No title available
tumblr dot com
I'd rather be in outer space 🛸
★

@theartofmadeline
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Lint Roller? I Barely Know Her
cherry valley forever
Cosmic Funnies
The Bowery Presents
No title available
EXPECTATIONS
One Nice Bug Per Day
𓃗

#extradirty
h
No title available

blake kathryn
Noah Kahan
occasionally subtle

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Singapore
seen from T1
seen from Colombia
seen from T1
seen from Chile

seen from Sweden
seen from Malaysia

seen from Azerbaijan
seen from United States
seen from Pakistan
seen from Philippines
seen from United States

seen from Bolivia
seen from United States
seen from Lebanon

seen from United States
seen from Pakistan

seen from France
@bodomalessinau-blog
#fixie
Lihat, tumbuhan semak yang tumbuh di celah tembok beton itu! Tidak terlalu istimewa memang. Meski memiliki nama yang indah Laurentia Longiflora, tetap saja dia hanya tumbuhan semak. Karena tumbuh di tempat yang tidak semestinya untuk tumbuh tentu hal ini bisa menimbulkan berbagai pertanyaan. Siapa yang menaruh benih disitu? Atau, bagaimana tanaman itu dapat zat yang dibutuhkan untuk berkembang? Serta masih banyak lagi kalimat berawalan kata mengapa, bagaimana, kenapa, apakah yang bisa ditujukan untuknya. Coba lihat daunnya yang hijau seperti layaknya tanaman lain yang hidup di tanah, apakah tanaman yang tumbuh di tembok itu mendapat "gizi" yang sama dengan semak yang tumbuh di tanah? Tentu tidak. Semak yang tumbuh di tanah tentu lebih subur, sedangkan yang ada di tembok lebih ramping. Karena jelas tak ada humus, kompos, unsur hara atau apa pun itu yang didapatkan untuk dia tumbuh disitu. Yang ada hanya pasir dan semen yang mengeras. Dia hanya minum air hujan. Ya, untung saja saat ini sedang musim hujan, jika dia tumbuh saat musim kemarau (atau musim durian, musim duku, musim kelengkeng) tentu dia akan layu sebelum berkembang. Tapi itu tak mengurangi produktivitasnya sebagai tanaman yang sudah digariskan untuk berbunga, bunga bintang. Tempat boleh saja tidak layak untuk tumbuh, tapi untuk menghasilkan sesuatu adalah lain hal, mungkin bisa disebut sebuah kewajiban dan dia telah melaksanakannya. Tembok tempat tumbuhan itu hidup sudah teruji kekokohannya. Sebatang paku tak mudah ditancapkan meski dipukul dengan palu besar, malah hanya membuat bengkok paku tersebut. Lalu, bagaimana akar tunggang -yang tak lebih keras dari kawat- bisa menancap dengan kuat di antara celah beton dan sanggup menopang batang yang tumbuh ke atas melawan gravitasi? Apakah karena dia memiliki semangat yang hebat untuk terus bertahan hidup? Apa dia pernah mengeluh hidup di tempat yang keras? Jika aku bisa berdialog dengannya, tentu akan ku tulis semua yang dia ceritakan padaku. *bms*