Jangan mengharapkan permintaan maaf dari orang yang (nggak merasa) salah.
we're not kids anymore.
Cosmic Funnies
Monterey Bay Aquarium

Kaledo Art
wallacepolsom

blake kathryn
official daine visual archive
cherry valley forever
Mike Driver

⁂
trying on a metaphor
untitled

Janaina Medeiros
RMH

Origami Around
almost home
🪼

oozey mess

Love Begins

JVL

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Germany

seen from Germany
seen from Bangladesh
seen from Poland
seen from Argentina
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Australia

seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@bukanrembulan
Jangan mengharapkan permintaan maaf dari orang yang (nggak merasa) salah.
Teori umum, sering kali yang menimbulkan kecewa pada hati manusia adalah ekspektasinya sendiri, yang berlebihan.
Nggak apa-apa untuk kamu merasa nggak baik-baik aja, sementara.
Qy, bisa menurunkan ego sedikit saja?
Demi "bersama" yang pernah kamu minta.
Sal,
Terima kasih, telah menjadikanku salah satu alasan bahagiamu. Aku tahu, bahagia tentu tak akan selamanya, begitupun duka, tapi dengan bersama semua akan lebih bermakna.
If I showed you my flaws
Tell me honestly, would you still love me the same?
Suamik bilang
"Aku sayang kamu, jadi aku gak mau kita gini-gini aja dalam pekara iman dan ketaqwaan, aku sayang kamu dan karena rasa sayang itu aku gak mau bareng kamu cuma sementara di dunia aja tapi aku maunya selamanya sampai ke surga.
Jadi, mari terus membaik bersama.
Melehoy aku dibilangin gitu
Tuanku,
Puanmu rindu.
“Bukan semata-mata karena diam atau riuhnya kita menyuarakan perasaan. Karena terkadang yang memang ditakdirkan, selalu diberikan jalan untuk bisa saling menemukan. Entah karena sesuatu yang kita sebut usaha, atau karena hal tak disengaja yang disebut Tuhan sebagai bagian dari rencana terbaiknya.”
—
Beberapa hari terakhir ini (belajar dan berusaha) menahan diri untuk gak kesel, gak badmood, gak meluapkan emosi, kalo kira-kira ada yang menyebalkan langsung coba cari penetralisir, atau kalo tau-tau ada orang yang ngeselin (yang biasanya langsung diluapkan rasa keselnya) ini dicoba untuk inget-inget baiknya dia, mencoba tetep ngobrol dengan baik, dan sebagainya;
Alhamdulillah, lumayan, beberapa hari terakhir jadi tidak ada penyesalan dan rasa sungkan (karena biarpun sedikit, bisa mengontrol perasaan) 😊
Yok bisa yok...
Dicintai apa adanya, tapi bukan seadanya
pasti lumayan sering denger orang orang pada bilang “aku mau seseorang itu mencintai aku apa adanya”, tapi kadang ada beberapa dari kita kurang tepat dalam memahami konsep mencintai apa adanya. kurang tepatnya dimana? yuk kita ngobrol disini… kalau aku marah, biasanya apa yang aku pegang, aku lempar. dan kadang juga saking keselnya aku bisa mukul. seringkali uang gajian aku cepet habis karena aku kurang bisa mengatur keuangan. hampir tiap hari begadang, ngegame dan terbiasa gitu. makan kurang teratur, dan kalau makan cuma waktu laper walaupun sebenernya aku punya penyakit maag. kalau kelewat stress biasanya aku “minum” atau ya bisa ngabisin rokok dua bungkus sehari. kemudian tokoh “aku” dalam paragraf diatas bilang “aku pengen seseorang bisa mencintai aku apa adanya, menerima seperti adanya dia begitu tanpa mengubah kebiasaan-kebiasaannya”. apakah mencintai apa adanya, adalah seperti itu? menurut pandangan pribadiku, ngga.. bukan seperti itu. tokoh “aku” ingin dicintai “seadanya” dia. “mencintai apa adanya” adalah ketika apa yang ada, yang kurang baik, setelah diupayakan namun sulit atau tidak mungkin diubah, kemudian menerima kondisi itu. sedangkan ingin “dicintai seadanya”, ingin diterima bagaimana kondisinya dia walaupun sebenarnya itu kurang baik, walaupun sebenarnya itu bisa diupayakan untuk diubah. biasanya ingin diterima dengan alasan “aku emang begini orangnya, kalau kamu ngga terima, berarti kamu ngga mencintai aku apa adanya” Kau terima semua kurangku Kau tak pernah marah bila ku salah Kau selalu memuji apapun hasil tanganku Yang tidak jarang payah Jangan cintai aku apa adanya jangan Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan yeah Tulus - Jangan cintai aku apa adanya cinta itu menuntut kebaikan. ngga ada yang salah juga dengan ingin dicintai apa adanya tetapi bukan berarti meminta orang lain menerima seadanya diri tanpa berusaha memperbaiki apa yang bisa dan perlu kita perbaiki. bukankah akan lebih menyenangkan membersamai seseorang yang ingin bertumbuh bersama, meningkatkan kualitas diri bersama. bukan yang hanya ingin minta diterima, seadanya.
“Tuhan, aku hanya berdoa, bukan memaksa.”
— Tuhan, aku tahu dan paham bahwa takdir berada pada Mu. Segala sesuatu terjadi atas izin Mu, pertemuan, perpisahan, sekedar saja atau berlangsung lama, itu berdasarkan ketetapan Mu. Maka jika boleh, izinkan aku bisa bersamanya. Dia yang tak alpa aku ceritakan pada tiap doa. Bukan karena aku hanya menyebutkan satu nama, lantas aku tidak menerima jika Engkau mempertemukan dengan selain dia, bukan. Tapi jika boleh, dia saja, Tuhan. Andaikan kami tidak dibersamakan karena aku belum cukup baik untuknya, maka berikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri. Andaikan dia belum cukup baik untukku, maka izinkan aku melengkapinya. Andaikan kami masih belum sama-sama baik bagi satu sama lain, maka izinkan kami menjadi baik, bersama-sama. Dan jika tidak bisa lama, cukuplah kebersamaan kami sementara. Bukankah pada kitab Mu dijelaskan bahwa dunia hanyalah sementara. Maka izinkan kami bisa bersama pada waktu yang sementara itu. Namun jika tidak, bantu masing-masing kami untuk memahami bahwa terkadang apa yang kami inginkan, tidak selalunya baik, dan apa yang telah Engkau tetapkan adalah selalu jauh lebih baik. Tuhan, aku hanya berdoa, bukan memaksa.
Setelah selesai membaca tulisan ini aku menangis tergugu. Betapa menyesalnya ketika aku tidak tahu cara berdoa dengan baik. Ketika aku tidak tahu apa yang harus aku ucapkan dihadapan Rabb ku. Padahal dalam dada begitu banyak pinta yang tersimpan namun sulit diutarakan. Dan tulisan ini sungguh telah mewakili seluruh isi hati.
Ahh, betapa pun rumit kurasa skenarioMu tetap itu yang terbaik.
Sesal hanya akan menyisakan luka baru. Dan ikhlas meski harus tertatih menjalaninya adalah jawaban paling benar.
Maaf, untuk kesal dan beban fikiran yang kerap kali aku suguhkan, yaa 🌻
Yang kemudian aku katakan pada diriku sendiri,
"Jika kamu ditinggal pergi, coba tengok ulang dirimu, mungkin memang kamu tidak layak untuk dia temani"
Memang, memperbaiki diri bukan semata-mata agar diterima oleh orang lain, tapi, sebagaimana kita menginginkan 'yang terbaik' dari orang lain, maka kita perlu melakukan hal yang sama.
Mari memperbaiki diri.
Semoga Allah ridhoi.
Kangennya udah sampe pada level dada rasanya sesak, mata terasa hangat dan penuh dengan air mata yang siap netes kapan aja.
Tidak ada satu hal pun di dunia ini yang semuanya sesuai ekpektasimu, termasuk dirimu sendiri. Jadi, mari mencoba menerima setiap kekurangan atau sisi tidak baik dari setiap hal, karena itu pasti ada.
Maaf, Hati.
Lagi-lagi engkau tersakiti karena ego yang menguasai diri.