Bukan mustahil kok, tapi emang ya bukan rejeki kita aja...
Three Goblin Art
No title available

oozey mess
Monterey Bay Aquarium
Cosimo Galluzzi
Peter Solarz

titsay

★
Stranger Things
tumblr dot com

Origami Around

tannertan36
$LAYYYTER

No title available

roma★
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
noise dept.
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Not today Justin
DEAR READER
seen from United States

seen from Poland
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Germany

seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Brazil
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
@bukibukan
Bukan mustahil kok, tapi emang ya bukan rejeki kita aja...
Sering kali kita meremehkan salat karena urusan dunia. Padahal, salat bisa mempermudah urusan dunia.
“We are unusual and tragic and alive.”
— Dave Eggers
Diingetin sama khatib Jumat hari ini,
"Kita boleh takut sama Corona, tapi harusnya kita jauh lebih takut sama Allah."
"Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya." (QS 11:6)
Kita hamba Yang Maha Kaya.
Akan tetapi, mengapa kita masih takut miskin, ya? :(
Sebelum berwudhu dengan air, berwudhulah dengan cinta.
Tidaklah pantas salat didirikan dengan hati yang dengki.
-Jalaludin Rumi-
Halo, Oktober.
Mari bersahabat 🤝
Rejeki kalo tanpa ekspektasi rasanya dahsyat banget.
Ya Allah...
Amal kami receh, tapi nikmatMu milyaran.
Amal kami cacat, ibadah berpenyakit, tapi karuniaMu selalu sempurna.
Kami malu, ya Rabb.
Nabi Musa yang masih disusuin gak tenggelam. Padahal saat itu, beliau lemah.
Firaun yang kuat bgt justru tenggelam. Padahal saat itu, ia berjaya.
Serahkan urusan kita kepada Sang Khaliq. Tidak akan menimpa kita kecuali apa yang telah Allah tetapkan (QS 9:51)
Umar bin Abdul Aziz bertanya ke teman-temannya,
"Menurut kalian, siapa orang yg paling bodoh?"
Mereka menjawab,
"Orang yang menjual akhiratnya dengan dunia!"
Umar berkata,
"Dan yang lebih bodoh lagi adalah orang yang menjual akhiratnya untuk dunia orang lain."
Ekspektasi mematikan syukur
Assalamu'alaikum bang, akhir-akhir ini saya ngerasa iri banget sama keberhasilan temen saya. Karena dia dapet pekerjaan yang menurut saya baik, sedangkan saya menurut saya kurang baik. Saya sampai merasa insecure kalau ketemu dia. Terus aku ngerasa sedih aja gitu sekarang dan gak tau mau gimana.
INSECURE KARENA TEMAN LEBIH BERHASIL?
Wa’alaikumsalam wr wb.
Perasaan insecure yang kamu sebut itu--jika benar itu adalah insecure dan kamu tidak salah menggunakan istilah--dalam konteks pencapaian-pencapaian itu sudah tidak wajar. Sampai kamu cemas atau bahkan merasa tidak aman dan nyaman ketika dekat dengan teman yang kamu sebutkan itu. Kenapa? Sebab ini sudah mengganggu mental. Saya menduga, kamu belum sampai ke tahap itu tapi baru pada tahap merasa tidak nyaman dengan pencapaian diri sendiri. Kita semua rasanya pernah berada pada posisi ini. Sebab kita sering kali menjadikan orang lain sebagai tolok ukur diri kita. Padahal, tiap manusia itu berbeda garis hidupnya.
Begini, dengan kamu merasa tidak nyaman itu sebenarnya kamu sedang tidak memikirkan dirimu sendiri, melainkan memikirkan orang lain. Yang ada di pikiranmu tak lain adalah perihal orang itu. Sederhananya: kamu sedang memaksakan kakimu ke dalam sepatu orang lain. Yang kamu lihat adalah sepatunya, bukan kakinya. Sepatunya, bukan sepatumu.
Risikonya adalah kamu akan terus tersiksa. Kakimu akan lecet. Mentalmu akan terganggu karena berpikir ada yang salah dengan kakimu. Padahal yang salah adalah caramu melihat sepatu.
Ada cara lebih positif yang bisa kamu gunakan, yaitu dengan melihat prosesnya, bukan hasilnya. Temanmu, yang kamu anggap berhasil itu, bisa jadi telah berdarah-darah dalam mencapai posisinya sekarang. Dia meng-upgrade dirinya dengan banyak keahlian, pelatihan, dan kreativitas. Dia bisa jadi tidur 3-5 jam sehari demi mencapai itu semua. Dia mungkin telah mengembangkan diri menjadi pribadi yang menarik dan berintegritas. Mengikuti berbagai training, akademi, coaching, kursus, seminar, dsb. Dia juga mungkin dengan sungguh-sungguh menundukkan dirinya di hadapan Sang Kuasa. Ada hal-hal dalam proses yang bisa jadi dia jauh lebih berupaya ketimbang diri kita.
Daripada kamu berpikiran negatif yang akan merusak mentalmu, apalagi sampai merasa insecure, lebih baik kamu berpikir positif untuk menempa diri bermental pemenang. Bahwa yang kamu capai saat ini adalah hasil minimalmu. Kamu belum menunjukkan hasil maksimalmu. Energi yang kamu keluarkan untuk merasa insecure itu sama besarnya ketika kamu gunakan untuk merumuskan masa depan. Lalu, buat apa buang-buang energi untuk memikirkan sepatu orang lain? Masih ada waktu.
Jadi, mereka yang riya,
atau kita yang iri?
قال عمر بن الخطاب لا يقعد أحدكم عن طلب الرزق ويقول اللهم ارزقني فقد علمتم أن السماء لا تمطر ذهبًا ولا فضة.
"Janganlah kalian termenung tanpa berusaha menjemput rizki kemudian berdoa 'Ya Allah berilah aku rezeki' sebab kalian pun tahu bahwa langit tidak menurunkan hujan emas ataupun perak."
—Umar bin Khattab, diabadikan oleh Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, bab Adabul Kasb wa Al Ma'asy
“Baiknya fisik hanya sanggup menarik kedua mata. Sedangkan kuatnya karakter menarik hati serta isi kepala.”
— Dari kami, orang-orang biasa.