Dear Samudera, yang birunya begitu dalam yang tenangnya begitu damai yang deburnya timbulkan debar yang penerimaannya begitu luas yang sabarnya hingga taut langit dan laut semoga kait selalu terpaut
Xuebing Du
Claire Keane
Game of Thrones Daily

#extradirty

JBB: An Artblog!

izzy's playlists!

Love Begins

★
sheepfilms
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
art blog(derogatory)
Today's Document

oozey mess

PR's Tumblrdome
Mike Driver
AnasAbdin
NASA
Not today Justin

⁂

seen from Germany
seen from Costa Rica
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Liechtenstein
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Serbia
seen from United States
seen from Malaysia
@bunga-san
Dear Samudera, yang birunya begitu dalam yang tenangnya begitu damai yang deburnya timbulkan debar yang penerimaannya begitu luas yang sabarnya hingga taut langit dan laut semoga kait selalu terpaut
TIGA SAJAK KECIL (Sapardi Djoko Damono) di jantungku sayup terdengar debarmu hening di langit-langit tempurung kepalaku terbit silau cahayamu dalam intiku kau terbenam Padang, 15 Januari 2019
D(us)k; Kita, sampai habis semua senja. Semoga. Padang, 7 Januari 2019. Terimakasih telah menjadi berani kala itu, Samudera 💕
Hai, Tumblr! Seterusnya aku ingin berbagi bahagia :)
“Jika kau mencintai sesuatu, lepaskan. Jika ia kembali padamu, ia milikmu.”
—
Damankadar
(via mbeeer)
indeed..
Welcome back, Tumblr!
Hari ini, tujuh September ke dua puluh delapan untuk Mama dan Papa. Terimakasih untuk kedua tangan yang saling menggenggam. Semoga senantiasa diliputi cinta kasih serta diberkahi kebahagiaan. Banyak cinta dari yang selalu membuat cemas 🙂 Padang, 7 September 2018.
Sebelum Kita Bertemu
Dulu, sebelum kita bertemu. Kita hanya duduk sendiri-sendiri. Seperti dua sungai yang mengalir tak kunjung bertemu di muara. Seperti malam dan siang yang dipisahkan. Meski dalam bumi yang sama. Sebelum kita bertemu. Kita hanya duduk sendiri berjauhan. Saling mencari tahu. Berdiam diri satu sama lain. Meski ada tempat duduk kosong di samping kita masing-masing. Kita memilih duduk sendiri-sendiri. Tidak ada kata yang keluar. Tidak ada sapa yang terdengar. Kita asing dalam jarak yang dekat. Kita tidak saling kenal. Kita tidak saling tahu satu sama lain. Siapa kamu dan untuk apa kamu di situ. Apa yang sedang kamu tunggu. Sampai pada saat kereta yang sama tiba. Kereta yang membawa kita ketujuan yang sama. Kita duduk bersebelahan. Dan kamu malu-malu membuka perkenalan. Kau tahu? Ku kira perjalanan ini tidak akan ada pembicaraan. Kita akan tetap saling diam. Terima kasih telah membuka pembicaraan. Karena aku malu menyapamu duluan.
Aku paham. Tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan.
Rumah, 5 Juni 2014 | ©kurniawangunadi
Just a year ago things were so different 🙂
Padang, 6 Juli 2018
Favourite love story 💞
Life is just like finding the puzzles, they have been in front of you all. It’s super excited when finding them one by one 🙂
Padang, 20 Mei 2018
SONET: X (Sapardi Djoko Damono) siapa menggores di langit biru siapa meretas di awan lalu siapa mengkristal di kabut itu siapa mengertap di bunga layu siapa cerna di warna ungu siapa bernafas di detak waktu siapa berkelebat setiap kubuka pintu siapa terucap di celah kata-kataku siapa mengaduh di bayang-bayang sepiku siapa tiba menjemputku berburu siapa tiba-tiba menyibak cadarku siapa meledak dalam diriku :siapa Aku Ketika biru menjelma perak, semoga tak ada lagi ragu. Padang, 18 Mei 2018
Jangan Berhenti
Mungkin ada banyak harapan yang kau langitkan, doa-doa yang kau panjatkan dan segala cita yang sampai detik ini masih menggantung di sana, masih tak juga terwujudkan. Tak apa. Rencana-rencana yang kau buat, namun tak mampu terlaksana dengan baik atau hanya menjadi wacana. Sementara orang-orang di sekitarmu terlihat lebih dulu mendapatkan segala yang mereka inginkan. Tenanglah, ini hanya masalah waktu.
Bukankah kau percaya bila Dia menjawab doamu dengan banyak cara. Baik mewujudkannya, menundanya atau menggantinya dengan yang lebih baik. Bila ada yang masih belum terwujudkan, maka bersabarlah. Barangkali selama ini Dia lebih dulu mengajarimu untuk bersiap-siap. Bersiap-siap atas doa yang selama ini kau panjatkan, agar doa itu terwujud dalam keadaan memang kau telah siap.
Jangan berhenti untuk terus berbaik sangka padaNya. Langit masih sangat luas untuk menampung seluruh harapmu. Jangan pernah lelah meminta padaNya. Dan jangan lupa untuk menumbuhkan selalu sabarmu, ikhlasmu. Bahwa Dia pun sedang merencanakan sesuatu yang baik untukmu. Bila tidak sekarang, mungkin di masa yang akan datang. Bila tidak diwujudkan, mungkin akan ada yang lebih baik dan pantas untuk kau dapatkan.
Sebab Dia tahu apa-apa yang terbaik untukmu. Jangan pernah lelah berdoa, berusaha, berserah diri dan terus percaya. Bukalah mata dan hatimu. Lihat segala pelajaran yang sejauh ini telah Dia ajarkan padamu. Resapi dan jangan sampai hilang begitu saja. Semua hal yang telah kau lewati akan menguatkanmu lebih dan lebih lagi. Teruslah berjalan, meski perlahan. Tapi, jangan berhenti :)
Malang, 31 Desember 2017.
Barangkali Dia mengajarimu bersiap-siap.
“Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau ya Tuhanku.”
— QS. Maryam: 4
dan aku yakin akan selalu begitu :')
Exactly!
Paradoks Tumblr
Sejak 6 Maret 2018, jejaring sosial Tumblr resmi diblokir Kemkominfo Indonesia. Akses terhadap situs ini menjadi sangat terbatas. Meski tidak bisa mengakses dari jaringan operator seluler, aku masih bersyukur bisa terkoneksi dengan ‘si biru tua’ melalui jaringan internet rumah.
Terhubung sejak hampir 5 tahun yang lalu, tidak seperti perlakuanku terhadap media sosial lainnya, Tumblr adalah tempat bercerita paling leluasa;
“Tumblr adalah rahasia yang bisa dibaca.”
Lucu betul ya, tapi begitu adanya, haha. Aku berkisah tentang hal-hal dalam pikiran yang tidak mungkin bisa ku sampaikan lewat lisan, tentang hal-hal yang (kadang hanya) ingin ku bagi pada diri sendiri, tentang sebuah diam yang aku harap berubah bentuk menjadi kata paham, tentang apa saja.
Pembatasan akses membuat situs ini relatif menjadi lebih 'sepi’. Ada yang bilang Tumblr sekarang itu ibarat rumah yang gemboknya dipegang orang lain; banyak yang masih berusaha masuk (pakai tangga dari pagar belakang, lewat jendela dari rumah tetangga sebelah, atau naik heli terus loncat ke balkon #apalah), tidak sedikit juga yang meninggalkan. Tapi bukan cinta namanya kalau begitu saja pergi, maka aku akan tetap disini 😵
“Sebab yang tak merasakan sepi adalah ia yang hanya mengenal setia.” (Surat dari Praha)
Padang, 15 Maret 2018
Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?