jua ke orang-orang yang lain.
Ikatan seperti ini yang sangat dibutuhkan dalam hidup karena kalau sudah tiada, yang tersisa hanya kenangan tentang apa yang pernah dilakukan. Jasad pun sudah menyatu dalam bumi.
Perkara ada niat baik tapi belum terlaksana saja, sudah tercatat pahalanya apalagi yang sudah kita lakukan.
Makanya terkadang bisa juga terjadi "mendapat rejeki yang tidak pernah disangka-sangka" merupakan bentuk dari kasih sayang Tuhan karena kita sudah memberikan "kasih" juga ke orang lain.
Kita kadang juga bisa tanpa sadar, bisa sangat diingat oleh orang lain, karena apa yang pernah kita lakukan untuk kehidupannya meski hanya sekadar nasehat atau saran atau pendapat yang kita pikir tidak bisa membantu apa-apa padahal waktu itu, hanya itu lah yang oranglain butuhkan. Apalagi yang memang jelas kita lakukan. Tapi, berilah tanpa tangan kiri yang melihatnya. Berilah terus tanpa berpikir aap yang akan kita dapat setelahnya. Berilah terus sebagai bentuk syukur atas kasih sayang Tuhan terhadap diri kita jadi, tidak ada terbesit dalam hati akan imbalan dari manusia.
Lakukan itu terus menerus sebagai bentuk dari rasa kasih dan syukur terhadap apa yang Tuhan lakukan dalam hidup.
Meski, kadang bisa disakiti, dikhianati, di dzalimi, jangan biarkan hati dan pikiran terfokus ke arah luka dan rasa sakit yang pernah kita alami.
Pikirkan dengan hati yang paling dalam, fokus dengan orang-orang baik, dengan perbuatan baik yang pernah, yang sedang kita alami, dengan kebaikan orang-orang dalam hidup kita, terutama yang penting dengan Kasih Sayang Tuhan terhadap kita.
Kalau sudah merasakan kebaikan itu maka teruskan lah kebaikan itu ke orang-orang lain dan dengan sendirinya kebaikan itu akan kembali lagi karena Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Jangan pernah dengan mudah beranggapan tentang kehidupan oranglain.
"Oh..kamu sih enak kerja di anu.. gaji bla..bla.. kerja suami istri.. nah nyaman kaya itu hidup.."
circle pernyataan kayak gini paling banyak malah sering ditemui di kalangan yang terdekat, nggk peduli latar belakang kehidupan pendidikan, sosial, dan tempat tinggal.
Kita punya akal dan adab sebelum bicara.
Orang berpenghasilan itu karena bekerja. Karena berusaha.
Perkara bekerjanya seperti apa, sesulit apa, tantangannya apa.. orang nggk tau.. Tahunya cuma komen urusan gaji sekian..sekian..
Ngana pikir.. buat dapat penghasilan itu kek metik daun doang? Ngana pikir hidup di perantauan nyaman? Ngana kan nggk pernah tau tentang keperluan orang lain..
Banyakin sabar dan banyakin bersyukur.. serta jaga kewarasan biar tetap stabil..
Nama nya juga hidup. Kadang bs "sederhana", kadang juga tidak "sesederhana" itu.
Tapi, yang namanya sabar perlu dilatih terus menerus.. bukan hal yang mudah mengalahkan ego sendiri sbg sulung yang terbiasa berjuang lebih..
Kadang.. kapan ya? bisa ngk ya? pengen bangettt.. wajar .. manusiawi..
Kalau dipikirkan sendiri kembali.. alhamdulillah.. suami sehat, Ibu sehat, adik-adik sehat, kawan-kawan (seperti keluarga) yang benar-benar hadir dalam perjalanan hidup sehat, diberikan keberkahan, dan semuanya dalam keadaan yang baik-baik saja..
Lenyaplah semua pertanyaan kapan, bisa ngggak, pengen bangeet..
Well, at the end...
Tuhan Mahu Tahu untuk segala perasaan yang tidak bisa diungkapkan and I'm just human.. I'm not perfect...
May Allah always guide me and make me strong to continue this temporary life in dunya, to be HIS servant, to do good deeds.. to giving hand.. to help many- many more people..
Welcome, 29 years old
"Bermanfaat untuk sesama"
June, 23, 2022
Kenapa..
aku harus terlalu peduli dengan kalian? bersusah payah mencari cara agar bisa membantu kalian.. berusaha semaksimalku agar kalian bisa.. agar kalian mampu.. agar kalian senang... agar terwujud apa-apa yang menjadi cita-cita kehidupan kalian di masa depan.
kenapa..
aku harus memikirkan kalian di jam-jam luar pekerjaan.. tentang apa yang kalian jalani dalam keseharian ... tentang bagaimana orangtua memperlakukan kalian.. tentang bagaimana agar bisa membantu kalian..
kenapa..
aku harus mengingat kalian.. menceritakan hari-hari bersama kalian.. mengingat setiap momen bersama kalian dalam satu hari.. memasuki kehidupan kalian dengan cerita kalian padaku
kenapa..
aku harus merasa bertanggungjawab .. memikul beban.. yg sebagian besar yang sama sepertiku sudah bersikap acuh dan masa bodoh terhadap kalian.. pintar tambah pintar.. bodoh tambah bodoh...
kenapa ...
aku harus menangis .. atas sikap kalian padaku.. atas ketidakpedulian diri kalian sendiri dengan ketidaktahuan .. atas sikap acuh dari orangtua kalian bahwa pendidikan tidak begitu penting dan peran mereka juga memiliki andil bagi kehidupan kalian di masa depan..
kenapa..
setiap kali perasaan ini datang tumpah ruahlah airmata segala emosi rasa marah rasa sayang rasa ingin membantu tapi tidak ada kesadaran dalam diri kalian mau dibantu..
aku hanya bisa diam
Sebelas tahun yang lalu.. aku berada di posisi yang sama. Saat itu langit seakan runtuh.. jiwa rasanya hilang sebagian..
masih teringat persis setiap detail kejadian saat itu
Aku menjadi rapuh serapuhnya.. aku mempertanyakan kenapa ini kenapa itu dengan Tuhan seolah aku berusaha mengelak apa yang terjadi.. Bilang nggk adil.. kenapa harus pergi secepat itu..
Sejak saat itu aku berusaha sekuat tenaga berjalan meski tidak mudah.. perlahan lahan.. merangkak mulai lagi belajar berjalan.. jatuh.. bangun lagi.. jatuh.. bangun lagi.. begitu terus.. sampai akhirnya berada di tempat aku berdiri sekarang setelah melewati semua banyak hal dalam perjalanan..
Apa yang aku minta dari Tuhan? Indinash sirothol mustaqim.. tunjukkan kami jalan yang lurus.. Bahwa Tuhan Maha kuasa atas segala sesuatu maka kuatkan diri yang rapuh ini.. karena utk sedikit hanya berbelok dari jalan yang lurus sangatlah mudah namun, bertahan di jalan lurus penuh dengan perjuangan..
Tuhan tidak menjanjikan semuanya mudah tapi Tuhan akan selalu menemani setiap perjalanannya..
Sampai akhirnya aku menyadari bahwa apa yang terjadi ternyata adalah yang terbaik dari Tuhan. Jika itu semua tidak ku lalui bagaimana mungkin aku bisa sejauh ini melangkah..
Apa arti cinta dari diriku yang rapuh dibandingkan Cinta dari Tuhan? Cinta dari Tuhan yang membawanya pergi utk menemui Tuhan dengan cepat.. Tuhan lebih mencintanya daripada aku.. Ikhlas.. lega.. sabar.. dan kuat.. karena dia berada disisi Tuhan..
Semuanya berjalan sesuai ketentuanNya tapi, memang semua kesalahan saya. Saya yg salah. Saya pernah berjalan tertatih belajar perlahan untuk datang padaNya. Dia Maha Tahu tentang saya maka Dia berikan apapun beratnya, Dia tahu saya mampu. Setiap perjalanan yang saya tempuh, Sesulit apapun Dia selalu ada. Tapi, saya kdg lupa bahkan bisa menjauh perlahan. Semua salah saya. Mungkin saya harus coba utk punya rasa sabar yang lebih.. saya harus melapangkan dada saya.. saya harus tidak banyak bicara.. saya harus belajar lebih ikhlas lagi.. saya harus banyak lebih sabar.. saya belum lebih sabar.. Banyak hal yang luarbiasa pernah saya alami dengan begitu berat tapi Dia Maha tahu bahwa saya mampu melewatinya.. Hari ini saya merasa sangat bersalah... menyalahkan diri saya sendiri.. mungkin saya yang belum siap.. tapi bagaimana mungkin jika hanya saya sendirian yang berusaha mendekat denganNya..
Bahwa aku yakin Tuhan selalu bersamaku. Dalam berbagai keadaan yang akan menguatkanku. Yang tidak pernah meninggalkanku. PadaNya, satu-satunya, aku memohon segalanya. Ada rasa takut tapi Ada Tuhan yang menemani setiap waktu. Hanya DIA lah Tuhan yang patut disembah. KepadaNya lah semuanya akan kembali.
"Bahwa rejeki itu tidak selalu berbentuk materi. Tetapi kehadiran orang-orang baik yang memberikan kebaikan pula adalah rejeki dari Tuhan. Semoga kebaikan apapun bentuknya yang telah mereka tebarkan akan dilipatkan gandakan oleh Tuhan kebaikan yang berbalik ke kehidupan mereka semua. I do remember you, one by one. Alhamdulillah. Thank you. "
aku hanya ingin menitipkan pesan katanya..
saat pintu itu kamu mulai buka.. kamu harus bersiap dengan segala keadaan ke depan. Apa yang akan kamu temui mungkin lebih banyak melatih kesabaran dan berusaha lah untuk tidak pernah luput mengucap kata syukur.
Saat mengatakan iya pun, maka ingatkan dirimu sedari awal bagaimana semuanya Tuhan telah gariskan. Tidak ada perjalanan yang mudah, bukan? Toh kamu juga sudah menyadari dengan semua yang telah kamu lalui. Tapi, ada satu hal yang pasti.. Maa wadda'aka robbuka wa maa qolaa, Ujiibu da'watad-daa'i izaa da'aani.
Semuanya itu proses. Hidup pun sebuah proses belajar yang panjang sampai mati. Berusaha lah.. apapun yang terjadi.. wa izaa sa'alaka 'ibaadii 'anni fa inni qoriib. Just remember no one is perfect and nothing will last forever. Indeed we belong to Allah, and indeed to HIM we will return.
Barangkali benar.. terkadang kita bisa terlihat begitu menyedihkan di hadapan harapan-harapan meski jangan sampai kita tidak memiliki harapan.
Ada do'a yang selalu dimunajatkan setiap kali sujud untuk segala bentuk keberkahan.
Memelas belas kasih Tuhan terhadap hambaNya yang hina berlumur dosa ini.
Tiap kali sujud rasa hati pedih teriris karena ketidakberdayaan dan ketidaksempurnaan diri.
Setiap kali doa yang terucap adalah untuk kedua orang tua dan untuk seseorang kelak yang menjadi surga dari pengabdian seorang perempuan.
Bagi perempuan ketika menikah nanti maka surgaNya ada pada suaminya kelak. Pengabdiannya berpindah kepada suami tanpa meninggalkan orangtua.
Tiap kali sujud.. aku mendoakanmu agar senantiasa diberkahi rejekinya.. diberikan kemudahan dalam bekerja.. dilindungi dimana pun berada..
Malam ini pun sama. Akan terus sama pada malam berikutnya.. doaku sama..
" Nggk apa-apa. ini belum seberapa. " katanya sambil menepuk dadanya sendiri yang sesak.
"paksa aja makan meskipun ngk nafsu. Paksa aja meskipun ujungnya pikiran jua yang buat asam lambung naik. Paksakan aja. Nggak ada cara lain agar terus kuat bertahan."
Seolah-olah semuanya kesalahan berawal dari dirinya sendiri dan rasa terpojok jadi membuatnya makin ingin menjauh melarikan diri.
" Nggak apa-apa. Dasar Payah.. Dasar lemah.. cengeng!!!!." katanya sendiri dalam hati.
Tidak terhitung berapa lama dia bertahan, kadang seolah-olah sesak menghujam jantungnya. Membuatnya rasa ingin seketika berhenti bernapas tapi, dia harus terus bertahan sekuat dan semampu yang dia bisa. Demi orang-orang terkasihnya. Tidak terhitung berapa lama dia menyimpan semua bebannya sendirian.
Tanggal 18 Juni 2020
Ayu ariska
It is not gonna be easy, but it will be worth it for us. We both through the hard way for our own life before we met. I will always hold your hand and never let you go. I try my best for you and you try your best for me. We won't give up each other. Oh Mahiya..