Tenang, ini hanya di dunia..
$LAYYYTER
styofa doing anything
AnasAbdin

⁂

Discoholic 🪩
RMH

ellievsbear

No title available
Lint Roller? I Barely Know Her
Mike Driver

PR's Tumblrdome
No title available
Sweet Seals For You, Always

JBB: An Artblog!
he wasn't even looking at me and he found me
h
i don't do bad sauce passes
tumblr dot com
One Nice Bug Per Day

pixel skylines
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Lithuania

seen from Canada

seen from Hungary

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Czechia
seen from Belgium
seen from Taiwan

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Finland

seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Singapore
@bravelicious
Tenang, ini hanya di dunia..
Dunia ini hanya mimpi dan engkau akan terbangun saat engkau mati - ali bin abi thalib
Jika di surga nanti aku tidak pernah merasakan sakit dan memiliki kaki yang utuh, tolong ya Allah bantu aku untuk bisa ke sana.
23 september 2022
Jika definisi menjadi kuat berarti harus siap diberi beban berapapun, maka kalau diperkenankan aku tidak memilih untuk menjadi kuat.
22 september 2022
Kalau aku diam saja atau tidak merespon apapun di sosmed, berarti aku sedang kesakitan.
5 juli 2022
Bukan lagi tentang hati, tapi tentang harga diri. Saat ini aku pun tak paham apa yang sedang kujalani. Sedang tepat menanti atau hanya menggadaikan harga diri demi yang dia janjikan pasti. Karena sesungguhnya membersamaimu itu menyiksa diri dan berulangkali kehilangan diri sendiri.
- 14 Februari 2022, happy valentine.
Karena tidak selalu kita diterima apapun kondisi kita. Sebagian hanya ingin menerima terangnya saja, tak banyak juga yang bersedia menerima gelapnya.
2-7-2021
Jangan ngerasa aman karena cuma udah nyaman. Karena kebanyakan rasa nyaman itu menipu. Beberapa perlu kamu validasi.
Taufik Aulia
Heal before having children so your children don't have to heal from having you as a parent.
Unknown.
Perubahan Sudut Pandang
Saya ketika sebelum menikah dan setelah menikah, memiliki cara pandang yang berbeda terkait pernikahan. Sesuatu yang kemudian membuatku memberikan nasihat jika diminta, ke teman yang hendak menikah.
Lebih baik gagal di tengah-tengah proses daripada gagal di dalam pernikahan. Artinya, kalau kamu melihat ada potensi masalah yang besar antara kamu dan calon pasangan, lebih baik gak usah lanjut, dengan segala risikonya; batalin undangan meski udah kesebar, perkataan orang, dll. Membuat keputusan untuk membatalkan lamaran/pernikahan, konsekuensinya jauh lebih ringan daripada bercerai di tengah pernikahan. Karena cerai lebih ribet, tidak hanya urusan administrasinya yang melelahkan, belum lagi jika sudah ada anak dan berebut hak asuh, belum lagi dengan status sosial yang nanti akan dibawa (janda/duda), dll. Untuk teman-teman yang hendak menikah, jika memang belum siap. Lebih baik jangan. Jika kamu sudah siap dan belum menemukan yang menurutmu tepat untuk menjadi pasangan hidup, jangan mau menerima seadanya sekalipun mungkin usiamu bertambah tua. Jika kamu seorang muslim dan tahu kalau pernikahan itu bernilai setengah agama, jangan sampai yang setengah ini rusak karena kamu terlalu gegabah dan menggebu-gebu tapi tidak rasional ketika mau menikah. Sudah rusak setengah dan kita juga tidak bisa menjamin setengah agama lainnya juga baik. Jika kamu ingin menikah dengan seseorang, tanyakanlah segala sesuatu yang ingin kamu tanyakan sampai tak bersisa. Tak perlu sungkan untuk menanyakannya, tak perlu takut. Kalau kemudian dia merasa terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurutmu penting, berarti dia tidak menganggap penting apa yang bagimu penting. Dan jika dia tidak mau diajak duduk bersama membicarakannya, entah tentang finansial, keluarga, dan apapun yang menurutmu ingin diperjelas sebelum menikah, sementara dia tidak mau membicarakannya. Saranku, mending cari yang lain. Menikah dengan orang yang tidak bisa diajak berdiskusi dengan mudah itu akan jadi tantangan tersendiri. Kita tidak bisa menikah bermodal kepercayaan bahwa nanti dia akan berubah, itu mungkin untuk hal-hal yang tidak begitu krusial/prinsip. Tapi pada hal-hal yang prinsip, kita tidak bisa memakai cara pandang itu. Apalagi, sepanjang pernikahan nanti, kita akan membutuhkan banyak sekali diskusi. Saranku, pastikan pasanganmu adalah orang yang bisa diajak diskusi, bisa menerima masukan, terbuka terhadap kritik/saran, dan mau belajar. Dan pada akhirnya, kalau memang tidak siap. Lebih baik, gunakan energimu untuk bersiap. Kalau kamu masih memiliki ambisi yang ingin kamu dapatkan sebelum menikah, kejarlah. Kalau kamu ingin tetap menjadi dirimu sendiri ketika nanti sudah menikah, menikahlah dengan orang yang tepat. Tepat yang seperti apa? Kamu yang bisa merasakannya nanti. Nanti, ketika sudah ada orangnya yang akan menikah denganmu. Kita tidak bisa menuliskan ketetapan itu dalam barisan kriteria. Dan mungkin, tidak akan ada orang yang bisa memenuhi semua kriteria itu dalam satu waktu. Kalau sudah ada orangnya dengan segala kekurangannya. Kamu akan bisa merasakan, mana yang kiranya kamu bisa terima sebagai pasangan hidup dan mana yang tidak. 17 Maret 2021 | ©kurniawangunadi
Karena tidak ada manusia yang sempurna. Cukup cari yang mau menerimamu, apa adanya.
Semakin disakiti, semakin tak ingin memberi lebih. Trauma.
Aku lelah, tapi belum menyerah.
23-03-2021
Tersadar akan satu hal lagi, bahwa tidak ada seorang pun yang mampu menerima kita apa adanya, kecuali orang tua kita.
Kukira aku sudah diterima apa adanya, ternyata salah.
23-03-2021
I know i shouldn’t cry for man. But again, I lose. He took my heart and then squeeze it just like they want. Don’t you know how hurt it is for me ?
Kukira aku sudah baik-baik saja, tapi ternyata salah, saat dipertemukan dengan orang baru yang memberi luka baru, ternyata intensitas sakitnya masih seperti yang dulu. And I hate this. Aku ingin bisa biasa saja, suka sewajarnya, sedih sewajarnya, sakit sewajarnya, sama seperti yang lain, aku lelah seperti ini.
23 march 2021
Cuma satu rasa, sakit.