awal mula
cinta itu awal mengenalnya bukan hanya ketika merasa paling istimewa dengan keadaan yang saling membalas rasa pada usia remaja.
cinta itu bisa di temukan awal mula menangis setelah susah payah ibu mengeluarkanmu dari ruang perut yang amat dijaganya.
tubuh mungil yang sudah berhasil keluar di sambut hangat lalu di do’akan sebaik-baiknya agar kelak menjadi bisa bestari.
itu semua menjadi awal mula cinta dan juga harapan-harapan yang dilayangkan lewat do’a.
tak banyak yang sadar, bahkan diripun seringkali heran ternyata hari ini sudah masuk belasan hingga puluhan tahun di bumi.
banyak tempat, banyak manusia dengan ragam pemikiran canggihnya membuatmu menemukan hal-hal yang seringkali dikaitkan dengan cinta hingga lupa punya logika.
masa remaja ketika merasa cinta itu sangat indah padahal hanya euforia hingga kau sangat terpana dan jatuh jauh kedalam sana.
baiknya jika kau mengerti bagaimana caranya agar bangkit, namun sialnya di usia remaja kau terlalu larut hingga lupa dimana letak pintu masuk utama agar bisa keluar dari jebakan sana.
tak masalah, salah ini juga bagian dari proses agar kau bisa lebih lihai memahaminya dan kembali ketika sudah waktunya.
aku juga pernah merasakannya, bahkan kadang berpikir bahwa ini adalah kebodohan terkonyol yang ingin di lupakan menggelikan ketika di kenang.
memang, awal mula mengenal cinta ketika remaja rasanya paling istimewa, apalagi dipertemukan dengan dia yang benar-benar sesuai imajinasi kita.
hal yang menyebalkan adalah ketika harus berhadapan dengan perpisahan yang tiba-tiba. isi kepala bertanya bagaimana bisa aku mempertahankannya?
sedangkan ia, tak memikirkan itu juga.
ah pikiran tentang “bagaimana agar kita bertahan?” pun tak akan berhenti sampai disitu. semakin jauh perjalanan semakin sering pikiran cara bertahan ini datang.
mulai dari bertahan hidup, bertahan dari lingkungan toxic, bertahan dengan siapa nantinya, dan kenapa pilih bertahan?
tanpa sadar cinta yang darimana saja bisa menghilang tiba-tiba. bahkan rasa cinta ke diri sendiri bisa lenyap seketika.
mau bagaimana lagi jika tidak di hadapi, bisa dengan cara bertahan pada tempatnya agar sedikit lega baru menemuinya. karena kau tidak harus selalu menghadapi dengan buru-buru hingga semua bisa terselesaikan.
awal mula tumbuhpun perlu di sertai dengan perjuangan agar bisa bertahan sejauh ini.
terima kasih sudah terus tumbuh menemani tubuh. tahun-tahun merasa lelah mulai menghujam. wajar kalau kamu lelah. aku tak ingin memberikan nasihat yang panjang, sebab bagaimana kamu dengan tubuhmu hanya kaulah yang berhak tahu dan menentukan.
di awan, juli 2020














