Semakin kuat hatimu menahan untuk tidak mengungkapkannya. Semakin deras air mata berderai tak tertahankan.

JBB: An Artblog!
Claire Keane
Sade Olutola
No title available
styofa doing anything

Origami Around

⁂
YOU ARE THE REASON

pixel skylines
No title available

titsay
Three Goblin Art
No title available

@theartofmadeline
Cosmic Funnies
Jules of Nature
TVSTRANGERTHINGS
Xuebing Du
tumblr dot com
$LAYYYTER

seen from Germany
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from Netherlands

seen from Türkiye

seen from Spain

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Hong Kong SAR China

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Indonesia
@barukemarin
Semakin kuat hatimu menahan untuk tidak mengungkapkannya. Semakin deras air mata berderai tak tertahankan.
Sudah Berlalu
Cerita tentang dia, semua sudah berlalu. Terlampau jauh aku tinggalkan masa-masa itu. Masa disaat aku merasa ujian hidup adalah beban. Ujian skripsi adalah tanggungan. Terlebih ujian perasaan adalah penyesalan tiada akhir. Yaah, aku pernah menyesal karena menaruh perasaanku padanya, meski aku sendiri tidak tahu dimana dia letakkan perasaanku dalam hidupnya.
Tapi semua sudah berlalu. Berlalu dalam hitungan jutaan detik bahkan lebih. Saat ini, aku sudah lebih siap dari sedia kala, siap untuk menyongsong masa yang baru, moment yang baru, dan ujian yang baru. Mungkin hanya sesekali tersenyum getir jika ada yang mengingatkanku tentangnya. Entah itu dari celetukan sahabat atau bahkan pertanyaan retorika dari saudara dekat yang menurut mereka itu menggelitik dan layak sebagai cerminan kedepan. (Wajarkan?)
Entahlah, cinta macam apa yang layak jadi cerminan jika dan hanya jika, muncul sebagai janji-janji manis belaka. Tapi aku masih percaya cinta. Percaya dengan cinta yang tidak biasa seperti dulu. Yang dulu sudah berlalukan...
Cinta, memang perlu diperjuangkan. Apalagi jika cinta itu masih jauh dari kata halal. Jangan sampai berhenti ditengah jalan hamya karena ujian dan hambatan, maju saja dengan segala kepastian dan keyakinan. Dengan syarat, cintanya harus ada dibawah naungan Sang Maha Kasih. Supaya tidak salah jalan.
--lalu bagaimana kamu bisa keluar dari masa lalumu itu?--
Aah mudah saja, cukup sibukkan diri dengan hal-hal positif, kadang sampai aku lupa pernah ada perasaan yang menggerogoti nafsuku. Dan yakinkan saja, suatu saat akan ada keajaiban Sang Kholik yang turun ke muka bumi tepat dihadapan kita...
;contohnya kamu.
Kaya ada yang narik buat balik lagi kesini, tapi apa ya...
Mungkin semacam rindu 😀
Assalamualaikum. Sil, kemana aja? Gak pernah nongol lagi. Rasanya kayak kehilangan satu temen baik. Haha. Lebay. Ini lagi pengen nyapa aja. :)
Wa'alaikumussalam warahmatullah...Hehe. Iya niih, lupa segala2, yang jelas sih pernah lupa password. Hahaha... Mau memulai lagi niih, insya Allah... (Apa?) Wkwk
Hujan Pertama di Bulan Rhamadhan
Alhamdulillah wasyukurillah... Allahumma syayyiban naafi’an... segala puji bagi Allah yang telah menurunkan ramat dan nikmat hujannya di bumi sore ini. Aroma tanah kembali menyeruak penciumanku setelah sekian hari (hampir seminggu lebih) tak turun hujan. Panas, gersang, dan berdebu menjadi keluahan terdahsyat saat itu. Belum lagi tanaman yang mesti disiram, air kolam yang harus tetap terjaga agar tidak terlalu banyak yang menguap, juga persedian air tanah yang mesti ditampung untuk kepentingan sehari-hari
Bertepatan dengan bulan ramadhan ini, semoga Allah senantiasa melipat gandakan pahalanya. aamiin...
ada tradisi baik yang menjamur dikalangan umat muslim, “kalau hujan turun, banyak-banyaklah berdoa, karena saat-saat sepertu bagian dari waktu mustajabnya.“ dan aku tidak ingin melewatkan waktu ini dan itu.
kiranya Allah, membimbingku selalu di jalan hijrah ini, meneguhkan hati dan imanku pada agama-Nya, karena sungguh aku sudah lelah dan pernah merasakan bagaimana sakit karena jauhnya dari syariatMu dan mengabaikan semua perintahMu, padahal aku sendiri tahu bahwa itu “dosa“. Tuhan, ampuni aku... semoga kau menerima taubatku.
sampaikanlah aku pada hari Fitri dengan suka cita bersama keluarga, saudara, rekan sejawat, dan semua yang mengharapkan kesuacian pada dirinya.
Allah, aku malu berterus terang. Kau Maha Tahu apa yang kusembunyikan dari orang lain. kabulkanlah doa dan rencana besarku di 2017 ini, mampukan aku menghadapinya. aamiin...
"Teruntuk ibunda calon suamiku ,terimakasih tlh melahirkan laki-laki hebat sprti putramu." Perkenalkan.. Aku hnya wanita biasa yg dipilih putramu. Maaf jka aku lancang krna brani mencintaimu putramu. Sungguh ,ini bkn kuasaku. Aku hnya mnjalankan peran dlm skenario ALLAH untk mnjadi pilihan putramu. Tpi inilah aku ,yg mencintai putra shalihmu dgn pnuh kesederhanaan. Aku hnyalah wanita akhir zaman yg pnya cita" mnjadi istri shalihah untk suamiku nanti. Suami yg nantinya akn membimbingku… Menasihatiku.. Hingga menuntunku ke Surga yg indah… Wahai Ibu…Izinkan aku untk mnjadi pendamping putramu. Biarkanlah tutur lembutku yg akn melenyapkan amarahnya. Biarkanlah aku mnjadi tmpat pulang ketika ia lelah. Biarkanlah senyum sejukku yg akn menyemangatinya. Ibu..Jujur ku katakan padamu… Setiap kali ku terbayang hrs melangkah jauh dri keluarga .Hatiku menjadi galau dn cemas tk menentu… Mampukah aku hidup jauh di negeri orang yg baru ku kenal ? Mampukah aku mnjadi menantu impianmu ? Bisakah aku mnjadi istri yg baik untuk putramu ?? Tpi risauku kan segera sirna saat kau memandangku dn tersenyum penuh kesejukan.. Senyuman yg kuyakini telah menemani suka duka putramu… Bimbangku segera beranjak ketika kau menyambut hangat uluran tanganku ,kuingin sekali mencium punggung tanganmu yg telah merawat putramu hingga sekarang ia bisa menjadi belahan jiwaku. Jangan takut ,aku hadir bkn tuk merenggut putramu dri dekapan kasihmu. Ibu…Kuingin mnjadi anakmu agr tk pernah kau merasa kehilangan putramu krn kehadiranku… Ku ingin mnjadi sahabatmu agr kita bisa saling mencurahkan rasa… Ku ingin mnjadi rekanmu agr kita bisa mencintai laki” yg sma ,yaitu putramu. Aku akn selalu belajar mencintai putramu setiap waktunya. Yg akn selalu membuat putramu tersenyum dn rindu akn rumah. Ibu..Aku mohon do’a dn restumu. Krna itu sebagai pelita jalan kami. Sebagai hembusan nafas kehidupan dikeluarga kecil kami nanti. Semoga allah merahmatimu selalu… _wanita yg mencintai putramu"
Lelaki yang Kamu Sebut Namanya dalam Doa
Ada satu hal yang membuat lelakimu sangat bersyukur atas dirimu. Yaitu doa-doa yang kamu panjatkan untuknya siang dan malam.
Manifestasi cinta tidak selalu datang lewat kata-kata dan tindakan yang terasa oleh panca indera. Tapi bisa juga lewat perasaan tulus yang diungkap lewat doa. Mungkin ketika situasi terlihat nyaman-nyaman saja, yang lebih terlihat dominan adalah tingkah laku dan kata-kata. Tetapi, bukankah hidup tidak selamanya nyaman? Kelak akan ada ujian dan cobaan.
Ketika saat itu tiba, kata-kata cinta dan belaian sayang mungkin tidak akan cukup untuk menghadapi cobaan kehidupan.
Tapi doa bisa. Doa-lah yang kelak mencukupkan. Yang membuat usaha kalian dalam membina hubungan menjadi tergenapkan.
Menurut teori segitiga cinta manusia dan Tuhan, dua orang yang saling mencintai akan saling mendekat seiring bertambahnya cinta mereka terhadap Tuhan. Seperti dua buah kaki segitiga yang jaraknya makin memendek ketika keduanya semakin mendekati puncak.
Dan puncak segitiga antara kamu dan dia adalah Tuhan. Ada Tuhan yang dahulu mempertemukan kalian, kemudian menumbuhkan rasa baru yang menyebabkan semua rasa gundah kalian tergantikan.
Dan tak ada yang lebih mendekatkan kalian kepada Tuhan selain doa. Semenjak dia mengenalimu sebagai orang yang dicintainya, maka doa adalah salah satu caranya untuk menggapaimu. Untuk melampaui segala kemustahilan yang dibentangkan logika dalam menggapaimu.
Tak ada yang lebih dia andalkan selain doa.
Begitu pun kamu, ketika kamu menyebut-nyebutnya dalam doa sebagaimana dia melakukannya. Ada upaya nyata yang kalian lakukan bersama dalam mewujudkan cinta.
Ketika kamu menyebut namanya di hadapan Tuhan kalian, menyebut namanya sebagai seseorang yang kamu dambakan sebagai upaya totalitas dalam mencinta, maka Tuhan kamu libatkan
Ketahuilah, hal itu membuat lelakimu sangat bahagia
Karena baginya, doa adalah perwujudan paling nyata untuk sebuah kata cinta
Lelaki yang Membuatmu Berhenti Bertanya
Tak jarang, lelakimu menatapmu penuh arti ketika kalian bersama. Atau ketika kalian bertemu dengan sahabat-sahabatnya, dia mengenalkanmu sebagai seseorang yang kelak mengisi hidupnya. Tidak tanggung-tanggung, ke keluarganya pun demikian.
Tak jarang, lelakimu menceritakan mimpi-mimpinya kepadamu. Dia menempatkanmu dalam masa depan yang sedang dia bangun. Seolah masa depan itu ada karena memang ada kamu. Memberikanmu pertanda bahwa ada kamu di masa depannya.
Tahukah kamu? Lelakimu itu sedang memberimu pengakuan. Pengakuan bahwa dia memilihmu dan dia sedang memastikan eksistensimu di hidupnya kelak.
Sebelum memberikan hal-hal lain yang kamu butuhkan, dia sengaja memupuk sebuah kepastian. Memang, segala sesuatu ada di dalam Kuasa Tuhan. Tapi setidaknya, kamu bisa melihat lelakimu berusaha mewujudkan segala sesuatu yang dia ucapkan. Agar kamu yakin yang dia ucapkan padamu bukan sebuah bualan.
Ketika kamu mengatakan bahwa wanita membutuhkan kepastian, maka detik itu juga lelakimu berusaha memberikanmu jawaban. Jawaban atas segala hal yang mungkin kamu pertanyakan. Dia akan berterus terang kepadamu dari awal, atas mimpi, rencana dan kapasitasnya. Kamu yang nanti bisa menilai sendiri apa dia bisa diperjuangkan atau tidak. Salah satu hal yang tidak ingin dilakukannya kepadamu adalah membuatmu bimbang dalam ketidakpastian. Setidaknya, kamu tidak akan dibuatnya ragu oleh berbagai pertanyaan.
Dia tidak hanya memintamu mendoakannya, seolah-olah masa depan kalian diberikan cuma-cuma oleh Tuhan. Tapi lelakimu tidak demikian, sungguh. Dia akan menyertakanmu dalam doa, karena memang itu yang utama. Dia akan menyertakanmu dalam usahanya, karena memang itu kewajibannya. Dan dia akan menyertakanmu dalam segala rencananya karena memang kamu berhak ada di dalamnya.
Lelakimu itu tak pandai berjanji. Tak juga berniat memberimu perasaan yang tidak pasti. Dalam senang dan susah hati, kamu dapat menilainya sendiri. Apakah dia tidak serius atau memang segenap hati.
Dengan demikian, perihal kamu dan masa depan kalian tak usah dipertanyakan lagi.
Lelaki yang Bergelimang Kekecewaan
Sesekali dalam hidupnya, lelakimu akan menghela nafas cukup berat. Dia akan berhenti berkata-kata seketika dan memfokuskan dirinya untuk satu kegiatan saja. Yaitu bernafas. Hal ini penting karena kegiatan tersebut adalah caranya untuk meredam segala emosi yang bergejolak di hatinya. Emosi marah, benci, kesal, termasuk diantaranya adalah kecewa.
Kelak kamu akan menemukan, bahwa helaan nafasnya akan berada pada fase yang paling berat ketika dia kecewa.
Masa kecil lelakimu penuh dengan kekecewaan. Dari hari ketika dia lahir, membuka mata, mengenal manusia hingga beranjak ke masa kanak-kanak dan sampai akhirnya mampu mendefinisikan arti kecewa. Ia mengenal kecewa dengan baik namun tetap tidak cukup baik dalam mengatasinya.
Pernah pada suatu masa dia menyalahkan semua orang atas kekecewaannya. Baginya, kecewa adalah sumber dari segala macam emosi negatif yang dapat bersarang di hatinya. Kecewa menjadi marah. Kecewa menjadi cemburu dan benci. Kecewa menjelma menjadi iri. Hampir tidak ada satu pun emosi buruk dirinya yang tidak dilahirkan dari kekecewaan.
Emosinya dahulu amat labil. Kekanakannya ada pada tahap merusak dirinya dan orang lain. Namun, itu dahulu. Meskipun sekarang masih, namun tidak separah dulu ketika orang lain bertegur sapa dengannya saja sudah risih.
Lelakimu sadar betul kalau kekecewaannya lahir dari ekspektasinya yang berlebihan. Dia memahaminya dengan baik. Jika ada yang harus disalahkan atas kekecewaannya maka itu pasti dirinya sendiri. Menyalahkan diri sendiri, dia sudah ahli. Namun, untuk bebenah hati, itu persoalan lain lagi.
Akan dibutuhkan beberapa waktu sebelum hatinya kembali pulih. Meski akrab dengan kekecewaan, dia belum bisa sepenuhnya terhindar. Dia masih membutuhkan proses. Tidak bisa sekali jadi dan hal ini akan menjadi kekurangan tersendiri dari lelakimu nanti.
Bersamamu kelak, dia akan berusaha menjadi pribadi yang lebih mandiri. Pribadi yang hanya menaruh harap pada sesuatu yang hakiki. Jika kelak dia kembali mulai menjadi seperti dulu lagi, semoga kamu tidak memilih untuk mengerti dan membiarkannya sendiri.
Dia akan membutuhkanmu untuk bertransformasi menjadi lebih baik. Dia akan butuh didampingi. Agar ketika kelak kecewa menghampirinya lagi, dia lebih mampu menguasai diri.
Bersamamu, semoga kecewa tidak lagi jadi benalu di hatinya nanti.
Allah akan membimbingmu jika kamu memang siap untuk dibimbing. Allah akan mempertemukan jika kamu memang siap untuk dipertemukan. Allah akan meneguhkanmu menjadi sebenar-benar Imam jika kamu memang sudah siap dengan atribut yang melekat pada diri seorang Imam. Begitu juga dengan cita-citamu menjadi madrasah terbaik. Allah akan jadikanmu salah satu yang terbaik diantara ibunda penerus generasi ulama dan mujahid, jika kamu meneguhkan hatimu untuk senantiasa bersiap, tanpa mencari alasan bahwa esok atau lusa adalah waktu yang tepat untuk bersiap.
©Quraners (via quraners)
Perempuan dengan pembawaan petakilan atau punya karakter koplak bisa jadi minder saat dia mulai mengagumi seseorang dengan karakter berbeda. Barangkali takut jika dia tidak mampu menjadi sosok bidadari yang lembut, anggun lagi menenangkan. Sedang perempuan dengan pembawaan pendiam, tidak banyak bicara lagi penuh ketundukan, pun bisa jadi minder saat dia mulai hendak menjatuhkan pilihannya pada seseorang. Mungkin ada rasa khawatir jika ia terlalu dingin sehingga tak mampu menghangatkan suasana, takut jika terlalu kaku dan lebih banyak membisu. Semua akan punya kekuatannya masing-masing jika digunakan di waktu dan tempat yang tepat. Satu waktu harus mampu jadi seorang pendengar yang baik, mendengar dengan penuh perhatian, tunduk akan arahan tanpa banyak kata yang tidak perlu. Satu waktu juga harus mampu jadi sosok yang lucu, rame, nyenengin dan mood booster untuk partnernya. Ada yang perlu dipelajari sebelum dipercaya menjaga sebuah hati. Belajar menjadi penyeimbang, belajar melengkapi.
©Quraners
Rangkuman pelajaran kimia jaman SMA Bab Larutan Buffer…
(via quraners)
Pernah Hadir
Begitu banyak perkenalan yang kita ciptakan sendiri selama kita hidup. Dari sekian pertemuan, ada seseorang yang biasa-biasa saja dan ada seseorang yang begitu berkesan. Hingga ingatan kita tidak pernah jauh darinya meski sejengkal, mata indahnya saat tersenyum misalnya.
Sayangnya, orang-orang seperti itu dihadirkan hanya untuk sementara. Hingga waktu-waktu yang diberikan rasanya tidak pernah cukup, berharap hari esok tidak pernah tiba. Menyebalkan memang, tapi dari semua orang yang pernah datang pasti hadir untuk sebuah alasan, bukan?
Jika seseorang itu begitu berkesan, boleh jadi ada alasan yang jauh lebih hebat dibalik kehadirannya.
Suatu hari nanti, mungkin kita memang harus berterimakasih pada orang-orang seperti itu, yang pernah menjadi satu-satunya alasan untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik, yang sanggup membuat kita bangun lebih awal, yang pernah membuat kita lebih rajin melaksanakan ibadah-ibadah, yang membuat kita mampu lebih menundukkan hati, bahkan mampu meringankan langkah kaki kita untuk lebih banyak berbuat baik di luar sana.
Meski terkadang orang-orang seperti itu seringkali bersikap menyebalkan, membuat kita harus menghelas nafas berkali-kali akan tingkahnya, sering menghilang di saat kita membutuhkan, dan meski membuat kita dibuat kebingungan dengan berbagai isyaratnya yang kita rasa konyol, kita tetap tegar berdiri di sana. Hingga rasanya sabar kita tidak akan pernah habis untuknya.
Dan mungkin juga, suatu hari nanti, kita akan jauh lebih berterimakasih pada Yang Mahakuasa, jika nanti pada akhirnya kita digenapkan dengan seseorang yang kita kagumi itu.
Indah, bukan?
Bogor, 19 Desember 2016 | Seto Wibowo
Aku malu saat dianggap baik. Padahal aku adalah pendosa, jauh dari kata shalihah. Tapi Allah menutup aibku dengan rapat. #LekasBersujud. Bukankah bersujud lebih banyak manfaatnya daripada bersandar? #Bismillah #Berproses #BeraniHijrah #BeratTapiBerarti #
Adakah garis hidup pembatas itu terhapus antara aku dan dia.
Kau, kiblatku dalam segala ibadah yang menjadikanku makmum atas imam yang menenangkan; serupa dirimu.
Years ago, I prayed for something over and over, that I desperately wanted answered. But as time went on, I realized that not only was my request not coming true the way I asked- the exact opposite was happening.
I struggled with watching what I saw was the opposite of my duaa take place but I reminded myself that God’s decree is with wisdom and that His plan is the best. But it was hard. Really, really hard.
Eight years and many life events later, He answered my duaa.
And I realized that in order for my duaa to be answered in the best way for my life, I needed door after door to be closed for me so that my duaa could be answered in a specific time of my life- the best time, in the best way.
If I could speak to my younger self I would tell me, “Allah is AlHakim- the All Wise. Trust in His plan. Know it’s better than anything you could even dream of asking for and that every single obstacle on your path is actually another door opening to an even better outcome than you’re asking.”
But since I can’t speak to my old self, I’ll just remind myself- and if it’s helpful to you, then you as well, now:
He answers, in the best way, at the best time. Don’t give up. Keep begging. Keep doing the right thing. Keep having hope. He will never fail you. Even if it takes 8 years. Even if it’s different from what you ask. He will always respond with what is best for you.
-Maryam Amir
JODOH; dicari/dikejar/ditunggu/dirasakan? Jadi, bagaimana cara mendapatkan jodoh? hehe. Menurutku cukup dengan "dirasakan". Jodoh seumpama pengalaman perjalananku beberapa waktu lalu ke Bandung Boboko. Sebenarnya sudah dekat, dekat sekali, dari belokan kantor camat Bandung 'sirathal mustaqim' aja; jalan lurus-lurus-lurus. Bukan malah lurus ngelewatin kantor camat *saking keasikan ngobrol di jalan*. walhasil, jarak semakin jauh, 3 kali lipat waktu tempuh. Jodoh pun demikian, dia sudah dekat, hanya saja kita yang kurang fokus; kebanyakan ngobrol, malu bertanya, sibuk sendiri dengan ketidak tahuan, merasa paling benar dll deh. padahal Tuhan sudah mendekatkan sedemikian apiknya. hehe Coba saja crosscek tetangga, temen se-genk, temen se-kantor, temen sepermainan, temen se-ngaji, temen curhat. Siapa tau ada diantara mereka tapi kita gelap mata; mencari yg sempurna bibit-bebet-bobotnya, yang jauh jaraknya biar bisa mudik lebaran #loh "saking menganut paham: Tuhan pasti mendekatkan, hanya butuh usaha untuk mengejarnya." *hati2 salah kaprah, yaah. hahaha*, atau mungkin terlalu fokus sama diri sendiri sampe lupa sekitar karena merasa: "masih kurang begini-begitu, atau perbaikan mulu tau-tau malah minder gegara ga puas-puas baiknya, hehe. *ga salah sih, cuma asal ada range.a aja; interval x segimana sampai mana dan udah begimana.* hehe ✌" waah, terus gimana dong? hehe. "cukup DIRASA" tingkatkan sense.a, ga usah gengsi ga usah minder untuk mengungkapkan, upaya aja dulu; nah! proses mendekatnya itu DISITU, dari 💜👉💜 bukan jarak *jgn gagal fokus, hehe*, santai aja... Tuhan kok yg ngatur 💜nya. ok! hehe. sekian. #BukanBiroJodoh #BukanKode #BukanModus #BukanGalau #BukanPropokator. hehe, cuma belajar ngetik caption aja 😄.
Percaya ga kalo kita kembar? Hee, kita kembar kok, cuma beda tahun; satu '94 satu '95. . Percaya ga kalo kita sekonsentrasi? Hee, kita sekonsentrasi kok; Biologi, cuma satu saintis, satu pendidik. . Percaya ga kalo kita shalihah? Hee, kita shalihah kok, cuma satu udah lulus uji satu masih belajar. 😂 *kok yg ini geli.* . . Jadi, aku cuma mau ngenalin kembaran beda genetik aja. Namanya @ahfadzaninadiyah 👈 siap terima proposal hidup 😝. *eeh proposal penelitian maksudnya. Yuhuu