Ketenangan yang selama ini kau cari ternyata ada di dalam hatimu sendiri. Mulailah peka padanya, bersihkan ia dari dosa-dosa yang seringkali menutupinya hingga tak mampu melihat cahaya.
The Bowery Presents
No title available
EXPECTATIONS
One Nice Bug Per Day
đ

#extradirty
tumblr dot com
h
No title available

blake kathryn
Noah Kahan
occasionally subtle

izzy's playlists!
Monterey Bay Aquarium
Not today Justin

PR's Tumblrdome
No title available
Cosmic Funnies
Show & Tell
Fieri Frames
seen from Austria

seen from United Kingdom
seen from Denmark
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Azerbaijan
seen from United States
seen from Portugal
seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Malaysia
seen from Pakistan
seen from Colombia
seen from Ecuador
seen from Germany

seen from Maldives

seen from Singapore
seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from Venezuela
@viviaramie
Ketenangan yang selama ini kau cari ternyata ada di dalam hatimu sendiri. Mulailah peka padanya, bersihkan ia dari dosa-dosa yang seringkali menutupinya hingga tak mampu melihat cahaya.
Saat kita berbuat baik kepada orang lain, ternyata manfaatnya bukan hanya untuk mereka, tapi lebih kepada diri kita sendiri, karena tubuh kita sangat membutuhkan emosi atau perasaan saat kita merasa bersyukur dan muncul rasa hangat di dalam dada saat bisa bermanfaat buat sesama.
Yahya ibn Jabir (ŘąŘ٠٠اŮŮŮ) said:
â٠ا ؚاب ع؏٠Ůء بؚŮبŮŘ ŘĽŮا ابتŮا٠اŮŮ٠ب٠؍٠ذŮ٠اŮŘšŮب.
âWhenever a man criticises another for a fault, Allah will inevitably test him with that very same fault.â
ShuĘżab al-ÄŞmÄn: 5/6776
Yahya Ibn Jabir berkata :
âKapan pun seseorang mengkritik kesalahan orang lain, Allah pasti akan mengujinya dengan kesalahan yang sama itu.â
Shu'ab al-Iman: 5/6776
Menikmati Hidup Tuma'ninah
(Menata Hati â Part 15)
Kalimat di atas itu sebenarnya adalah ultimate goal dari semua proses melelahkan yang kita lewati setiap hari. Menemukan kebahagiaan sederhana dalam versi yang paling murni: punya hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan gaya hidup yang sudah tidak dipenuhi lagi oleh ambisi atau rasa ingin bersaing dengan siapa pun.
Sebab, disadari atau tidak, sumber utama yang sering bikin batin kita megap-megap dan masuk mode burnout itu bukan karena tugas hidup kita yang terlalu menumpuk. Melainkan karena ego kita yang diam-diam masih menolak buat kalah, masih pengen kelihatan paling menonjol, dan masih hobi me-review pencapaian orang lain buat dijadikan standar beban hidup sendiri.
Padahal, ketika kita berani mengambil keputusan elegan untuk keluar dari sirkuit balapan duniawi itu, di situlah kebebasan mental yang sesungguhnya baru dimulai.
Kondisi jiwa yang merdeka dan penuh kedamaian ini sejalan banget sama prinsip tuma'ninahâketenangan mendalam yang dihadiahkan Allah untuk hamba-Nya yang pandai merasa cukup.
Orang-orang yang jernih hatinya sering mengingatkan kita lewat petuah yang sangat menyentuh:
"Kebahagiaan itu tidak terletak pada seberapa banyak hal yang berhasil kita miliki, melainkan pada seberapa sedikit hal yang kita butuhkan untuk membuat hati kita merasa tenang."
Logikanya simpel banget: kalau indikator sukses kita masih digantungkan pada tepuk tangan manusia atau status sosial, kita sebenarnya sedang menjebak diri sendiri ke dalam lingkaran setan yang nggak bakal ada ujungnya. Hari ini kita berhasil meniru gaya hidup si A, besok bakal muncul si B dengan pencapaian yang lebih bikin silau. Mau sampai kapan kita paksa pikiran kita buat ronda semalaman cuma demi memikirkan cara memenangkan kompetisi yang fana ini?
Sederhananya: hidup kita bakal terasa jauh lebih mewah ketika kita berhasil mempraktikkan "quiet elegance" alias keindahan dalam diam. Kita tetap bekerja, tetap berkarya, dan tetap menjemput rezeki dengan optimal, tapi semua itu dilakukan murni sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur kita kepada Allahâbukan sebagai ajang pamer atau pembuktian diri di hadapan makhluk. Kita melangkah di jalur kita sendiri, menikmati pemandangannya sendiri, tanpa perlu merasa cemas apakah kita mendahului atau didahului oleh orang lain.
Semoga kita semua senantiasa dianugerahi stok hati yang bening, yang tidak mudah dikotori oleh rasa dengki; pikiran yang jernih, yang tidak gampang terdistraksi oleh bisingnya dunia; serta gaya hidup yang tenang, yang fokus mengumpulkan bekal pulang tanpa perlu sibuk mencari perhatian manusia.
Rezeki Tidak Hanya Dicari
Banyak orang pandai mencari uang.. Tetapi sedikit yang pandai menjaga uang. Padahal dalam Islam, harta adalah amanah.
Rasulullah  bersabda,
"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya... tentang hartanya, dari mana ia memperolehnya dan untuk apa ia membelanjakannya."
(HR. At-Tirmidzi)
Artinya, bukan hanya cara mencari uang yang dipertanggungjawabkan. Cara membelanjakannya pun akan dihisab.
Karena itu, tujuan manajemen keuangan keluarga Islami bukan sekadar agar rekening bertambah banyak.
Tujuan utamanya adalah menghadirkan keberkahan.
Sebab keluarga yang kuat bukanlah keluarga yang paling kaya, melainkan keluarga yang mampu mengelola amanah Allah dengan penuh tanggung jawab, hidup sederhana meskipun mampu, gemar berbagi meskipun tidak berlebihan, serta menjadikan setiap rupiah sebagai jalan menuju ridha Allah.
Ingat, ketahanan keluarga tidak dibangun dari besarnya penghasilan, tetapi dari sehatnya manajemen keuangan. Sebab uang yang sedikit tetapi dikelola dengan benar akan terasa cukup, sedangkan uang yang banyak tetapi dikelola dengan buruk sering kali tidak pernah terasa cukup.
Seringkali aku salah mengira.
Aku pikir, kemuliaan itu terletak pada seberapa banyak buku yang kulahap, seberapa fasih lidahku mengutip dalil atau seberapa tinggi tumpukan gelar yang berderet di belakang namaku. âAku sibuk membangun perpustakaan megah di dalam kepalaku. Aku menumpuk teori, menghafal rumus dan mengoleksi hikmah orang-orang bijak. Hingga kepalaku penuh, sesak dan berat. Dan dengan isi kepala itu, aku mulai merasa lebih tinggi dari orang lain.
âNamun, aku lupa pada kaidah yang paling keramat. Ilmu yang mengendap di kepala tanpa mengalir ke tangan dan kaki, hanyalah racun. Ia akan membusuk menjadi kesombongan.
âApa gunanya aku tahu letak surga, jika kakiku enggan melangkah ke arah sana?
Apa gunanya aku hafal ribuan hadis tentang sedekah, jika tanganku masih gemetar saat hendak merogoh saku?
Apa gunanya aku paham teori sabar, jika emosiku meledak hanya karena hal sepele?
âJika ilmu hanya berhenti di kerongkongan, maka aku tak ubahnya seperti kuldai (keledai) yang memanggul kitab-kitab tebal di punggungnya. Membawa beban berat ilmu, namun tak merasakan sedikitpun manfaatnya.
âKaidah tertinggi ilmu bukanlah "Hafal", melainkan "Amal".
Ilmu itu bukan untuk didebatkan di ruang seminar yang dingin, tapi untuk dibumikan di jalanan kehidupan yang berdebu.
âTuhan tidak akan bertanya seberapa rapi catatan di bukumu. Tuhan akan bertanya "Mana jejak kakimu?"
Sebab pada akhirnya, sebodoh-bodohnya manusia adalah mereka yang tahu jalan pulang, tapi memilih untuk duduk diam dan mati dalam kesesatan teorinya sendiri.
â"Ilmu tanpa amal adalah pohon tanpa buah, ia tumbuh gagah menjulang ke langit, namun mandul tak memberi manfaat bagi bumi yang memijaknya."
@clichemistry
Penemuan jati diri adalah hadiah untuk orang-orang yang mengambil tindakan: mengambil pilihan, menerima tantangan, dan menciptakan pengalaman.
Kita ngga bisa menemukan jati diri kita hanya dengan merenung dan berpikir tanpa bertindak.
Kita bisa tau apa yang kita mau untuk karir setelah kita bekerja.
Kita bisa tau masterpiece apa yang mau kita buat dalam hidup setelah kita bantu banyak orang.
Jabir ibn Abdullah reported: The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said, âGabriel, upon him be peace, said to me: O Muhammad, live as you wish for you will surely die, love whom you wish for you will surely part with them, and act as you wish for you will surely see its results.â
Shuâab al-ImaĚn lil-BayhaqiĚ 10057
Jabir ibn Abdullah meriwayatkan : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, âJibril, semoga Allah memberkahinya, berkata kepadaku: âWahai Muhammad, hiduplah sesuai keinginanmu karena engkau pasti akan mati, cintailah siapa pun yang engkau inginkan karena engkau pasti akan berpisah dengan mereka, dan berbuatlah sesuai keinginanmu karena engkau pasti akan melihat akibatnya.â
(Shuâab al-ImaĚn lil-BayhaqiĚ 10057)
Aishah bint Abi Bakr (ع؜٠اŮŮŮ ŘšŮŮا) said:
Ůا Ůساإ اŮ٠ؤ٠ŮŮŮŘ ŘĽŘ°Ř§ أذŮبت ŘĽŘداŮ٠ذŮبŮŘ§Ř ŮŮا ت؎بع٠ب٠اŮŮŘ§ŘłŘ ŮŮتستغŮŘą اŮŮ٠تباع٠ŮتؚاŮŮŘ ŮŮتتب ŘĽŮŮŮŘ Ůؼ٠اŮؚباد ŮŘšŮŮŘąŮŮ ŮŮا ŮŘşŮŮŘąŮŮŘ
ŮاŮŮŮ ŮŘşŮŮŘą ŮŮا ŮŘšŮŮŘą.
âO women of the believers, if one of you commits a sin, then do not inform people of it. Rather, seek the forgiveness of Allah, the Blessed and Exalted, and repent to Him. For indeed, people reproach and do not rectify, whereas Allah rectifies and does not reproach.â
MakÄrim al-AkhlÄq by al-KharÄĘžiášÄŤ, p. 503
âWahai para wanita dari kalangan orang-orang beriman, jika di antara kalian ada yang berbuat dosa, janganlah kalian menyebarkannya kepada orang lain. Sebaliknya, mohonlah ampunan kepada Allah, Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, dan bertaubatlah kepada-Nya. Sebab sesungguhnya manusia suka mencela namun tidak memperbaiki, sedangkan Allah memperbaiki namun tidak mencela.â
Belajar Fitrah Based Education
Kayaknya emang Allah swt lagi pengen diri ini belajar tentang pendidikan anak. Kalau bukan karena amanah, kayaknya nggak tersentuh topik ini. Dan terimakasih juga buat sobiku, Choi yang sering banget ngajak diskusi terkait topik ini. Disadur dari materi Youtube Ustadz Harry Santosa dalam https://www.youtube.com/@FitrahWorldMovement.
Paradigma Sistem Pendidikan Saat Ini
Sistem pendidikan negeri ini mengacu pada sistem pendidikan Barat yang kental dengan konsep Tabula Rasa John Locke. Human is like a "blank slate" or "blank paper". Maka, kita (pendidik/orangtua) harus mengisi mereka. Makin banyak diisi, makin baik, ceunah. Faktanya, sekarang ini banyak orangtua mengeluhkan anaknya pintar/ranking/hafidzah, tapi akhlaknya kurang baik/tidak menjaga dirinya saat keluar pesantren.
Perubahan perilaku yang distimulus oleh external motives (reward and punishment) hanya bertahan sepekan/waktu yang singkat.
Istilah "remaja/teens/pemuda" tidak ada dalam kamus Islam. Fenomena sekarang; baligh duluan, akilnya belakangan. Fisik (makanan, tontonan) disuplai habis-habisan, tapi ilmu terkait tanggung jawab, menjadi pemimpin peradaban belakangan. Pendidikan hanya mengantarkan anak SD menyiapkan SMP, smp menyiapkan SMA, how to get favorite campus/have the higest score, dst. Fenomena saat ini, banyak yg bergelar, tapi hanya mementingkan kesenangan dirinya sendiri, memperbanyak harta, hatinya seperti batu. So, well schooled belum tentu well educated. Orang yang tersekolahkan dengan baik belum tentu terdidik dengan baik.
Kurikulum kita melahirkan manusia yang human thinking (cerdas dan terampil), not also human being (punya nurani dan bisa membuat perdamaian bagi dunia ini).
Banyak pekerja yang merasa salah jurusan >> salah karir
Tujuan pendidikan institusi Barat itu keberhasilan/mobilisasi sosial ekonomi bagi setiap murid. Padahal dalam Islam, tujuan pendidikan ialah keberhasilan individu dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi.
Kemunduran umat Islam hasil konferensi umat Islam di Arab tahun 1977; the loss of Adab. Ayah-Bunda meninggalkan pos-pos pendidikannya di rumah, mengejawantahkan ke lembaga pendidikan/sekolah. Padahal di akhirat, yang ditanya tanggung jawabnya kan orangtua ya, bukan pihak sekolah. #uhuk
Apa itu fitrah?
Dalam Islam, kita mengenal fitrah. Sesuatu yang sudah Allah instal berupaya kebaikan pada setiap jiwa. Ia adalah innate goodness (kebaikan bawaan). Ia meliputi ma'riftullah (mengenal Tuhannya), melakukan/memilih kebaikan, dan accept true knowledge (jujur, adil, benar). Fitrah itu tidak diciptakan karena ia sudah bawaan, tapi dikuatkan/dikembangkan oleh orangtua.
Dalam pelaksanaannya, orangtua tidak hanya bisa mendidik seorang diri. Namun, seperti pepatah di Turkey, "It takes a village to raise a child".
Kaidah Mendidik Anak sesuai Fitrah
Allah tidak akan memanggil mereka yang mampu, tapi Allah akan memampukan mereka yang terpanggil.
Perbanyak syukur dan menerima anak kita, maka Allah swt akan berikan hikmah yang banyak. QS. Lukman ayat 12. Kita orangtua terbaik versi anak kita. Anak itu bukan suatu kebetulan, bukan bonus/hadiah. Allah tidak pernah mentidaksengajakan sebuah kelahiran. Pasti ada maksud besar Allah. Maka, kita sambut itu. Dan Allah akan memberikan hikmahnya.
Fitrah itu seperti benih. Kita adalah gardener. Pentingnya memahami tahapan pertumbuhan. Tidak tergesa sepanjang kita tahu ilmunya, sehingga anak kita tumbuh menjadi pohon yang baik dan berbuah sesuai masanya.
Memahami bahwa pendidik anak kita sesungguhnya adalah Allah swt, pencipta fitrah. Allah swt menyediakan jalan bagi tumbuh dan kembang fitrahnya. Allah swt juga tetapkan syariat dan kitabullah agar ia tumbuh menjadi sempurna dan bahagia.
Fokuslah pada cahaya anakmu, bukan sisi gelapnya. Jangan fokus pada kenakalan anak, tapi fokus pada sisi kuatnya. Karena setiap anak punya potensi. Banyak husnudzon saat mendidik, tidak pesimis.
8 Jenis Fitrah Anak
Untuk detailnya, bisa lihat blog berikut ya https://inspiringhanie188.wordpress.com/2017/09/21/home-education-2-fbe-by-harry-santosa/
Fitrah Keimanan (core of fitrah)
Golden age: 0-6 tahun
Metode: keteladanan & kesholehan. Misal, dimasukkan dalam lingkungan yang hanif. Dihomestaykan ke rumah ustadz. Mulai usia 10 tahun: murobbi (ustadz) dan maestro (fitrah bakat).
Ciri jika sudah tumbuh: pribadi daiyah (menyeru pada kebaikan & syariat)
2. Fitrah Belajar dan Bernalar
Golden agen: 7-10 tahun
Interaksi terbaiknya dengan alam. Peran memelihara dan melestarikan alam.
Metode: inspirasi hebat dan ide menantang
3. Fitrah Bakat dan Kepemimpinan
Anak punya sifat/potensi unik (suka gambar, suka bicara, suka berpikir, dst)
Golden age: 0-14 tahun
Metode: mendorong & memfasilitasi bakatnya
4. Fitrah Perkembangan
Metode: ditempa sesuai tahapan umurnya
Misal di bawah 7 tahun perbanyak bangun imaji anak. Bangun yang indah dan senang-senang dulu ttg iman.
Tidak banyak menjelaskan neraka dan punishment-nya.
5. Fitrah Seksualitas dan Cinta
Golden age: 6-15 tahun
Metode: bonding/kedekatan dengan orangtua dan keluarga
Ciri: menjadi ayah & ibu yg baik
6. Fitrah Estetika & Bahasa
Metode: banyak dialog/narasi
7. Fitrah Individualitas dan Sosialitas (Ego)
Metode: pemberian award, penghargaan, kalimat pujian dan positif
8. Fitrah Jasmani (fisik)
Metode: menjaga pola makan, tidur, gerak
Dampak Fitrah Based Education : Liberating & Balancing
Fitrah yang dibebaskan (liberating) dan bertumbuh saat ia bertemu syariat, maka akan mencapai titik keseimbangan.
Fitrah dan adab/nilai kitabullah itu dicipta di alam yang sama, maka mereka compatible. Jika tarikan pendidikan ke fitrah, maka akan balance. Jika tarikan pendidikannya ke nafsu, maka timbul kelalaian (ghaflah). So, raise your child sesuai fitrahnya, then you will chase fitrah on yourselves (sama-sama belajar).
Who's the role model in FBE?
Core fitrah adalah fitrah iman (kesiapan seseorang menerima Islam). Maka, Rasulullah saw punya fitrah yang sempurna karena di umur 40 tahun ia telah siap menerima wahyu dan ke-8 fitrahnya tumbuh sempurna.
Jika fitrah tidak tumbuh, maka akan timbul penyimpangan. Kenakalan remaja, LGBT, seks bebas, tawuran, kecanduan game. Jangan pernah menyalahkan lingkungan, tapi evaluasilah didikan kita karena membuat anak tidak punya imun.
Bagaima jika ada fitrah yang terlewat?
Observasi dulu fitrah yang mana? Why? Jika sudah, maka ulangi prosesnya.
Sometimes Allah removes people, delays things, or closes doors not to hurt you, but to protect your heart from what you cannot yet see. What feels like a loss today may be a mercy in disguise tomorrow. Trust that every unanswered duâa, every silent tear, and every moment of patience is known to Him. Allah never takes something away except that He intends to give you something better, either in this world or in the Hereafter. So hold on, even when itâs hard, because what is written for you will never miss you, and what misses you was never meant for you.
Terkadang Allah mengambil orang-orang, menunda sesuatu, atau menutup pintu bukan untuk menyakitimu, melainkan untuk melindungi hatimu dari hal-hal yang belum dapat kamu lihat. Apa yang terasa seperti kehilangan hari ini mungkin merupakan rahmat yang tersembunyi di masa depan. Percayalah bahwa setiap doa yang belum terkabul, setiap air mata yang tertahan, dan setiap momen kesabaran diketahui oleh-Nya. Allah tidak pernah mengambil sesuatu kecuali dengan niat untuk memberikan sesuatu yang lebih baik kepadamu, baik di dunia ini maupun di akhirat. Jadi, tetaplah bersabar, bahkan ketika terasa sulit, karena apa yang telah ditakdirkan untukmu tidak akan pernah terlewatkan, dan apa yang terlewatkan darimu sebenarnya tidak pernah dimaksudkan untukmu.
Mari kita perjelas lagi tujuan hidup; "Mencari Ridhonya Allah", jadi apa-apa yang tidak Allah sukai jangan lakukan, dan lakukanlah apa-apa yang Allah sukai, panduannya ada dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Sehingga hidupmu akan tenang, tidak ada lagi yang namanya kecewa, sakit hati, dendam dan segala penyakit hati lainnya pada manusia, karena tujuanmu bukan mereka.
Ramadhan #1
Mari kita perjelas lagi tujuan hidup; "Mencari Ridhonya Allah", jadi apa-apa yang tidak Allah sukai jangan lakukan, dan lakukanlah apa-apa yang Allah sukai, panduannya ada dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Sehingga hidupmu akan tenang, tidak ada lagi yang namanya kecewa, sakit hati, dendam dan segala penyakit hati lainnya pada manusia, karena tujuanmu bukan mereka.
Ramadhan #1
âServing humanity is indeed one of the greatest virtues, a sure path to Godâs nearness. But when a hungry dog is fed, when a thirsty cat is given milk, when a wounded sparrow is tended toâGod is pleased even more. Because by serving His creation, not just the humanity, we show God that we love everything that belongs to Him. When truly in love, one loves the beloved in entirety, that is, the beloved and everything that belongs to the beloved. How can you claim to love a painter and hate his painting?â
â Qasim Ali Shah (via islamicrays)
âMelayani umat manusia memang salah satu kebajikan terbesar, jalan pasti menuju kedekatan Tuhan. Tetapi ketika seekor anjing lapar diberi makan, ketika seekor kucing yang haus diberi susu, ketika seekor burung pipit yang terluka dirawatâTuhan bahkan lebih senang. Karena dengan melayani ciptaan-Nya, bukan hanya kemanusiaan, kita menunjukkan kepada Tuhan bahwa kita mencintai segala sesuatu yang menjadi milik-Nya. Ketika benar-benar jatuh cinta, seseorang mencintai yang dicintai secara keseluruhan, yaitu yang dicintai dan segala sesuatu yang dimiliki oleh yang dicintai. Bagaimana Anda bisa mengaku mencintai seorang pelukis dan membenci lukisannya?â
-Qasim Ali Shah
The Quran mentioned the virgin who gave birth and the baby who talked. And the old lady who got pregnant and the moon that split in a half, and the sleepers that woke up after many 300 years, and the whale that didn't eat the human and the fire that didn't burn. Look at what Allah was able to do and ask him for what you want. Be greedy with your duas, don't be ashamed of Allah, and it's destined greater than what you have.
Al-Qur'an menyebutkan tentang perempuan perawan yang melahirkan dan bayi yang berbicara. Serta wanita tua yang hamil dan bulan yang terbelah menjadi dua, orang-orang yang tidur dan bangun setelah 300 tahun, paus yang tidak memakan manusia, dan api yang tidak membakar. Lihatlah apa yang Allah mampu lakukan dan mintalah kepada-Nya apa yang kamu inginkan. Berdoalah dengan penuh kerinduan, jangan malu kepada Allah, dan apa yang telah ditakdirkan untukmu lebih besar dari apa yang kamu miliki.
Hiduplah seperti pohon wahai diri, menghasilkan ranting dan dedaunan untuk berteduh, bunga dan buah yang bermanfaat bagi yang lain. âMaka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air (dari langit) dengan berlimpah. Kemudian, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu, Kami tumbuhkan padanya biji-bijian, anggur, sayur-sayuran, zaitun, pohon kurma, kebun-kebun (yang) rindang, Â buah-buahan, dan rerumputan. (Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu.â (QS âAbasa: 24-32).
Atau seperti lebah wahai diri, berkelana jauh mencari nektar mengumpulkannya menjadi madu lalu jadilah obat yang menyembuhkan bagi yang lain. "Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, âBuatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).â Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.â Surat An Nahl ayat 68-69.
Wahai diri bukankah kau harus bersyukur yang banyak kepada Allah yang telah menciptakan pepohonan dan madu untukmu? Lalu tidakkah kau ingin berbuat baik yang banyak untuk berterima kasih kepada-Nya?
Wahai diri, jadilah sebaik-baik manusia.
Rasulullah Shallallahuâalaihi Wasallam bersabda : âSebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.â
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jamiâ, No. 3289).
Belajar Fitrah Based Education
Kayaknya emang Allah swt lagi pengen diri ini belajar tentang pendidikan anak. Kalau bukan karena amanah, kayaknya nggak tersentuh topik ini. Dan terimakasih juga buat sobiku, Choi yang sering banget ngajak diskusi terkait topik ini. Disadur dari materi Youtube Ustadz Harry Santosa dalam https://www.youtube.com/@FitrahWorldMovement.
Paradigma Sistem Pendidikan Saat Ini
Sistem pendidikan negeri ini mengacu pada sistem pendidikan Barat yang kental dengan konsep Tabula Rasa John Locke. Human is like a "blank slate" or "blank paper". Maka, kita (pendidik/orangtua) harus mengisi mereka. Makin banyak diisi, makin baik, ceunah. Faktanya, sekarang ini banyak orangtua mengeluhkan anaknya pintar/ranking/hafidzah, tapi akhlaknya kurang baik/tidak menjaga dirinya saat keluar pesantren.
Perubahan perilaku yang distimulus oleh external motives (reward and punishment) hanya bertahan sepekan/waktu yang singkat.
Istilah "remaja/teens/pemuda" tidak ada dalam kamus Islam. Fenomena sekarang; baligh duluan, akilnya belakangan. Fisik (makanan, tontonan) disuplai habis-habisan, tapi ilmu terkait tanggung jawab, menjadi pemimpin peradaban belakangan. Pendidikan hanya mengantarkan anak SD menyiapkan SMP, smp menyiapkan SMA, how to get favorite campus/have the higest score, dst. Fenomena saat ini, banyak yg bergelar, tapi hanya mementingkan kesenangan dirinya sendiri, memperbanyak harta, hatinya seperti batu. So, well schooled belum tentu well educated. Orang yang tersekolahkan dengan baik belum tentu terdidik dengan baik.
Kurikulum kita melahirkan manusia yang human thinking (cerdas dan terampil), not also human being (punya nurani dan bisa membuat perdamaian bagi dunia ini).
Banyak pekerja yang merasa salah jurusan >> salah karir
Tujuan pendidikan institusi Barat itu keberhasilan/mobilisasi sosial ekonomi bagi setiap murid. Padahal dalam Islam, tujuan pendidikan ialah keberhasilan individu dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi.
Kemunduran umat Islam hasil konferensi umat Islam di Arab tahun 1977; the loss of Adab. Ayah-Bunda meninggalkan pos-pos pendidikannya di rumah, mengejawantahkan ke lembaga pendidikan/sekolah. Padahal di akhirat, yang ditanya tanggung jawabnya kan orangtua ya, bukan pihak sekolah. #uhuk
Apa itu fitrah?
Dalam Islam, kita mengenal fitrah. Sesuatu yang sudah Allah instal berupaya kebaikan pada setiap jiwa. Ia adalah innate goodness (kebaikan bawaan). Ia meliputi ma'riftullah (mengenal Tuhannya), melakukan/memilih kebaikan, dan accept true knowledge (jujur, adil, benar). Fitrah itu tidak diciptakan karena ia sudah bawaan, tapi dikuatkan/dikembangkan oleh orangtua.
Dalam pelaksanaannya, orangtua tidak hanya bisa mendidik seorang diri. Namun, seperti pepatah di Turkey, "It takes a village to raise a child".
Kaidah Mendidik Anak sesuai Fitrah
Allah tidak akan memanggil mereka yang mampu, tapi Allah akan memampukan mereka yang terpanggil.
Perbanyak syukur dan menerima anak kita, maka Allah swt akan berikan hikmah yang banyak. QS. Lukman ayat 12. Kita orangtua terbaik versi anak kita. Anak itu bukan suatu kebetulan, bukan bonus/hadiah. Allah tidak pernah mentidaksengajakan sebuah kelahiran. Pasti ada maksud besar Allah. Maka, kita sambut itu. Dan Allah akan memberikan hikmahnya.
Fitrah itu seperti benih. Kita adalah gardener. Pentingnya memahami tahapan pertumbuhan. Tidak tergesa sepanjang kita tahu ilmunya, sehingga anak kita tumbuh menjadi pohon yang baik dan berbuah sesuai masanya.
Memahami bahwa pendidik anak kita sesungguhnya adalah Allah swt, pencipta fitrah. Allah swt menyediakan jalan bagi tumbuh dan kembang fitrahnya. Allah swt juga tetapkan syariat dan kitabullah agar ia tumbuh menjadi sempurna dan bahagia.
Fokuslah pada cahaya anakmu, bukan sisi gelapnya. Jangan fokus pada kenakalan anak, tapi fokus pada sisi kuatnya. Karena setiap anak punya potensi. Banyak husnudzon saat mendidik, tidak pesimis.
8 Jenis Fitrah Anak
Untuk detailnya, bisa lihat blog berikut ya https://inspiringhanie188.wordpress.com/2017/09/21/home-education-2-fbe-by-harry-santosa/
Fitrah Keimanan (core of fitrah)
Golden age: 0-6 tahun
Metode: keteladanan & kesholehan. Misal, dimasukkan dalam lingkungan yang hanif. Dihomestaykan ke rumah ustadz. Mulai usia 10 tahun: murobbi (ustadz) dan maestro (fitrah bakat).
Ciri jika sudah tumbuh: pribadi daiyah (menyeru pada kebaikan & syariat)
2. Fitrah Belajar dan Bernalar
Golden agen: 7-10 tahun
Interaksi terbaiknya dengan alam. Peran memelihara dan melestarikan alam.
Metode: inspirasi hebat dan ide menantang
3. Fitrah Bakat dan Kepemimpinan
Anak punya sifat/potensi unik (suka gambar, suka bicara, suka berpikir, dst)
Golden age: 0-14 tahun
Metode: mendorong & memfasilitasi bakatnya
4. Fitrah Perkembangan
Metode: ditempa sesuai tahapan umurnya
Misal di bawah 7 tahun perbanyak bangun imaji anak. Bangun yang indah dan senang-senang dulu ttg iman.
Tidak banyak menjelaskan neraka dan punishment-nya.
5. Fitrah Seksualitas dan Cinta
Golden age: 6-15 tahun
Metode: bonding/kedekatan dengan orangtua dan keluarga
Ciri: menjadi ayah & ibu yg baik
6. Fitrah Estetika & Bahasa
Metode: banyak dialog/narasi
7. Fitrah Individualitas dan Sosialitas (Ego)
Metode: pemberian award, penghargaan, kalimat pujian dan positif
8. Fitrah Jasmani (fisik)
Metode: menjaga pola makan, tidur, gerak
Dampak Fitrah Based Education : Liberating & Balancing
Fitrah yang dibebaskan (liberating) dan bertumbuh saat ia bertemu syariat, maka akan mencapai titik keseimbangan.
Fitrah dan adab/nilai kitabullah itu dicipta di alam yang sama, maka mereka compatible. Jika tarikan pendidikan ke fitrah, maka akan balance. Jika tarikan pendidikannya ke nafsu, maka timbul kelalaian (ghaflah). So, raise your child sesuai fitrahnya, then you will chase fitrah on yourselves (sama-sama belajar).
Who's the role model in FBE?
Core fitrah adalah fitrah iman (kesiapan seseorang menerima Islam). Maka, Rasulullah saw punya fitrah yang sempurna karena di umur 40 tahun ia telah siap menerima wahyu dan ke-8 fitrahnya tumbuh sempurna.
Jika fitrah tidak tumbuh, maka akan timbul penyimpangan. Kenakalan remaja, LGBT, seks bebas, tawuran, kecanduan game. Jangan pernah menyalahkan lingkungan, tapi evaluasilah didikan kita karena membuat anak tidak punya imun.
Bagaima jika ada fitrah yang terlewat?
Observasi dulu fitrah yang mana? Why? Jika sudah, maka ulangi prosesnya.