
ellievsbear

Origami Around

if i look back, i am lost
Sade Olutola
YOU ARE THE REASON

No title available
🩵 avery cochrane 🩵
tumblr dot com
he wasn't even looking at me and he found me
macklin celebrini has autism
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
we're not kids anymore.
hello vonnie
art blog(derogatory)
h

tannertan36
Three Goblin Art
almost home
Peter Solarz
Not today Justin
seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Ecuador
seen from France

seen from Singapore

seen from T1
seen from Mexico

seen from T1

seen from Russia
seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from India
seen from T1

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from T1
seen from Malaysia
@balalalabililili
Aku sangat mencintaimu, tapi aku tau cintamu jauh lebih besar bahkan tanpa kamu katakan.
Aku mencintaimu teramat sangat, hingga yang ku mau hanya bahagiamu. Hingga aku selalu berdoa semoga kau mendapatkan seseorang yg jauuuuh lebih baik dariku. Aku mencintaimu teramat sangat, hingga aku tau makna mencintai tak selamanya harus bersama. Terima kasih. 💕
Teruntuk Bapak, anakmu sangat rindu Pak. Semoga Bapak disana bahagia bersama segala amal baikmu ya Pak. Semoga Allah menempatkan bapak di tempat terbaik di sisiNya. 🥺🤲🤗
Aku mencintaimu teramat sangat, dan aku bersyukur memilikimu.
Kamu adalah luka yang hebat menyembunyikan kebohongan.
Malam malam begini aku sering menangis sendirian, aku tak tahan menahan rindu yg sering kutampung sendirian.
Dia memegang tanganku, menahanku pergi lalu berkata "bisakah kau memberiku kesempatan kedua?"
Sembari memandang kedalam matanya, hatiku dan otakku merajuk ingin mengumpat kenapa ada kesepakatan mendadak ini, kukatakan "kau meninggalkanku sesukamu, dan kini kau ingin kembali sesukamu. Kenapa kau mengambil lalu mengembalikanku seperti barang obral? ..."
Dia memanggil namaku... "Nit..."
Belum sempat kubiarkan ia melanjutkan kata-katanya,
"kenapa kau harus membodohiku?" Lanjutku
"aku mencintaimu" cegatnya menghentikan kata-kataku "aku mencintaimu, aku serius." Matanya berkaca-kaca.
Kupegang dadanya, hatiku ikut bergetar "AKU TIDAK MAU CINTA ITU LAGI" Kataku sambil meninggalkannya pergi. Tak terasa air mataku luruh, setelah sekian lama menahan air bah yang memaksa untuk ditumpahkan. Aku pergi, meski aku sangat merindukannya.
Do you have the courage to make the decision you really know you should make? You have a great sense of duty, but are you happy?
A difficult decision has to be made - have courage and you will achieve emotional happiness.
The likely outcome, A period of dramatic change and upheaval - however this period of change will herald a new beginning.
It is time to re-evaluate. Sometimes, as difficult as the disappointment has been to take, change can create new possibilities you never dreamed of.
Kalaupun aku sudah menjadi mawar layu
Yang terus saja mengingatkanmu pada sendu dan pilu
Tidak mengapa,
Kuharap suatu saat ketika kehidupan ini harus kutinggalkan
Aku dapat dengan indah tenggelam
Seperti senja yang paling dirindukan
FA
Kita membuat janji kencan malam ini
Pukul tujuh lebih tiga tepat
Di tanganmu seikat kembang merah menyapa
Dengan aroma hari ketujuh
Aku datang membawa segala yang purba
Tiga lembar puisi Sapardi
Dan ekstrak bau parfummu
"aku beli yang murah dekat alun-alun" katamu
Dan di jalan itu pula kau pernah tak menepati janji
Sepotong martabak menggantung di langit
Kau menyebutnya bulan
"aku selalu" katamu "mengusap air mata dengan parutan coklat keju"
Aku tertawa, kita tertawa
Margarin dari atas sana merembes di dadaku
Kita mulai membuka album foto, penuh sesak
Es krim meleleh, tiket nonton
Deret-deret kursi epicentrum
Air mancur depan masjid
Buku-buku Pramoedya,
dan ceritamu bersamanya yang tak pernah usai
Semua sudah dimuseumkan sejak semula
Pukul tujuh lebih tiga
Tidak pernah ada yang genap
Diantara kita berdua
Aku pernah sangat terluka, bahkan bagiku itu adalah momen termenyakitkan karena susah sekali menghilangkannya dari otakku. Aku selalu teringat betapa menyakitkannya ketika seseorang yg sangat aku kasihi memilih pergi mengorbankan perasaanku untuk menjaga perasaan wanita lain. Aku masih ingat betapa sakitnya meredam ego menahannya tetap tinggal, meski akhirnya ia tetap pergi. Ia memilih menepati janjinya pada wanita lain, dan menganggap remeh janjinya padaku.
Aku sangat kecewa, sangat. Tak pernah aku sekecewa waktu itu. Malam sebelum esok ya ia berangkat aku masih berdoa dan berharap ia tak benar2 berangkat. Karena aku tau, jika ia berangkat aku akan susah sekali memaafkannya. Ternyata benar, hampir 2 tahun berlalu. Rasa sakitnya masih seperti malam itu.
Orang lain mungkin menganggapku berlebihan, memaafkan sekali saja apa susahnya? Andai mereka berada di posisiku kala itu. Aku yg menjaga persahabatan bertahun2 dengan menahan perasaanku, akhirnya mengalah dan mengungkap rasa juga. Aku tak mau persahabatanku rusak, ia satu2nya orang yang ada kala itu, aku benar2 tak ingin kehilangannya. Aku memutuskan menerima perasaannya, mempercayainya lebih dari siapapun, meyakini bahwa sahabatku takkan pernah menyakitiku. Ternyata aku salah, pemahamanku dengan cepat sekali ia patahkan. Hatiku seketika ia hancurkan, berserakan. Bahkan sampai saat ini tak pernah utuh? Berkali2 aku mencoba memaafkan, lagi2 teringat bagaimana ia mengorbankanku kala itu. Tak peduli perasaanku sama sekali. Bagaimana caranya aku memaafkan dan melupakannya? Sementara hati saja aku tak tau ada dimana. Pecahannya masih tak pernah utuh seperti dulu. Bagaimana bisa hatiku ditempati orang lain.
Aku tak mengharap siapapun memahamiku, aku mencintainya tp aku tak mampu memaafkan apa yg pernah dilakukannya padaku. Aku tak peduli orang lain menganggapku tega atau jahat. Mereka hanya tak merasakan apa yg aku rasakan. Tak mengerti sakitnya dihianati sahabat sendiri, dikecewakan amat sangat oleh lelaki yg dipercayainya lebih dari siapapun. Bahkan tak ada yg memelukku dan mengusap air mataku. Tapi mereka sibuk menilaiku "tega dan jahat". Aku tak pernah benar-benar sembuh.
Berjalan bersamamu, saling menggenggam jemari, lalu kita berteduh di bawah pohon tua, yang jauh dari riuh kota dan asing dari percekcokan manusia. aku ingin tua dan mencintaimu dengan sengaja.
Ada yg ngajak menikah, ada yg ngajak jadi selingkuhan.
Ada yg tiap hari ngajak nderes dan hafalan, ada yg sukanya ngajak ngamar.
Ada yg memperjuangkan mati-matian, ada yg menjadikan pilihan kedua.
Ada yg selaku menuntut dan menyalahkan, ada yg selalu sabar dan bisa diandalkan.
Akan selalu ada bermacam2 laki2 di bumi ini, kurang lebih contohnya bertype seperti itu. Tanpa nanya ke siapapun, kamu pasti tau kan mana yg harus dipilih dijadikan teman berjuang seumur hidup?
Aku tidak perlu pengakuan apapun dari orang lain. Tidak perlu pengakuan dari siapapun seperti "kamu teman yg baik", "kamu sahabat terbaikku", "kamu orang penting dalam hidupku", "kamu hebat", dll...
Bagiku, segala yg kulakukan adalah atas persetujuan akal sehatku. Lagi pula aku adalah apa yg mereka pikirkan, dan aku tak akan mampu merubah pemikiran orang.
Kenapa rasanya semenyakitkan ini? Segala hal nampaknya tak pernah tepat waktu bagiku. Bagaimana lagi-lagi aku berada diantara? Sementara maju atau mundur tak pernah menjadi pilihanku. Yah, aku tak mampu memilih salah satunya. Kenapa tiba-tiba hatiku terasa sesakit ini? Jika kemarin-kemarin aku baik-baik saja, lantas kenapa sekarang begini? Aku tak punya hak untuk merasai apa-apa. Aku hanya raga yang rasanya dirampas namun tak boleh memberontak. Sudah tau aku akan mati, hilang bahkan akhirnya terbunuh aku tetap berdiri dengan bibir yang dipaksa takdir selalu tersungging. Menyedihkan, dengan alasan "tak mau menyakiti siapapun" aku merelakan diriku terluka. Entah, di antah berantah bagian bumi mana aku. Hilang arah, diantara berapa banyak kecewa yang ditumpahkan makhluk bernama manusia aku terpasung. Aku tak bisa bergerak, tak mampu kemana-mana. Untuk malam ini, biar ku tumpahkan segalanya.
Aku mencintaimu, tapi menyemogakanmu aku tak pernah bisa.