Sebut saja ini Kontemplasi
Ditulis Pada Malam Jahanam, Kamis 02-06-16 23.45
Katakanlah ini hanya sebuah opini dan kritik yang sebenarnya hanya untuk saya nikmati,renungkan sendiri layaknya saya menyukai hal-hal yang beraroma kuat berbau tajam dan minuman biji robusta hitam pemblokir adenosin,membuat neuron menjadi lebih aktif lalu menggertak pituitari dengan paksa,melepaskan hormon dan mengetuk kelenjar adrenal untuk meminta upeti berupa adrenalin.
Agar bagaimana caranya jantung berdegup kencang diiringi aliran darah yang menyembur kuat menuju bisep dan trisep yang siaga dan terpacu untuk mementahkan bogem lembut menuju samsak pasir murahan. Bebaskan!
Pahlawan kesiangan,orang so ngerti,orang so tahu,pencitraan memang cocok untuk mengekspetasikan diri saya kali ini. Namun satu yang saya tanyakan. Realita nya apa kalian tahu?
Dan pertahankan quotes busuk kalian yang diterima dengan khidmat dari pendahulu dan si tua tentang pesimisme juga mudah melihat seseorang berdasarkan apa yang kalian lihat sekilas berdasarkan visual yang kadang menipu :p. Jika kita sepemikiran silakan renungkan pula!
Kontemplasi 1 Juni
Yang saya kritik pelaksanaan atau implementasi pada kehidupan sehari-hari
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
 Yang wajib disembah, maha pengasih dan maha penyayang
Berkuasa atas alam semesta raya. Percaya dan Patuh pada Tuhan Yang Maha Esa menjaga hubungan dengan Tuhan, Alam dan Sesama
Toleransi yang harus dijunjung tinggi dalam menghormati kepercayaan terhadap semua umat beragama. Agama bukan hanya untuk kalian bela mati-matian dan melakukan aksi jihad tak berkesan demi menarik perhatian. Semua agama mengajarkan kebenaran walau antara satu dan lain intensitasnya berbeda. Namun apalah artinya kita beragama namun tidak bertuhan?? Merasa diri sebagai jelmaan nabi yang mampu membawa suatu kaum ke jalan yang lebih baik, berusaha menjadi orang yang seutuhnya benar, menolak semua bentuk toleransi antar umat agama dan selalu membawa ilmu-ilmu yang disebut âintelektualâ mengganti esensi nya menjadi pedang sekali tebas pada pemikiran dan pendapat yang lain yang tak sepaham??
Marilah Bung! Kita sama-sama menghormati perbedaan. Kita sudah hidup diantara beribu-ribu kemungkinan,tantangan,cobaan dan kesemrawutan. Janganlah membuat ini semakin keruh!
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Menghormati persamaan hak dan kewajiban walau masih muncul kesenjangan antara si âBOSâ dan âPegawaiâ, apa salahnya berbaur dan saling menghormati walau mungkin hidup  kini kian tunduk pada strata vertikal. Bukan alasan untuk kita bertindak semena-mena terhadap orang lain. Bayangkan kita di kondisi orang lain itu, bayangkan bagaimana ia tetap bertahan dan bertarung dalam menjalani kehidupannya. Coba rasakan apa yang mereka rasakan, memproyeksikan diri menjadi orang lain. Mencintai sesama kita sebagai satu saudara,satu bangsa dan tanah air,satu tekad,mimpi dan impian untuk membuat sang Garuda mengepak tinggi di langit cakrawala.
3. Persatuan Indonesia
Indonesia belum merdeka! Kita masih harus berjuang keluar dari hidup yang tergadaikan. Negeri ini bukan milik penguasa,preman,centeng,mafia. Belum lagi kapitalisme,konsumtivisme,hedonisme yang menyusup masuk kedalam tubuh kita bak efek lsd mendekam nyaman di jiwa raga. Kuatkan rasa Persaudaraan,Kebersamaan,Kohesi sosial jangan berharap kita akan baik-baik saja dan melupakan semua kerja keras para pahlawan pendahulu kita. Bung! Sungguh negeri ini Haram digadai Pecundang!!!!
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dan Permusyawaratan Perwakilan
Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat,tidak memaksakan kehendak pada orang lain.
Kebanggaan manusia muncul ketika mereka memiliki kekayaan melimpah,jabatan dan banyak wanita simpanan. Merasa dunia telah ia beli seutuhnya, sobekan uang kertas pun tak dihargai,menganggap remeh orang lain demi tetap mempertahankan idealisnya sebagai seorang nabi baru pemelihara nafsu yang hanya tunduk dan patuh atas semua fana yang dipujanya. Pendapat orang lain pun di tolak karena merasa dirinya seutuhnya benar. Apakah arti dari sebuah persaudaraan ketika kalian hanya memiliki segelintir orang yang patuh pada apa yang kalian katakan, hamba setia yang kalian segani,yang tetap menganggap segala perbuatan itu benar lalu terlepas dari tanggung jawab? Musyawarah hadir untuk menyampaikan pendapat,menerima perbedaan dan mencari solusi masalah untuk mencapai mufakat. Dengan bertanggung jawab atas apa yang telah diputuskan untuk kepentingan bersama. Junjung tinggi rasa hormat dan toleransi terhadap perbedaan! Kehendak dan Pendapat yang kurang sepaham bukan seharusnya untuk di enyahkan. Dan lihatlah mereka para âkomunikatorâ yang dengan bangga duduk di altar berlambang singa, melepaskan tanggung jawab kepada rakyat yang dulu ia belagak so membaur dan kini hanya bekerja demi kelompoknya, Para Barisan Lapar Usung Trisula Jangan anggap remeh kekuatan MAYORITAS.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Semua manusia itu sama dihadapan hukum,sama dihadapan Tuhan nya, sama pula jenisnya, spesies primata dengan kemampuan otak dan akal yang membedakan manusia dengan mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Hanya saja dunia yang membuat itu semua semakin rumit. Telah muncul pengelompokan manusia yang sangat spesifik mulai dari upah,golongan,ras,suku dan sebagainya. Tugas kita adalah bersama-sama memecah belah dinding pemisah tersebut. Kita semua sama anak negeri yang bersatu padu melawan para pengecut yang mengobrak abrik bangsa ini, membuat kita saling benci dan patuh pada penguasa. Kita menolak untuk setia karena kita Merdeka!
Marilah kita hidup dengan damai bung! Kita hidup bukan untuk saling terpecah belah Indonesia ini satu Bhinneka Tunggal Ika bukan sekedar hiasan dinding! Implementasikan dengan baik di kehidupan kita sehari-hari. Didukung dengan penghargaan terhadap sejarah dan pemahaman terhadap budaya agar semangat kebangsaan kita tetap terjaga. Kita Saudara sebangsa dan setanah air, jangan sampai kita terpecah belah kembali. Bung ingatlah hari ini hari dimana kita bersama bersatu padu dalam keberagaman, dimana kita berjuang berpegangan tangan dalam melawan sistem kekuatan dahsyat yang hendak merusak Negeri ini. Mari bangkit! HAJAR JALANAN!!!