Ketika Aku Marah Pada Suami
Assalamualaikum moms.. apa kabar? Sehat dan happy kan? Atau ada yang sedang kesal dan marah pada pasangan?
Ups...
Marah itu fitrah, boleh saja kita marah. Bunda Aisyah juga pernah marah, istri Umar bin Khatab juga pernah marah. Namun, itu semua tidak boleh jadi pembenaran untuk membuat para istri mudah marah-marah. Segalanya ada batasnya. Kita sebagai muslim harus bisa mengendalikan amarah. Boleh marah tapi kendalikan amarah agar kita terhindar dari perbuatan mungkar.
Jadi, harus bagaimana kalau kita sedang marah ke pasangan? Diam saja? Jangan ya moms. Utarakan alasan marah kita ke suami dengan cara yang tepat dan waktu yg tepat.
Sebelum menyampaikan kekesalan kita, hendaknya kita redakan dulu amarah. Kita bisa beristighfar, mengingat-ingat kebaikan suami atau memeluknya. Nasehat Rasulullah juga dapat kita gunakan saat marah, apa saja ya?
Membaca Taawuz. “Jika seseorang dalam keadaan marah, lantas ia ucapkan, ‘A’udzu billah (Aku meminta perlindungan kepada Allah)’, maka redamlah marahnya.” (HR. As-Sahmi)
Diam. “Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (H.R. Ahmad)
Berganti posisi. Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (H.R. Abu Daud).
Mengambil air wudhu. Dari Athiyyah as-Sa’di Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (H.R. Abu Daud)
Beberapa hal diatas dapat jadi pilihan dibanding kita mengucapkan kata-kata kasar pada pasangan. Tak akan selesai bahkan akan menambah masalah. Sampaikan dengan perkataan baik setelah amarah mereda. Hal tersebut akan membuat pasangan lebih bisa menerima keluh kesah kita.
Moms, saat kita marah hindari berbuat kufur kepada suami. Jangan sampai kesalahan satu atau dua yang dilakukan suami menjadikan kita lupa segala kebaikan yang pernah ia lakukan sampai-sampai kita mengucapkan "kamu tidak pernah sekalipun berbuat baik padaku!". Hal ini telah diingatkan Rasulullah saw kepada kita para istri. "Mereka mengkufuri pergaulan makruf dan perbuatan baik suaminya. Apabila kamu berbuat baik kepada mereka sepanjang umur, lalu dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkannya, dia lalu berkata, "kamu belum pernah berbuat baik sedikitpun padaku!" (H.R. Bukhari).
Moms, kufur kepada suami adalah perbuatan yang dilarang dan menjadikan Allah tak ridho serta hal ini dapat menyakiti hati suami. Suami merasa tidak dihargai dan dilukai harga dirinya. Sebisa mungkin hindari kalimat itu saat marah kepada suami.
Hal lain yang perlu kita hindari saat marah kepada suami adalah mengungkapkan lagi kesalahan suami yang telah lalu dan telah kita maafkan sebelumnya. Hal ini akan sangat menyakitkan bagi suami. Jika hal tersebut terjadi hanya akan memperkeruh masalah.
Moms, kita harus memaafkan suami kita. Ia lelaki tak sempurna yang pasti punya salah sebagaimana kita istri yang juga punya salah. Ingatlah berapa kali kita berbuat salah dan suami kita ikhlas memaafkan kita.
Jadi moms, siap untuk mengelola amarah? Semoga Allah senantiasa karuniakan sakinah, mawadah, rahmah serta barakah untuk rumah tangga kita. Sampai jumpa di edisi #marriedbydesign selanjutnya. (tw)
📚 Sumber :
1. Baarakallaahu Laka Bahagianya Merayakan Cinta
2. rumaysho(dot)com
🌷SUPERMOM's NOTE🌷
Edisi #marriedbydesign 18 08 2018
☘ Email : [email protected]
☘ Fanpage FB : https://web.facebook.com/supermomwannabefanpage/
☘ Twitter : https://twitter.com/supermom_w
☘ Instagram : https://www.instagram.com/supermom_w/
☘ Tumblr : http://supermomwannabee.tumblr.com/
☘ WhatsApp: +6281904714215
☘ Line: @qxb9368f (use @) Link: http://line.me/ti/p/%40qxb9368f