Berkunjung Ke Pabrik Kopi Legendaris Bandung : Kopi Aroma
Rabu kemarin,tepatnya tanggal 3 Juni 2015 saya dan teman - teman ditemani Pak Nugroho dosen kami,berkesempatan untuk mengunjungi Rumah Produksi Kopi Aroma yang sangat terkenal dibandung akan kelegendarisannya. Kopi aroma yang terletak di Jl. Banceuy No.51, Bandung. Walau Jln. Banceuy terkenal sebagai pusat pecinan dan onderdil mobil kopi aroma tetap tersohor namanya. Kopi aroma ini sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka (1930)Tujuan kami kesana adalah sebenernya untuk melakukan observasi berkaitan dengan mata kuliah Manajemen Logistik guna mengetahu secara lebih nyata proses pengaturan logistik disana .Namun,kami sangat menikmati kuliah lapangan kami disamping dapat menelusuri pabrik legendaris yang unik dan tradisional kami pun dipandu oleh pemilik langsung dari Kopi Aroma ini sendiri yaitu Pak Widya.Beliau sangat ramah dan antusias sekali untuk menjelaskan proses bisnisnya ke kami,para mahasiswa.Selain memiliki Kopi Aroma ,beliau juga merupakan Dosen Kewirausahaan di kampus Unpad,saya bahkan pernah diajar olehnya dan diapun sangat amat ramah ketika menjadi dosen.
Suasana keadaan dan peralatan yang ada d Fabriek Koffie Aroma
Kami datang ke Kopi Aroma sekitar 10.30 pagi .Saat kami datang ,kami langsung disambut hangat Pak Widya dengan tangannya yang penuh kopi.Ternyata,ia baru saja mengecek kualitas kopinya di bagian dalam pabrik.’’Ya,disini memang prosesnya masih ada beberapa yang tradisional/manual t’’ ucapnya .’’Tapi itu memang saya sengaja karena dengan begitu rasa kopinya tetap khas dan lebih berkualitas”lanjutnya.Mungkin itulah yang membuat Toko Kopi ini bertahan kokoh ditengah kedai/cafe modern yang merajalela dimana-mana. Ketika memasuki pabrik, harum kopi amat sangat kuat tercium .Bukan hanya itu,bahkan butiran-butiran biji kopi bertebaran dan pakaian kita penuh dengan kopi.Luas pabrik tidak terlalu luas dan bentuk bangunannya seperti rumah tua namun proses pembuatan kopi didana sangat efisien telihat lumayan banyak kopi yang terkemas dalam waktu yang amat singkat.Kopi yang selesai finishing,langsung dikemas kertas organik dan diperjual-belikan didepan pabrik yang notabene merupaka Toko Kopi Aroma resmi.Namun maksimal pembeli hanya bisa membeli sebanyak 5 kg karena terbatasnya produksi.Disini Pak Widya menerapkan produksi yang stabil,karena ia tidak mau serakah ucapnya.
Suasana ketika Pak Widya sang pemiliki Kopi Aroma memeberikan penjelasan tentang keseluruhan proses pembuatan Kopi Aroma
Biji Kopi mentah yang akan memasuki prose pengolahan di Fabriek Koffie Aroma
Kopi aroma ini dijual juga secara eceran oleh pak Widya,kami pun langsung berniat membeli dengan sangat sigap setelah berkunjung dipabrik . Harga kopi secara ecerannya Rp.20000 untuk Robusta dan Arabica setiap 250 gram. Ketika saya tanya mengapa di jula eceran beliau menjawab dengan rendah hati “agar semua orang dapat merasakan kopi aroma miliknya”. Sungguh pebisnis yang baik hati. Selain menjual eceran beliau juga memasok kopi-kopinya ke hotel-hotel di Indonesia. Proses pengolahan kopi aroma ini sangat hati-hati sehingga yang dihasilkan pun amat sangat berkualitas. Biji kopi dipilih, kopi yang sudah tua adalah kopi yang terbaik. Kemudia, kopi di peram dahulu selama bertahun-tahun di karung yang berpori didalam gudang yang dijaga kelembapannya, 8 tahun untuk kopi jenis Arabica dan 5 tahun untuk jenis Robusta. Ini berguna untuk menurunkan tingkat keasaman (acidity) kopi, kadar air dan caffeine. Jadi orang-orang tidak perlu takut terkena asam lambung dan aman bagi penderita hypertensi. Setalah itu, biji kopi yang sudah memenuhi syarat di roasting (gongseng) selama 2 jam menggunakan kayu karet karena kayu karet dipercaya dapat memberikan aroma yang sedap untuk kopi. Dan akhirnya dikemas pada kertas yang berbahan dasar daun agar aromanya tetap terjaga.
Selama berkeliling pabrik kopi,banyak sekali ilmu tentang kopi yang kami dapat.Dari macam-macam kopi diindonesia,tingkat kafein setiap kopi,manfaat setiap jenis kopi,kalau kopi asli itu tidak akan menimbulkan bau kopi dikemudian hari.Selain itu kami juga mencicipi biji kopi kering yang rasanya seperti keripik.Ya,tapi jika tidak beruntung kamu akan mendapat keripik kopi yang amat sangat pahit rasanya.
Biji kopi kering hangat yang kami cicipi di Fabriek Koffie Aroma
Foto seluruh anggota tim observasi bersama Pak Widya (Pemilik Fabriek Koffie Aroma )dan Dosen Pembimbing Lapangan Kami Pak Nugroho.
Pokoknya,kunjungan kuliah kami kali ini yang ditujukan untuk tugas amat sangat menyenangkan dan menambah ilmu baru.Dan pada akhir kunjungan kami langsung memborong Kopi dibagian depan toko yang desainnya sangat amat tempo dulu.Sekian cerita kunjungan saya dan teman-teman mengunjungi Kopi Aroma yang legendaris ini.Jika anda penikmat kopi,tidak ada ruginya mengunjungi Kopi Aroma yang legendaris ini dijalan Banceuy.Toko kopi ini buka dari jam 06:00 WIB sampai 18:00 WIB. Anda bisa menikmati suasana tempo doloe ditemani secangkir kopi yang harum dan yang paling terpenting dan membuat bangga itu adalah brand lokal indonesia .








