Aku Berjalan Perlahan, Tapi Tidak Pulang
kok hidup rasanya kayak lomba lari
tapi garis finish-nya nggak pernah kelihatan.
setiap hari bangun dengan versi diri yang sama:
yang masih belajar ikhlas,
dan masih belajar nerima kenyataan
kalau tidak semua doa dijawab secepat yang kita mau.
bukan karena bahagia sepenuhnya,
tapi karena capek menjelaskan
kalau aku baik-baik saja padahal sebenarnya enggak.
aku pernah berharap dimengerti
tanpa harus menjelaskan panjang lebar,
dipeluk tanpa harus minta,
dan diyakinkan tanpa harus membuktikan apa-apa.
tapi hidup nggak selalu ramah.
ada hari-hari di mana aku ngerasa sendirian
bahkan di tengah keramaian.
yang cuma diisi obrolan aku dengan pikiranku sendiri.
bertahan itu bukan berarti kuat setiap saat.
bertahan itu kadang cuma soal
meski besok masih belum jelas.
kalau semua yang aku lalui
meski sekarang belum aku pahami.
kalau suatu hari aku lelah lagi,
bahwa aku pernah sejauh ini.
dan itu saja sudah cukup untuk dibanggakan.
aku nggak harus menang hari ini.
bahwa esok mungkin akan sedikit lebih baik.
for myself thank you for not giving up today.