
Origami Around
Color Me Curious

if i look back, i am lost
sheepfilms

❣ Chile in a Photography ❣
untitled
🪼
hello vonnie
NASA
Cookie Run:Kingdom Official!

No title available

Jar Jar Binks Fan Club
$LAYYYTER
No title available
todays bird
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
The Stonewall Inn
Cosimo Galluzzi
One Nice Bug Per Day
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

seen from Bolivia
seen from Singapore
seen from Norway
seen from United States
seen from Vietnam
seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from Colombia

seen from United States
seen from Tunisia

seen from Czechia
seen from France
seen from India

seen from Canada
seen from Brazil
seen from Bangladesh
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
@bodomalessinau-blog
#fixie
Lihat, tumbuhan semak yang tumbuh di celah tembok beton itu! Tidak terlalu istimewa memang. Meski memiliki nama yang indah Laurentia Longiflora, tetap saja dia hanya tumbuhan semak. Karena tumbuh di tempat yang tidak semestinya untuk tumbuh tentu hal ini bisa menimbulkan berbagai pertanyaan. Siapa yang menaruh benih disitu? Atau, bagaimana tanaman itu dapat zat yang dibutuhkan untuk berkembang? Serta masih banyak lagi kalimat berawalan kata mengapa, bagaimana, kenapa, apakah yang bisa ditujukan untuknya. Coba lihat daunnya yang hijau seperti layaknya tanaman lain yang hidup di tanah, apakah tanaman yang tumbuh di tembok itu mendapat "gizi" yang sama dengan semak yang tumbuh di tanah? Tentu tidak. Semak yang tumbuh di tanah tentu lebih subur, sedangkan yang ada di tembok lebih ramping. Karena jelas tak ada humus, kompos, unsur hara atau apa pun itu yang didapatkan untuk dia tumbuh disitu. Yang ada hanya pasir dan semen yang mengeras. Dia hanya minum air hujan. Ya, untung saja saat ini sedang musim hujan, jika dia tumbuh saat musim kemarau (atau musim durian, musim duku, musim kelengkeng) tentu dia akan layu sebelum berkembang. Tapi itu tak mengurangi produktivitasnya sebagai tanaman yang sudah digariskan untuk berbunga, bunga bintang. Tempat boleh saja tidak layak untuk tumbuh, tapi untuk menghasilkan sesuatu adalah lain hal, mungkin bisa disebut sebuah kewajiban dan dia telah melaksanakannya. Tembok tempat tumbuhan itu hidup sudah teruji kekokohannya. Sebatang paku tak mudah ditancapkan meski dipukul dengan palu besar, malah hanya membuat bengkok paku tersebut. Lalu, bagaimana akar tunggang -yang tak lebih keras dari kawat- bisa menancap dengan kuat di antara celah beton dan sanggup menopang batang yang tumbuh ke atas melawan gravitasi? Apakah karena dia memiliki semangat yang hebat untuk terus bertahan hidup? Apa dia pernah mengeluh hidup di tempat yang keras? Jika aku bisa berdialog dengannya, tentu akan ku tulis semua yang dia ceritakan padaku. *bms*