Jika orientasi seseorang adalah akhirat, maka dia tak pernah khawatir bagaimana perkataan manusia kepadanya.
belajar lagi ya, va..
Sepakat

Origami Around
DEAR READER
he wasn't even looking at me and he found me

PR's Tumblrdome
I'd rather be in outer space 🛸
YOU ARE THE REASON

shark vs the universe

if i look back, i am lost
NASA
Claire Keane

No title available
taylor price
wallacepolsom
sheepfilms

blake kathryn

JVL
No title available
almost home

tannertan36
One Nice Bug Per Day

seen from T1
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Italy

seen from Malaysia

seen from T1

seen from TĂĽrkiye
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Sweden
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Australia
seen from Sri Lanka
@bussybeesworld
Jika orientasi seseorang adalah akhirat, maka dia tak pernah khawatir bagaimana perkataan manusia kepadanya.
belajar lagi ya, va..
Sepakat
Apa yang ditakdirkan akan menjadi milik Kamu meskipun jika itu di bawah dua gunung.
Dan yang bukan ditakdirkan untukmu tidak akan Kamu dapat sekalipun berada di antara kedua bibirmu.
• Imam Al Ghazali
People come and go..
But Allah still with you 🥹
Ikhlaskan Saja Kepergiannya
Kapankah tepatnya Allah mengembalikan Nabi Ismail as yang atas perintah Allah akan disembelih oleh ayahnya, Nabi Ibrahim as?
Atau,
Kapankah akhirnya Allah pungkaskan penatian puluhan tahun lamanya antara Nabi Ya'kub as dan putra kesayangannga Yusuf as?
Jika jawaban pertanyaan pertamamu adalah, "Ketika Allah mengirimkan domba sebagai pengganti Ismail." dan pertanyaan kedua, "Ketika nabi Yusuf as telah memiliki kuasa dan kepemimpinan di Mesir."
Maka, jawabanmu salah.
Kedua pertanyaan itu jawabannya satu, yaitu ketika mereka (baca : Nabi Ibramim dan Nabi Ya'kub) telah mengikhlaskan rasa cinta berlebih terhadap putra-putranya untuk mendahulukan cinta (baca : ketaatan) kepada Rabb-nya. Ya, itu jawabannya.
Padahal bukankah Nabi Ibrahim as sudah menanti kehadiran anak pertamanya setelah 'penantiannya' yang begitu lama? Tentu saja ini hal yang berat baginya, tetiba muncul perintah dari Allah untuk menyembelihnya hidup-hidup.
Pun halnya Nabi Ya'kub as. yang akhirnya menerima dan mengikhlaskan kepergian putra kesayangannya yang cerdas nan rupawan, Yusuf as, yang kelak akan menjadi penerus risalahnya di muka bumi, kemudian disusul putra masih dari rahim yang sama oleh ibu Yusuf as, Bunyamin.
Singkat cerita, perpisahan itu terjadi puluhan tanun lamanya, sampai dimana nabi Yusuf menjadi pembesar Mesir, i'tikad untuk bertemu terus terhalangi. Sampai akhirnya Allah takdirkan mereka bertemu, setelah Nabi Ya'kub melepaskan dengan ikhlas terlebih dahulu bahwa kepergian putranya adalah kehendak dari Rabb-nya. Hari-hari Nabi Yakub as menangisi kepergian putra kesayangannya itu, hingga matanya memutih.
Maka, seperti pada judul diatas, ikhlaskan saja kepergiannya.
Kita harus yakin, bahwa selalu ada rahasia Ilahi kenapa suatu perpisahan itu terjadi. Berat memang, ketika harus mengikhlaskan orang yang begitu dicintai, tapi bukankah rasa cinta itu tidak boleh melebihi rasa cinta kita kepada-Nya? Bukankah seharusnya kita lebih harus menangis ketika yang 'pergi' adalah Rabb dari hanya salah satu makhluk ciptaan-Nya itu?
Atau juga, bukankah jika rasa cinta antar sesama makhluk itu benar dan diberkahi, justru semakin meninggikan rasa cinta kita kepada Sang Khaliq dan menihilkan rasa cinta lain yang melebihi selain-Nya? Sebagaimana kisah akhir dari cinta Zulaikha kepada kekasihnya Yusuf?
Ya, sekali lagi, lepaskan saja kepergiannya. Ingat bahwa Allah itu Maha Pencemburu. Sebagaimana sabda Rasulullah,
"Tidak ada siapa pun yang lebih pencemburu dibandingkan dengan Allah". (HR Bukhari dan Muslim).
Jangan sampai cinta berlebih ke sesama makhluk melebihi rasa cinta kita kepada-Nya. Seringkali air mata luruh karena seseorang yang teramat kamu cintai itu, tapi pernahkah kamu melakukan hal yang sama bahkan lebih kepada-Nya? Untuk-Nya? Sekali? Dua kali?
Maka, sekali lagi dan terakhir, ikhlaskan saja kepergiannya.
Percayakan sepenuhnya kepada-Nya. Jika memang dia Allah takdirkan untukmu, maka dia memang untukmu, dan akan kembali dengan cara yang tak disangka sebelumnya. Barangkali pun kepergiannya adalah cara Allah ingin mengganti yang lebih baik untukmu.
Ingatlah nasihat dari Ibnu Qoyyim :
"Allah tidak mengujimu untuk menghancurkanmu. Ketika Ia mengambil sesuatu darimu, tujuan-Nya adalah untuk mengosongkan tanganmu untuk memberimu hadiah yang lebih besar lagi."
Masih terjaga sedini hari ini
Semoga semua pikiran negatif yang ada di kepala hanya lintasan kosong semata
Semoga tidak ada lagi yang terjadi dan hidup berjalan lambat tenang seperti biasa
Semoga..
Tugas kita hanya harus akur dengan diri sendiri, lalu mempercayai setiap keadaan; apapun yang terjadi, adalah cara-Nya untuk membuat kita semakin dewasa—semakin dekat dan taat kepada-Nya.
—soon #365
Kenapa harus bersedih kalau kamu tau bahwa yang orang lain katakan tentangmu itu tidak benar? Tenang ya, Allah lebih mengetahui tentang kamu. Cukuplah Allah sebagai hakim yang paling adil.
"Jangan mengejar dunia keras sekali, karena ia amat kecil. Jangan membuat kamu kelelahan. Ambil secukupnya, ambil yang diperlukan. Jangan serakah ingin mengambil semuanya, hati-hati nanti kamu lepas kendali"
@menyapamakna1
Kita bukan satu-satunya manusia yang merasa kesulitan dalam hidup. Aku, kamu, kita semua sama, sama-sama punya kesulitan sendiri. Hanya saja, beberapa memilih menutupinya dengan bahagia yang pura-pura, beberapa menerima dengan ikhlas yang luar biasa, tak sedikit pula yang menceritakannya pada dunia.
Bilang pada dirimu sendiri ketika tidak ada orang yang memberitahukan mu :
AKU BERSYUKUR MENJADI DIRIKU
JIKA ORANG ORANG TIDAK INGIN MENERIMAKU, IT'S THEIR LOSS
Kondangan panas bentek, pengap, ibu2 suara fals nyanyi, rasanyaaaaaaaaaaaaa aaaaaaah mantaaaaap
Apa yang membuat seorang tao ming tse jatuh cinta kepada shanchai, begitu juga sebaliknya?
Apa yang membuat han ji eun jatuh cinta kepada lee young jae, begitupun sebaliknya?
Padahal mereka berawal dari benci, tidak suka, jijik satu sama lain.
Lalu seiring berjalan nya waktu, benih benih cinta itu tumbuh. Apa yang membuatnya tumbuh?
Tentu tidak dari kata kata kasar yang selalu diucapkan. Tentu ada kalimat yang menghujam hati membiat hati berbunga.
Tidak juga dengan sikap acuh dan ketidakpedulian. Tentu ada perhatian dan kasih sayang yang ditunjukkan.
Pun dengan kejujuram dan keterbukaan. Ketika bebas menjadi diri sendiri tanpa ada rasa takut untuk tidak diterima.
Itulah cinta.
Yang senantiasa harus selalu diupayakan keberadaannya.
Bagaimana dengan pasangan yang awalnya penuh cinta dan lama lama mengering lalu kandas begitu saja?
Mereka lelah..
Pada akhirnya hanya dirimu sendiri yang dapat menerimamu utuh.
Semua celah.
Semua borok.
Semua keburukan yang orang orang enggan untuk mendekat atau memaksa kita berubah
Hanya diri kita yang bisa menerima semua utuh
Hanya kita dan Yang Menciptakan kita yang mampu menerima kita apa adanya
If u want to be understood and you have explained but still doesnt get that understanding?patience and keep silent
Dear my self
Selalu ingat rumus ini :
Orang tidak akan peduli kamu sedang sakit, orang tidak akan peduli kamu sedang sedih, orang tidak akan peduli kamu sedang lelah
Yang mereka pedulikan adalah seberapa banyak yang kamu hasilkan. Apa saja yang sudah kamu kerjakan. Sejauh apa yang sudah kamu beri.
Jadi tetaplah tegar, tetaplah kuat, tetaplah diam. Tak usah buang tenaga dan berkoar koar minta perhatian dan bantuan. Lakukan sendiri. Kalau tidak bisa, bayar orang untuk melakukannya untukmu.
Jangan harapkan lagi kebaikan hati. Jangan harapkan lagi pertolongan tanpa pamrih. Jika bukan pamrih, pasti cacian dan hinaan yang diberi.
Kamu lemah. Kamu menyusahkan. Kamu cengeng. Kamu manja.
Dan serentetan kata kata yang mengahancurkan mental dan memberanguskan semangat.
Sudah. Jangan lagi berharap pada manusia.
Inilah alasan mengapa ikhlas itu adalah hal yang utama. Karena mengharap pada Allah saja lah yang tak akan pernah kecewa.
Kuatlah
Kamu bisa.
Insya Allah bisa
Asal jangan lagi berharap pada manusia
Jangan lagi menunjukkan kelemahan dan mengemis pertolongan pada manusia.
Jadilah al fakir sebenar benarnya fakir hanya di hadapan Allah semata
“Never apologize for how you feel. No one can control how they feel. The sun doesn’t apologize for being the sun. The rain doesn’t say sorry for falling. Feelings just are.”
— Iain S. Thomas
“Repeat this until you understand it: I do not need people who do not need me.”
— Unknown