Pengemis?
Aku lihat di sana ada pengemis dalam pernikahan
Awal dia mengemis untuk dinikahi
Dia datang ke rumah calon lelaki tsb, yang sama sekali belum pernah ketemu. Dia menemui ibu lelaki itu, kakak² dan adik perempuannya. Dengan membawa ibunya langsung. Di situ dia sudah merasa pengemis.
Lalu dalam proses nya, dia mengemis untuk acara nikah itu dirayakan, karena ternyata laki² tsb tidak ingin pernikahan dirayakan.
Bahkan undangan kertas dan digital dia yang tentukan sendiri, dan sebarkan sendiri. Sampai sekarang pun lelaki yang sudah jadi suaminya itu tidak pernah melihat undangan digital itu.
Dia mengemis lagi agar lelaki tsb memakai Inai di tangan, tapi mendapatkan penolakan dan perdebatan dulu.
Setelah menikah, dan menjadi istri lelaki itu, dia harus mengemis lagi agar lelaki itu menjaga perasaannya.
Dia harus mengemis lagi, agar lelaki itu mengerti batasan sebagai harga dirinya.
Dia harus mengemis lagi, agar lelaki itu tahu mana yang dia sukai dan tidak disukai.
Dia harus mengemis agar lelakk itu memperlakukan sebagaimana yang dia harapkan.
Lalu lama kelamaan dia lelah dalam mengemis.
Dia hanya sadar, dia hanyalah perempuan yang sudah dinikahi karena alasan"terpaksa" , perempuan yang sudah diangkat bebannya dr keluarganya.
Perempuan yang sudah diselamatkan status nya dari cibiran orang-orang.







