💔 Memahami Trauma Emosional 📖
Sumber: Luka Emosional, Penyembuhan Spiritual – Emotionally Traumatized, Spiritually Recovering (YouTube Nouman Ali Khan Indonesia) Continue reading 💔 Memahami Trauma Emosional 📖
View On WordPress

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from Canada
seen from Canada

seen from Canada
seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Russia
💔 Memahami Trauma Emosional 📖
Sumber: Luka Emosional, Penyembuhan Spiritual – Emotionally Traumatized, Spiritually Recovering (YouTube Nouman Ali Khan Indonesia) Continue reading 💔 Memahami Trauma Emosional 📖
View On WordPress
Nabi Musa yang masih disusuin gak tenggelam. Padahal saat itu, beliau lemah.
Firaun yang kuat bgt justru tenggelam. Padahal saat itu, ia berjaya.
Serahkan urusan kita kepada Sang Khaliq. Tidak akan menimpa kita kecuali apa yang telah Allah tetapkan (QS 9:51)
Lagi menghadapi "Firaun" di hidupmu saat ini? Entah itu bos yang toxic, tukang bully, atau situasi yang nggak adil? Ustaz Nouman Ali Khan membagikan pelajaran berharga dari Nabi Musa yang bakal mengubah sudut pandangmu tentang cara menghadapi mereka.
View On WordPress
Facing a "Firaun" in your life right now? A toxic boss, a bully, or an unfair situation? Ustadh Nouman Ali Khan shares a mind-shifting lesson from Prophet Musa on how to handle them.
View On WordPress
Musa dan Keajaiban Pelarian Bani Israil dari Mesir
Dalam sebuah malam yang gelap, Nabi Musa as memimpin Bani Israil dalam misi yang tampak mustahil: melarikan diri dari perbudakan di Mesir yang dikuasai oleh Fir'aun. Dalam situasi yang penuh ketegangan ini, ribuan orang bergegas pergi, dengan wanita-wanita membawa adonan roti yang belum sempat mereka masak, dan anak-anak menggenggam tangan orang tua mereka erat-erat. Hamka, dalam tafsirnya, menggambarkan suasana saat itu, di mana penduduk Mesir terjebak dalam kemewahan dan kesenangan, sementara Musa dan saudaranya Harun berusaha membawa Bani Israil keluar dari cengkeraman penindasan. Mereka meninggalkan Mesir dengan sedikit barang bawaan, hanya membawa keyakinan akan masa depan yang lebih baik. Namun, pelarian ini tidak berjalan mulus. Pasukan Fir'aun yang terlatih segera menyadari bahwa Bani Israil telah melarikan diri dan mengerahkan 600 kereta perang untuk mengejar mereka. Ketika mereka tiba di tepi Laut Merah, situasi menjadi semakin genting. Di depan mereka terbentang lautan, sementara di belakang, pasukan Fir'aun mendekat dengan senjata siap tempur. Kepanikan mulai menyebar di antara Bani Israil yang merasa terjebak. Di tengah kekacauan ini, Nabi Musa as menunjukkan ketenangan luar biasa. Dengan keyakinan yang mendalam, ia meyakinkan pengikutnya bahwa Tuhan akan membimbing mereka. Dalam momen kritis ini, Allah memberikan instruksi untuk memukul laut dengan tongkatnya. Ketika Musa mengayunkan tongkatnya, laut yang bergelombang itu terbelah menjadi dua, menciptakan jalan yang aman bagi Bani Israil untuk menyeberang. Hamka mencatat bahwa saat mereka berada di tengah lautan, air yang sebelumnya terbelah kembali bersatu, menenggelamkan pasukan Fir'aun yang berusaha mengikuti. Mereka, yang dilengkapi dengan senjata dan baju zirah, tidak dapat menghindari nasib mereka dan tenggelam ke dasar laut. Di sisi lain, Bani Israil merayakan kebebasan mereka, meskipun Nabi Musa tahu bahwa tantangan yang lebih besar masih menanti di depan. Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini sangat berharga. Pertama, kita belajar bahwa kekuatan Allah tidak terbatas. Ketika manusia merasa terjebak dan tidak ada jalan keluar, Allah selalu memiliki rencana yang lebih besar dan lebih baik. Kedua, kesombongan adalah kelemahan terbesar. Fir'aun, meski memiliki kekuatan dan sumber daya yang melimpah, tidak memiliki kerendahan hati yang diperlukan untuk mengakui kekuasaan yang lebih tinggi. Ketiga, keyakinan adalah senjata terkuat dalam menghadapi tantangan. Bukan teknologi atau kekuatan fisik yang menentukan keberhasilan, tetapi iman yang tulus. Kisah ini mengingatkan kita bahwa dalam situasi sulit, ketika semua jalan keluar tampak tertutup, Allah selalu mampu membuka jalan yang tidak terlihat oleh manusia. Kita hanya perlu percaya dan berserah kepada-Nya. Dalam perjalanan hidup, kita sering menghadapi tantangan yang membuat kita merasa putus asa. Namun, seperti yang diajarkan dalam kisah Nabi Musa, kita harus tetap percaya bahwa ada harapan dan jalan keluar, bahkan ketika semuanya tampak tidak mungkin. Keberanian dan keyakinan dalam menghadapi kesulitan adalah kunci untuk mencapai tujuan kita. Dengan demikian, kisah Nabi Musa dan Bani Israil bukan hanya tentang pelarian dari perbudakan, tetapi juga tentang pelajaran hidup yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita diajarkan untuk tidak menyerah, untuk selalu percaya pada kekuatan yang lebih besar, dan untuk menghadapi setiap tantangan dengan kepala tegak. Baca selengkapnya di Batuter.Com Link Center : https://tautanku.com/batutercom
Jadi Anda memiliki Firaun di atas dan para jenderalnya di atas, dan Anda memiliki para peniru Firaun di bawah. Anda memiliki para peniru, jadi semua orang terinfeksi virus Firaun. Bukan hanya yang kaya, tapi juga yang miskin.
View On WordPress
So you have Firaun on top and his generals on top, and you have wannabe Firauns at the bottom. You have wannabe, so everybody's becoming infected with the Firaun virus. Not just the rich, also the poor.
View On WordPress
Allah memberi tahu kita ketika terpojok, Firaun mulai kehilangan akalnya. Mulai mengatakan hal-hal gila. Mulai memunculkan ide-ide paling bodoh dan kemudian menaruhnya di Twitter. Itu terjadi begitu saja, dan Anda tidak bisa percaya bagaimana orang ini bisa memerintah seluruh bangsa.
View On WordPress