Saya ingin memperkenalkan tiga teman saya yang beberapa tahun terakhir ini selalu bersama saya, selalu menemani saya, selalu mensupport saya dalam segala hal, mereka yang selalu bikin saya jengkel, bikin saya nangis, bikin saya sakit hati, namun tidak jarang mereka juga yang selalu bikin saya tertawa terbahak-bahak, menertawakan hal-hal sepele yang menurut orang normal hal itu tidak lucu. Gokil kan? Hahahaha. *kemudian nyanyi lagu Story Of My Life-nya One Direction*
Foto ini adalah foto dua tahun yang lalu dan percayalah bahwa Adit sekarang gemuk, makannya mirip babi.
ADIT, lahir di Mataram. Mempunyai dua orang adik perempuan yang imut, seorang ayah yang sungguh masih terlihat sangat muda dan ganteng *kedip-kedip*, seorang ibu yang cantiknya mengalahkan kecantikan saya dan seorang nenek yang cerewetnya sungguh mengalahkan cerewetnya seorang mama Adel. Adit yang notabene berzodiak Capricorn ini mempunyai perasaan yang sangat lembut terhadap wanita sehingga tidak jarang dia banyak ditaksir oleh kaum wanita di kampus saya. Cewek-cewek di kampus (mungkin) merasa envy melihat saya selalu jalan sama Adit, ke mana-mana sama Adit, makan sama Adit, main sama Adit, ngakak sama Adit, dan berak sama Adit. Oke kalimat terakhir itu (tidak) benar. Adit orangnya pendiam jika tidur, dia suka sekali menjahili saya, membully saya, menghina baju yang saya pakai, dan dia adalah orang pertama yang mencetuskan istilah ākaki cebolā untuk saya sehingga istilah itu sampai sekarang sudah tidak asing lagi di kalangan teman-teman kampus. Adit tidak pernah mengakui kecantikan saya. Mungkin dia gengsi untuk mengakuinya. Atau mungkin sebenarnya dia mengakuinya dalam hati dan diam-diam menyukai saya. *mulai ngawur* *digetok* *dibakar*
Adit adalah salah seorang teman yang telah membantu saya move on dari mantan-mantan saya. Dia mempunyai segudang kata-kata mutiara untuk menyemangati saya, tidak hanya saya namun untuk semua teman dekatnya. Laki-laki penggila gadget ini sangat mahir membantu temannya untuk move on dari mantan namun sayang dia kesusahan untuk membantu dirinya sendiri untuk move on dari mantannya. Ya, itulah Adit seseorang yang sangat mencintai mantannya. Baiklah akan saya ganti topiknya keburu saya dicekik Adit karena bahas mantan.
Saya tidak begitu ingat bagaimana awal perkenalan kami berdua, yang saya ingat hanya saya makan lima kali sehari dan berak setiap pagi saat bangun tidur serta meperin upil sembarangan di setiap kali saya nganggur. Setiap kali saya ngumpul sama Adit, selalu saja ada kejadian konyol yang kami lalui yang bisa bikin pipi saya kaku karena tertawa. Di setiap obrolan kami, tidak lupa nama mbak Maria selalu disebut-sebut olehnya. Rupanya dia sangat mengagumi sosok mbak Maria. Katanya begini, āBul, jika kau sedih, segera hubungilah mbak Maria, niscaya kau tiba-tiba akan sakit perut karena tertawa ngakak.ā Pernah suatu ketika hal itu saya coba, saat saya sedang galau segera saya menghubungi mbak Maria dan mengajaknya ngobrol, alhasil saya benar-benar tertawa ngakak atas kekocakan mbak Maria. Masih banyak hal menarik lainnya yang saya lewati bersama teman yang bernama Adit ini, jika saya jabarkan satu demi satu tentang pertemanan kami untuk satu novelpun mungkin masih kurang. Yang jelas di sini saya bangga memiliki Adit.
Foto ini adalah foto tiga setengah tahun yang lalu dan percayalah sekarang Yiyis gemuk, pahanya besar macam paha ayam KFC.
RIRIS, seorang pewaris tunggal perusahaan milik ayahnya yang terletak di Pasar Tanjung. Hartanya bergelimpah, rumahnya gede segede Istana Negara, punya mobil sendiri yang disebutnya si Bambang, putri kesayangan ayahnya, tidak bisa bawa motor pun tidak bisa bawa mobil padahal sudah punya mobil sendiri, jadi mobilnya hanya sebagai penghias garasi rumahnya saja, maklumlah orang kaya. Wanita malam penggila harta ini mempunyai hobi shopping, tidak suka pantai dan tidak suka naik gunung. Ya, sukanya shopping di setiap weekend. Shopping dan kuliner lebih tepatnya. Dia suka sekali makan, tidak heran saya sangat cocok berteman dengannya, ya biar kecipratan traktiran aja sih sebenarnya, dia kan banyak uang dan TIDAK PELIT. *sembah yiyis*
Riris yang sering dipanggil dengan sebutan Yiyis ini mempunyai sifat cuek terhadap apapun, tidak suka neko-neko dan so simple. (So simple diambil dari istilah yang sering dipakai mbak Maria). Karena saking so simple-nya banyak yang tidak menyangka kalau Yiyis ini adalah orang terkaya di Pasar Tanjung. Ya, karena kesederhanaannya dalam berpenampilan. Dia tidak glamour tapi coba lihat isi dompet Shopie Martinnya yang berwarna pink itu, di situ banyak terdapat uang berwana merah dan biru, kartu-kartu ATM dan beberapa struk belanja. Berpenampilan sewajarnya dan senyamannya dia saja, itu yang bikin saya salut terhadapnya. Tidak sombong (tapi kumat-kumaten), baik, dan rajiiiiin sekali menabung setiap kali balik dari kantornya. Yiyis sudah sering gonta-ganti warna behelnya, warna behelnya tergantung moodnya saat itu. Untuk benda yang diselipin di giginya saja harganya selangit deh, kalau dibuat beli baso solo depan Matahari mungkin bisa kebeli sama babang basonya. Yiyis adalah satu-satunya teman yang mau saya ajak makan cimol, belinya di depan SMP 3 harganya tiga ribu saja sudah dapat banyak dan rasanya manis-manis pedas serta teksturnya kenyal. Setiap kali balik dari kampus, Yiyis selalu nebeng naik motor saya untuk balik ke kantornya. Lihat saja nanti saat Yiyis sudah bisa bawa si Bambang, saya yang akan selalu minta diantar pulang ke rumah. Huahahahaha.
Yiyis tempat saya mengadu, tempat saya makan jika bokek, tempat saya cerita masalah laki-laki, tempat saya ngomong jorok, tapi Yiyis bukan tempat sampah. *peluk yiyis* Yis, semoga hartamu terus mengalir dan barokah ya. Jangan lupa bersedekah untuk anak yatim.
Laily Maulida Septiana Harti
Foto ini diambil saat saya, Lely dan Adit berkunjung ke CafƩ Gumitir, dulu dan sekarang tetap saja gemuk.
Lely, perempuan chubby yang seksinya ke mana-mana. Perempuan yang selalu berusaha untuk diet namun selalu gagal karena godaan pijahat. Pintar dalam segala hal kecuali hal percintaan. Ya, cintanya kandas di tengah perjalanan dikarenakan bla bla bla (maaf tidak saya sebutkan karena saya takut digetok). Perempuan ini sangat mahir dalam menyimpan perasaan terhadap laki-laki yang dia suka. Namun terkadang kemahirannya tersebut membuatnya galau bukan kepalang dan membuat orang-orang terdekatnya menjadi susah karena dicurhatin terus. Hahaha.
Lely yang selalu saya sebut dengan panggilan āTiksā yang artinya adalah āCantiksā ini sangat suka makan pijahat dan sambal goreng ati buatan bundanya. Dia sangat manja, putri satu-satunya dari ayah dan bundanya. Dia anak tunggal, jadi saya benar-benar memaklumi kalau dia terkadang egois dan tidak jarang dia manja yang berlebihan terhadap orang terdekatnya. Dia pintar dalam hal akademik, IPK-nya sudah tiga koma. Cita-citanya mau ke luar negeri untuk melanjutkan S2-nya semoga segera tercapai. Aamiin.
Perempuan ini berzodiak Virgo yang artinya dia adalah perempuan yang sangat sensitive. Sensitifnya bisa mengalahkan 10 cewek PMS. Jangan coba-coba membuatnya naik darah. Saya sudah pernah disensitif-in dan rasanya itu nggak enak. Enakan juga tahu tek yang biasanya dimakan Lely kalau pulang ke Madiun. *melengos* Oh iya, saya baru ingat, saya punya hutang Takoyaki sama perempuan ini. *melipir ke Somalia biar gak ditagih*
Begitulah kira-kira deskripsi tentang tiga orang yang saya sayangi, masing-masing dari mereka memiliki keunikannya, hidup saya tak akan berwarna tanpa mereka. Di sini saya juga akan menyebutkan beberapa teman lainnya yang turut mewarnai hidup saya, diantaranya Ditha, Icak, Ocik, Ing, Mbul, barisan para mantan, dan teman-teman Paduan Suara Melodi Sastra tentunya. Mereka pelengkap kehidupan saya, saya benar-benar menikmatinya.
Sahabat itu yang selalu ada untukmu, yang selalu mendengarkan keluh kesahmu, yang bahagia bersama-sama, yang menertawakan dan tidak menolong temannya jika jatuh terpeleset karena pakai high heels ketinggian, yang selalu merebut makanan yang kau makan, yang selalu membully-mu tapi kau tidak marah atas itu, yang selalu mengerjakan tugas kuliahmu, yang selalu menemanimu belanja, yang selalu mengantarmu pulang jika sudah larut malam, yang selalu meng-iyakan jika kau TA, yang selalu menemanimu menggila dan berlaku konyol, yang selalu rame di manapun berada, yang tidak pernah sungkan untuk membicarakan orang lain, dan yang selalu mengingatkan serta menegur jika temannya berbuat kesalahan. Ya, itu deskripsi sahabat menurut saya. Sahabat yang mengajarkan saya bagaimana menahan emosi, bagaimana bersabar, bagaimana mengalah, dan bagaimana bertindak. Terimakasih, sahabat.