Akhir Januari 2013 Tepat 3 tahun yang lalu, 2 orang perempuan berusia 21 tahun baru saja kembali dari sebuah perjalanan yang sangat menguji keimanan mereka. Sebuah perjalanan yang tidak biasa. Perjalanan yang dipenuhi dengan tanda-tanda kebesaran-Nya. Akhir November 2012. Mereka dikabarkan bahwa karya tulis mereka lolos untuk dipresentasikan di hadapan panelis & ratusan peserta di sebuah acara internasional yang diadakan di negeri matahari terbit. Penuh syukur dan bahagia rasanya saat itu. Namun, itu berarti mereka juga harus berusaha untuk mencari sponsor yang dapat membiayai keberangkatan mereka. Pasalnya, panitia acara hanya mengakomodir biaya registrasi dan makan selama acara berlangsung. Itu berarti mereka harus mencari biaya untuk penerbangan, transportasi lokal, tempat tinggal, dan makan selama berada di negeri tersebut. Segala persiapan pun mereka lakukan. Mulai dari persiapan ruhiyah, fisik, & mental, serta amunisi yang diperlukan. Selama sebulan penuh di bulan Desember mereka berjuang membuat proposal sponsor, menyebarkannya, dan melakukan berbagai cara untuk mendapat dana agar dapat mengikuti acara tersebut. Waktu terus berlalu. Namun, setelah berbagai cara dilakukan dan segala ikhtiar diusahakan, ternyata Allah masih ingin melihat kerja keras & mendengar doa-doa mereka. Mereka belum juga mendapatkan dana yang cukup. Padahal saat itu kurang lebih sudah H-10 hari sebelum acara diadakan. Akan tetapi, saat itu mereka benar-benar yakin bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang berusaha. Bayangkan! H-10 hari, tapi mereka belum membeli tiket pesawat, belum membuat visa, dan belum tau akan tinggal dimana di sana. Namun, atas izin Allah, akhirnya mereka mendapat kabar kalau ternyata mereka mendapat tempat tinggal di salah satu apartemen milik mahasiswa Indonesia. Tanpa biaya sewa, bahkan mendapat makan gratis. MasyaAllah.. Bahagia sekali rasanya mereka saat itu. Allah benar-benar menunjukkan kebesaran bagi hamba-Nya yang berusaha & percaya pada-Nya. Akhirnya, karena sudah mendapat kepastian tempat tinggal, mereka dapat segera membuat visa. Akan tetapi, karena mereka belum mendapat cukup dana, mereka belum bisa membeli tiket pesawat. Namun, karena mereka harus segera membuat visa, mereka akhirnya nekat membuat visa dengan tiket booking pesawat. Alhamdulillah, Allah menunjukkan kebesaran-Nya lagi. Mereka dapat mengurus visa dengan lancar, bahkan tanpa dipungut biaya di H-6 sebelum acara berlangsung. Itu berarti, hanya tinggal tiket pesawat yang mereka harus perjuangkan. Namun, keesokan harinya, mereka belum juga mendapatkan sponsor untuk membeli tiket pesawat. Tadinya mereka sempat ingin mundur dan membatalkan kepergian mereka. Namun, lagi-lagi Allah menunjukkan kekuasaan-Nya. Mereka tiba-tiba mendapat kabar bahwa mereka mendapat dana dari kampus dan fakultas. Meskipun tidak dapat membiayai tiket pesawat secara penuh, namun itu sudah sangat membantu mereka :") Alhamdulillah atas izin-Nya akhirnya dua orang perempuan tersebut dapat pergi ke negara sakura tersebut. Namun, ternyata ujian-Nya belum selesai. Mereka kembali dihadapkan pada situasi yang menguji keimanan mereka. Di hari keberangkatan, pesawat yang akan mereka naiki delay karena cuaca sehingga mereka telat 1,5 jam. Padahal, waktu transit yang mereka miliki tidak lama. Penuh rasa was-was saat itu. Namun, mereka yakin bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya seorang diri. Akhirnya pesawat mereka datang & mereka terbang ke negara tetangga untuk transit. Saat ingin transit, di dekat petugas imigrasi mereka melihat staf maskapai memegang papan bertuliskan nama mereka. Ternyata, staf tersebut memberi tahu bahwa mereka harus segera menuju pesawat berikutnya sebelum pesawatnya terbang meninggalkan mereka. Akhirnya, setelah paspor mereka diperiksa oleh petugas bandara, mereka langsung berlari (benar-benar berlari) mengikuti arah staf maskapai yang memegang papan bertuliskan nama mereka tersebut. Benar saja, sesampainya mereka di pesawat berikutnya, mereka langsung dibimbing menuju kursi yang akan mereka tempati. Setelah memasang sabuk pengaman, pesawat langsung lepas landas. Bayangkan, apa yang terjadi jika mereka terlambat beberapa menit saja, pasti mereka akan ditinggal pesawat tersebut. Keesokan harinya, mereka akhirnya sampai di negeri yang mereka perjuangkan selama ini: Jepang! Haru & syukur saat itu yang mereka rasakan. Ternyata dengan segala lika-liku perjuangan yang telah dilalui, Allah mengizinkan mereka untuk menapaki jejak di negeri tersebut. Apakah ujian dari-Nya sudah selesai? Ternyata belum! Mereka masih harus menerima kenyataan bahwa ternyata koper mereka masih tertinggal di negara tempat mereka transit kemarin. Hal tersebut dikarenakan pesawat sebelumnya yang delay sehingga tidak sempat memindahkan koper mereka ke pesawat selanjutnya. Namun, sekali lagi Allah membuktikan bahwa dibalik ujian-Nya, Allah akan menunjukkan kuasa-Nya. Akhirnya mereka mendapat kompensasi berupa sejumlah uang dari maskapai tersebut sebagai bentuk pertanggungjawabannya. Alhamdulillah, itu berarti mereka mendapat uang saku tambahan. Allah benar-benar tahu bahwa mereka tidak membawa cukup uang saku saat pergi ke negara tersebut. MasyaAllah.. Terlebih lagi, karena koper mereka tertinggal, mereka tidak perlu repot-repot membawa kopernya dari bandara yang letaknya di Osaka menuju kota tempat dilaksanakannya acara yang akan mereka ikuti, yakni Hiroshima. Hanya perlu tas ransel. Segala perlengkapan musim dingin pun, seperti jaket, syal, sarung tangan ada di ransel mereka sehingga mereka tidak perlu kedinginan meski koper mereka tertinggal. Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan? :") *** Kisah ini kembali ditulis karena saat ini saya, salah satu dari perempuan di certa tersebut, sedang kembali diuji keimanannya. Namun, saya yakin, Allah pasti akan menunjukkan kuasa-Nya dibalik ujian yang diberikan. Jadi, tetaplah berusaha yang terbaik & yakin bahwa akan ada rencana Allah yang jauuuh lebih indah dibalik ujian-ujian yang diberikan oleh-Nya :")