“Kak, kamu gak ke Alfam*rt?”
“Ok, sini. Aku sekalian beli air kelapa.”
Sedari pagi Ayah kelimpungan. Naik ke atas menyambangi kamarku, segera turun, khawatir dicari bunda. Naik lagi, sambil mencurahkan apa musabab kekhawatiran yang sebenarnya, “kamu kemarin tanya ke petugasnya ga ka, kapan hasil swab test nya keluar?”. Ku alihkan pandanganku dari layar gawai ke mata ayah, “2hari, yaa berarti hari ini. Kemarin bunda dikabari hasilnya di jam-jam setelah dhuhur lah, ya paling punya kita pun nanti jam segituan baru dikabari hasilnya.” Ayah melengos mendengar jawabanku dengan sedikit cemberut.
Ini sekilas obrolan pagi tadi.
“Kak, kamu udah buka pesan whatsapp dariku?”, baru selangkah aku masuk rumah, ayah menyambut ku dengan sebuah pertanyaan.
“Belum, sebentar, aku cuci tangan dan ganti baju dulu”. Walaupun aku hanya keluar rumah sebentar dan jaraknya sangat dekat, semenjak pandemic, kami serumah kebiasaan untuk membedakan pakaian di rumah dan di luar rumah diperketat.
Setelah yakin diri dan apa yang kukenakan bersih, gegas ku buka whatsapp, mengecek pesan dari ayah tadi. “Alhamdulillaaah” panjatku dalam hati. Kami. Hasil swab test milikku,ayah dan asisten rumah tanggaku dinyatakan Negatif.
Tanpa bang-bing-bung, aku menyebarkan foto hasil lab milikku ke mereka, 3orang yang ku kabari kondisi bunda kemarin. Sekaligus kububuhi “Alhamdulillah😇, thanks doanya yak 🥰”. Jujur sebenarnya rasa terima kasih ku lebih dari kata-kata ‘thanks’ atas doa dan support kalian, tapi aku tidak tahu bagaimana harus mengungkapkannya. Ku harap kebaikan dimanapun kalian berada ya.
Ketegangan dari kemarin sudah berganti tenang sekarang.
Lekas pulih, tetap hati-hati dan jaga diri masing-masing ya