Tiup dulu, berdebu. Fuh!
occasionally subtle
Cosimo Galluzzi
Peter Solarz

Origami Around
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available

JVL

izzy's playlists!
Misplaced Lens Cap
🪼
Mike Driver
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Not today Justin
taylor price

Discoholic 🪩

@theartofmadeline
styofa doing anything

blake kathryn

No title available
Alisa U Zemlji Chuda

seen from United Kingdom

seen from Greece
seen from Panama

seen from United States

seen from Belgium

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Mexico
seen from United States
seen from Türkiye
@bukankegalauan
Tiup dulu, berdebu. Fuh!
Hari berikutnya tidak jauh berbeda, membuatnya enggan banyak bicara.
Dona, Primadona ITB
Menerima kenyataan itu mutlak perlu, meskipun pahit terasa selalu.
Bukan Kegalauan
Bimbang tanpa gagasan, diberikan ilham kemudian, menjadi bara semangat baginya, katanya hanya ada dalam kisah; namun di sini aku termenung dan kau lakukan itu hingga aku membara dan senang bertumbuh subur, mekar berbunga di sini.
Bukan Kegalauan
Aku menyambut pagi dengan malasku, mencoba bangkit dari kasur sembari melihat ke arah luar; sejuk menusuk dibaur hangat sinar mentari tertutup awan.
Bukan Kegalauan
Yang konon sama kini berbeda, berjalan sajalah sendiri karena bisa, lepas ikatan tangan sembari melompat bahagia. Lupakan. Tinggalkan.
Bukan Kegalauan
Duduk bertemankan sepi menanti hal tak pasti hingga diri gelisah tidak terperi, oh sekotak impian yang belum ditebar.
Bukan Kegalauan
Jelas
Perih batin menuntun raga Enggan berhenti menunggu Ribuan hentak yang telah ditapak Jauh namun mendekat dalam sunyi Antara gelisah yang tak mau siuh Liku bentangan terpapar terik Ambang rindu berbisik dari seberang Namun kuabaikan bimbang kala Aku mengumpulkan keping asa Nyata adanya di hadapan mata Bandung, 30 Mei 2016 Cc: @kelaspuisi, @katakakiku, dan @menatapmu [Tentang Puisi Akrostik] Kata akrostik berasal dari bahasa Prancis ‘acrostiche’ dan Yunani ‘akrostichis’. Akrostik; kata benda, yang artinya sebuah sajak (kata lain dari puisi) yang huruf awal baris-barisnya menyusun sebuah atau beberapa kata, apabila dibaca secara vertikal dari atas ke bawah akan memunculkan sebuah nama, sebutan (contoh: Ayah, Ibu, dll). Bisa juga menggunakan nama binatang kesayangan (contoh: Kucing, Beruang, dll), benda-benda mati (contoh: Nisan, Kalung, Gelang, dll), dan kata-kata motivasi atau kata-kata mutiara (contoh: Semangat, Tegar, dll), serta sebuah perasaan (contoh: Sedih, Bimbang, dll) dan kata-kata lainnya. (Sumber: Kelas Puisi, Rangkuman Materi Puisi Akrostik, oleh Kelompok 14 (Iput, Pin, Inong, Froza) Kamis, 28 Januari 2016)
Menanti tertunda mengharap terjadi menjadi tertekan menapak terdiam, oh nyanyian sunyi.
Bukan Kegalauan
Akor
duhai, denyar hujan, tanah keras, bangku taman, cukuplah kalian saja menyanyikan untukku lagu minor malam ini, yang lain jangan
Dikutip dari buku "Angsa-angsa Ketapang" oleh Bernard Batubara. TEMA - Kesepian dan kesedihan. MAJAS Personifikasi - Denyar hujan, tanah keras, dan bangku taman yang menyanyikan lagu minor. DIKSI - Kaitan antara unsur alam, benda, dan unsur musik. CITRAAN - Penglihatan (larik 1) --> /denyar hujan/ - Perabaan (larik 1) --> /tanah keras/ - Pendengaran (larik 3) --> /menyanyikan untukku lagu minor/ TIPOGRAFI - Larik tersusun sejajar dengan penggunaan huruf kecil di seluruh isi puisi. AMANAT - Rasa kesepian seseorang di malam hari yang tidak ingin dirasakan terlalu lama, yang ingin dihilangkan dengan nyanyian nada sendu.
Bandung, 22 Mei 2016
Cc: @rintikkecil @kelaspuisi @katakakiku, dan @menatapmu
Sedang Sekarang
Sekarang pancing si ikan empang Pancing ia pulang tak tenang Datang ke empang sekarang tenang Barang gampang terpancing berang
Percaya boleh saja, tapi jangan terlalu percaya.
Bukan Kegalauan
Semakin ke sini semakin aku mengerti bahwa apalah arti kenangan itu. Yang terpenting hanya ke mana aku pergi dan memberi bukti sembari membayar janji.
Bukan Kegalauan
Aku dan kau menggantungkan asa pada batas telak di mana hanya keajaiban yang bisa menembusnya.
Bukan Kegalauan
Hanya saja ada sesuatu yang disembunyikan oleh setiap orang; sesuatu itu yang disebut aib.
Bukan Kegalauan
Tampar diri sendiri yang seringkali menganggap sepele kegelisahan orang lain.
Bukan Kegalauan
Di Riuh Nyata
di riuh nyata, aku menggantung rindu pada kumpulan angka nol dan satu tertempa ia menjadi paras purnama wakili dirimu datang di antara muramku
dengan cermat kubaca kegelisahanmu tanpa perlu mengeja kudapati di sana seratus empat, seratus satu seratus dua puluh satu gelisahmu telah ada di sini padaku di dalam genggam, di riuh nyata
seratus enam belas seratus satu sembilan puluh tujuh seratus sembilan seratus sebelas
hendaklah kau mau memahami nyataku hendaklah aku mau memahami nyatamu
di riuh nyata