Ya Rabb jangan lepaskan hamba dari pertolonganMu sekejap mata pun 🌧️

★
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Discoholic 🪩

tannertan36
hello vonnie

Kaledo Art
Lint Roller? I Barely Know Her
One Nice Bug Per Day

PR's Tumblrdome
No title available
Three Goblin Art
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
I'd rather be in outer space 🛸

Andulka
Today's Document
Peter Solarz
$LAYYYTER
No title available
seen from Nepal
seen from Suriname
seen from Pakistan
seen from Iraq

seen from Luxembourg
seen from United States
seen from Indonesia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@bermanis-di-bumi
Ya Rabb jangan lepaskan hamba dari pertolonganMu sekejap mata pun 🌧️
Apa salah berharap pada tempat yang seharusnya?
Kadang semesta tampak mendukung. Tapi apakah benar-benar mendukung?
Kadang semesta tampak tak mendukung. Tapi apakah benar-benar tak mendukung?
Bisa jadi cara lainnya untuk push diri to the limit. Tak lain tak bukan hasilnya buat diri mampu nikmati hal yang jauh lebih manis!!
Aamiin
Sendiri. Malam.
Kadang ketika ketidakadilan itu datang
Maka mengeluh pun tidak terelakkan
Sering keluh kesah itu begitu panjang
Walaupun bentuknya berupa selftalk...
Mampu menahan diri dan sejenak introspeksi, itu kadang
Coba tanya apakah ini adalah salah satu doaku yang dikabulkanNya?
Sering kali IYA jawabku
Walaupun untuk berkata iya itu sulit, harus berpikir keras
Butuh waktu untuk menyadarinya
Atau bahkan butuh berderai air mata
Padahal itu tidak lain tidak bukan adalah harapan yg pernah diminta
Lega? sedikit
Ketika bisa sampai sadar lagi, bahwa kondisi saat ini adalah bentuk doa yang dikabulkanNya juga yg paling penting adalah bentuk kasih sayangNya
Yang tadinya mau lanjut berkeluh kesah
jadi putar haluan, kembali banyak mensyukuri
Lagi lagi.. butuh waktu buat menyadari kalau ternyata masih banyak sekali hal yang patut disyukuri dari pada disesali
Memang butuh waktu.... tapi ketika sampai di Titik Sadar itu, maka mudah lapang juga ringan hati menerima "ketidakadilan" yg dirasa
Bukankan ketidakadilan memang tidak akan pernah ada dibumi?
Melainkan di akhirat nanti
Ingat kisah firaun dan istrinya?
Kalau dilihat lihat
Rasa² nya melanggar janjiNya bahwa yang baik berpasangan dengan yang baik, begitupun sebaliknya
Tapi ternyata ada rahasia Allah dibalik itu semua
Ketika dalam suatu hubungan ada satu yg lebih dominan baiknya, dan ia selalu bertahan di banyak situasi sulit
Maka disitulah ia berubah
Berubah menjadi lebih sabar
Berubah menjadi lebih mendekatkan diri padaNya
Perubahan inilah hikmahnya, Allah ingin tinggikan derajat Asiyah, yang pada akhirnya Allah janjikan ia masuk surgaNya
Walau katanya simpel.. hanya ENAM huruf
"S.Y.U.K.U.R"
Tapi nyatanya? Coba dijawab sendiri
*saya juga sedang menatap diri ketika berulang kali membaca karya jari ini
Petir dan Kilat Tahun Lalu--
Bismillahirrohmanirrohim
Saat ini aku sedang benar-benar ketakutan, ketika tulisan ini aku ketik benar-benar mencekam dengan hujan yang begitu deras layaknya badai, dengan petir dan kilat yang silih berganti menyambar, sebenarnya aku mengetik ini guna mengalihkan perhatianku dari suara petir dan kilaunya kilat yang menyambar...
Entah kenapa momen seperti ini selalu jadi bagian terberat, ibarat uji nyali bagiku. Aku nggak mau bilang ini trauma, yang pasti pernah ada kejadian yang mirip dengan hari ini yang begitu membekas di ingatan tepatnya saat SMA dulu..sejak kejadian itu petir dan kilat selalu membuatku diam di tempat bahkan menangis. Padahal ada momen lain yang paling aku suka ketika petir dan kilat hadir yaitu HUJAN. Bahkan ada salah satu temanku yang bilang begini “mesti deh hujan yang di foto” entah menurutku hujan itu menenangkan, menyejukkan jiwa selain itu yang pasti itu rahmat Allah yang sedang turun..
Ketakutan ini membuatku nggak diam begitu saja, banyak hal yang coba aku lakukan untuk menguranginya
Awalnya bermula di kos pertama (sekarang udah pindah kos) aku hanya bisa diam dan menangis, meratapi sisi kosong di ruang kamar yang persegi ini, yang juga punya atap petak kecil transparan, entah apa namanya...sedih intinyaa
Semakin kesini entah tiap hujan datang bersama kilat dan petirnya selalu jadi momen aku ngaji(mbaca qur’an) sekeras-kerasnya, bukan apa.. lagi lagi untuk mengalihkan pikiranku dari suara petir dan cahaya kilat..
Makin lama makin banyak lah ritual di kala hujan dan petir serta kilatnya datang, yang paling ngena adalah muhasabah...
Kali ini tiba-tiba saja terpikir tentang akhir zaman yang nyatanya memang sudah dekat, dunia memang sudah tua.. kalau teman-teman yang belum tau bisa search info tentang ustazd Dzulkifli atau kajian-kajian tentang akhir zaman lainnya. Bukan soal kapannya, karena memang tak ada mkhlukNya yang tau, namun soal tamparan keras yang jadi pengingat diri bahwa kesempatan untuk menghamba kita tak banyak, ajal yang pasti datangnya hanya tak tau kapan ia akan menjemput kita. Alhamdulillah ini pun sadarnya berkat teman—teman yang sholihah.. hmm kurang rasanya kalau disebut teman mungkin bisa disebut saudara se-surga yang selalu saling ngingetin..
Nah yang terpikir adalah dalam kondisi apakah aku saat hari itu benar-benar datang? Mulai dari tanda pertama akhir zaman yaitu datangnya asap addukhon yang pekat dan yang mematikan dan merusak semua teknologi saat ini...
Sekuat apa iman kita saat itu?
Sedang apa kah kita?
Sedang dimana?
Bagaimana dengan orang-orang tercinta kita?
Bahkan yaa.. setiap suara petir dan sambaran kilat rasa-rasanya ketakutan akan datangnya ajal pun hadir, jujur aku memang cukup gembeng (gampang bocor re: nangis) tapi kali ini serius... asliii takuut banget jadi ingat dosa-dosa besar yang aku sadari dan yang pernah aku lakukan, lah apa kabar dosa yang tidak pernah kita sadari.
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim: 41).
Buka lembaran lama
Tulisan ini dibuat persis ditanggal 30 juni 2018, tulisan kedua di bulan ini setelah yang pertama yaitu setelah skripsi ini Allahamdulillah lulus diujikan. Setelah berusaha membangun komitmen untuk minimal menuliskan dan mengabadikan momen dengan tulisan sebanyak 2 kali setiap bulannya. Mumpung belum tanggal 1 juli, Alhamdulillah. Allahuakbar Allahuakbar
Lagi-lagi Allah menunjukkan kemurahanNya, kebesaranNya, kasih sayangNya, kuasaNya
Terlalu banyak perasaan yang tidak bisa dideskripsikan
Sejak dinyatakan lulus oleh ketua penguji skripsi kemarin, ditambah lagi ada apresiasi dan saran untuk lanjut sekolah. Lagi-lagi rasa syukur ini besar sekali rasanya, walaupun nyatanya tanda syukur banyak bentuknya tak dapat dijamin hanya lewat kata-kata. Dan tebak satu lagi hal yang paling berat adalah bagaimana menjaga hati agar kokoh dan tegar menghadapai ujian.
Ujian yang mana lagi ya? Kan sudah dinyatakan lulus sama pengujimu yuk? Itu mungkin pertanyaan yang bisa jadi muncul di benak teman-teman yang memanggulku dengan Y-U-K nyatanya namaku tanpa aksen K dibelakangnya, tak apalah :” hehe sesukanya teman-teman ku tercinta.
Yap ujian kenikmatan, yang sungguh nyata beratmya. Sekian banyak jiwa terbukti mampu menghadapi ujian berupa kesulitan, kesengsaraan, kesempitan, kesukaran dan sejenisnya. Namun hanya segelintir jiwa yang mampu lulus dari ujian kenikmatan bisa jadi nikmat pujian, nikmat pemberian, nikmat waktu luang, nikmat ilmu, nikmat sehat, juga nikmat keharmonisan. Manusia seringkali terlenakan dengan sebuah pencapaian. Nah ini menjadi tanda tanya besar pula khususnya bagi diri saya sendiri, seorang kakak, seorang ayu, seorang rokhmah atau seorang suliasih
Apakah ia akan mampu lulus dan mendapatkan predikat “baik” dimataNya? Aamiin ya Rabb itu doaku saat ini
Terima kasih guru-guruku, yang Allah titipkan berupa keluarga yang tidak pernah absen mengingatkan dan “mengawasiku” dari kejauhan.
Berupa teman-teman yang supportnya yang mengalir se-sederhana mengucapkan “semangat” walaupun aku tau nyatanya masing-masing kami punya kesulitan sendiri-sendiri punya jalan ceritanya masing-masing dan dengan nada yang datar, tetap saja mereka mengucapkannya “semangat ya, semoga dimudahkan” duh bener deh aku mbrebes mili re:menetesnya air mata dari sumbernya wkkw. Semoga diberi Allah waktu yang tepat ya teman-teman hingga kita membangun mimpi bareng.
Atau kakak tingkat yang ternyata sedang menempuh persiapan sidang thesisnya hingga saling mendoakan meminta sama-saa dimudahkan proses studinya, semoga selalu dalam lindungan Allah ya mbak, ayu tunggu berita baiknya.
Juga berupa dosen yang masya Allah aku yakin Allah pasti akan balas semua kebaikan dan dedikasi beliau-beliau, semoga diberi umur yang barokah ya ibu, ya dokter. Semoga anakmu ini tetep membara semangatnya hingga cita-cita tercapai. Aamiin terima kasih atas amanahnya.
Ibarat romadhon teman-teman.. bagi yang menyambut penuh gembira kedatangannya akan berambisi betul akan meraih prestasinya dan berkomitmen mempertahankannya hingga 11 bulan menjelang romadhon kembali. Ia akan menjadikan romadhon sebagai wkatu untuk akselerasi perbaikan diri tentunya dengan target-targer yang nyata indikator ketercapaiannya.
Begitu pula dengan ujian berupa kenikmatan yang Allah berikan, sejak kenikmatan itu datang tinggal menunggu apakah ia akan mempertahankan intensitas doanya pada Allah, apakah ia tetap menjaga “kemesraan” denganNya, seperti ketika sejak ia mulai menyampaikan hajatnya pada Allah menyampaikan keinginan dan cita-citaNya pada Allah. Dan satu hal lagi bagaimana ia tetap merasa bahwa kenikmatan ini hadir karena kasih sayangnya Allah, bukan semata-mata 100% usahanya sendiri. Karena bisa jadi ketia ia merasa bahwa ketercapaiannya ini adalah 100% atas usahanya bukan tidak mungkin perlahan-lahan ia akan lupa rasanya bagaimana merintih berkomunikasi dengan Allah dengan berdoa atau bahkan menangis.
Ya Allah jaga hati-hati kami agar bersih dari rasa-rasa yang membuat kami terlalu berharap dengan makhlukmu yang manapun, siapapun itu kami tau Engkau menyayangi kami dengan ujianMu yang datang bertubi-tubi bahkan bersamaan tapi kami yakin yang Engkau inginkan adalah kenaikan kelas derajat kami dimataMu bukan dimata makhlukmu. Ya Allah jadikan lembut hati-hati kami agar mudah kami menerima hidayahMu yang mungkin datang dari segala bentuk. Aamiin
Find and replace
Sedang merakit kembali kepingan hati untuk memaafkan…. Angan ini terlalu jauh untuk ingin melupakan
Allah meminta kita untuk sampai memaafkan pun cukup, karena itu langkah awal untuk melupakan. Ya melupakan salahnya saudara, teman, sahabat-sahabat kita dan me-replace dengan kebaikan-kebaikannya. Kalau sudah “find” masak iyaa mau didiemin aja, apalagi yang kita temukan itu hal-hal yang buruk.
Move on itu harus, apalagi dari hal yang tidak disukai Allah, misalnya mengungkit-ungkit kesalahan teman. Itu yang saya dapat dari sebuah kajian akbar di salah satu stasiun Televisi nasional. Gagal move on nya Rasululloh yaitu terhadap kebaikan-kebaikan dan besarnya pengorbanan ibunda Khadijah. Nah yang diingat kebaikan yaaa bukan kesalahan.
Mengingat ingat kesalahan orang lain adalah keahlian kita. Karena kebalikannya kadang diri terlalu bangga dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan. Padahal mungkin saja orang yang kita anggap berbuat salah bahkan berbuat kejahatan seperti di film AADC ketika si cinta bilang “kamu itu jahat!!!”. Saat itu pula seketika kita menyalahkan dan menghakimi orang tersebut, padahal tak sedikit bantuan dan perbuatan baik yang juga ia lakukan sebelum berbuat kesalahan itu.
Semoga saya mampu memaafkan, maafkan pula kesahalan saya. Cari, panggil, dan tarik aku jika tak kau temukanku di surga sahabat…
Bukankah urusan dapur dan perut adalah salah satu cara perempuan untuk memudahkan kewajiban laki-laki dalam urusan nafkah?
Maka, mari kita terus membenahi skill dalam urusan dapur, wahai calon-calon ibu 😆
Sebenarnya dalam satu hari kemarin, saya dan @rokhmahayusuliasih memasak beberapa makanan. Diantaranya sayur sop (harusnya sama ceker, tapi muter-muter pasar udah habis 😢), lauk perkedel, tempe tepung, dan puding labu ini.
Namun, kali ini saya membagi salah satu resep puding yang sekiranya sangat mudah. Beserta tips n’ tricknya.
Soft Yellow-Pumpkin with Milo Fla
Bahan puding : 1. Labu kuning 1/4kg saja cukup. Bisa beli di pasar (bisa nawar dan lebih senang 😢), namun karena kemarin sudah siang maka kami membeli labu di swalayan (mahal 😕, jiwa ibu-ibu harus hemat) . Di swalayan tersedia beberapa jenis labu kuning, terserah mau yang mana. Yang bentuknya kecil dan per gramnya lebih mahal itu yang lebih fluffy, biasanya yang itu buat bayi (MP-ASI). Yang kami beli yang biasa saja~ asal matang ya biar lebih manis dan lunak. Kalau belinya ternyata lebih banyak seperti kami, sisanya bisa dibikin pancake (resep yang akan datang ya).
2. 1 bungkus Agar - agar plain (warna putih). Yang ada gambar waletnya, jangan yang double wkwk. Karena lebih murah yang burung waletnya satu 😆 Beli di pasar lebih murah inshaAllah.
3. Gula pasir Ini mah wajib ada di dapur, maka tidak perlu beli.
4. Air 700ml Apalagi ini 😆. Tapi tips dari kami, hendaknya memakai santan cair 700ml. Karena menurut perkiraan kami, akan lebih terasa gurih dan soft. Namun, kemarin kami menggunakan air saja.
Cara memasak puding : 1. Kupas labu kuning dan cuci bersih. Kupasnya hati - hati, karena kulit cukup tebal dan keras.
2. Potong - potong lebih kecil supaya melumatkannya lebih mudah. Lalu kukus labu. Kalau tidak punya ‘dandang’ bisa menggunakan rice-cooker seperti kami. Lebih praktis untuk teman-teman yang masih kos.
3. Ketika sudah matang, lumatkan dengan dipenyet-penyet. Karena akan sangat lunak, maka sangat mudah.
4. Campurkan air dan labu yang sudah dilumatkan. Aduk rata.
5. Masukkan 1 bungkus agar-agar. Aduk rata.
6. Didihkan.
7. Setelah mendidih, matikan kompor. Masukkan gula sesuai selera (kalau saran saya, tidak perlu terlalu manis karena flanya nanti akan manis. Calon ibu harus cerdik urusan menjaga kesehatan dari masakan 😆). Lalu aduk hingga rata.
8. Masukkan ke dalam cetakan. Tunggu hingga dingin, dan masukkan ke dalam kulkas untuk lebih mantap.
Bahan fla : 1. Susu (dikira-kira aja ya) Susunya bisa bubuk atau kental manis. Tidak masalah. Kami menggunakan susu milo bubuk dicampur susu dancow bubuk.
2. Air secukupnya
3. Vanilli bubuk
4. Tepung maizena
5. Gula secukupnya
Cara membuat fla : 1. Cairkan susu dengan air di dalam panci. Ini dikira kira aja ya. Pokoknya susunya harus terasa dan tidak terlalu encer. Disesuaikan selera juga.
2. Masukkan gula secukupnya. Karena susu juga sudah manis.
3. Larutkan tepung maizena dengan air di tempat terpisah. Setelah sudah menjadi larutan tepung, baru dimasukkan ke dalam panci.
4. Lalu tambahkan vanili. Aduk rata hingga mengental dan mendidih.
Its done. Its definitely simple. ❤ Jangan ragu untuk terus belajar resep olahan yang baru. Bukankah belajar dalam urusan dapur adalah salah satu bentuk ikhtiar dalam memantaskan diri? Bukankah sejatinya perempuan terlalu sulit untuk dipisahkan dengan urusan dapur? Semoga selalu dimudahkanNya~
P.s : labu kuning ini mengandung banyak serat dan tekstur nya lunak. Hingga sangat cocok untuk semua kalangan, utamanya buat bayi ya, biasanya untuk makanan pendamping Asi (MP-ASI). Ditambah fla yang terbuat dari susu. Selain menjadi dessert. Rasanya, ini salah satu pilihan untuk sarapan (untuk yang tidak terlalu suka sarapan berat). Dan cocok juga untuk ta'jil buka puasa 😉.
Alhamdulillah.... lanjutkan❤❤
nggak papa ya kak sekarang semua jauh dari rumah, cukup lewat telepon dan sms ya kak. jangan buat jarak sama Allah. pasti akan dibayar Allah gimana rasa manisnya ketika bisa kumpul satu rumah. ya nggak papa pak asalkan itu rumah kita di surga kelak Aamiin
semoga bisa reuni di surgaMu ya Rabb
Aamiin...
Nabi adam alaihisalam aslinya penduduk surga. Kita pun memiliki hasrat atau kecondongan untuk menuju syurga. Artinya cenderung berbuat kebaikan. Manusia adalah makhluk akhirat yang membumi bukan makhluk bumi yang mengakhirat. Jika belum merasa begitu. lantas makhluk manakah kita?
Siap masuk surga sekarang?
G: siapa yang mau masuk surga?
M: saya
G: siapa yang mau berkumpul dengan ibu bapak di surga?
M: sayaaaaa
G: siapa yang mau masuk surga sekarang?
M: *****hening sejenak kemudian bertanya tanya dalam hati. pantaskah aku jadi penghuni surga? udah yakin punya bekal yang cukup?
Guru (G)
Murid (M)
Outliers...
Setelah mencari-cari sebutan yang tepat untuk menjadi inspiratif agar ketika orang melihat kita saat itu pulalah mereka membentuk serangkaian niat-niat untuk berbenah diri dan berbuat kebaikan. Akhirnya saya menemukan di buku karya ustadz felix siauw seseorang yang luar biasa perjuangannya dalam buku how to master your habits diceritakan sosok yang ideal sebagai pejuang dakwah.
Untuk Siapa?
Untuk siapa?
Untuk siapa galaumu
Untuk siapa bimbangmu
Untuk siapa lelahmu?
Setiap dari kita mungkin sedang menyusun langkah untuk suatu akhir
Entah akhirmu dan akhirku mungkin sama
Entah langkahmu dan langkahku sangat mungkin berbeda
Yang perlu dipertanyakan adalah apa alasanmu untuk melangkah?
Bukan hanya kasus kriminalitas yang perlu dikaji apa motif dibaliknya
Bukan hanya seorang pasien yang perlu dianamnesis riwayatnya
Niat kita pun perlu dipertanyakan, karena sesungguhnya manusia hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Bukankah begitu?
Jangan-jangan niat rutin ikut majelis ilmumu untuk si dia
Jangan-jangan niat berhijabmu untuk si dia
Jangan-jangan niat hafalan alquranmu untuk si dia
Ya kebayang yang didapet mungkin hanya si “doi”…… naudzubilahi min dzalik
Niat itu ibarat titian langkah dan anak tangga yang kau susun demi tercapainya sebuah akhir. Ya akhir dari penantian entah apapun yang dinanti
Hati hati Allah cemburu dengan usahamu untuk dekatinya melebihi usaha untukNya.
Hati hati rasa bergantungmu dengannya melebihi rasamu untukNya
Allah sangat mampu berikan apapun yang kau minta bahkan seluruh dunia pun. Termasuk soal pasangan hidup
Tapi yang perlu diingat segala bentuk upgrade diri ini segala upaya hijrah ini hanya untuk Allah …. Lillahita’ala
Yuk disusun lagi niat dan langkah kita
Lembutkanlah hati hati ini dalam merasakan nikmat-nikmat dariMu ya Rabb
Amiin
��!�:
Dicapai bukan dilewati H-4 Romadhon <3 <3
Mencapai bukan melewati
Sudah nyata diri ini sedang berusaha mencapai impian apapun bentuk keinginan kita disebut impian, jika dibarengi dengan usaha.
Ingin melihat dari sisi lain bahwa soal memilih “partner hidup” yang katanya juga mempengaruhi bentuk generas beberapa puluh tahun kedepan.
Seorang ayah berkata pada anaknya yang sedang merasakan gejolaknya hati soal virus “merah jambu”.
“kak semua orang diusia se-kakak begitu memang soal “hati” lah yang paling manis untuk dibicarakan”
Si anak berpikir keras apa makna dibalik ucapan bapaknya.
Apakah perasaan ini adalah hal yang biasa dialami semua insan yang ada di fase penentuan arah ini?
Ataukah ada antonym dibalik kata manis itu yang sebenarnya jarang diungkapkan?
Pertama soal hal yang biasa….semakin kesini semakin pula diri ini ingin menjadi yang ideal. Bukan perfeksionis yang diinginkannya, namun menjadi the best form of yourself lah yang terpenting. Bukan pula ideal dimata “mata-mata” manusia yang sesungguhnya tak akan pernah menyentuh kata ideal itu. Mata dan mulut yang tidak akan pernah terpenuhi rasa puasnya, yang bernaluri memberi tanggapan manis nan pedas layaknya puluhan level pedas makanan saat ini, yang jika mengikutinya tak akan ada habisnya. Bukan pula menginginkan cerita pertemuan cintanya layak seorang pangeran bertemu putri idamannya yang begitu dramatis, sampai-sampai logika kita yang katanya harus realistis dan empiris pun menelan cerita-cerita manis itu dengan penuh harap.
Ingin sekali menyambut setiap langkah hidup ini dengan penuh persiapan dengan penuh makna. Memaknai setiap sejarah hidup yang kita tuangkan kembali dalam sebuah lembaran-lembaran yang akan dibaca lagi kelak oleh generasi penerus kita. Begitu bangga dan besar ambisi kita untuk membeli dan mendengar biografi-biografi tokoh-tokoh inspiratif yang menggugah diri untuk semakin mengenalnya. Betul sekali tidak ada yang salah, itu termasuk proses memupuk jiwa. Tapi sadarkah kita bahwa mengenalNya adalah satu-satunya tujuan hidup kita, ketika ada seseorang yang mendekatimu dan kebetulan doi masuk ke salah satu kriteriamu entah sadar atau tidak diri ini akan berusaha tampil ideal dimatanya….hmmmm bukan curhat lo iniii hanya merefleksikan saja :”))). Untuk kedua kalinya sadarkah saat ini kita juga sedang menulis sejarah kita yang mungkin akan menjadi dongeng sebelum tidurnya generasi ke-xxx kita.
Kembali ke percakapan hangat bapak dan anak sulungnya. Setiap si anak bertanya dan meminta pertimbangan soal kegiatan yang akan dipilih diluar kegiatan akademiknya ataupun penyelesaian masalah yang sedang dihadapinya, bapak selalu berkata.
“kak ingat bapak selalu dukung hal positif yang ingin kakak lakukan, tapi ditanya lagi yaa kedalam diri kakak sendiri apakah ini layak dicontoh, karena ini merupakan sejarah yang sedang kakak tulis”.
Hmmm…semakin banyak pertanyaan yang berputar di kepala mungil si anak.
Rasanya tanggung jawablah yang ingin diajarkan olehNya, tanggung jawab soal sejarah yang kita buat. Mau memperbanyak sejarah yang jika dibuatkan buku, akan mempersulit editornya karena terlalu banyak cerita yang tak pantas dicontoh. Ataukah membuat sang editor dan tim redaksi ingin segera mem-publikasikannya karena saking membuncahnya naluri keteladanan dari sang penulis.
Semoga menjadi seseorang yang ketika melihatnya saja langsung membuat otak kita membentuk skema cita-cita ingin meng-upgrade diri.
Terima kasih yang sudah menginspirasi, semoga kelak diri ini mampu menginspirasi.
Belajar
Belajar bisa bersumber dari mana saja bisa kuliah, buku, seminar, workshop, bahkan dari kehidupan sehari-hari pun bisa disebut belajar.
Karena belajar itu adalah mempercayai sebuah kebenaran tak penting siapa, golongan apa dan berapa usianya. Jika menolak kebenaran karena melihat siapa yang berbicara mungkin itu bagian dari kesombongan yang tak kita sadari
Ketika di tengah hutan dan tak membawa pemantik api. Belajar ibarat tiupan angin yang menghidupkan api semakin sering kita meniup api sembari menambah ranting dan dedaunan kering maka apinya pun semakin membesar. Namun pilihan akan selalu ada, pilihan untuk memanfaatkan api guna memasak, mengahangatkan diri dan menghindarkan dari hewan buas itu adalah pilihan terbaik. Lain hal jika sengaja membakar hutan untuk kepentingan perusahaan tanpa mempertimbangkan recovery/reboisasi hutan tersebut, mungkin kerugiannya akan lebih besar dari keuntungannya. Akan ada banyak fauna yang kehilangan tempat hidup akan ada banyak pula anak-anak yang terkena ISPA akibat asap yang tak henti-henti.
Ibarat api yang bisa menguntungkan dan merugikan sekaligus. Begitu pula semangat dan ambisi yang hadir setelah mengikuti seminar atau setelah membaca buku akan hadir semangat positif dan negatif. Jika mampu kendalikan itu mungkin semangat positiflah yang kita pilih, namun ingat semangat saja tak akan bisa membantu orang-orang sekitarmu. Take action lah yang jadi bentuk fisik dari semangat, menjadi bentuk pembeda untuk kita sang pemimpi atau sang pengkhayal :’(
siapakah kita sekarang masih seorang pengkhayal ataukah sudah menjadi sang pemimpi?
“Karena impian adalah yang mengharuskan seseorang berjuang dengan usaha dan tawakal, sedangkan khayalan adalah yang membawa seseorang untuk melibatkan kemalasan dan tak berjuang untuk khayalannya”-Ibnu Qoyyim
Yuk take action!!
Perjalanan panjang
Tak pernah ada yang tahu jalan mana saja yang sudah kau tempuh
Berapa banyak badai, kemarau, tsunami, semi dan pasang surut hatimu
Karena tak penting menuntut yang lain untuk mengerti dirimu seutuhnya
Tak akan pula mengurangi "nilai" dirimu jika tak ada yang tahu perjuanganmu
Bahwa baiknya dirimu saat ini mungkin bukan karena banyaknya amal baik yang telah kau perbuat, namun karena Allah yang jaga aibmu
Sedikit saja tirai aibmu tersingkap, bukan tak mungkin ia yang didekatmu akan menghilang dari hidupmu
“Seandainya dosa-dosa itu ada baunya maka tdk seorangpun yang mau duduk bersamaku"
Kadang diri merasa begitu sulit bangkit dan lupakan masa "kelam" masih takut aib tersimpan di long term memory orang terdekat. Ahhh ingin "mengunci" diri jauh dari peradaban rasanya.
“Tak bisa melulu lihat kedepan, mungkin ada ambulance ugd yang membawa pasien kritis hendak lewat. Juga tak perlu lama menatap spion, mungkin di depan ada seorang ibu yang hendak lewat. "
Perlu "homeostasis" di dalam sistem tubuh kita, makan pun perlu seimbang, berkendara juga perlu seimbang agar tak jatuh, begitu pula kehidupan namun satu yang harus lebih.
Cintamu padaNya harus lebih dari cintamu padanya. Karena Ia lah yang dengan kasih sayangNya melindungi aibmu.
Kalau kamu mau menjemput jodoh dengan kesempurnaan Saya juga mau menjemput ajal dengan kesempurnaan Sesempurna mungkin merasakan dan menjalankan nikmatnya beribadah padaNya
Hujannya surabaya