Ketika kamu membayar murah sebuah hubungan ya begitulah, pada awalnya dimulai dengan keheningan sebelum seseorang benar-benar pergi, di situlah kesepian mulai terasa pekat

PR's Tumblrdome
macklin celebrini has autism

shark vs the universe
★
$LAYYYTER
untitled

Game Changer & Make Some Noise
EXPECTATIONS
Sade Olutola

Product Placement

pixel skylines
The Bright Sessions
Not today Justin
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
NASA
Doug Jones

tannertan36
Mike Driver
Color Me Curious

Jar Jar Binks Fan Club
seen from Ecuador
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Venezuela
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Belarus
seen from Romania
seen from Trinidad & Tobago
seen from Australia

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany
@bobbyanoraga-blog
Ketika kamu membayar murah sebuah hubungan ya begitulah, pada awalnya dimulai dengan keheningan sebelum seseorang benar-benar pergi, di situlah kesepian mulai terasa pekat
Bocah dan Tuhannya
Ada saatnya dia merindukan dirinya yang dulu, bersujud mengharu biru, berkeluh kesah dalam pangkuan Tuhan, menderaikan tangis lalu ia dihadiahi berkah-Nya, serasa angin sore di savana, kala itu
Terang sekali ia membelai dalam ridho dan rahmat, untuk semua pinta demi kebahagiaan semesta kecil di sekitar bocah lugu itu, seperti Ibu yang mencintai putra satu-satunya Malu dan sedih rasanya, jika kau mengkhianati iman yang kau bangun susah payah, untuk merebut perhatian dan kasih sayang-Nya Karena dirimu dan diriku sama rendahnya dan apalah kita di hadapan Yang Maha Agung...tanpa-Nya, tanpa sentuhan-Nya, kita sekarat Dirasuki kotor dan jahatnya dunia, penipuan Bukankah selalu ada jalan kembali, ketika kita berjalan maka Ia akan berlari untuk kita, kurang syukurkah kita? Mungkin iya
Semua orang bisa dikalahkan, hanya pemikiran yang abadi
Joan of Arc (The Secrets of Immortal of Nicholas Flamel - The Magician)
Kedatangan, Nyanyian Hujan Pertama
Mendung... Beri aku pertanda, semua telah siap.... Ingatan yang menggelayut manja... Mengemis minta perhatian... Kuhela nafas dalam-dalam... Bertanya..... Kapan mata dan relung ini berpindah.... Untuk semua sumpah...janji.. Yang terlanjur dimuntahkan... Hujan... Yang disiapkan mendung untukku.... Menghapus torehan-torehan tajam... Digurat dalam-dalam.... Perih...namun air-air yang cantik itu berkata... Semua akan baik-baik saja... Lalu mereka menyambut... Cahaya-cahaya singkat.. Yang menampar mataku... Kilat... Datang dengan tegas, sejenak membisu... Merekah lalu bersorak lantang... Agar aku hidup...agar aku menghajar benci... Ia pun berkata...Semua akan dibalas.. Aku pun beranjak... Mengangkat kerangka yang semula remuk redam... Untuk caci yang harus dibalas... Ketika telunjukku...mendiamkan pita-pita suara yang terkutuk Yang bercokol di otak yang dingin ini... Ketika lenganku...menutup pintu rapat-rapat Memaafkan apa yang tinggal bisik-bisik... Tinggal ocehan...dan tawa-tawa yang ringkih
Tanyamu
Kenapa? Jika aku bukan lagi yang dulu....
Menurut matamu, telingamu, hati dan pikiranmu....
Kenapa? Jika aku menjadi orang yang baru, lebih sendu dan biru
Menurut jiwamu? Yang kadang mengelabuimu.... Jika aku memilih, aku akan menari....di atas larik-larik sajak dan puisi
Menegaskan kendaliku atas hati dan pikiran yang kadang rapuh....
Jika aku memilih aku berkelana di antara gedung-gedung tinggi...
Gemerlap, berangin, menyorakkan sepi
Walau ramai, walau riuh, atas kesibukan dunia
Jika aku memilih...aku akan pergi
Bersama hujan di malam hari...
Meniupkan petrichor, kopi yang baru diseduh, dan cinta yang hangat...
Melantunkan dendang sendu...memantulkan cahaya kotaMembias di balik jendela...di bawah lampu tepi jalan...
Aku lelah, iya lelah, dunia ini sesak dengan lidah dan benci
Menjilat sampai habis...sampai jiwa itu hilang...dan menyisakan sesal
Saat esok hari...ku tak perlu bertanya lagi, lagipula aku enggan...Jika aku menari, saksikan aku dalam kata-kata yang menggelitik matamu
Jika aku hilang, cari aku di sela gaduhnya kota...di situ aku selalu berdiam...Jika aku pergi...lihatlah aku jatuh di kelopak matamu...hinggap di bulu matamu...
Menebar bias dan menghangatkan sebuah kenanganmu atasku...Jika aku menjadi hantu...aku hanya akan di sampingmu, memelukmuMemahami pedih dan girangnya batinmu....
Biarkan jika Tuhan merelakanku....Biarkan jika Tuhan membiarkanku...Biarkan jika Tuhan merestuiku...Lepaskan...aku,,,