Yogyakarta, Rumah dan Rindu
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) - Siapa tak mengenal kota yang identik dengan wisata, budaya dan keramahan warga sekitarnya. Kota ini selalu memberikan kesan dan kerinduan bagi para wisatawan lokal dan mancanegara, tidak terkecuali saya. Yogyakarta bukan hanya kota yang kaya akan tempat wisata yang menarik dan budaya yang beraneka ragam, tetapi Yogyakarta memberikan kenyamanan sehingga saya rindu untuk kembali pulang kesana.
Yogyakarta adalah rumah ketiga bagi saya setelah kota kelahiran saya, Madiun dan Surabaya, kota dimana saya menuntut ilmu hingga saat ini. Saya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke kota ini ketika ada libur panjang atau jadwal kosong disela rutinitas kuliah dan praktek kerja saya. Yogyakarta menjadi tempat yang menyenangkan untuk melepas penat, walau hanya sekedar untuk minum kopi joss di dekat Stasiun Tugu sesaat setelah turun dari kereta atau duduk bercerita bersama kawan menyantap nasi kucing, gorengan dan teh hangat di Angkringan yang berada di gang Malioboro hingga larut malam. Semua terasa menyenangkan.
Yogyakarta, Santun dan Keramahannya
Salah satu hal yang membuat kota ini menjadi rumah buat saya adalah keramahan dan kesantunan warga Yogyakarta. Saat pertama kali turun dari kereta, yang akan pertama kali dirasakan adalah keramahan dan kesantunan dari bapak-bapak yang menawarkan jasa taksi atau becak dengan bahasa Jawa atau Bahasa Indonesia yang sopan. Kesantunan dan keramahan yang dimiliki oleh warga Yogyakarta yang membuat saya merasa nyaman dan betah untuk berada di kota ini. Walaupun banyak budaya barat dan perkembangan jaman yang mulai memasuki kota ini, tetapi warga Yogyakarta masih mempertahankan sikap santun dan keramahan yang identik dengan budaya ketimuran yang dimiliki oleh Indonesia.
Sumber : daerah.sindonews.com
Warga Yogyakarta masih melestarikan adat istiadat dan budayanya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Ketika berkunjung ke Kraton Yogyakarta, saya menemui beberapa bapak-bapak yang sudah lanjut usia mengenakan baju adat yang disebut sikep alit yang terdiri dari kain batik sawitan, baju hitam berbahan laken, selop hitam, keris dan dilengkapi oleh blangkon sedang duduk bersila di lantai. Bapak-bapak tersebut biasa dikenal dengan abdi dalem. Abdi Dalem adalah warga yang rela dengan sepenuh hati mengabdikan dirinya untuk keraton dengan segala aturan yang berlaku. Mereka percaya bahwa mengabdi bukan soal urusan pekerjaan atau gaji, tetapi perkara hati. Abdi dalem percaya bahwa selalu ada berkah yang luar biasa dari pengabdian yang mereka jalani. Duduk bersila di lantai yang dilakukan oleh Abdi Dalem ternyata juga memiliki makna tersendiri, dimana duduk di bawah ini bisa diartikan sebagai sikap rendah hati dan tidak sombong.
Budaya ketimuran seperti sikap ramah, toleransi, lembah manah (rendah hati) dan menghargai perbedaan masih sangat kental di wilayah Yogyakarta.Kesantunan dan keramahan ini bisa menjadi modal dan identitas bangsa Indonesia, dimana dua hal ini bisa menjadi daya tarik sikap diri warga negara Indonesia.
Yogyakarta dan Tempat Wisatanya
Wisata merupakan salah satu daya tarik yang membuat Yogyakarta menjadi istimewa. Banyak tempat wisata yang ditawarkan kota ini bisa membuat waktu libur satu minggu masih terasa kurang. Malioboro merupakan salah satu icon kota Yogyakarta yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun lokal. Sepanjang jalan Malioboro dipenuhi dengan para pedagang batik dan barang kerajinan yang menarik seperti tas, kalung, sandal serta barang antik lainnya. Delman dan becak juga tampak berjajar menawarkan jasa untuk berkeliling menikmati suasana sekitar Malioboro sekaligus mencari oleh-oleh Bakpia atau kaos dengan kata-kata lucu khas Yogyakarta. Jika sedang beruntung, wisatawan juga bisa menikmati hiburan tradisional yaitu permainan angklung di trotoar sekitar Malioboro. Kelompok musik tersebut memainkan lagu-lagu dengan berbagai genre musik menggunakan angklung, kolintang dan alat tabuh (kendang). Sore hari duduk di tepian Malioboro sembari mendengarkan musik, nikmat mana lagi yang kau dustakan?
Pasiraman Umbul Binangun, Taman Sari, Yogyakarta
Selain itu, Yogyakarta masih menawarkan tempat wisata lain seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Sari, Kraton Yogyakarta, Alun-Alun Kidul, Kebun Buah Mangunan, Jembatan Pantai Timang, Bukit Pengilon, Kalibiru, Puncak Becici, Parangtritis, Hutan Pinus Imogiri dan masih banyak tempat wisata alam lainnya. Saya suka menikmati wisata alam Yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor, dengan menyewa 70.000-80.000/hari kita sudah bisa menikmati wisata alam yang ada di sekitaran kota Yogyakarta.
Bukit Bintang, Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta
Bagi saya, kekayaan alam yang dimiliki oleh Yogyakarta bukan hanya untuk dinikmati saja, tetapi kita juga harus aware bahwa kita harus menjaga kekayaan yang dimiliki oleh setiap daerah wisata yang kita kunjungi. Bukan hanya Yogyakarta, tapi semua wisata alam di Indonesia. Jika bukan kita yang sadar untuk menjaganya, siapa lagi?
Yogyakarta, Kesenian dan Kuliner
Sumber : google.com
Bagi saya, kesenian dan kuliner adalah daya tarik paling utama di kota ini karena Yogyakarta identik dengan seni. Ketika saya travelling ke Yogyakarta saya selalu wisata kuliner dan mencari hiburan kesenian di Yogyakarta. Awal Agustus lalu, baru saja ada event Pasar Kangen di Taman Budaya Yogyakarta. Pasar Kangen menawarkan suasana Yogyakarta tempo dulu, dimana para wisatawan bisa menikmati berbagai kuliner yang sudah jarang di temui di Yogyakarta seperti mie penthil, jajanan pasar, es gosrok, es gandoel, sate kere, putu mayang, es goreng, lempeng juruh dan masih banyak yang lainnya. Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati barang-barang antik seperti majalah, kaset serta mainan jaman dulu di Pasar Kangen. Semua barang dijual dengan harga yang terjangkau, bisa menikmati Yogyakarta tempo dulu dengan ditemani penampilan ketoprak dan wayang di panggung hiburannya. Selain itu, event lain yang bisa dinikmati adalah Prambanan Jazz yang dilaksanakan satu tahun sekali di kawasan Candi Prambanan, Sendratari Ramayana, Jazz Mben Senen dan beberapa acara kesenian lainnya.
Sate Kere merupakan salah satu kuliner yang paling diminati oleh pengunjung Pasar Kangen
Kuliner? Jangan takut kelaparan tengah malam ketika di Yogyakarta, banyak Angkringan di setiap sudut kota ini. Angkringan yang khas dengan nasi kucing dengan sambel teri atau sambel tempe, gorengan, sate atau sundhukan, dan berbagai minuman hangat. Harganya sangat terjangkau, menurut saya hampir semua makanan di Yogyakarta dijual dengan harga yang terjangkau. Selain itu, jika mau merasakan makanan ala mahasiswa, banyak burjo di sekitaran kampus di Yogyakarta. Burjo ini menawarkan menu mie goreng atau rebus, nasi sarden atau nasi telur, magelangan dan berbagai minuman juga. Menu yang ditawarkan memang khas mahasiswa dengan harga yang sangat terjangkau. Saya biasanya selain ke angkringan dan burjo, menyempatkan untuk makan Gudeg dan makan ice cream di Tempo Gelato. Tempo Gelato ini adalah tempat yang menjual ice cream yang sedang hits di kalangan anak muda baik yang di Yogyakarta atau wisatawan lokal. Selain itu, saya juga mencoba makanan Sate Klathak Pak Pong, sate kambing ini dimasak menggunakan ruji besi sepeda sehingga ketika dibakar mengeluarkan bunyi klathak...klathak. Selain sate, ada kicik yaitu daging kambing yang dimasak dengan bumbu kecap. Ketika sudah lelah, makan sate klathak, kicik dengan nasi putih hangat dan ditemani dengan segelas teh hangat dengan gula batu? Bahagianya sederhana.
Menjadi Jogja Menjadi Indonesia
Selain menawarkan objek wisata, kesenian dan kuliner yang membuat rindu ingin kembali, Jogja juga memiliki tempat-tempat yang erat hubungannya dengan sejarah dan kisah kemerdekaan Indonesia. Benteng Vrederburg dan Monumen Jogja Kembal (Monjali) misalnya, mengunjungi tempat tersebut bisa meningkatkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan. Tempat-tempat tersebut menyajikan diorama yang menunjukkan tentang perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Selain itu juga terdapat foto, lukisan serta benda bersejarah yang patut untuk dilestarikan.
Sumber : google.com
Kraton Jogja juga merupakan salah satu tempat yang patut untuk dilestarikan dan dikunjungi, karena Kraton Jogja merupakan salah satu sarana untuk mempelajari tentang budaya Jawa. Kraton Jogja menyimpan berbagai cerita tentang budaya Jawa dan benda-benda bersejarah yang mengajarkan tentang budi pekerti luhur serta adat istiadat yang perlu dijaga agar budaya Jawa dan budaya Indonesia tidak terkikis oleh perkembangan jaman dan modernitas.
Yogyakarta dengan segala budaya, adat istiadat dan keramahannya mencerminkan nilai-nilai yang bangsa Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan. Keindahan wisata juga menjadi salah satu sarana belajar untuk menjaga sikap untuk tidak hanya santun dan ramah kepada budaya baru tetapi juga terhadap budaya dan kekayaan yang sudah Indonesia miliki. Menjadi Jogja Menjadi Indonesia yang bermartabat, berbudi pekerti luhur dan bangsa yang selalu ingat dengan para leluhurnya.
Tetaplah menjadi rumah yang nyaman untuk kembali, Yogyakarta.














